Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
66.Mengambil Keputusan


__ADS_3

Tak lama kemudian,Siska pun keluar seperti sedang menahan air matanya.


"Ayo,aku sudah selesai!" ucap Siska yang langsung masuk ke dalam mobil.


Saat di dalam mobil,Siska menutup wajahnya,Dika mengerti seperti nya ia ingin menutupi air matanya di depan Dika, sehingga Dika pun tak mau bertanya ataupun mengajak Siska mengobrol di dalam mobil.


("Kenapa rumah tangga ku harus berakhir seperti ini,aku tak pernah menyangka jika rumah tangga ku harus berakhir karena orang ketiga, seorang suami yang ku anggap paling sempurna ternyata malah bermain api di belakang ku,apa salahku, hiks hiks hiks.") batin Siska.


Sementara di tempat lain,Eza baru saja sampai di rumah Syila,ia membawa sebuah koper berisi beberapa pakaian nya.


Tok...tok...tok...


Eza mengetuk pintu rumah Syila,tak lama kemudian,Syila pun membuka nya.


"Mas Eza!" Syila terkejut, melihat Eza membawa koper.


"Boleh aku masuk." ucap nya.


"Iyah mas." ucap Syila.


Eza pun duduk dengan lemas, wajahnya kusut seperti banyak pikiran,ia memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Ada apa mas,apa yang terjadi?" tanya Syila.


"Siska tak setuju aku berpoligami,tadi malam sampai pagi tadi kita masih bertengkar,dia ingin menceraikan ku,tadi,dia pergi ke pengadilan agama." ucap Eza sambil menunduk.


"Bagus dong mas, berarti kita bisa cepat menikah kan?" ucap Syila.


Eza tak menjawab perkataan Syila,ia masih tidak bisa menerima keputusan Siska yang mengajak nya bercerai.


("Akhirnya aku yang menang, sebentar lagi aku akan hidup bahagia berdua bersama mas Eza.") batin Syila.


"Hari ini,aku boleh istirahat di sini, sepertinya aku nggak masuk kerja dulu." ucap Eza.

__ADS_1


"Ya udah nggak papa mas,aku aja yang berangkat." ucap Syila.


***


Dika dan Siska baru saja sampai di rumah, sebenarnya Dika khawatir dengan kondisi Siska yang berada di rumah,namun ia pun tak mungkin menemani Siska,karena ia tak mau mencari kesempatan mendekati Siska di saat rumah tangga nya sedang goyah.


"Kau masuk yah,maaf aku tak bisa menemani mu,ku harap apapun yang terjadi,kau selalu di beri kekuatan." ucap Dika.


"Makasih,pak Dika sudah mau mengantarkan ku,pak Dika bawa saja mobil saya ke rumah pak Dika,saya tidak apa-apa." ucap Siska.


"Nggak usah,saya bisa pesan taksi online,kamu tak perlu khawatir." ucap Dika.


"Baiklah kalau begitu,saya masuk dulu ke rumah,pak Dika hati hati di jalan." ucap Siska yang langsung keluar dari mobilnya.


Dika pun memarkirkan mobilnya di garasi, Setelah ia melihat Siska masuk ke dalam rumah nya,ia pun segera pergi dari tempat tersebut, menunggu taksi datang.


("Aku tau,kau butuh waktu untuk sendiri,apapun yang terjadi,aku akan selalu mendoakan yang terbaik untuk mu.") batin Dika.


Siska yang baru saja masuk ke dalam kamar nya, terkejut saat melihat lemari pakaian Eza terbuka,dan sudah tak ada lagi pakaian di dalamnya.


"Kenapa mas,kenapa kamu melakukannya semua ini,hiks hiks hiks." Siska tak bisa menahan tangisnya.


("Aku tidak boleh begini,mas Eza sudah mengambil keputusan nya,ia lebih memilih wanita itu, sekarang mungkin mereka sedang berbahagia bersama,aku seharusnya bisa lega, karena aku bebas dari nya.") batin Siska.


Siska berdiri,ia menghapus air matanya. "Kamu harus kuat,kamu tidak boleh lemah seperti ini,kamu harus nya bersyukur karena kamu belum mempunyai anak darinya dengan begitu kamu bisa berjuang untuk mendapatkan kebahagiaan mu." gumam Siska.


***


Entah kenapa Rani merasa tak enak hati, pikiran nya teringat pada Siska sahabat nya,ia pun berniat untuk meminta cuti dari pekerjaannya,Rani akan menemui Siska ke rumah nya.


Beberapa saat kemudian,Rani sampai di depan rumah Siska,ia pun menelepon Siska terlebih dahulu, untuk memberi tahu kalau ia ada di depan rumah nya.


Siska pun meminta Rani untuk masuk ke dalam, dengan begitu Rani pun langsung masuk. "Sis?" panggil Rani saat ia membuka pintu.

__ADS_1


"Gue di sini Ran," ucap Siska yang sedang berdiri di depan jendela dengan melipatkan tangannya.


Rani menghampiri Siska. "Sis loe nggak papa kan?" ucap Rani cemas.


"Hiks hiks hiks." Siska langsung memeluk Rani, membuat nya terkejut.


"Keluarin semuanya sis,jika memang loe mau nangis,nangis aja,sampai loe bisa lebih lega." Rani mengusap punggung Siska.


Saat Siska merasa cukup tenang,Rani pun mengajak Siska duduk di sofa.


"Sebenarnya apa yang terjadi,loe mau cerita?" Rani memegang tangan Siska.


"Gue abis pulang dari pengadilan agama,gue mau cerai sama mas Eza Ran." ucap Siska.


"A-apa?" Rani tak percaya keputusan Siska akan secepat ini.


"Gue gak bisa pertahankan rumah tangga gue Ran,mas Eza mau menikah sama Syila,gue nggak bisa kalau harus menjalankan rumah tangga ketika ada orang ketiga di antara kita." ucap Siska.


"Maksud loe,Eza mau poligami?" tanya Rani,Siska pun mengangguk.


"Gue dukung semua keputusan loe sis,gue hanya berharap loe bisa bahagia dengan keputusan loe sendiri." ucap Rani.


("Gue tau sis,loe berat melepaskan Eza, karena gue tau betul bagaimana perasaan loe sama dia,tapi gue sangat dukung keputusan loe, karena memang itu yang terbaik.") batin Rani.


Siska menghembuskan nafasnya. "Eemm kenapa loe nggak kerja,tadi gue kaget loe bilang udah ada di depan rumah?" tanya Siska.


"Gue libur,eemm terus sekarang,apa rencana loe ke depannya?" tanya Rani.


"Untuk sekarang ini, sepertinya gue mau istirahat dulu aja, kemarin juga gue udah minta resign dari sekolah,jadi gue belum ada rencana." ucap Siska.


"Ya udah,eemm ngomong ngomong sekarang Eza nya berangkat kerja, maksud gue dia masih tinggal di sini kan?" tanya Rani.


"Gue gak tau dia kemana,tadi saat gue baru pulang,mas Eza udah nggak ada di rumah bahkan baju baju nya dia juga udah nggak ada di dalam lemari,mungkin dia lagi sama wanita itu,hmmm entahlah,dia udah ambil keputusan nya sendiri,gue gak bisa memaksa dia juga buat gue tahan di sini." ucap Siska.

__ADS_1


"Loe yang sabar yah,gue yakin ini yang terbaik buat loe berdua, sekarang loe harus lebih pokus buat masa depan loe,oke." ucap Rani menyemangati Siska.


"Iyah Ran,gue butuh banget support dari loe, setelah gue kehilangan orang orang yang gue cintai,hanya loe yang gue punya sekaran." ucap Siska,ia memeluk Rani,Rani pun tersenyum sambil membalas pelukan Siska.


__ADS_2