Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
15.Naik Jabatan


__ADS_3

Eza sampai di kantor dengan tepat, untung saja kali ini ia tak terjebak macet karena ramainya jalan ibu kota saat pagi hari.


Pagi ini ada rapat di kantor nya,akan ada pengumuman kenaikan jabatan tahun ini,Eza yang sudah hampir empat tahun bekerja masih belum mendapatkan kenaikan jabatan, makanya ia tak terlalu berharap terlalu jauh.


"Alhamdulillah semua sudah berkumpul, sekarang saya akan mengumumkan siapa yang akan menduduki posisi Manajer sekarang, semoga orang yang saya pilih langsung ini bisa semakin meningkat kan kualitas kerja nya dengan baik"Ucap pak Alex, pemimpin perusahaan


"Selamat kepada pak Eza Pratama,anda saya tunjuk langsung sebagai manajer di perusahaan ini"Sambung nya lagi


Eza tak percaya dengan perkataan pak Alex,namun melihat para staf yang memberikan selamat pada nya membuat nya ia yakin bahwa memang ia yang di sebut tadi.


"Silahkan berdiri !!"


"Terimakasih pak"Eza mengulurkan tangannya


"Sama sama, semoga pak Eza bisa memberikan yang terbaik untuk perusahaan ini"


"Iyah pak, saya akan berusaha sebaik mungkin"

__ADS_1


Semua staf tentu tau kualitas kerja Eza,memang dia di kenal sebagai seorang karyawan yang giat saat bekerja jadi wajar saja jika memang ia yang terpilih menjadi Manajer.


Saat ini Eza sangat bahagia mendapatkan kabar ini,ia tak sabar untuk memberi tahu kabar bahagia ini pada istri dan mertua nya.


Ia akan memberi tahu nya nanti setelah pulang, padahal ia bisa saja memberi tahu lewat telepon,namun untuk kabar sepenting ini,ia akan memberi tahu nya secara langsung saat di rumah nanti.


Eza memasuki ruangan baru nya, ruangan yang cukup besar itu terlihat sangat nyaman untuk bekerja,Eza duduk di kursi yang sekarang menjadi miliknya, menikmati keinginan yang selama ini selalu ia impikan.


"Terimakasih yaa Allah,"Eza mengusap wajahnya


Sementara di sekolah, Siska terlihat murung kali ini, mungkin karena kejadian tadi pagi masih membuatnya tak bersemangat hari ini.


"Bu Siska kenapa,dari tadi saya lihat seperti sedang memikirkan sesuatu??"Tanya Dika


"Eh,"Siska terkejut


"Tuh kan habis ngelamun"Ucap Dika

__ADS_1


"Nggak apa-apa pak Dika,saya cuma lagi gak enak badan aja"Siska berbohong


"Oh, kalau gitu minta cuti aja Bu, dari pada nanti pingsan disini"Ucap Dika sambil terkekeh


"Pak dika bisa saja,gak papa kok saya masih kuat"Ucap Siska


Dika Memang dekat dengan Siska, walaupun cinta nya pernah di tolak,namun ia tak pernah mempermasalahkan itu,baginya melihat Siska bahagia sudah menjadi kebahagiaan juga untuk nya, apalagi saat mengetahui Siska sudah menikah satu tahun lalu,Dika mengambil keputusan untuk menjadi teman baik nya selama di sekolah itu.


Namun entah kenapa,ia belum juga menikah, walaupun usianya sudah cukup untuk menikah,namun ia belum kepikiran soal itu,baginya usia 27 tahun masih sangat muda untuk menikah.


Ia akan menunggu seseorang yang memang cocok untuk nya, karena ia hanya berharap bisa menikah sekali seumur hidupnya,jadi ia akan memikirkan matang matang saat sudah memutuskan untuk menikah nanti.


"Bu Siska sudah sarapan??"Tanya Dika


Siska menggeleng,


"Kalau gitu kita ke kantin yuk, kebetulan saya juga belum sarapan,masih ada waktu setengah jam lagi Sebelum bel masuk"Ucap pak Dika melihat jam tangannya

__ADS_1


__ADS_2