
Setibanya di kantin, mereka memesan makanan yang sekiranya cocok untuk sarapan pagi,dan mereka memesan menu yang sama yaitu soto dan teh manis hangat.
"Silahkan Bu guru cantik,dan pak guru ganteng !!"Ucap ibu kantin sambil tersenyum
"Terimakasih Bu,"Ucap keduanya bersamaan
"Aduh,Bu guru sama pak guru memang sangat cocok jadi pasangan"Ucap ibu kantin, karena tidak mengetahui kalau Siska sudah menikah
"Maaf ibu salah paham,kita cuma berteman baik saja, lagian ibu Siska juga sudah menikah"Ucap dika meluruskan
"Waduh saya salah ngomong dong,maaf yah Bu Siska saya nggak tau, lagian saya belum pernah melihat ibu di anterin sama suaminya"Ucap ibu kantin
Memang benar apa yang di katakan oleh ibu kantin, Siska tidak pernah di antar ke sekolah oleh Eza, karena memang sekolah dan kantor tempat bekerja Eza tidak searah Makanya Siska lebih memilih untuk membawa motor nya sendiri.
__ADS_1
Siska juga terlihat masih seperti gadis, selain Memang karena tubuhnya yang bagus,ia juga tampak selalu akrab dengan Dika sehingga orang orang berpikir bahwa mereka memang memiliki hubungan.
"Iyah Bu gak papa,soalnya tempat kerja suami saya sama sekolah ini beda arah,jadi saya memilih bawa motor sendiri saja"Ucap Siska
"Ohh begitu,jadi Bu Siska ini pengantin baru toh"Tanya ibu kantin
"Saya sudah satu tahun menikah Bu,"Jawab Siska
"Oalah kok saya gak tau yah, lagian saya belum lihat perut mu itu hamil jadi saya kira ibu siska ini masih gadis"Ucap ibu kantin
"Allah belum kasih kami kepercayaan Bu"Ucap Siska mencoba untuk tenang
"Yang sabar yah Bu, kalau sudah waktunya nanti juga di kasih"Ucap ibu kantin yang langsung pergi membawa nampan nya
__ADS_1
Dika tau jika Siska terlihat tidak nyaman dengan pertanyaan ibu kantin tadi,Dika jadi merasa bersalah sudah membawa nya ke kantin, awalnya tadi ia berniat untuk menghibur Siska,namun ia malah semakin membuat nya sedih.
"Maafin saya yah Bu Siska??"Ucap Dika tak enak
"Gak papa santai aja pak Dika, lagian udah jadi rahasia umum juga,kalau saya ini belum hamil di usia pernikahan saya yang sudah hampir satu tahun "ucap Siska mencoba untuk menerima
"Tapi saya jadi gak enak, soalnya tadi saya yang bilang kalau ibu Siska sudah menikah"ucap Dika
"Gak papa pak,ayo kita makan sebentar lagi bel masuk berbunyi"Ucap Siska yang langsung memakan soto nya
Walaupun sebenarnya ia sudah tak berselera lagi untuk makan,tapi Siska tak mau terlihat lemah di mata orang lain,ia ingin terlihat kuat walaupun sebenarnya hatinya rapuh.
Memang sangat menyakitkan menjadi pejuang garis dua,kadang kita selalu iri terhadap pasangan yang baru menikah namun sudah di percaya untuk memiliki anak.
__ADS_1
Terkadang suka sedih melihat orang orang yang sedang bermain dengan anak nya, entah kenapa perasaan itu selalu datang, walaupun sebenarnya kita ikhlas dengan apa yang telah Allah takdir kan.
Dan terkadang kita juga sadar, bahwa Allah akan memberi kita keturunan jika kita sudah siap,dan kata siap disini bukan siap menurut pandangan kita sendiri namun siap di mata Allah, karena Allah lah yang lebih mengetahui tentang kita.