
Setelah melakukan pertempuran yang cukup panjang,kini Siska keluar dari kamar sudah menggunakan baju yang rapi,Siska sangat terlihat manis menggunakan atasan berwarna pink dengan celana jeans nya, rambutnya yang masih basah sengaja ia gerai begitu saja.
"Maafin Siska yah Bu,tadi Siska kesiangan jadi gak bantuin ibu,"Siska menghampiri ibu nya di ruang tengah
"Eh kamu udah bangun nak,Iyah nggak papa"Ibu tersenyum,"Eemm anak ibu mau kemana,udah cantik begini,??"Ibu melihat Siska dari atas sampai bawah
"Siska mau jalan jalan sama mas Eza Bu,ibu mau ikut??"Ajak Siska
"Nggak usah nak,ibu di rumah aja,Eemm Eza nya kemana,??"Ibu melihat kanan kiri
"Masih di kamar Bu,lagi ganti baju,"Jawab Siska
Tiba-tiba Eza pun datang menghampiri kedua nya,"Mau berangkat sekarang sayang??"Ucap Eza mengagetkan keduanya
"Sarapan dulu,ibu tadi sudah masak banyak"Ucap ibu
"Gimana mas??"Tanya Siska
"Ya udah kita sarapan dulu, kasian ibu udah capek-capek masak buat kita"Jawab Eza sambil tersenyum
"Ya udah ayo kita sarapan bersama,!!"Ucap ibu yang langsung berdiri
Mereka pun makan bersama, rutinitas yang selalu mereka lakukan setiap pagi, mereka tampak bahagia,Eza sudah menganggap Bu Ani sebagai ibu kandungnya, karena Eza sudah tak memiliki orang tua jadi dia sangat menghormati nya, begitu pun sebaliknya ibu Ani juga sudah menganggap Eza sebagai anak nya sendiri,tak ada permasalahan apa pun yang membuat mereka tak nyaman sejauh ini di antara ketiganya di rumah tersebut.
"Mending ibu ikut kita aja,kita jalan jalan Bu,dari pada di rumah,!!"Ajak Eza
"Nggak nak,ibu lebih suka di rumah,ibu tidak terlalu suka dengan keramaian,"Tolak ibu dengan lembut
"Iyah mas,tadi juga aku udah ngajakin ibu,tapi ibu gak mau"Siska menghembus kan nafasnya
"Ya udah kalau memang gak mau ikut,eemm atau ibu mau nitip sesuatu,nanti Eza belikan??",
"Gak usah nak, kalian jalan jalan saja yang happy yah,"Ucap ibu sambil tersenyum
__ADS_1
Eza hanya tersenyum kemudian menatap Siska yang malah menaikan bahunya, setelah berpamitan mereka pun pergi menggunakan mobil pribadi miliknya.
***
Sementara di tempat lain, Syila terbangun oleh suara dering ponsel miliknya,ia menggerakkan tangannya mencari keberadaan ponselnya dengan mata yang masih tertutup.
Saat ponsel yang dicari nya ketemu,ia langsung mengambil nya,lalu membuka matanya perlahan, melihat nama siapa yang tertera di layar ponselnya, setelah ia mengetahui siapa yang menelepon nya,ia langsung mengangkat nya.
"Iyah halo Ra??"Ucap Syila dengan suara khas bangun tidur
"Loe baru bangun yah, lihat udah jam berapa ini, pantas aja loe masih jomblo jam segini belum bangun"Ucap dara, sahabat Syila di balik telpon
"Berisik banget sih loe Ra,so so an ngomong jomblo ke gue,emang loe sendiri udah punya pacar,??lagian semalam tuh gue abis kerja lembur jadi gue ngantuk berat"Syila menguap
"Udah yah, mending sekarang loe bangun terus mandi, bentar lagi gue ke rumah jemput loe,ayo cepetan"Ucap dara yang langsung mematikan telepon nya
"Ra,halo Ra,huh kebiasaan nih anak, matiin telpon sebelum gue selesai ngomong"Ucap Syila kesal
Dari pada nanti sahabat nya ini keburu datang, Syila pun bergegas ke kamar mandi,ia sangat tahu jika sahabat nya yang satu ini sangat bawel jadi dia tak mau ambil pusing.
Syila membiarkan saja suara klakson mobil Dara beberapa kali berbunyi, dengan santai nya ia memotong kuku sambil menonton tv.
Karena kesal,Dara pun akhirnya turun dari mobil,ia masuk ke dalam rumah Syila, seperti biasanya ia tak mengetuk pintu terlebih dahulu karena ia tahu penghuni rumah itu hanya Syila seorang sahabat baiknya.
"Syila...??"Dara berteriak memanggil sahabat nya yang tak kunjung datang
"Berisik banget sih"Ucap Syila sambil menutup kuping nya
"Hello Syila, kenapa loe gak keluar keluar,gue udah bunyiin klakson berapa kali coba,gue kan mau ngajak loe jalan hari ini"Ucap dara mengoceh sambil menghampiri sahabat nya itu
"Oh jadi loe mau ngajak jalan"Ucap Syila santai
"Nih anak kenapa coba??,tadi kan gue udah telpon loe sebelum kesini Siti"Ucap Dara kesal
__ADS_1
"Tadi kan di telpon,loe cuma nyuruh gue bangun terus mandi,gak ada tuh ngomong mau ajak jalan gue,loe cuma bilang ntar kesini,ya udah gue tunggu aja loe di dalem"Ucap Syila santai
"Iyah juga sih, sebenarnya gue yang salah atau loe nya yang lemot sih??"Dara menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"Hahaha,loe pikir aja sendiri "Ucap Syila yang langsung berlalu ke kamar meninggalkan Dara yang masih bingung,
"Eh loe mau kemana??,kok gue ditinggal sih"Ucap Dara yang langsung mengejar Syila
Saat sampai di dalam kamarnya,Syila membuka handuk kecil di kepalanya, kemudian ia duduk di bangku rias dan menyalakan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya.
"Jadi gimana,loe mau jalan gak,??"Tanya Dara yang masih bingung dengan sahabat nya ini
"Mau jalan kemana emang??"Tanya Syila tanpa melihat ke arah Dara karena ia sedang mengeringkan rambutnya
"Eemm sebenarnya gue juga gak tau sih mau jalan ke mana,soalnya gue bete banget di rumah"Lagi lagi Dara terlihat kebingungan sendiri
"Hihihi,emang yang sahabat gue yang satu ini kadang-kadang gak jelas"Syila terkekeh mendengar jawaban Dara
"Pokoknya kita ke luar,cari angin segar, siapa tau nanti kita ketemu sama Lee Minho,atau duplikat nya juga gak papa deh"Ucap Dara sedikit konyol
"Hahaha,kunci kali ada duplikat nya segala"Syila mentertawakan Sahabatnya ini
"Ketawa lagi nih bocah"Dara terlihat kesal, akhirnya dia duduk di pinggir tempat tidur Syila
Dara melihat sekeliling kamar Syila, tampak rapi namun terasa sepi, karena memang Syila tinggal sendiri,dalam rumah nya pun selalu rapi karena Tak ada penghuni selainnya,hari hari biasa pun Syila sibuk bekerja,saat ia pulang bekerja barulah rumah itu berpenghuni.
"Syil,??"Panggil Dara tiba-tiba
"Hmmm,"Jawab Syila yang masih anteng mengerikan rambutnya
"Apa loe gak takut tinggal sendirian di sini??"Tanya Dara penasaran
"Nggak lah,Loe kayak baru kenal gue aja,loe tau sendiri kan gue kayak gimana orang nya"Jawab syila
__ADS_1
.