Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
57.Rehan si gercep


__ADS_3

"Aku gak bisa bayangin bagaimana perasaan Siska jika dia tau,suami yang selama ini selalu ia bangga bangga kan sifat dan sikap nya, ternyata berani menodai pernikahannya,dia sudah melakukan hal yang sama sekali tidak pernah terpikirkan, bagaimana ini,aku gak tega sama siska." Rani menatap pandangan nya ke depan.


"Jika memang kamu nggak mau ikut campur dalam urusan mereka,itu hak kamu Ran,saya juga paham,pasti kamu tidak tega dengan sahabat mu itu,tapi jika suatu saat nanti Siska cerita ke kamu tentang apa yang sekiranya membuat hati nya gelisah, tolong bantu dia,kasih tahu apa yang pernah kamu lihat ini padanya, karena aku yakin,tak lama lagi Siska akan tau,atau mungkin selama ini Siska sudah curiga terhadap suaminya itu." ucap Rehan.


Rani mengambil ponselnya di dalam tas nya,ia mengirim pesan chat kepada Siska.


"Siska,*loe lagi dimana?"


"Gue di rumah ran,kenapa?"


"Suami loe ada di rumah nggak?"


"Dia lembur katanya,malam ini nggak pulang,kenapa emang,tumben nanyain suami gue."


"Nggak papa,kalau suami loe gak pulang malam ini,gue boleh nginep gak?"


"Oh jadi loe nanyain mas Eza karena mau nginep sini,ya udah buruan,gue lagi bosen nih sendirian di rumah,gue seneng banget kalau loe mau nginep."


"Oke,gue otw ke rumah loe yah*?"


Rani menyimpan kembali ponsel nya, kemudian ia melihat ke arah Rehan yang dari tadi memperhatikan nya.


"Bisa anterin aku ke rumah Siska?" tanya Rani.


"Kamu mau bilang ke dia?" ucap Rehan terkejut.


"Gimana nanti aja,tapi sekarang aku mau temenin dia,Siska lagi butuh teman ngobrol saat ini, setelah ia kehilangan ibu nya,saat ini mungkin Siska Sedang butuh seseorang buat nemenin dia,tapi Eza malah melakukan hal yang tidak masuk akal sekarang,ia lebih memilih bersenang senang dengan selingkuhannya itu di banding menemani istrinya di rumah." ucap Rani.


"Iyah,kamu bener Ran,Siska masih butuh seseorang yang bisa menghibur nya untuk saat ini, apalagi dia tidak punya siapa siapa lagi selain suaminya,tapi suaminya malah menghianati Siska di saat seperti ini." Rehan ikut merasakan apa yang di rasakan Rani saat ini.


Tanpa pikir panjang Rehan pun melajukan mobilnya menuju rumah Siska, tentu saja ia tahu dimana rumah Siska berada, karena ia pernah satu kali ke sana saat pemakaman ibu nya.


Tak lama kemudian, mereka pun sampai di depan rumah Siska, mendengar suara mobil berhenti di depan rumah nya,Siska pun keluar dari rumah nya.


"Rani sama siapa tuh?" gumam Siska saat melihat samar samar seorang laki-laki di dalam mobil.

__ADS_1


Saat keduanya turun dari mobil, tampaknya Siska sedikit terkejut melihat Rani di antar oleh Rehan,Siska pun langsung menghampiri nya.


"Eh,kok loe keluar sih?" ucap Rani.


"Emang kenapa?,gue gak boleh lihat loe di antar sama siapa,hmmm sepertinya ada yang nggak mau di ganggu nih" Siska tersenyum seperti meledek keduanya.


"Apaan sih loe,gue cuma takut aja loe kedinginan,udah malem soalnya." ucap Rani.


"Eemm kayaknya saya langsung pulang deh,nggak enak udah malem juga." ucap Rehan sambil tersenyum.


"Hmmm loe gerak cepat juga ternyata,salut gue." Siska menyenggol tangan Rehan.


"Namanya juga usaha,hehehe." Rehan tertawa kecil.


"Ya udah,thanks yah loe udah anterin Rani kesini?" ucap Siska.


"Iyah, santai aja,ya udah gue pamit yah." ucap Rehan.


"Jagain calon istri gue yah!" Rehan berbisik ke telinga Siska.


"Hahaha,bisa aja loe, Iyah Iyah santai." Siska tertawa mendengar bisikan dari Rehan.


"Nggak,itu dia minta ongkos,hehehe." ucap Siska bercanda.


"Ih enak aja, emangnya gue supir,ya udah nanti gue gak jalan jalan lagi." ucap Rehan.


"Ya udah gih,hati hati di jalan." ucap Qiaraa.


"Makasih yah." ucap Rani malu malu.


"Iyah,dah." Rehan melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Saat mobil yang dikendarai Rehan pergi,Siska pun mengajak Rani untuk masuk ke dalam rumah nya, mereka pun mengobrol sejenak di sofa ruang tamu.


"Aduh Ran,gue seneng banget ada temennya,loe udah lama banget gak nginep di sini." Siska memegang tangan Rani.

__ADS_1


"Iyah,gue juga kangen nginep di rumah loe." ucap Rani.


"Kenapa loe bisa di anterin Rehan Ran?" Siska penasaran.


"Mulai deh kepo nya." ucap Rani.


"Nggak papa kali,kan gue yang Mak comblangin kalian,hehehe." Siska tertawa kecil.


"Eemm bisa aja loe." Rani menghembuskan nafasnya. " Jadi tadi Rehan jemput gue,loe tau gak sih, padahal tadi gue udah pesen taksi online,dan taksi nya pun udah dateng,tapi apa coba, Rehan bayar taksi itu lalu mabur tuh taksi gak tau kemana." Rani menceritakannya kronologi nya.


"Serius,aduh Rehan sweet banget." ucap Siska gemas dengan tingkah Rehan.


"Gitulah,gue juga nggak tau, tiba-tiba dia jemput gue." ucap Rani sedikit heran.


"Berati dia emang bener bener memperjuangkan loe Ran,tapi yang gue salut sama dia itu,dia gercep banget gitu, padahal kan baru tadi siang gue kasih nomor handphone loe." ucap Siska kagum.


"Tapi menurut gue,dia kayaknya pemain deh Ra, soalnya kayak udah biasa aja gitu dia deketin cewek." ucap Rani.


"Tapi walaupun memang benar, semoga aja dia tobat pas jadian sama loe." Siska sangat berharap sahabat nya ini memiliki seseorang yang terbaik untuk nya.


"Eemm kita lihat aja kedepannya gimana, sekarang gue cuma jalanin aja dulu, lagian baru sehari juga kan kita ketemu." ucap Rani tak mau ambil pusing.


"Oh Iyah ngobrol nya di kamar yuk?" ajak Siska.


"Eemm tapi tidur nya jangan di kamar loe yah,gue gak enak, sekarang loe kan udah nikah." ucap Rani.


"Ya udah,kita tidur di kamar tamu aja." ucap Siska mengerti dengan sahabat nya itu.


Siska pun langsung membawa Rani ke kamar tamu, keduanya langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Udah lama banget kita nggak kayak gini Ran?" ucap Siska tiba-tiba.


"Tapi loe bahagia kan sama pernikahan loe ini?" Rani membalikkan tubuhnya menghadap Siska.


"Eemm gu-gue bahagia kok Ran." Siska pura pura tersenyum.

__ADS_1


("Gue bahagia Sebelum ada sesuatu yang berubah dari dia Ran,tapi semenjak dia pulang dari Bandung,sikap nya berbeda walaupun dia masih perhatian,tapi kenapa seperti ada yang dia sembunyikan dari gue.") batin Siska.


"Kenapa loe kayak sedih gitu sis?" tanya Rani curiga.


__ADS_2