
KABAR BAHAGIA
Eza memberikan buku menu,ia mempersilakan Siska dan Rani untuk memilih makanan yang akan ia pesan.
"Mau makan apa?"Ucap Eza sambil memberikan menu
"Eemm aku pesan eskrim aja,"Ucap Siska
"Loh,gak makan?"ucap Eza,Siska menggeleng
"Eemm kalau gitu samain aja"ucap Rani
"Ya udah,bentar yah!"ucap Eza
Eza memanggil waiters untuk memesan makanan.
"Saya pesan nasi goreng satu,minum nya jus jeruk,terus teman saya mau eskrim dua yah"ucap Eza
"Baik kak,di tunggu yah pesanan nya"ucap pelayan ramah
Mereka menunggu beberapa saat,eskrim datang terlebih dulu, setelah itu nasi goreng dan jus yang Eza pesan pun datang.
"Silahkan kak, selamat menikmati!"Ucap pelayan ramah
"Iyah mba, terimakasih"ucap Eza sopan
"Ayo di makan,kalau mau nambah, tinggal pesan aja yah"ucap Eza
"Iyah za,makasih"ucap Rani
Tiba-tiba sendok Siska terjatuh, ketika ia akan mengambil nya,ternyata Eza pun mengambil nya juga,kepala mereka beradu,lalu saling menatap.
"Aw Sakit"ucap Siska sambil memegang keningnya
"Maaf,kamu gak papa kan?"ucap Eza cemas
"Nggak kok,cuma kaget aja"ucap Siska
Eza memanggil waiters untuk meminta sendok baru, setelah itu mereka menikmati makanan yang di pesannya.
Eza memperhatikan Siska ketika sedang makan,Eza merasa Siska lebih cantik dari yang ia bayangkan, seperti nya Eza menyukai Siska pada pandangan pertama.
"Eemm ohh iya sis,kenapa waktu aku ajak ketemuan kamu nolak?"Ucap Eza tiba-tiba
Siska tak tau harus jawab apa,ia bingung dengan jawaban apa yang harus ia ucapkan agar Eza tidak salah paham,Rani yang melihat Siska kebingungan langsung menjawab pertanyaan Eza.
"Siska lagi sedih za,dia abis putus sama pacarnya"Ucap Rani keceplosan
Siska melotot ke arah Rani,ia menyenggol bahu rani merasa ini bukan waktunya untuk bicara.
"Ya ampun maaf yah,mungkin saya ganggu"Ucap Eza
"Gak papa kok"Ucap Siska senyum terpaksa
Siska mengambil ponselnya di dalam tas,ia melihat ternyata ada pesan masuk,dan itu pesan dari sekolahan tempat Siska daftar untuk jadi guru honorer, alangkah bahagianya Siska mendapatkan kabar bahwa ia di terima di sekolah itu,dan besok ia sudah bisa mengajar.
Melihat ekspresi Siska yang senyum senyum sendiri,Rani menjadi heran, akhirnya ia bertanya.
__ADS_1
"Kenapa sis?"
"Gue di terima ran,besok bisa langsung ngajar"Ucap Siska senang
"Alhamdulillah, selamat yah?"Rani memeluk Siska
Eza yang memperlihatkan keduanya merasa bingung dengan apa yang terjadi,namun ia berusaha sebisa mungkin untuk tidak terlalu kepo masalah pribadi nya.
"Za,kamu harus beri selamat sama Siska,dia baru dikabari kalau dia di terima untuk ngajar di sekolah"Ucap Rani
"Wah, selamat yah, ikut seneng dengernya"Eza tersenyum
"Makasih"Ucap Siska canggung
"Eemm mau nambah lagi gak makanan nya?"tanya Eza
"Makasih za,kita udah kenyang"Ucap Rani
"Kalau begitu mau langsung pulang atau gimana?"
"Kayaknya langsung pulang aja deh,mau ngasih kabar ke ibu"Ucap Siska
"Kalau gitu,saya antar yah?"ajak Eza
"Gak usah za,kita bawa motor soalnya"Tolak Siska
"Ohh,ya udah kalau gitu saya duluan yah?"Ucap Eza
"Iyah, makasih untuk telaktiran nya"Ucap Rani
Eza langsung pamit pergi, sementara Siska dan Rani masih duduk.
"Dia baik yah, ganteng lagi"Ucap Rani sambil tersenyum
"Tau aja yang ganteng,yuk ah pulang"ajak Siska
"Masa loe gak suka sih?"Rani menggoda Siska
"Ssssut gue lagi gak mau bahas cowok"Ucap Siska
Siska langsung merangkul Rani dan jalan menuju parkiran,Siska tak sabar memberi tahu ibunya kalau ia di terima.
Di Rumah
Ibu sedang menonton televisi di ruang tamu,tak lama kemudian,Siska dan Rani sampai di rumah.
"Assalamualaikum Bu?"ucap Siska dan Rani bersamaan
"Waalaikumsallam,udah pulang?"ibu sedikit heran
"Iyah Bu,tau tuh anak ibu lagi galau kayaknya"Ucap Rani meledek
"Bohong Bu, orang Siska mau ngasih tau ibu kabar bahagia"Ucap Siska
"Kabar apa nak?"ucap ibu penasaran
"Siska keterima Bu,besok langsung ngajar"ucap Siska senang
__ADS_1
"Selamat nak,ibu seneng dengernya,"ibu memeluk Siska
Ibu sangat senang mendengar kabar dari Siska,ibu sangat bangga karena Siska mau menjadi seorang guru.
Ibu tau perasaan Siska saat ini sedang tidak baik baik saja,semoga dengan menyibukkan diri,ia bisa melupakan kesedihannya dan ia bisa menjalani hidupnya dengan bahagia.
Ibu selalu berdoa,semoga ia bisa mendapatkan laki laki yang lebih baik dari Indra, yang bertanggung jawab dan bisa membahagiakan anaknya.
***
Malam harinya
Rani sudah pulang tadi sore,kini Siska sedang mengamati isi baju di lemari nya, memilih baju untuk di kenakan besok pagi.
Ketika Siska sedang asyik memilih baju, tiba-tiba ponselnya berdering,Siska langsung melihat nama yang tertera di layar ponselnya,ternyata Eza yang menelpon.
"Assalamualaikum?"
"Waalaikumsallam"
"Kamu lagi apa, ganggu gak?"tanya Eza
"Nyantai aja"ucap siska
"Sis,sejak tadi kita ketemu,gak tau kenapa saya kepikiran kamu terus"Ucap Eza tiba-tiba
"Maksudnya?"Siska terkejut
"Gak ada maksud apa-apa,saya cuma jujur aja"ucap Eza
Siska termenung,ia bingung harus jawab apa.
"Kalau kamu ada waktu,boleh kita ketemu lagi?"tanya Eza
"Eemm Iyah"Jawab Siska
Mereka mengobrol cukup lama,Siska mulai nyaman dengan perlakuan Eza,namun ia pun tak tau apakah ini cuma pelampiasan nya saja atau memang benar ia mulai tertarik dengan Eza.
Mungkin saat ini hatinya masih dimiliki oleh Indra walaupun kekecewaan yang ia rasakan tak sebanding dengan rasa cintanya saat ini.
Dengan tak berkabar dengan Indra ia pun mulai terbiasa tanpa dirinya,hanya saja ia masih belum bisa melupakan sepenuhnya.
Kini rasa percaya nya sudah hilang, bersamaan dengan Indra yang meninggal kan nya,yang ada kini tinggal kenangan, kenangan yang indah namun akhirnya penuh dengan kekecewaan.
Siska tau bahwa sekuat apapun ia mempertahankan sesuatu jika memang itu bukan miliknya,ia akan pergi dengan sendirinya.
Cinta yang telah lama dipupuk kini layu oleh kekecewaan, harapan yang selalu ia panjatkan dalam do'a nya kini telah sirna dan terhapus dengan seiring berjalannya waktu.
Kini ia hanya berusaha untuk menjadi seorang wanita yang lebih baik, mencoba memantaskan diri untuk masa depannya kelak.
***
Eza menatap langit langit kamar, membayangkan betapa bahagianya dia bertemu dengan siska tadi, membayangkan betapa cantik wajahnya, senyum manisnya,serta sikap nya yang membuat ia tambah penasaran.
"Aku harus bisa mendapatkan nya, sungguh dia membuat ku langsung jatuh hati"gumam nya sambil membayangkan
Eza ingin membuat hubungan nya dengan siska menjadi serius,ia akan membuat Siska jatuh cinta padanya, membuat nya nyaman, sehingga bisa hidup berdampingan sampai pada ikatan pernikahan.
__ADS_1