Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
56.Mengikuti


__ADS_3

Saat mereka sedang makan,mata rani tertuju pada dua orang yang ia kenal sedang makan bersama di meja yang cukup jauh dari tempat nya saat ini.


Ia terus meyakinkan penglihatan nya, bahwa apa yang dilihatnya tersebut adalah benar benar orang yang ia kenali itu.


"Kamu lagi lihatin apa Ran?" Rehan melihat arah seseorang yang sedang di perhatikan oleh Rani.


"Itu kan... " ucap Rani pelan.


("Itu kan Eza sama cewek yang waktu itu ketemu di pemakaman,eemm waktu itu emang Siska bilang sih kalau cewek itu sekretaris nya Eza,tapi kok mereka makan nya suap suapan sih.") batin Rani.


Rani sepertinya menaruh curiga pada dua orang yang sedang ia perhatikan,Rani berpikir jika memang hubungan mereka hanya sebatas sekertaris dan atasan, sepertinya kurang pantas jika mereka makan suap suapan seperti itu, apalagi Rani melihat sesekali Eza mengelap sudut bibir wanita itu menggunakan tisu.


"Syila..." ucap Rehan lirih.


Rani yang mendengar Rehan menyebut nama wanita itu pun langsung beralih menatap nya.


"Kamu kenal sama wanita yang bersama suaminya Siska itu?" tanya Rani.


"Kamu juga kenal?" tanya Rehan balik.


"Aku cuma pernah ketemu waktu itu di pemakaman ibu nya siska, Sebelum kamu datang bersama Abang kamu, wanita itu dan Eza meninggalkan kita berdua di makam." ucap Rani.


"Syila itu sahabat bang Dika dari sejak kecil, mereka sekolah sama sama sampai akhirnya Lulus kuliah, menurut cerita mama, waktu itu bang Dika mengungkapkan perasaan nya sama Syila,tapi Syila menolak nya,dan sejak kejadian itu, mereka jarang bertemu,atau mungkin belum ketemu lagi,entahlah aku belum dengar cerita nya lagi." Rehan menjelaskan.


"Dunia ini memang Sempit yah,eemm tapi lihat deh,apa kamu melihat ada yang aneh dari mereka berdua." Rani memperhatikan lagi ke arah Eza dan Syila yang sedang bercanda sambil tertawa-tawa.


"Aku yakin ada hubungan antara mereka berdua,sikap mereka itu nggak wajar kalau hanya sebatas rekan kerja." ucap Rehan.


"Kasian Siska,kalau memang mereka ada main." Ucap Rani.

__ADS_1


"Kita foto aja,kasih bukti itu sama Siska." ucap Rehan.


"Tapi aku nggak tega lihat Siska sakit hati,aku juga nggak mau ikut campur urusan rumah tangga mereka, kecuali Siska sendiri yang minta bantuan." ucap Rani.


"Eh mereka mau kemana tuh, kayaknya mau pergi, gimana kalau kita ikuti saja." ucap Rehan.


"Tapi makanan nya belum abis." ucap Rani.


"Gampang,nanti kita makan lagi,ayo cepetan." Rehan memegang tangan Rani.


Rani terkejut saat tiba-tiba Rehan memegang tangan nya, mungkin menurut Rehan itu sesuatu hal yang biasa,namun tidak untuk Rani,ia jarang sekali bersentuhan dengan laki laki, mengingat dirinya yang belum pernah berpacaran.


Rani memperhatikan tangan nya yang di pegang Rehan, sedangkan Rehan pokus melihat seseorang yang akan mereka ikuti.


"Ran mereka masuk mobil,ayo kita ke parkiran." Rehan melihat ke arah Rani. "Eh maaf,saya suka khilaf,hehehe." Rehan terkekeh ketika tangan nya memegang tangan Rani dengan erat, kemudian ia melepaskan pegangan tangan nya.


Mereka mengikuti kemana mobil Eza melaju, sampai akhirnya mereka berhenti di sebuah hotel mewah yang berada di kota tersebut.


"Ini kayaknya udah di luar dugaan Ran,apa kamu nggak kasian sama sahabat mu itu?" ucap Rehan.


"Tunggu tunggu, sebaiknya kita berpikir positif dulu,mungkin mereka sedang ada urusan di sekitar sini, makanya nginep di hotel." ucap Rani.


"Ya ampun Ran,nggak mungkin,saya ini laki laki yah, saya nggak mungkin bawa wanita ke hotel kalau mereka nggak akan ngelakuin sesuatu." Rehan sepertinya gemas dengan perkataan Rani.


"Tapi aku masih belum percaya han,aku kenal Eza itu seorang pria yang alim,Soleh,Siska pun sering bilang seperti itu,nggak mungkin kan mereka ke hotel buat ngelakuin itu." Rani masih belum percaya dengan apa yang ia ucapkan.


"Kalau kamu nggak percaya,ayo ikut saya." Rehan turun dari mobilnya, kemudian ia membuka pintu untuk Rani dari luar.


"Mau kemana?" tanya Rani heran.

__ADS_1


"Katanya kamu masih belum yakin,kalau gitu ayo ikuti saya." Rehan mengulurkan tangannya,Rani pun mengikuti kemana Rehan pergi.


Ternyata Rehan mengajak Rani masuk ke dalam hotel tersebut,Rani terkejut dengan apa yang Rehan lakukan, seumur umur ia belum pernah ke dalam hotel, apalagi dengan seorang pria.


Rehan menghampiri bagian resepsionis. "Ngapain kesini?" ucap Rani dengan pelan,ia bingung dengan apa yang dilakukan Rehan.


"Ada yang bisa saya bantu mas?" ucap resepsionis hotel dengan ramah.


"Saya mau bertanya mba,dua orang yang baru saja check-in nginep di kamar nomor berapa?" tanya Rehan.


"Maaf sekali mas,kami tidak bisa memberi tahu nya, karena itu memang sudah menjadi aturan dari hotel kami,kami tidak bisa memberikan informasi sembarangan kepada orang lain." ucap resepsionis tersebut.


"Tapi saya saudaranya mba?" ucap Rehan.


"Maaf mas tetap tidak bisa." ucap resepsionis tersebut.


"Eemm kalau begitu, begini saja,apa mereka memesan satu kamar?" tanya Rehan.


"Betul mas, mereka menginap di satu kamar." ucap resepsionis tersebut.


"Baiklah kalau begitu kami permisi, terimakasih mba." ucap Rehan yang langsung pergi dari tempat tersebut.


Rani masih mematung mendengar perkataan resepsionis hotel kalau Eza dan Syila menginap di kamar yang sama,ia sangat terkejut dengan kenyataan yang terjadi.


"Ran,ayo kita keluar dari sini!" Rehan berbisik, karena Rani terus berdiri di tempat nya.


Setelah mendapatkan informasi yang cukup untuk meyakinkan Rani, Rehan pun mengajak Rani kembali lagi ke dalam mobil,saat di dalam mobil,Rani masih terdiam,ia belum mengucapkan sepatah katapun.


"Nah,gimana? udah yakin kan sekarang?" tanya Rehan.

__ADS_1


"Aku gak bisa bayangin bagaimana perasaan Siska jika dia tau,suami yang selama ini selalu ia bangga bangga kan sifat dan sikap nya, ternyata berani menodai pernikahannya,dia sudah melakukan hal yang sama sekali tidak pernah terpikirkan, bagaimana ini,aku gak tega sama siska." Rani menatap pandangan nya ke depan.


"Jika memang kamu nggak mau ikut campur dalam urusan mereka,itu hak kamu Ran,saya juga paham,pasti kamu tidak tega dengan sahabat mu itu,tapi jika suatu saat nanti Siska cerita ke kamu tentang apa yang sekiranya membuat hati nya gelisah, tolong bantu dia,kasih tahu apa yang pernah kamu lihat ini padanya, karena aku yakin,tak lama lagi Siska akan tau,atau mungkin selama ini Siska sudah curiga terhadap suaminya itu." ucap Rehan.


__ADS_2