Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
67.Surat Perceraian


__ADS_3

BEBERAPA BULAN KEMUDIAN


Siska baru saja mendapatkan surat perceraian nya dari kantor pengadilan agama yang di antar kan oleh kurir pos.


Sejak Eza pergi dari rumah nya,ia sempat bertemu dengan nya satu kali saat sidang mediasi, walaupun saat itu Eza terus membujuk Siska untuk membatalkan perceraian ini,namun Siska tetap pada pendirian nya,ia ingin tetap bercerai.


Siska sempat beberapa kali untuk bertanya, apakah Eza bisa meninggalkan Syila, namun tetap saja Eza tidak bisa, dengan begitu,Siska tak bisa lagi mempertahankan Eza lagi,ia tetap melanjutkan gugatan nya.


Mau tidak mau,Eza pun harus menerima keputusan Siska ini, karena ia sendiri yang sudah menentukan kalau ia tak bisa meninggalkan Syila.


Siska memegang sebuah amplop berwarna putih,ia pun membuat nya. "Aku tinggal meminta tanda tangan mas Eza, setelah itu semua selesai,aku akan menjalani kehidupan ku sendiri." gumam Siska, walaupun ia tak bisa berbohong kalau hatinya merasa sakit saat melihat surat perceraian itu.


Siang ini,Siska berniat untuk ke kantor Eza saat jam istirahat,ia ingin meminta tanda tangan nya, agar semuanya selesai,ia sudah tak bisa berharap lebih lagi.


"Aku mau siap siap dulu." ucap Siska yang langsung masuk ke dalam rumah nya.


Setelah selesai berganti pakaian,Siska pun mengendarai mobilnya,sampai akhirnya ia sampai di depan kantor Eza.


Siska berjalan menuju ruangan Eza, Setelah berada di depan ruangan nya,ia pun mengetuk pintu nya.


Tok tok tok


"Masuk!" ucap Eza dari dalam.


Siska pun masuk ke dalam,ia melihat Eza dan Syila ada di sana,namun Siska mencoba untuk tenang,ia tak mau memperlihatkan kalau ia sakit hati melihat keduanya.


"Siska..." ucap Eza,ia langsung berdiri saat melihat Siska masuk.


"Eemm jangan khawatir,saya bukan mau ganggu kalian,saya datang kesini,cuma mau minta mas Eza untuk menandatangani surat cerai ini,hanya itu saja." ucap Siska, yang langsung memberikan surat tersebut.


Eza pun mengambil surat yang di berikan Siska, walaupun hatinya terasa berat namun ia tetap menandatangani nya, karena ia sudah memilih Syila untuk menjadi pendamping hidup nya.


Saat Eza sedang menandatangani surat itu, matanya tertuju pada sebuah foto yang berada di meja Syila, terlihat seperti foto pernikahan mereka.


("Ternyata mereka sudah menikah,hmm sepertinya memang benar keputusan ku untuk meninggalkan mas Eza,bahkan ia sudah menikah saat surat ini belum keluar, sungguh miris hidup ku.") batin Siska.

__ADS_1


"Kenapa kau melihat foto kita seperti itu,eemm sepertinya kau baru tau kita sudah menikah,biar aku kasih tau yah,kita sudah satu bulan menikah, walaupun baru menikah secara agama,tapi kita akan meresmikan nya nanti,kau tunggu saja undangan nya." ucap Syila angkuh.


"Selamat yah atas pernikahan kalian,tapi sepertinya kau tidak perlu mengundang ku,aku tak mau menghadiri acara pernikahan seseorang yang tidak penting." ucap Siska, kemudian ia mengambil kembali surat yang sudah di tandatangani oleh Eza.


"Permisi,aku harap kalian bisa bahagia, walaupun kebahagian kalian berasal dari merusak kebahagiaan ku!" ucap Siska,ia pun langsung keluar dari ruangan tersebut.


"Mas dia sudah keterlaluan." ucap Syila menghentak kan kaki nya.


"Sudahlah, tidak perlu mendengarkan nya." ucap Eza masih memperhatikan pintu yang baru saja tertutup.


("Maafkan aku sis,aku tak ada pilihan lain,dan inilah keputusan ku.") batin Eza.


Siska pun kini berada di dalam mobilnya,ia mencoba menahan air matanya sejak tadi,namun ternyata akhirnya tangisnya pecah saat tak ada satu orang pun yang melihatnya.


Saat ia sedang menangis tiba-tiba ponselnya berdering,ia pun langsung mengangkat nya.


"Halo sis,loe di mana?" tanya Rani.


"Iyah Ran kenapa?" Siska mencoba untuk menyembunyikan tangisnya.


"Gue udah nungguin loe dari tadi,kok loe Belum Dateng juga sih ke rumah, acara nya kan sore ini,gue mau minta bantuan loe buat makeupin gue." ucap Rani.


"Sis,loe dengar gue kan?" tanya Rani.


"I-iyah maaf Ran,gue ke rumah loe sekarang." ucap Siska.


"Oke,eemm kebaya buat loe udah gue siapin di sini,jadi loe tinggal pake aja nanti yah." ucap Rani.


"Iyah Iyah,gue otw nih." ucap Siska yang langsung mematikan telponnya.


Rani akan bertunangan dengan Rehan hari ini, Setelah pertemuan mereka saat itu,mereka semakin intens bertemu, sampai akhirnya mereka memutuskan untuk bertunangan hari ini.


Beberapa saat kemudian, Siska sampai di depan rumah Rani,beberapa keluarga nya pun sudah bersiap siap untuk acara ini, walaupun acara pertunangan ini di adakan secara sederhana namun ruangan rumah Rani terkesan indah dengan rangkaian beberapa bunga yang menghiasi dinding dan juga di beberapa sudut ruangan.


Tok tok tok

__ADS_1


"Ran?" Siska mengetuk pintu kamar Rani.


"Sis,ayo masuk!" Rani menarik tangan Siska.


"Aduh ini calon pengantin kenapa pake tarik tarik segala sih." ucap Siska.


"Ih,kok calon pengantin sih,baru aja mau tunangan." ucap Rani.


"Loh,kan abis tunangan langsung nikah,jadi gak salah kan." ucap Siska.


"Iyah juga sih,eemm ayo dong ganti baju nya,abis itu bantu gue make up." ucap Rani.


"Iyah bawel." ucap Siska mencubit pipi sahabatnya itu.


"Sis,gue deg-degan banget nih." ucap Rani memegang dada nya.


"Iyah gue ngerti kok,gue juga kan pernah ngerasain." ucap Siska.


Deg


Hati Siska terasa sakit saat teringat akan bayangan bayangan nya bersama mantan suaminya,entah kenapa tiba-tiba ia teringat kejadian dulu,saat Eza meminang nya,dan sekarang ia harus menerima kenyataan bahwa kenangan indah nya itu hanyalah masa lalu, yang harus ia lupakan.


"Sis loe nggak papa kan?" tanya Rani saat melihat Siska melamun.


"Nggak kok,eemm tadi gue abis ke kantor mas Eza Ran." ucap Siska.


"Ngapain?" tanya Rani terkejut.


"Abis minta tanda tangan untuk surat perceraian kita." jawab Siska berusaha untuk tetap tegar.


"Jadi surat nya udah keluar?" ucap Rani terlihat sedih.


"Iyah,hmm tapi syukurlah,jadi semua nya sudah selesai,dia juga ternyata udah nikah sama selingkuhan nya itu." ucap Siska.


"Hah,yang bener,cepet banget dia nikahin cewek itu." ucap Rani tak percaya.

__ADS_1


"Iyah,tadi gue lihat sendiri foto pernikahan mereka yang di pajang di meja Syila,dan juga Syila memberi tahu langsung tentang pernikahan nya." ucap Siska.


("Gue tau sebenarnya loe sedih sis,tapi loe mencoba untuk terlihat tegar di depan gue,hmm gue salut sama loe, semoga loe bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari Eza.") batin Rani.


__ADS_2