
DUA TAHUN KEMUDIAN
Pasangan suami istri tampak nya sedang beradu mulut di sebuah ruangan di dalam rumah nya,mereka saling menyalahkan satu sama lain.
"Kenapa kau menyalahkan ku,bukankah kau bersama istri mu yang pertama pun kau tidak memiliki anak,terus kenapa jadi aku yang kau salahkan." Syila tak terima di sebut mand*l oleh suaminya.
"Terus kenapa kau selalu menekankan aku untuk selalu memberikan mu anak,memangnya aku tidak berusaha selama ini,jadi siapa yang salah,kau jangan hanya menyalakan ku." Eza pun tak mau kalah.
"Tapi kamu memang tidak bisa memberikan ku anak, buktinya,sudah dua tahun pernikahan,aku belum hamil juga." Syila menatap tajam ke arah Eza.
"Terus sekarang kau mau nya bagaimana,Siska tak pernah berani menyentak ku seperti ini,dia selalu hormat kepada suaminya, bahkan selama satu tahun lebih kita menjalani rumah tangga,dia tak pernah mempermasalahkan tentang anak, walaupun sebenarnya dia juga menginginkan nya." Eza terlihat sangat emosi.
Syila mendekat ke arah Eza. "Jadi, sekarang kau banding bandingkan aku dengan istri pertama mu, lalu kenapa kau memilih menikah dengan ku,kalau kau lebih bahagia dengan nya,kenapa,jawab mas!" Syila meninggikan suaranya.
"A-aku." Eza gugup.
"Kau seharusnya tak membandingkan aku dengan nya,apa kau tak mengerti bagaimana perasaan ku,saat kau memuji istri pertama mu di depan ku,hati ku sakit mas." Syila meneteskan air matanya.
"Ta-tapi." ucap Eza.
"Sudahlah, sekarang begini saja,kita ke dokter kandungan sekarang juga,kita periksa,siapa sebenarnya di antara kita berdua yang memang tidak bisa memberikan keturunan,aku hanya ingin memastikan nya,jadi kita tidak berdebat seperti ini terus." ucap Syila,ia sudah sangat lelah selalu berdebat.
"Bukankah sudah aku jelaskan,aku sudah pernah memeriksakan kesehatan ku,dan kata dokter, aku subur tak ada masalah apapun dengan ku." ucap Eza.
"Jangan bantah aku mas,aku hanya ingin memastikan nya, sekarang ayo kita pergi ke rumah sakit." Syila menghapus air matanya.
__ADS_1
"Baiklah,aku akan menuruti mu,dan kau akan tau nanti hasilnya." ucap Eza yang langsung berjalan ke arah mobilnya.
Eza dan juga Syila berangkat menuju rumah sakit,saat di perjalanan,tak ada satu pun yang bersuara, suasana nya begitu hening,Syila pun hanya pokus melihat ke arah luar dari jendela mobilnya.
Beberapa saat kemudian, mereka sampai di rumah sakit, Setelah memeriksa kan kesehatan nya masing-masing, mereka pun di persilahkan untuk menunggu hasil nya.
"Bu Syila,dan pak Eza,di tunggu di ruang dokter segera." ucap seorang suster yang memanggil mereka.
Mereka pun langsung masuk ke ruangan dokter, Setelah masuk mereka di persilahkan untuk duduk.
"Jadi bagaimana dok hasil nya?" ucap Syila yang langsung duduk.
"Eemm menurut dari hasil pemeriksaan, diantara kalian berdua yang memang sulit untuk mempunyai keturunan adalah pak Eza,ada masalah dalam sel ****** nya." ucap dokter tersebut sambil melihat hasil pemeriksaan nya.
"Apa! tidak mungkin dok, waktu itu saya sudah memeriksakan kesehatan saya dan tidak ada masalah, semuanya normal." ucap Eza,ia terkejut dengan apa yang dikatakan dokter.
"Lalu hasil pemeriksaan saya bagaimana dok?" tanya Syila.
"Sepertinya tak ada masalah,dari ibu Syila, semua nya normal." ucap dokter tersebut.
"Kalau begitu terimakasih dok,kami permisi dulu." ucap Syila yang langsung menarik tangan Eza untuk keluar dari ruangan tersebut.
Sekarang mereka sudah berada di dalam mobil,Eza hanya terdiam dari tadi,ia tak berani untuk bersuara, karena ia merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan dokter atas hasil pemeriksaan nya.
"Sekarang kau tau kan mas siapa yang punya masalah,jadi sebaiknya kau jangan pernah Salah kan aku lagi." Syila tersenyum getir.
__ADS_1
"Mungkin hasilnya salah,aku tak percaya dengan apa yang dikatakan dokter tadi." ucap Eza tak terima.
"Haha,kamu ini lucu mas,kita periksa di rumah sakit besar di kota ini dan dokter nya pun bukan dokter sembarangan,aku malah curiga dulu kamu hanya memeriksa kan kesehatan mu di rumah sakit yang salah." ucap Syila.
("Benar juga apa yang di katakan Syila,memang waktu itu aku tidak memeriksa nya di rumah sakit sebesar ini,tapi bagaimana bisa hasilnya berbeda.") batin Eza.
Syila termenung sejenak,ia sepertinya memikirkan sesuatu. "Aku mau kita bercerai,aku tak mau mempertahankan rumah tangga ini." ucap Syila tiba-tiba.
"Maksud mu, kenapa kau bicara seperti itu?" Eza terkejut.
"Aku ingin menikah dengan seseorang yang bisa memberikan ku keturunan,kau juga tau aku sudah tak punya siapa siapa lagi,jadi aku berharap bisa mempunyai anak dari pernikahan ku,tapi sepertinya kau tidak bisa,jadi buat apa aku bertahan dengan mu." ucap Syila.
"Tapi kau tidak bisa melakukan ini terhadap ku,kau mau buang aku begitu saja,tidak semudah itu Syila! aku sudah meninggalkan istri ku demi untuk hidup dengan mu,lalu kenapa kau memperlakukan ku seperti ini!" Eza sepertinya tak terima dengan ucapan Syila.
"Kau harus ingat mas, hubungan kita di mulai karena kesalahan,jadi menurut ku, kesalahan terbesar ku adalah dengan menikah dengan mu." ucap Syila.
"Kau!" Eza mengangkat tangannya,ia ingin menampar Syila.
"Kenapa? kau mau menampar ku,tampar aku mas,aku sudah tidak peduli lagi,aku mau kita bercerai sekarang juga." ucap Syila.
"Tidak Syila,maafkan aku,aku tidak bermaksud untuk kasar padamu." Eza merasa bersalah atas apa yang akan ia lakukan.
"Cukup mas,aku mau ke pengadilan agama sekarang,aku mau mengurus perceraian kita." Syila langsung keluar dari mobil tersebut.
"Syila! jangan pergi,Syila..." Eza keluar dari mobil,namun syila sudah masuk ke dalam taksi.
__ADS_1
Eza menyesal atas apa yang ia lakukan, hidup nya hancur saat ini,tak ada lagi yang bisa ia lakukan, tiba-tiba ia merasa bersalah atas perbuatannya kepada Siska,ia sangat menyesal telah meninggal kan wanita sebaik Siska.
"Ini karma bagiku,aku sudah membuat kesalahan terbesar dalam hidup ku,maafkan aku Siska,aku sudah salah memutuskan untuk meninggalkan mu, sekarang Syila membuang ku begitu saja." Eza meneteskan air matanya,ia pun hanya laki laki biasa yang bisa menangis saat merasa dunia sudah bukan milik nya lagi.