Aku istrimu bukan tawananmu

Aku istrimu bukan tawananmu
33.Beberapa bulan kemudian


__ADS_3

BEBERAPA BULAN KEMUDIAN


Pagi ini Siska kembali dikecewakan dengan hasil testpack yang menunjukkan masih garis satu,ia kembali harus menelan pahit nya perjuangan yang telah ia harapkan sejak lama.


"Udah sayang jangan terlalu di pikirkan,"Ucap Eza sambil memeluk istrinya


"Maafin aku yah mas, sampai sekarang aku masih belum juga bisa memberikan kamu keturunan," Ucap Siska Sambil memeluk erat suaminya


"Gak papa, mungkin Allah belum mempercayai kita untuk memiliki anak,kita harus sabar dan ikhlas, Allah pasti punya rencana lain untuk kita, mungkin Allah ingin agar kita bisa lebih siap untuk menjadi orang tua," Eza menguatkan Siska


"Padahal kita udah cek ke dokter juga kalau kita berdua itu subur mas,tapi kenapa masih belum juga," Ucap Siska melihat ke wajah suaminya


"Berarti kita harus berjuang lebih keras lagi,yuk kita buat Dede lagi,hihihi !! " Eza mencoba untuk menghibur Siska


"Ih mas," Siska memukul dada bidang Eza


"Hahaha," Eza tertawa melihat istrinya yang merajuk


"Eemm mas, kayaknya hari ini aku nggak ngajar dulu deh,aku di rumah dulu aja yah,badan rasanya gak enak," Siska meminta izin


"Ya udah kamu istirahat aja yah,biar nanti mas minta ibu buat nemenin kamu," Ucap Eza membaringkan Siska di tempat tidur


"Iyah mas,"Jawab Siska, kemudian Eza menyelimuti nya


"Kalau begitu mas berangkat kerja dulu yah, assalamualaikum,??" Eza mengulurkan tangannya


"Waalaikumsallam," Siska mencium tangan suaminya,Eza pun mencium kening Siska kemudian Ke luar dari kamar nya.


Eza melihat ibu sedang berada di dapur,ia pun menghampiri nya untuk pamit.


"Bu,Eza berangkat kerja dulu yah,oh Iyah Siska kurang enak badan, tolong temenin dulu yah di kamar nya,hari ini dia izin gak ngajar dulu," Ucap Eza sambil mengulurkan tangannya


"Iyah nak,nanti ibu ke kamar sambil bawain sarapan,oh iya kamu gak sarapan dulu,??" Tanya ibu


"Nanti di kantor aja Bu,udah siang soalnya,"jawab ibu


"Ya udah kalau gitu,"

__ADS_1


"Eza berangkat sekarang Bu, assalamualaikum,??"


"Waalaikumsallam," Ibu memperhatikan Eza sampai keluar dari rumah


"Alhamdulillah,Siska mempunyai suami yang sangat perhatian dan mencintai nya,"Gumam ibu sambil tersenyum.


Setelah itu,ibu langsung menyiapkan sarapan untuk Siska dan membawa nya ke kamar.


"Sayang,??" Panggil ibu saat membuka pintu kamar


"Iyah Bu,"Siska membalikkan tubuhnya menghadap ke arah ibu


"Kamu demam nak,??" Ibu memegang kening Siska


"Siska nggak papa kok Bu," Siska tersenyum


Ibu tau betul bagaimana sifat anak nya, sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu yang membuat dirinya seperti ini.


"Kamu testpack lagi,??" Tanya ibu,Siska hanya mengangguk, "Hmmm, hasilnya negatif,??" Siska pun mengangguk lagi.


"Nak,kamu harus lebih bersabar lagi, mungkin memang belum saatnya kalian memiliki keturunan, kalian juga kan baru setahun lebih menikah, dari pada kamu terus terus kepikiran soal anak mending kalian nikmati masa masa berdua,toh kalian juga udah cek ke dokter kan, mungkin belum aja untuk sekarang," Ucap ibu memberikan nasehat


"Nah,maka dari itu kamu harus bersyukur mempunyai suami seperti nak Eza yang selalu dukung kamu,coba kamu lihat di luaran sana banyak sekali suami yang berpoligami bahkan berselingkuh karena tak memiliki keturunan,"Ucap ibu Ani


"Siska hanya berharap,mas Eza akan selamanya seperti sekarang bu," Ucap Siska


"Aamiin,nah sekarang kamu makan dulu yah,ibu udah bawain sarapan,ibu suapi," Ucap ibu tersenyum


sambil mengambil piring berisi makanan


Siska mengangguk,"Oh Iyah Bu,tadi mas Eza sarapan nggak,??" Tanya Siska sambil mengunyah makanan


"Nggak, katanya nanti di kantor aja," Ucap ibu, sambil menyuapi anaknya


"Oh, mungkin takut kesiangan, karena tadi kelamaan ngobrol sama Siska Bu," Ucap Siska


"Tadi sih bilangnya gitu," Jawab ibu sambil tersenyum

__ADS_1


***


Sementara di tempat lain,Eza baru saja sampai di kantor nya, ketika ia memasuki ruangan ternyata Syila sudah berada di ruangan tersebut,ia tersenyum ketika Eza datang.


Selama beberapa bulan ini,Syila semakin dekat dengan Eza,bahkan di kantor nya mereka dijuluki partner kerja yang paling Klopp karena mereka memiliki kinerja yang bagus saat kerjasama.


Karena kedekatan mereka, seperti nya Syila mulai tertarik pada Eza, walaupun Eza tak menaruh perasaan lebih,tapi berbeda dengan Syila yang mulai merasa nyaman ketika berada bersama Eza,dan sampai sekarang pun ia belum mengetahui bahwa Eza sudah memiliki istri.


"Selamat pagi pak,??" Syila menyapa


"Pagi juga," Jawab Eza tersenyum, kemudian ia duduk dan memeriksa laporan, "Eemm besok kita ada meeting di luar kota yah Syil,??"Tanya Eza sambil melihat berkas berkas nya


"Iyah pak,besok kita akan ke Bandung,tapi sepertinya kita harus bermalam di sana, karena jadwal meeting nya cukup padat di sana,"Ucap Syila dengan tegas


"Eemm ada berapa klien yang harus kita temui di sana,??" Tanya Eza


"Empat pertemuan pak, semuanya adalah klien penting kita," Jawab Syila


"Eemm kira kira kita berangkat jam berapa,??"tanya Eza lagi


"Jam Lima sore pak, karena jam tujuh kita harus sudah sampai di Bandung, sementara pukul delapan malam kita akan meeting dengan klien pertama kita yaitu Mr.jordi,jadi kita bisa istirahat sekitar satu jam setelah sampai di sana, bagaimana menurut bapak??," Ucap Syila dengan jelas dan lugas


"Saya memang tak salah memilih kamu sebagai sekertaris saya,saya suka cara kerja mu yang rapi dan sangat detail,saya setuju dengan pendapat kamu,"Eza tersenyum


Selama ini, kinerja Syila memang tak bisa di ragukan lagi,selain wajahnya yang cantik,kerja nya yang sangat bagus rapi dan teliti sangatlah membuat Eza bahkan para klien nya puas, sifat Syila yang cerdas dan tegas sangat di sukai oleh para kolega nya.


"Terimakasih pak," Ucap Syila tersipu malu mendengar pujian Eza


("Ya ampun,Serasa melayang di puji oleh nya,aduh lama lama bisa copot jantung ini, gak kuat aku,)" Batin Syila


"Kenapa kamu senyum senyum sendiri,??" Tanya Eza sambil tersenyum


"Gak papa pak,"Jawab Syila salah tingkah


"Oh Iyah,hari ini ada jadwal meeting gak??" Tanya Eza


"Hari ini tidak ada meeting pak, sekarang kita hanya mengerjakan berkas berkas untuk meeting di luar kota saja" Jawab Syila

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu nanti kita akan pulang lebih awal,saya akan mengambil beberapa pakaian di rumah, setelah itu saya akan jemput kamu,kita naik mobil dinas saja ke Bandung," Ucap Eza


__ADS_2