
Dan benar saja tak lama kemudian,suara klakson mobil Eza terdengar di depan rumah nya,Siska pun buru buru berdiri dan menyambut suaminya,Eza pun turun dari mobil nya.
"Kamu belum tidur sayang?" tanya Eza.
"Belum mas,aku nungguin kamu, kenapa kamu nggak angkat telpon aku,aku khawatir." Siska memeluk Eza.
"Maaf yah,tadi mungkin mas lagi di jalan,eemm kamu udah makan belum?" tanya Eza.
"Belum mas." ucap Siska.
"Ya udah,aku ganti baju sebentar yah,abis itu kita makan malam bersama." ucap Eza sambil tersenyum.
"Iyah mas,aku angetin dulu makanan nya yah." ucap Siska.
"Iyah,eemm ibu udah tidur?" tanya Eza.
"Udah,tadi ibu ngerasa pusing setelah nemenin ngobrol sama aku sebentar,jadi dia langsung ke kamar nya pas tau kamu udah pulang." ucap Siska.
"Oh,ya udah biarin ibu istirahat aja." ucap Eza.
Eza berjalan menuju kamar nya,aneh nya ia bisa bersikap biasa saja pada Siska, seperti tak ada sesuatu yang telah terjadi padanya.
Tak beberapa lama kemudian,Eza keluar dari kamar mandi sudah menggunakan baju ganti nya, kemudian ia mengecek handphone nya sebentar, ternyata Syila mengirimkan sebuah pesan,Eza pun membuka nya.
"Mas udah nyampe rumah belum?" isi pesan tersebut.
"Udah,kamu istirahat yah, selamat bertemu besok." Eza tersenyum mendapati pesan chat dari Syila.
Setelah itu ia langsung menaruh ponselnya dan langsung keluar kamar menuju meja makan.
"Udah selesai mas?,ini aku juga udah ngangetin nya." ucap Siska sambil tersenyum.
"Iyah sayang, makasih yah." ucap Eza.
"Iyah,yuk kita makan." ucap Siska.
Siska diam diam memandangi wajah suaminya itu, wajahnya kini telah berubah seperti dulu lagi,namun entah kenapa justru Siska merasa ada sesuatu di balik perubahan nya lagi.
("Mas Eza sudah tidak seperti kemarin yang sering melamun lagi,tapi kenapa aku ngerasa ada yang dia sembunyikan yah,hmm kayaknya aku aja yang mikir macem macem.") batin Siska.
"Kamu kenapa sih sayang, ngeliatin aku kayak gitu?" ucap Eza heran ketika Siska memandangi nya.
"Nggak papa kok,aku cuma seneng aja lihat kamu makan nya lahap gitu." ucap Siska.
"Iyah nih, kayaknya aku lagi nafsu makan,apalagi aku paling suka sama masakan buatan istriku ini." ucap Eza sambil tersenyum.
__ADS_1
"Alhamdulillah kalau kamu suka,ya udah abisin makan nya,abis kamu istirahat, pasti capek,kan?" ucap Siska,Eza pun hanya mengangguk.
Seperti biasa, habis makan, Eza langsung ke kamar nya,sementara Siska membereskan sisa makanan nya setelah itu mencuci piring nya.
Setelah selesai,Siska masuk ke dalam kamar nya,ia lihat Eza Sedang memainkan ponselnya di sofa,Siska pun menghampiri nya.
"Mas..." panggil Siska, yang langsung duduk di samping suaminya itu.
"Iyah sayang." jawab Eza.
"Aku rasa kita butuh liburan deh,sambil honey moon gitu,kita kan udah lama gak pergi bareng karena sibuk masing-masing." ucap Siska memberi saran.
"Eemm boleh juga,tapi kayaknya kalau sekarang sekarang gak bisa deh, soalnya kan aku lagi sibuk banget di kantor, apalagi kalau liburan gitu kan harus minta cuti dulu." ucap Eza.
"Hmm gitu yah, kira kira kapan bisa nya mas?" Siska bersandar di bahu Eza.
"Nanti kalau waktunya udah pas,dan aku nya juga gak terlalu sibuk,pasti aku langsung ajak kamu yah." Eza mengelus rambut Siska.
"Hmm ya udah deh,aku tunggu yah!" ucap Siska.
"Iyah sayang,eemm kamu udah selesai Belum datang bulan nya?" tanya Eza tiba-tiba.
"Belum mas, biasanya juga kan seminggu,kenapa emang?" Siska menatap wajah Eza.
"Ih kamu kenapa sih, biasanya aja gak gini,hihihi." Siska tertawa kecil.
"Aku lagi pengen." Eza berbisik ke telinga Siska.
Wajah Siska jadi bersemu merah,ia tersipu malu mendengar bisikan Eza yang langsung membuat nya merinding.
"Sabar yah,tiga hari lagi." ucap Siska.
"Sekarang aja." Eza menaikan satu alisnya sambil tersenyum, kemudian Eza menggelitik perut Siska.
"Hahaha,ampun mas." Siska memukul mukul tangan Eza sambil tertawa bersama.
("Maaf kan aku sayang,aku belum bisa memutuskan untuk memilih salah satu di antara kalian,di satu sisi memang saat ini aku mencintai Syila,namun di sisi lain aku juga gak mau kehilangan mu.") batin Eza.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Seorang laki laki sifatnya bisa saja terlihat sangat tenang dan seperti tidak terjadi apa-apa,namun firasat perempuan lebih kuat,ia bisa merasakan apa yang menurut nya berbeda.
Walaupun mungkin terlihat baik baik saja,itu karena mereka tak ingin ada yang di permasalahkan yang bisa membuat rumah tangga nya menjadi hancur.
Namun pada saat nya nanti,di saat yang tepat,saat semua firasat nya menjadi kenyataan,saat sudah ada bukti nyata yang ia lihat langsung dengan mata kepala nya sendiri,ia akan bertindak secepatnya.
***
Sementara di tempat lain, Dara yang masih khawatir dengan keadaan Syila,Kini telah berada di rumah Syila setelah pulang dari tempat kerja nya.
Dara terlihat heran melihat Syila yang senyum senyum sendiri saat sambil melihat layar ponselnya,ia merasa ada yang sudah terjadi sebelum ia datang.
"Syila..." panggil Dara saat ia membuka pintu kamar Syila.
"Eh,udah pulang Ra?" ucap Syila Sambil tersenyum.
"Iyah,eemm gimana kondisi loe, udah baikan sekarang?" tanya dara sambil duduk di pinggir tempat tidur.
"Udah jauh lebih baik kok." jawab Syila tersenyum ke arah Dara.
"Syukurlah kalau gitu,eemm udah makan belum,gue bawa nasi goreng tuh." ucap Dara menunjukkan nasi goreng bawaannya.
"Belum,eemm kebetulan banget gue laper nih,loe emang sahabat gue yang paling pengertian." Syila memegang pipi Dara.
"Lah emang gue sahabat loe satu satu nya,kan hihihi." Dara terkekeh.
"Iyah juga sih, sahabat yang paling paling bawel sama gue." ucap Syila gemas dengan sahabat nya ini.
"Ya udah kita makan yuk,sama gue juga lapar." ucap Dara.
"Eemm wangi banget aroma nya,beli di mana Ra?" tanya Syila.
"Itu yang biasa kita beli,nasi goreng mas gondrong." ucap Dara.
"Wah pantesan wangi nya enak banget,gue udah lama gak beli di sana." ucap Syila.
"Iyah,gue juga baru ke sana lagi, akhir akhir ini kayaknya abis pulang kerja tuh pengen nya tidur, capek." ucap Dara sambil menyendok kan nasi goreng ke mulutnya.
"Hmmm,Iyah juga sih." Syila menghembuskan nafasnya.
("Syila sekarang udah baik baik aja,gue seneng sih liatnya,tapi kenapa yah,kok gue ngerasa ada yang aneh,tapi udah lah, ngeliat dia udah bisa ketawa kayak gini juga gue udah seneng,hmmm") batin Dara.
__ADS_1