
Di sebuah kamar, terlihat seorang wanita sedang menenggelamkan wajahnya di atas bantal,ia terlihat begitu sedih malam ini, tiba-tiba saja ia teringat tentang hidupnya yang hanya sebatang kara saat ini.
"Mama, kenapa mama ninggalin Syila secepat ini mah,Syila sendiri mah,Syila butuh mama,hiks hiks hiks"Ucap Syila lirih
Terdengar isak tangis di dalam ruangan tersebut,Syila seorang anak manja yang terpaksa harus mandiri karena keadaan,ibu sudah meninggal dan ayah nya sudah menikah lagi, sampai saat ini pun ayah nya tak pernah menemui nya atau hanya sekedar menanyakan kabar nya.
Kini Syila harus menanggung beban hidupnya sendiri, beruntung ia telah lulus kuliah sehingga bisa bekerja di sebuah perusahaan yang cukup besar di kota nya.
Syila juga seorang wanita yang cukup cerdas,saat sekolah dulu,ia selalu mendapatkan nilai yang memuaskan, sehingga ia sangat di sayangi oleh sang ibu.
Sebenarnya ayah nya juga dulu sangat menyayangi Syila,namun ketika ia sudah menikah lagi,ayah nya tak pernah menemui nya, yang membuat Syila semakin sedih adalah ia harus menjalani kehidupan seorang diri tanpa kasih sayang orang tua.
****
Pagi pagi sekali Siska sudah bangun untuk menyiapkan beberapa keperluan suaminya, sementara Eza terlihat masih berbaring di atas tempat tidur karena pergulatan semalam.
__ADS_1
Melihat suaminya yang masih terlelap, Siska memutuskan untuk pergi ke dapur membantu ibu nya memasak untuk sarapan pagi,dan benar saja ternyata ibu sudah berada di dapur.
"Bu ??"Sapa Siska yang langsung memeluk ibunya dari belakang
"Eh anak ibu ini,udah punya suami juga masih manja sama ibu nya"Ucap ibu sambil tersenyum
"Emang gak boleh yah Bu??"Siska mengerucut kan bibir nya
"Bukan gak boleh nak,cuma heran aja"Ibu terkekeh melihat anaknya merajuk
"Boleh,masak nasi goreng sama telor ceplok,buat kita sarapan"ucap ibu
"Ya udah, Siska yang masak telur nya yah"Ucap Siska sambil mengambil wajan dan langsung memasak telur ceplok
Saat Siska sudah selesai membantu ibu nya di dapur,ia kembali lagi ke kamar untuk membangun kan suaminya,saat Siska membuka pintu kamar, ternyata Eza masih terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
Siska geleng-geleng melihat suaminya itu, walaupun ia tahu mungkin suaminya lelah karena pekerjaan nya semakin banyak di kantor atas ke naikan jabatan nya itu.
Siska menghampiri Eza,ia duduk di pinggir tempat tidur, membangun kan Eza dengan lembut.
"Sayang bangun,udah pagi !!"Siska mengusap kepala Eza
Seketika Eza mulai membuka matanya,ia melihat istrinya sudah rapi dengan pakaian kerja nya,Eza pun langsung bangun lalu mengucek Matanya.
"Ini jam berapa sayang??"Tanya Eza sambil menguap
"Jam Enam mas,ayo bangun, kalau berangkat siang, takut nya macet nanti"Ucap Siska
"Ya udah,mas ke kamar mandi dulu yah,"Eza mencium kening Siska,lalu langsung mengambil handuk dan masuk ke kamar mandi
Siska tersenyum atas perlakuan suaminya itu,memang Eza tipe pria yang romantis dan perhatian menurut nya, perlakuan nya sangat manis, sehingga membuat Siska tampak bahagia walaupun belum hadir seorang buah hati di antara mereka.
__ADS_1
"Semoga tetap seperti ini mas!!"Ucap Siska pelan sambil tersenyum setelah melihat Eza masuk ke kamar mandi