
Belum beberapa menit aku istirahat hp ku berbunyi lagi di atas nakas, aku yakin yang menelepon aku itu kak Reno, kalau bukan dia siapa lagi?
Dering...dering...dering...
Aku membiarkan hp ku berbunyi sendirian
"kenapa sih selalu gangguin aku! umpat ku
Deringan hp ku terus berbunyi aku tetap tidak mau mengangkat panggilan itu.
Tidak lama akhirnya deringan hp ku berhenti, tidak sampai sedetik hp aku berbunyi lagi.
"Aarggg...bisa nggak sih tidak menganggu waktu istirahat ku! bentak ku sambil mengangkat telepon itu
'oh maaf saya gangguin kamu! ucap suara bariton itu
Aku melihat layar hp ku ternyata yang menelepon ku adalah pak Devan.
Astaga kenapa aku tidak melihat terlebih dahulu!
Bisa habis aku! bisa-bisa pak Devan bakalan kasih nilai ku C karena aku bentak dia.
"Maaf pak saya pikir tadi itu...!
Aku tidak melanjutkan ucapan ku, untuk apa juga aku bahas kak Reno sama pak Devan
'tadi itu apa?
"Nggak kok pak! bapak telepon saya ada apa? tanya ku, tumben sekali dia menelepon ku
Apa ada urusan penting yang harus dia katakan pada ku?
'Sudah pulang dari rumah sakit atau belum?
Pak Devan telepon aku cuma nanya aku udah pulang atau belum dari rumah sakit!
"udah pak baru aja! ucapku
'Syukurlah, saya ikut senang kalau kamu sudah sembuh!
'Besok kamu bisa masuk kan?
Ada apa dengan pak Devan? pertama-tama dia nanya aku udah pulang atau belum, terus dia nanya kalau aku besok bisa masuk apa tidak?
"Insyaallah pak, besok saya akan masuk! lagi pula saya sudah merasa enakan! ujar ku
'Oke besok saya tunggu!
Aku mengerutkan keningku, tumben sekali dia mau menunggu ku?
"Baik pak! ujar ku
Panggilan telepon pun kami putuskan, aku senyum-senyum sendiri di kamar sambil mengingat-ingat ucapan pak Devan tadi.
"Besok ada apa ya? kenapa pak Devan mau menunggu ku?
Selesai menelepon Siti tadi rasanya hati aku sedikit senang.
"Benar kata kak Elsa, kakak selalu senyum-senyum sendiri! ujar Reno
Senyum ku memudar karena ulah Reno yang datang secara tiba-tiba.
"Datang tak di undang pulang pun tak di antar sama kayak? ujar ku
"jelangkung! jawab Reno
"Nah sama kamu kayak itu! sindir ku
"Biarin! ucap Reno
"Mau apa kamu ke sini? tanya ku
__ADS_1
"Mau curhat sama kakak lah! ujar nya
Palingan curhat tentang cewek yang di kejar-kejar nya itu, aku heran sama adek aku ini kenapa dia pengen banget mendapatkan wanita yang ia kejar itu?
Punya kelebihan apa sih dia?
"Curhat wanita itu lagi? tanya ku
Ia mengangguk kecil sambil menekuk kan kepalanya.
Sudah tiga hari ini ia selalu curhat sama aku tentang cewek yang ia kejar-kejar itu.
"Ada apa lagi sama wanita itu? tanya ku
"Dia tidak mau memberi aku kesempatan lagi kak! tutur nya lesu
"Kalau sudah begitu lepaskan saja dia lagi! ucapku
"Nggak bisa kak! ucapnya melotot ke arahku
"Terus mau kamu apa lagi? tanya ku
"Maunya dia lah kak! ujarnya
"Kayak nggak ada wanita lain aja di dunia ini! kalau dia sudah tolak kamu ya sudah nggak usah di kejar-kejar lagi lah, jangan banyak berharap! ucapku
"Kakak ini gimana sih bukanya kasih saran eh malah nyuruh aku untuk melepaskan nya! ucap Reno
"Saran? ucapku
"Sarannya ya cuma satu, ya lupain dia dan cari yang lebih baik lagi dari dia!
"Kalau itu saran dari kakak aku nggak mau ah! ujarnya
"Sekarang aku tanya deh sama kamu! ujarku
"Tanya apa? ucap nya
"lagian istimewa nya apa sih buat kamu? dan kelebihan nya itu apa? tanya ku
"Kalau dia benar-benar mencintai kamu mungkin dia tidak akan meninggalkan kamu! ucapku
"Masalah nya di diri kamu sendiri letak masalah itu semua! ujarku
"Kenapa di aku? tanya Reno
"Secara logika kamu telah menyakiti hatinya dengan bermain dengan wanita lain di belakang nya, sedangkan kamu sendiri sedang menjalani sebuah hubungan sama dia! ucapku
"Aku nggak paham apa yang kakak ucapkan! ujar Reno
"Wanita mana yang mau memberi kesempatan kedua untuk laki-laki yang telah menyakiti perasaan nya, apa lagi hubungan yang kalian jalani itu hubungan yang tidak baik dan tidak ada dalam ajaran agama kita! ucap ku
"Mungkin saja dulu itu dia khilaf dan mau menerima kamu sebagai pacarnya, dan sekarang dia lebih memilih untuk sendiri karena dia sudah insyaf! ucapku lagi
"Sekarang aku paham apa yang kakak katakan! mungkin ia lebih memilih sendiri dan lebih mendekatkan diri nya kepada sang pemilik hati sebenarnya! ucapku
"Paham kan? sekarang introspeksi diri kamu lagi! ucapku
"Jangan menjalani hubungan tanpa ada ikatan pernikahan! ucapku
"Iya aku khilaf kak, besok-besok aku nggak akan ngulangi lagi! ucap Reno
"Oke aku pegang ucapan mu! ujarku
...
Besok paginya aku sudah sampai di tempat magang ku, aku sengaja tidak masuk ke dalam hotel karena aku sedang menunggu pak Devan di luar.
"Pak Devan lama banget sih! gerutu ku sambil melihat jam di pergelangan tangan ini
"Sudah lama nungguin saya? ucap Devan
__ADS_1
Aku buru-buru memutar tubuhku karena pak Devan lagi berdiri di belakang ku.
Aku menyambut nya dengan senyuman seperti biasa.
"Iya lama! rencana saya mau masuk duluan! udah capek berdiri juga! ujarku
"Maaf ya bikin kaki kamu pegel! tutur Devan
Kami berdua saling diam menatap bunga yang bermekaran di depan hotel yang megah ini.
"Jadi kita cuma diam-diaman seperti ini aja? ujarku membuka percakapan
"Masuk yuk, ngapain juga kita berdiri di sini! ucap Devan
Apa? jadi dia mau ajak aku masuk bareng ke dalam! umpat ku
"Bapak suruh saya nungguin bapak hanya untuk masuk bareng aja? tanya ku
Dia mengangguk-anggukan kepalanya
"Dasar patung pajangan! umpat ku menghentak-hentakkan kaki ku lalu pergi duluan dari nya
Dia tampak kesal karena aku minta di tungguin hanya ingin masuk ke dalam barengan.
Aku sebenarnya bukan ingin mengajak dia untuk masuk hotel barengan, tapi sebenarnya aku ingin mengungkapkan perasaan ku padanya.
Tapi aku ragu untuk mengungkapkan perasaan ini karena aku takut kalau dia menolaknya.
"Tunggu dulu Siti! panggil ku
"Nggak mau bapak cuma bikin aku capek nungguin aja! ujung-ujungnya pak Devan mau kita berengan aja!
"Saya pikir bapak mau bilang sesuatu! ujarnya
"Iya saya mau bilang sesuatu ke kamu!
"tapi tunggu dulu! ucapku mengejar Siti
Dia berhenti lalu menghampiri ku yang berdiri tidak jauh dari nya.
"Mau bilang apa? ucapnya
Aku tampak kebingungan aku harus ngomong dari mana dulu?
"Tukan bapak cuma diam aja! ujar nya
"Iya saya ngomong ni! ucapku
"Ayo mau ngomong apa? ucapnya melipat kedua tangannya ke dada
"Itu anu...itu...hmm...itu! ucapku tidak tau harus memulai dari apa
"Anu itu anu itu apa pak Devan! ucapnya menggertak kan giginya
"Udah ah saya sibuk pak! ucapnya
Aku mengerutkan keningku, semenjak kapan dia sok sibuk?
"Dasar mulut ngomong aku cinta sama kamu aja susah banget! umpat ku karena tidak berhasil mengungkap perasaan ini
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Terima kasih sudah berkunjung ke cerita receh author π
terima kasih juga atas dukungan nya selama ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya! supaya author tambah semangat lagiππͺ