
"Mas aku mohon! ujar Siti menitikkan air matanya, aku bukanya tidak mau, tapi aku juga tidak mau Siti kenapa-napa
"Izinkan aku menjadi pendonor untuk mama kamu mas! ujar Siti.
Aku menggenggam tangan nya, "maaf Siti aku menolak permintaan kamu yang satu itu, aku juga pengen mama aku sembuh, tapi aku juga tidak mau kamu kenapa-napa!
"Aku takut terjadi sesuatu yang tidak di inginkan oleh kamu!
"Tolong Siti dengarkan aku! ujarku
Siti menghapus air matanya, "Anggap aja ini salah satu rasa cinta aku untuk kamu!
"Jika terjadi sesuatu dengan aku, aku ikhlas karena ini menyangkut nyawa orang!
"Aku ingin melihat kamu bahagia bersama mama kamu mas! ujar Siti
Sungguh hati kamu sangat baik Siti, tapi aku tidak mungkin juga egois.
"Jika aku bahagia dengan mama aku, terus kamu bagaimana Siti?
"Aku tidak boleh egois gini! ujarku
"Percayalah mas, kalau terjadi sesuatu dengan aku nantinya, kenangan yang sangat berharga masih ada dalam diri mama kamu! ujarnya
"Tidak Siti, aku tidak mau kehilangan kamu, sekali lagi kamu berucap seperti itu aku tidak akan mau memaafkan kamu!
"Aku bisa sendiri mencari pendonor itu, tanpa harus kamu yang berkorban! ujarku ke Siti
"Mana buktinya jika kamu bisa mendapatkan pendonor itu! ujar Siti
"Aku akan berusaha, dan terus berusaha demi mama aku! ujar ku
"Mas tolong terimalah bantuan ini dari aku! ujar Siti memaksakan keinginan nya
"Aku tidak bisa menerimanya Siti! ujar ku
"Kalau kamu tidak mau bantuan dari aku, percayalah aku akan pergi dari kehidupan kamu selamanya! ujar Siti mengancam aku
Kalau aku menerimanya berarti sama saja aku merelakan dia pergi jauh tanpa bisa aku jangkau lagi, jika aku tidak menerima bantuan itu berarti aku juga harus siap dengan resiko yang sangat menyakitkan bagi aku.
Pendonor ginjal itu sangat sulit di dapat kan, apa aku harus menerimanya?
Aku harus gimana?, kenapa serba salah gini aku jadinya?
Ya Allah bantulah hamba mu ini, tolong beri hamba petunjuk ya Allah!
"Kalau aku menerimanya berarti aku harus siap kehilangan kamu? tanya ku ke Siti
"Aku yakin ini semua akan baik-baik saja, kamu tenang saja mas! ujar Siti
"Dari mana kamu tau kalau semuanya akan baik-baik saja? tanya ku
"Dari sini! ujar Siti menunjuk ke arah hatinya, lalu ia tersenyum.
__ADS_1
"Ikut aku mas! ujar nya
"Kemana? tanya ku
"Ikut saja! ujarnya
Kini aku bersama pak Devan lagi menemui papa dan juga kak Reno, aku membawa pak Devan ke sini karena aku ingin meminta izin dari papa pak Devan.
Mudah-mudahan papa pak Devan mau menerima bantuan dari aku.
"Mau apa wanita ini lagi ke sini! ujar papa pak Devan tidak senang melihat aku di sini
"Papa bisa tidak menghargai dia di sini! ujar pak Devan membela aku.
"Maaf om saya kesini hanya mau memberi bantuan untuk kalian! ujar ku ke papa pak Devan
Papa pak Devan tersenyum sinis ke arahku, "bocah ingusan seperti kamu mau gimana cara membantu keluarga saya! ujar papa pak Devan.
"Saya akan mendonorkan ginjal saya buat tante Aina, om! ujarku
Papa pak Devan melihat aku dengan tatapan menyelidik, "pasti kamu mau bermaksud sesuatu kan sama keluarga saya!
"Dengan iming-imingan membantu keluarga saya, lalu kamu akan kuras habis semua harta keluarga saya! ujar papa pak Devan
Ternyata sakit juga ya di tuduh yang enggak-enggak kepada kita, padahal aku membantu dengan niat yang ikhlas lho!
"Jaga mulut papa! bentak pak Devan
"Udah mas! ujarku sambil mengusap-usap tangan pak Devan
"Siti apa kamu benar serius mau menjadi pendonor untuk mama aku? tanya kak Reno
"Siti ikhlas kak! ujarku
"Kalau kamu benar ikhlas membantu saya, saya akan coba menerima bantuan dari kamu! ujar papa pak Devan
Aku tersenyum lalu mengangguk, aku melihat pak Devan, "tolong antar aku pulang dulu mas! ujarku ke pak Devan
Ia mengangguk lalu kami berdua menuju pulang, sebenarnya mama sama papa aku belum tau kalau aku ingin membantu pak Devan dengan cara menjadi pendonor buat mama pak Devan.
Kini aku pulang hanya ingin meminta izin kepada orang tua ku, semoga saja papa sama Mama mengizinkan aku.
"Apa jadi pendonor ginjal? tanya papa terkejut lalu menatap aku dan pak Devan secara bergantian
"Apa kamu sudah gila Siti? ujar papa
"Pa, tolong izinkan Siti pa! ujarku menangis di hadapan papa
"Siti, nak ini bukan hal yang kecil! ujar mama
"Mama aku ingin membantu pak Devan ma, aku tidak ingin melihat dia sedih! ujarku
"Dia bukan siapa-siapa kamu Siti! ujar papa
__ADS_1
"Tapi aku tidak tega melihat mama pak Devan terbaring lemas di rumah sakit pa! ujar ku masih menangis
"Nak resiko menjadi pendonor itu sangat bahaya, apa kamu tidak mengingat diri kamu sendiri? tanya mama
Sudah pantas mama sama papa marah, karena menjadi pendonor itu resikonya tidak main-main.
"Ma, pa tolong izinkan Siti! ujar ku membujuk keduanya
"Papa tidak akan pernah mengizinkan kamu! ujar papa menolaknya
"Maaf Siti mama juga menolak keinginan kamu! ujar mama
Sekarang aku harus gimana?, mama papa aku tidak mengizinkan aku, ya Allah Siti harus gimana?, niat Siti mau membantu mama pak Devan.
"Tidak papa Siti, aku akan mencari pendonor yang lain untuk mama, kan tadi aku sudah menolaknya, jadi tidak usah, lagi pula aku tidak ingin terjadi sesuatu kepada kamu! ujar pak Devan
Aku jadi merasa bersalah sama pak Devan, aku hanya memberi harap ke dia, padahal dia sangat membutuhkan pendonor itu secepatnya!
"Mama, papa, Siti mohon, aku mau membantu mama pak Devan, aku ikhlas ma, pa! ujarku memohon sekali lagi ke mama dan papa
Papa menatap aku dengan tatapan iba, begitu pun dengan mama.
"Papa tau hati kamu sangat baik nak, tapi papa takut terjadi sesuatu dengan kamu, kamu tau anak perempuan papa hanya kamu nak! ujar papa
"Papa juga tau niat kamu itu juga baik, kamu rela memberikan ginjal kamu demi orang yang sangat membutuhkan nya! ujar papa lagi
"Yang di katakan papa kamu itu benar nak, papa sangat menyayangi kamu begitu pun mama! ujar mama
"Tapi ma, pa, Siti ikhlas ma, pa tolong izinkan Siti! ujarku membujuk sekali lagi
"Jika kamu memang mau membantu mama nak Devan, papa akan mengizinkan kamu, papa tau mama nak Devan pasti sangat membutuhkan donor ginjal itu, papa izinkan kamu nak! ujar papa
Aku menitikkan air mata ku, akhirnya papa mau mengizinkan aku untuk memberikan satu ginjal ku ke mama pak Devan.
"Kamu lakukan ini demi menyelamatkan nyawa orang, papa insyaallah ikhlas, semoga kebaikan kamu di balas oleh yang maha kuasa! ujar papa
Aku sangat terharu dengan ucapan papa, ya Allah terima kasih engkau telah meluluhkan hati papa.
Lalu aku melirik mama, akhirnya mama juga ikut menganggukkan kepalanya, "Hikss....hiks...hikss....papa, mama terima kasih telah mengizinkan Siti untuk menyelamatkan nyawa seseorang! ujarku ke mama dan papa.
"Iya! ujar mama papa
...
bersambung...
maaf ya baru bisa update π ππ
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π