
Hari ini adalah hari kepulangan Siti dari rumah sakit.
Aku bersama yang lain sudah berada di rumah sakit, untuk menjemput kepulangan istri tercinta ku.
"Akhirnya aku bisa pulang juga, capek di rumah sakit mulu! ujar Siti.
"Maka nya kemaren-kemaren itu kamu nggak usah koma! ujar mama Siti
"Ya, Siti mana tau ma! ujar Siti.
Aku mengendong Siti lalu aku menaiki nya ke atas kursi roda.
"Kenapa nggak gendong sampai keluar aja sih mas! ujar Siti berbisik di telinga ku.
"Nggak malu apa sama yang lain? tanya ku.
"Nggak, ngapain harus malu, kamu kan sudah sah jadi suami aku! ujar Siti.
"Udah ya sayang jangan banyak ngoceh mulu! ujarku ke Siti.
"Huff....ya! ujar Siti.
Lalu kami semua menuju ke parkiran mobil, aku bersama Siti berdua saja di mobil, sementara yang lain juga membawa mobil.
"Kita berdua aja? tanya Siti
"Iya! ujarku
"Ya udah deh! ujar Siti, lalu aku melajukan mobilku dengan kecepatan sedang.
"Kita pulang ke rumah siapa mas? tanya Siti
"Rumah aku lah! ujarku
"Rumah aku aja mas, aku takut sama papa kamu! ujar Siti
"Papa aku sudah menjadi papa kamu, jadi nggak perlu takut, aku akan selalu di samping kamu! ujar ku
"Tapi baju sama barang-barang aku yang lain masih di rumah aku mas! ujar Siti
"Baju kamu udah pindah juga! ujarku
"Hmmm....ya udah deh aku nurut aja sama suami aku! ujar Siti
"Nah gitu dong nurut sama suami, kalau nggak nurut neraka akan menanti kamu! ujarku menakut-nakuti Siti.
"Selagi aku menuruti keinginan kamu, insyaallah neraka itu akan jauh! ujar Siti.
Bijak sekali dia menyikapi ucapanku, semoga kamu menjadi istri Sholehah dan baik untuk aku.
Kini kami semua sudah sampai di rumah ku, aku menaiki Siti ke atas kursi roda kembali.
Kami di sambut oleh beberapa art rumah ku, "selamat datang nona Siti! ujar bik Imah
Siti menanggapi dengan senyum, "perkenalkan nona, nama bibik Imah, bisa di panggil bik Imah! ujar bik Imah
"iya bik! ujar Siti ramah, lalu aku mendorong kursi roda itu ke arah anak tangga.
Aku mengendong Siti menaiki anak tangga itu, aku membuka pintu kamar dengan tangan ku, walaupun sedikit susah.
"Ini kamar kita! ujarku
...
Aku melihat kamar mas Devan sangat bersih, tidak ada debu sedikit pun di kamarnya.
Cat dinding kamar nya warnah putih, sangat indah untuk di pandang, nyaman juga di dalam kamar ini.
Jadi betah aku tinggal di sini.
__ADS_1
"Gimana kamu suka nggak sama kamar ini? tanya mas Devan
"Suka banget mas, kamarnya bikin aku betah aja! ujar ku
Kasurnya juga empuk nggak kayak kasur aku sudah nggak enak lagi.
Mas Devan masih di dalam kamar ini sementara aku sudah tiduran di atas kasur nya.
"Nggak keluar! ujarku
"Ngusir aku? tanya mas Devan
"Nggak kok! ujarku
"Terus ngapain aku ke luar sedangkan kamu di sini, nanti kamu butuh sesuatu lalu aku nggak ada, gimana hayo? ujar mas Devan
Yang dikatakan mas Devan itu ada benarnya juga!.
Aku nggak tau harus ngomong apa lagi sama mas Devan!
Aku hanya mengaruk-garuk kepalaku yang tak gatal ini, mas Devan tidur di sebelah ku, rasanya canggung sekali, baru sekali ini ada laki-laki asing yang tidur di sebelah ku, ya walaupun laki-laki ini sudah berstatus sebagai suami aku.
"Kalau kamu mau istirahat, istirahat lah dulu! ujar mas Devan
"Iya mas! ujarku
Aku membaringkan tubuhku di sebelah mas Devan, aku tidak sanggup melihat nya, lebih baik aku punggungi aja deh, dari pada aku kena serangan jantung.
"Nggak baik munggugin suami! ujar mas Devan
Aku tidak menghiraukan nya, aku hanya pura-pura tidur.
"Nggak usah pura-pura! ujar mas Devan, ya ampun kok dia bisa tau sih! gerutu ku.
"Luka bekas operasi aku masih sakit mas, maka nya aku punggungi kamu! ujarku berbohong padahal mah aku cuma pengen menghindari nya saja.
Mas Devan lalu duduk, ia pelan-pelan meraba luka operasi ku, aku yang risih di raba gitu, jadinya aku menepis tangan nya.
"Aku pengen liat bekas operasi kamu! ujar mas Devan, lalu aku langsung duduk.
"Nggak boleh! ujarku menyilangkan kedua tanganku.
"Masa suami sendiri yang liat nggak boleh! ujar mas Devan
"Nggak mau mas, aku malu tau nggak sih, baru pertama dengan laki-laki asing! ujarku
"Apa?, suamimu ini laki-laki asing bagimu? tanya mas Devan
Aku mengangguk kecil seraya tersenyum, "jangan ya, please! ujarku
"Aneh kamu Siti! ujar mas Devan
...
Malam harinya aku menemani Siti di dalam kamar, pulang dari rumah sakit tadi sampai sekarang Siti tidak aku perbolehkan untuk ke bawah dulu.
Aku menyuruh dia untuk istirahat saja di kamar, sampai ia benar-benar sembuh.
Sekarang aku lagi menyuapi nya makan malam.
Dia mengangguk-angkuk pelan saat mengunyah makanan yang aku suapi itu.
"Ini baru namanya makanan! ujar Siti
"Iya ini makanan! ujarku
"Ada rasanya, nggak kayak di rumah sakit kemaren nggak enak sama sekali! ujar nya
"Iya, kamu kan sakit, ya otomatis makanan nya juga ikut sakit! ujar ku
__ADS_1
Siti langsung tertawa kecil, "mas Devan ada-ada aja, mana ada makanan sakit! ujarnya
"Ada lah, buktinya rasa makanan nya hambar seperti orang sakit! ujar ku.
"Iya juga ya! ujar Siti.
Selesai aku menyuapinya makanan baru aku berikan ke Siti obat yang harus dia minum.
"Kamu udah makan? tanya Siti
"Belum! ujar ku
"Kenapa belum, nanti kalau kamu sakit gimana?, terus siapa yang urusin kamu, kamu kan tau kalau aku sekarang lagi sakit juga! ocehan Siti.
"Iya, nanti istriku yang banyak ocehannya! ujarku
"Nantinya itu kapan mas?, aku nggak mau liat kamu sakit! ujar Siti
"Habis ini! ujarku
"Beneran ya, awas aja kalau nggak! ujar Siti
"Iya, kamu nggak usah khawatir baby! ujarku
Siti tersenyum malu-malu wajahnya sudah memerah, saat aku panggil dia dengan sebutan baby.
Cewek itu memang gampang baperan ya!
"Maafin aku ya mas untuk sekarang aku belum bisa melayani segala kebutuhan kamu! ujar Siti.
"Nggak papa aku paham kok, istri aku kan lagi sakit, nanti kamu kalau sudah sembuh pasti kamu akan melayani aku dengan baik! ujarku
"Makasih sayang, udah mau ngertiin aku! ujarnya
"Iya! ujar ku.
Sekarang kami saling pandang-pandangan, Siti melihat aku dengan tersenyum, aku juga tersenyum ke dia.
"Mas! ujar Siti
"Iya! ujar ku
"Nggak jadi deh! ujar nya
"Kenapa?, emang ada yang ingin kamu bilang? tanya ku
"Nggak mas, aku cuma manggil kamu aja! ujar nya seraya tersenyum manis.
"Mas Devan suamiku, kamu sungguh ganteng mas! ujarnya menggoda aku.
Aku tersenyum saja lalu aku mencium singkat bibir nya, ia memegangi bibirnya yang aku cium tadi.
...
Hilang sudah French kiss yang aku jaga selama sembilan belas tahun ini.
Tapi tidak apa-apa yang mengambil French kiss aku kan suami aku sendiri, jadinya tidak apa lah ya!
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π