
Belum cukup sehari di rumah mertua sudah membuat aku pusing saja dengan keributan tadi.
Aku ingin keluarga suami aku ini bisa bahagia, tenang, aman dan tentram seperti kebanyakan orang, seperti nya aku harus membuat keluarga mas Devan jadi lebih baik lagi dari ini.
Aku tidak mau mendengar keributan lagi!
"Pasti kamu lagi memikirkan masalah tadi, maaf ya aku jadi nggak enak sama kamu! ujar mas Devan
"Nggak kok mas, malahan aku senang sudah di terima baik oleh keluarga ini, namun satu yang masih aku tunggu yaitu papa kamu! ujarku
"Iya, kita harus berjuang keras untuk melunakkan hati papa! ujar mas Devan
"Kita harus berjuang keras seperti kita dulu, memperjuangkan cinta kita! ujarku
"Iya baby, perjalanan kita masih banyak lika liku nya, semoga saja nantinya keluarga kita bisa harmonis! ujar mas Devan
"Aamiin mas, aku pengen kamu tidak bertengkar lagi dengan papa kamu! ujarku
"Iyaa! ujar mas Devan
"Laptop mas tadi mana? mas mau lanjut kerja lagi! ujar mas Devan
Aku melirik jam di dinding, jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, "yakin jam segini kamu mau lanjut kerja! tanya ku
"Emangnya kenapa sih? tanya mas Devan
"Udah malam mas, lebih baik kita tidur! ujar ku, biasanya jam segini aku sudah ngorok, yaa, aku heran saja emangnya mas Devan tidurnya jam berapa sih?
Kok matanya masih kuat untuk kerja, dulu aja aku pas bikin pr jam segini udah tertidur di meja belajar aku.
Mas Devan tertawa kecil sambil mengelus kepalaku, "kamu pikir aku sama seperti kamu, jam segini udah ngorok! ujar mas Devan.
Waduh kok dia tau, dia tau dari mana?
"Aku nggak ngorok juga mas! ujar ku
"Alah nggak usah bohong aku denger sendiri waktu itu! ujar mas Devan
"Nggak ada mana ada cewek cantik kayak aku ngorok yang ada kamu yang ngorok! ujarku menuduh mas Devan
"Haha, bilang aja kamu malu untuk mengakui nya! ujar mas Devan
Aku tersenyum kikuk, "iya sedikit, tapi ngorok aku ngorok cantik lho! ujar ku
"Ngorok cantik? kok aku baru dengar nama itu! ujar mas Devan bingung
"Iya ngorok cantik! ujarku
"Ngorok aku bunyinya kayak gini 'huu....aku sayang kamu....sayang...!' ujarku sambil mempraktekkan bunyinya ke mas Devan
Tawa mas Devan tersambur begitu saja, saking besarnya tawanya itu sampai-sampai mas Devan memegang perutnya.
"Ha-ha-ha, ada-ada aja ya kamu, bikin ngakak aja, ternyata kamu orangnya humoris juga! kata mas Devan
Aku juga ikut tertawa, seneng rasanya bisa bikin mas Devan ketawa seperti itu.
"Aku serius lho! ujarku
"Haha aku nggak percaya, kamu itu cuma ngarang aja, mana ada orang ngoroknya seperti itu! ujar mas Devan
"Ya udah kalau nggak percaya! ujarku
Lalu aku memberikan laptop nya kembali yang sempat aku simpan tadi.
"Ingat kerjanya nggak udah sampai malam-malam banget! ujarku
__ADS_1
"Siap buk istri! ujar mas Devan sambil cengir
"Iya! ujarku
...
Aku mengerjakan pekerjaan ku yang bertumpuk ini, untung saja Siti mau mengerti dan mau mengembalikan laptop ku.
Mengerjakan pekerjaan seperti ini enaknya sambil minum kopi, kalau aku minta buatin sama Siti nggak mungkin juga, lagi pula dia masih sakit.
"Kenapa liat aku seperti itu? tanya Siti
"Nggak, emang nggak boleh liat kamu, nggak ada juga yang ngelarang! ujar ku
"Kata siapa? tanya Siti melirik aku dengan tatapan menyelidik
"Mau di buatin kopi sama neng yang cantik ini?, bilang aja nggak usah malu kamu, lagi pula aku juga pengen ke luar kamar, aku juga ingin tau dimana dapur di sini! ujar Siti panjang lebar
Aku langsung melarang Siti untuk tidak ke luar kamar dulu, yang aku khawatir kan sama dia, dia tidak boleh banyak gerak dulu, apa lagi naik turun tangga nanti kalau luka operasi nya berdarah lagi gimana?
"Kamu nggak boleh keluar kamar, aku tidak mau luka operasi kamu berdarah lagi! ujarku
"Nggak akan kok mas, lagian bekas operasi nya udah kering kok! ujar Siti
"Nggak boleh ya nggak, biar aku sendiri yang bikin kopi nya! ujarku
"Beneran nih nggak mau aku yang buat? tanya Siti
"Iya beneran, kamu di sini saja aku ke dapur dulu! pamit ku.
Aku menuruni anak tangga satu persatu, aku menuju dapur setelah sampai di dapur aku langsung saja menyeduh kopi.
"Ngapain den? tanya bik imah
"Iih aden mah gitu, bibik kan cuma basa-basi aja! ujar bik Imah
"Bercanda bik, nggak usah masukin ke hati juga! ujarku berlalu meninggalkan dapur
Sesampai nya aku di kamar, aku melihat kalau Siti sudah tertidur.
"Cepat banget tidurnya! ujarku meletakkan kopi di atas meja.
Aku melanjutkan pekerjaan ku.
Dering... dering.... dering....
Bunyi hp ku di atas meja aku melihatnya ternyata yang menelepon ku Wilona sekretaris ku.
'Maaf pak saya harus menganggu waktu istirahat bapak!
"Ada hal penting apa?
'Besok pagi bapak harus ke Bandung untuk memantau proyek yang kita buat pak!
"Apa tidak bisa di undur atau bisa di gantikan?
'Maaf sebelumnya bapak sudah memundurkan jadwal nya waktu itu, kalau untuk di gantikan tidak bisa juga pak!
"Apa harus banget saya yang pergi?
"Iya harus pak!
Aku berpikir sejenak kalau aku pergi besok lalu yang jagain Siti siapa?, kalau terjadi sesuatu dengan dia nanti orang rumah akan kerepotan.
'Bapak masih di sana?
__ADS_1
Tidak mungkin aku minta bantuan kak elsa lagi! aku sudah terlalu banyak merepotkan nya
'Maaf pak, apa bapak bisa besok?
Astagfirullah aku masih telepon sama sekretaris ku, jadi lupa pula!
"Iya, nanti akan saya usahakan!
Setelah panggilan telepon berakhir aku melanjutkan pekerjaan ku.
Jam di pergelangan tangan ku sudah menunjukkan pukul 00.00 wib aku baru selesai bekerja.
Mata itu sudah sayu karena mengantuk sangat, aku menuju ke tempat kasur di mana di sana sudah ada Siti yang tertidur dengan nyenyak.
"Meskipun kamu tidur, aura kecantikan kamu masih terpancar! lirihku sambil mencium keningnya.
Aku sangat bersyukur memiliki istri sebaik dia, dia tidak banyak nuntut dan mau menurut sama perkataan aku.
Semoga kamu jadi istri yang baik Siti!
...
Aku terbangun pas waktu azan subuh berkumandang dengan merdunya, aku mengucek-ngucek mataku supaya bisa lebih jelas lagi Indra penglihatan ku.
Aku menggeliatkan tubuhku tangan ku merenggang ke kanan dan kiri, tangan ku tidak sengaja memukul pipi mas Devan.
"Ehhh....astaga! gumamku sambil menutup mulutku ini.
Semoga saja mas Devan tidak marah karena terkena pukulan aku tadi.
Tapi tidak apa juga lah kena pukulan aku sedikit, toh dia aja nggak tau malah dia masih nyenyak lagi.
"Mas bangun subuh! ujarku membangun kan suamiku.
"Mas...mas...mas....! ujarku menggoyangkan tubuhnya
Malah nggak gerak sedikit pun, astaga mas Devan kamu tidur atau mati sih! umpatku
"Bagun mas subuh nanti telat lho, tapi hari ini kamu akan ke Bandung! ujarku
Malam tadi aku tidak sengaja mendengar pembicaraan mas Devan dengan sekretaris nya, aku dengar bahwa pagi ini mas Devan akan ke Bandung!
"Nanti aja! ujar mas Devan dengan suara serek nya.
Suara serek mu bikin aku melayang mas!
"Aku takut ninggalin kamu sendirian di rumah, kayaknya aku nggak jadi pergi deh! ujar mas Devan masih berbaring.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1