
Malam harinya papa benar serius menjodohkan aku dengan anak temannya, kini mereka sudah berkumpul di ruang tamu.
Aku duduk di sebelah mama, mama tidak merasakan kesakitan lagi makanya mama juga ikut bergabung.
Aku melirik wanita yang akan di jodohkan dengan aku.
Modelan apa ini? apa mata papa sudah tertutup? masa wanita yang di pilihkan seperti wanita murahan!
Pakaiannya sangat seksi membuat aku jijik melihatnya, penampilan nya sangat jauh bedanya dengan Siti.
"Modelan begini papa pilihkan calon istri buat aku? tanya ku tanpa memikirkan perasaan orang tersinggung
"Kalau aku sudah beristrikan dia yang ada di luaran sana banyak laki-laki yang melihat tubuh indah nya itu! sindir ku
Mama melirik ke arahku aku hanya diam saja, lalu aku pamit ke kamar.
"Maaf ya kalau saya menyinggung kalian, tapi ini lah sifat asli saya!
"Lebih baik saya kasih tau sekarang dari pada nantinya kalian menyesal! ujar ku
"Saya pamit dulu! ucapku
Aku menaiki anak tangga dengan senyum smirk.
"Maaf kan sikap anak saya yang tidak sopan! ujar papa Wijaya
"no problem! ujar Milka
"ini cowok bikin menantang aku juga, aku harus bisa mendapatkan nya, iya harus itu!
"Mungkin anak om masih belum kenal betul sama saya, saya maklumi kok om! ujar milka
"Maaf Tinson anak saya mungkin kurang suka sama perjodohan ini, sekali lagi saya minta maaf atas nama anak saya! ujar Wijaya
"Tidak masalah sama sekali jaya saya paham kok, mungkin lain kali keluarga kita bisa bertemu kembali! ujar Tinson sekalian pamit
Akhirnya mereka pergi juga, bagus deh kalau gitu! dari tadi aku mengintip percakapan mereka.
mudah-mudahan rencana perjodohan ini gagal!
"DEVAN! teriak papa, aku langsung keluar dari persembunyian ku, lalu menghadap ke papa
"Gimana? mereka menolak perjodohan sialan ini kan? tanya ku sinis
"Anak macam apa kamu? bisanya bikin malu keluarga saja! ujar papa marah
"Yang salah siapa? aku? ya nggak lah! yang salah itu p-a-p-a sendiri! gertakku kesal
"Sekali lagi kamu berulah nama kamu papa coret dari surat warisan, kamu tidak akan mendapatkan harta warisan sama sekali! ujar papa
"Silahkan aku nggak keberadaan kok, aku bisa hidup tanpa harta dari papa! ucap ku
"Mas cukup, ai kecewa sama mas selama ini ai selalu diam karena ai menghargai mas sebagai suami ai!
"Tapi sekarang apa? ai muak mas, seolah-olah mas menyingung kehidupan ai dulu sebelum ai menikah sama mas dulu!
"Sama saja mas menyingung kedudukan ai dulu, bisa tidak mas tidak ikut campur sama urusan hidup anak kita?
__ADS_1
"Ini soal pilihan hidup mas, bukan soal yang lain! ucap mama marah ke papa
Baru sekali ini aku melihat mama marah besar sama papa.
"Mama udah cukup ma! ujar ku menenangkan mama
"Ingat sama kesehatan mama sekarang! ujar ku
"Mas berhak marah sama ai, tapi mas tidak berhak menentukan pilihan anak kita! ucap mama
"Mas egois, dulu kita juga sama seperti anak kita! hubungan kita tidak mendapatkan restu dari orang tua mas!, tapi dengan perjuangan kita berdua akhirnya orang tua mas merestui kita juga! ucap mama menitikkan air mata
"Ma udah ma! ucapku merangkul pundak mama
"Itu beda ai! ujar papa
"Dimana letak bedanya mas? tanya mama
"Devan putra kita mencintai gadis SMK ai, sedangkan anak kita umurnya sudah menginjak kepala tiga!
"Apa dia pantas bersanding bersama gadis SMK? tanya papa
"Menurut aku itu pantas-pantas saja pa! timpal Elsa
"Banyak di luaran sana anak yang seumuran Devan menikah dengan gadis belia! ujar Elsa
"Intinya papa tidak setuju kalau Devan menikahi gadis itu! ucap papa, lalu pergi menuju kamar
"Mas aku belum selesai ngomong! teriak mama memanggil papa
"Sabar ya van kalau dia emang jodoh kamu pasti dia akan datang dengan sendirinya, kita tidak tau rencana yang di atas sana! ucap kak Elsa
"Iya kak! ujar ku membimbing mama masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar sudah ada papa yang langsung tidur setelah bertengkar tadi, aku memapah mama sampai ke ranjang.
"Mama istirahat ya! ujarku tanpa mempedulikan papa yang melihat tajam ke arahku
"Mama jangan banyak pikiran nanti kesehatan mama menurun! ujar ku membantu menyelimuti mama
"Iya mama tidak akan banyak pikiran gini kalau bukan gara-gara papa kamu nak! ujar mama sekaligus menyindir papa secara terang-terangan
"Kamu juga istirahat ya, besok kan kamu mau temani mama untuk cuci darah! ujar mama
Aku mengangguk, lalu pergi dari kamar mama, besok adalah hari kontrol mama ke rumah sakit sekaligus cuci darah mama tiap 2-3 kali dalam seminggu.
Selama ini aku lah yang menemani mama bolak-balik ke rumah sakit untuk cuci darah, sedangkan papa ia lebih sibuk mengurus perusahaan nya, kalau Reno begitu juga dia sibuk dengan urusan nya sendiri.
Kalau kak Elsa mungkin tidak bisa karena dia juga sibuk, aku sendiri yang ada waktu untuk mama.
...
Malam ini aku memulai kebiasaan aku lagi yaitu melamun di balkon sambil melihat malam sunyi ini tanpa kehadiran bintang dan bulan menerangi langit mendung ini.
Aku tersenyum kecut memperhatikan kilatan kecil di langit gelap ulah mendung.
"Seperti nya mau hujan! gumamku
__ADS_1
Seketika rintik-rintik kecil mulai turun ke bumi ini, sedikit demi sedikit rintik-rintik kecil ini berubah menjadi hujan lebat.
Hujan deras ini mewakili perasaan ku yang lagi sedih ini.
Aku masuk ke dalam kamar karena tampias hujan mulai membasahi balkon.
"Devan! lirihku sambil tertawa kecil yang aku buat-buat
Cklekk
Mama membuka pintu kamar ku, aku menghapus bulir air mata ku yang membasahi pipiku.
"Belum tidur? tanya mama
Aku menggeleng aku masih membelakangi mama.
"Belum bisa ngelupain dia? tanya mama mengelus-elus rambutku dari belakang
Aku mengangguk kecil, "sampai kapan kamu begini terus? tanya mama
"Siti tidak tau ma! ujar ku
"Terus mau kamu apa? mama sedih juga lihat putri mama murung seperti ini! ujar mama
Aku menggeleng lagi, tidak tau harus ngelakuin hal apa lagi selain melamun
"Siti mau istirahat dulu ma! besok pagi Siti harus sekolah! ucapku membaringkan tubuh ini ke atas ranjang.
"Mama keluar dulu ya! ujar mama mencium jidat ku
Lalu mama mematikan lampu kamar, kini kamarku hanya di terangi oleh lampu tidur saja.
Malam ini hujan turun sangat lebat petir pun juga ikut menggelegar di luar rumah.
"Siti apa cinta kita tidak akan bersatu? lirihku
Jika memang aku jodoh kamu tolong buka pintu hati kamu untuk ku.
...
bersambung...
...----------------...
Hai para pembaca apa cerita author nyambung?
komen ya pokoknya kalian harus tinggal kan jejak!!!
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1