
Flashback on
Dua hari telah berlalu semenjak pak Devan mengantarkan aku pulang, dua hari juga aku tidak masuk magang karena aku belum pulih betul.
Siangnya aku lagi main hp aku membuka aplikasi WhatsApp ku, ternyata di grup anak magang sudah heboh dengan berita terbaru.
Aku membaca satu persatu pesan yang ada di dalam grup itu dan betapa terkejutnya aku ternyata yang mereka bahas adalah kedekatan aku dengan pak Devan.
Aku terkejut melihat foto ku bersama pak Devan yang lagi memapah aku waktu itu.
"Apa maksudnya ini? mengapa mereka malah memfitnah ku? lirihku tak terima
Bahkan aku membaca pesan dari grup itu mereka mengatakan bahwa aku seorang pelakor.
~Cih, ternyata diam-diam si Siti ada hubungan juga sama atasannya yang sudah memiliki istri!~ Resi
~iiiii anak pilot pelakor woy~ si C
~ku kira alim ternyata seorang pelakor~ Resi
~Tampang cantik ternyata buat pikat atasa nya, bagi-bagi dong resep pelakor nya~ si B
Masih banyak lagi teman-teman satu magang ku yang banyak mencaci maki ku dan menghina diri ku.
Aku menangis di dalam kamar ku hp yang aku pegang tadi terjatuh ke lantai.
"Siapa yang menyebarkan berita hoax ini? lirihku sambil terisak-isak
Deringan hp ku berbunyi aku melihat siapa yang menelepon ternyata Rena yang menelepon ku.
"Hallo Rena! jawabku terisak-isak
'lo nangis sit? gue tau pasti ini gara-gara yang di grup kan?
"Rena siapa yang nyebarin berita bohong itu? ucapku
'Gue juga nggak tau sit! tadi gue lihat di dalam grup itu ada nomor baru, tapi gue nggak tau itu nomor siapa pemilik nya!
"Lo percaya kan reen kalau gue nggak ada hubungan spesial sama pak Devan! ucapku menangis kecil
'gue percaya kok siti, mungkin orang yang iri aja sama lo makanya dia memfitnah Lo, kalau lo ada hubungan spesial sama pak devan!
"Gue takut reen, gue takut semua orang membenci diri gue, gue nggak sanggup reen! ucapku
'Gue akan support lo, gue percaya sama lo, gue akan ada buat lo, besok kita selesaikan masalah ini!
"makasih banyak reen lo selalu ada buat gue! ucapku
Kini aku mematikan panggilan telepon dari Rena, aku masih kepikiran sama gosip yang beredar di grup wa itu.
...
"Siti apa keputusan lo benar untuk menjauhi pak Devan? tanya Rena
"Lo benar-benar yakin untuk meninggalkan nya? secara lo kan suka sama pak Devan! gue nggak yakin deh kalau Lo bisa lupain pak Devan begitu saja! ucap Rena lagi
"Gue nggak mau nama baik pak Devan tercoreng gara-gara gue reen! ucapku termenung di pinggir kolam ikan
"Gue merelakan kalau cinta gue tidak akan pernah sampai ke pak Devan reen, biarkan cinta ini gue pendam sendiri! ucapku
"Lalu cinta yang Lo pendam itu bisa kah membuat hati Lo nggak sakit apa? tanya Rena
__ADS_1
Aku menggeleng tidak tau, "Gue rela reen!
"Kalau itu keputusan yang terbaik bagi Lo, gue bisa apa sit! ujar Rena
Hati ini rasanya tidak rela melepaskan pak Devan begitu saja! tapi mau bagaimana lagi aku tidak boleh egois, aku tidak ingin mencoreng nama baik pak Devan lagi.
Gara-gara ulah ku pak Devan mungkin akan kena marah sama keluarga nya.
Aku bersama Rena masih duduk di tepi kolam ikan, kebetulan sekali di resort ini mempunyai kolam ikan koi yang sangat cantik.
Sedikit terobati rasa sedih ini melihat ikan-ikan dalam kolam ini berenang ke sana ke sini, mereka nampak begitu bahagia!
"Van jujur sama mama kamu tidak melakukan apa-apa kan sama gadis tadi? tanya mama Aina
"Devan nggak apa-apain Siti ma! ucapku
"Terus ada masalah apa? maksud kamu yang tadi itu apa? tanya Elsa
"Masalah nama baik aku di coreng sama tangan yang tidak bertanggung jawab kak! jawabku
"Lah kok bisa? tanya papa Wijaya
"Ya bisa lah pa! mungkin dia iri sama aku! ucapku
"Terus apa hubungannya sama gadis tadi? tanya mama Aina
"Aku dan Siti di fitnah ma! ucapku
"Di fitnah bagaimana pula maksud kamu? tanya mama Aina
"Panjang lah ma cerita nya! ucapku
"Jadi intinya aku di tuduh selingkuh sama Siti! padahal aku cuma berteman saja sama Siti ma! ujarku
"Haha selingkuh? emang kamu udah punya istri apa? seketika tawa mama pecah
"Mama ini serius loh, bisa-bisa nya mama bercanda dan tidak lupa bercanda mama itu meledek Devan loh ma! ujar Elsa yang ikut tertawa
Aneh juga sih kenapa orang-orang mengira aku sudah mempunyai istri? padahal kenyataannya aku belum pernah menikah!
"Kak nggak usah ikut-ikutan meledek aku! ujarku
"Terus siapa yang membuat berita bohong itu? tanya papa Wijaya
Aku menggeleng, "Aku nggak tau siapa pa! ujar ku
"Ini tidak bisa di biarkan orang yang menyebarkan berita bohong itu sudah melanggar undang-undang tentang nama baik kamu! ujar papa
"Papa akan bantu kamu untuk mencari pelakunya! ucap papa
Aku mengangguk, "terima kasih pa! ucapku
"Gadis tadi cantik juga ya! ucap kak Elsa melirik aku dengan tatapan jahil
"Iya mama juga lihat dia seperti nya alim juga! terlihat dari cara berpakaian nya berbeda dari gadis-gadis pada umumnya!
"Pakaian syar'i nya menutupi seluruh aurat nya! ucap mama tersenyum
"Kalau dia jadi menantu mama udah pasti mama bahagia! ucap mama melirik ke arahku
Aku hanya tersenyum kecil, "Mama mau kalau dia jadi menantu mama? tanya ku memastikan lagi
__ADS_1
Mama mengangguk antusias, baik ma aku akan berjuang untuk itu!
Tekat ku sudah bulat aku akan merebut hati Siti!
"Gadis kecil seperti dia kamu mau? ucap papa meremehkan
"Nggak ada apa yang lebih dewasa lagi? gadis bau kencur itu sama saja seperti adik kamu sendiri! ujar papa
Seperti nya papa tidak setuju aku dengan Siti.
"Papa tidak setuju kalau dia menjadi menantu papa! ujar papa
"Biarkan Devan mencari pasangan yang menurut dia baik mas! ucap mama
"Mencari pasangan sendiri? aku tidak yakin ai kalau Devan bisa mencari yang baik menurut dia!
"Kamu lupa waktu itu dia sendiri yang cari pasangannya, jadi nya apa? wanita yang di cari hanya mencintai harta anak kita saja! ujar papa Wijaya
"Tapi mungkin yang ini wanita nya lebih baik lagi mas, kita kan tidak tau! ucap mama membela ku
"Gadis bau kencur itu maksud kamu ai? tanya papa
Mama mengangguk, "Ai yakin gadis tadi cocok untuk anak kita! ujar mama
"intinya papa tidak suka kalau kamu bersama dengan dia! ucap papa menentang
"Papa egois terserah aku lah mau milih siapa! ini pilihan hidup aku sendiri pa, papa tidak berhak ikut campur! ucapku mulai emosi
"Papa berhak ikut campur soal itu! ucap papa meninggikan volume suara nya
Lebih baik aku pergi dari sini dari pada aku berdebat dengan papa lagi, aku memilih untuk pergi dari papa.
Kini aku lagi duduk termenung di taman belakang resort.
"Apa aku salah untuk mencintai gadis yang aku cintai?
"Apa aku salah mencintai gadis belia?
"Kalau memang salah tolong tunjukkan jalan yang baik lagi untuk hamba mu ini ya Allah!
Aku duduk sendiri di bangku taman sambil melamun.
Sebentar lagi acara perpisahan akan dimulai, tapi aku tidak semangat untuk memulai acara ini.
...
bersambung...
...----------------...
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
jangan lupa tinggalkan jejak!!!
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1