Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 52. Mama Devan Masuk Rumah Sakit


__ADS_3

1 bulan kemudian...


Sekarang sudah bulan baru semenjak aku lulus sekolah, pak Devan berjanji akan melamar aku setelah aku lulus.


Tapi nyatanya dia belum kunjung juga ke rumah membawa kedua orang tua nya untuk melamar aku.


Sudah satu minggu ini aku tidak bertemu dia, pesan yang aku kirim tiga hari yang lewat saja dia tidak baca.


Entah kemana dia?, kenapa dia menghilang begitu saja dan tanpa kabar sekali pun.


Apa dia melupakan janji yang pernah ia ucapkan dulu ke aku?.


Lagi-lagi malam ini mendung, seperti hati aku yang gundah gulana saja.


"Mas Devan apa kamu melupakan janji kamu waktu itu? teriak aku di malam ini, walaupun teriakan aku tidak terlalu kencang, kalau kencang takutnya tetangga sebelah akan marah.


"Mas, apa kamu melupakan aku? gumamku, aku tidak bisa menahan kesedihan di hati aku ini.


"Sabar nak, kalau dia bukan jodoh kamu, mungkin ini jalan takdir kamu! ujar mama yang sudah berdiri di belakang aku.


Aku memutar tubuhku, mama tersenyum melihat aku, lalu mama merentangkan kedua tangannya.


Aku langsung masuk ke pelukan mama, aku tidak dapat menahan deraian air mata ini!


"Hikss...mama! ujarku terisak kecil


"Jangan menangisi orang yang belum pasti untuk kita nak! ujar mama mengusap-usap lembut punggung ku.


"Tapi dia sudah berjanji ma! ujarku


"Walaupun dia sudah berjanji, tapi kata Allah dia bukan jodoh kamu bagaimana? ujar mama.


Yang di katakan mama ada benarnya juga, tapi aku belum ikhlas menerima nya.


"Jodoh, rezeki, maut, itu rahasia Allah nak! ujar mama.


"Tapi Siti belum ikhlas ma!


"Siti sangat mencintai laki-laki itu, Siti belum rela melepaskan nya, walau dia bukan jodoh Siti sekalipun! ujar ku lagi.


"Mama tau, sangat sulit melupakan orang yang sangat kita cintai, apa lagi kita tau kalau dia juga mencintai kita! ujar mama


Aku sungguh tidak bisa melupakannya!


Azan isya berkumandang sangat merdunya menusuk hati ini, lantun demi lantunan lafadz azan di kumandangkan oleh Muazin, aku mengambil wudhu untuk melaksanakan shalat isya.


Aku menggelar sajadah ku, lalu aku memulai untuk sholat.


Selesai sudah aku melaksanakan shalat isya, aku menadahkan tangan ku lalu aku berdo'a kepada sang kuasa.


"Ya Allah jika dia memang jodohku maka dekatkanlah, tapi jika dia bukan jodohku maka jauhkan lah aku dengan dia, dan lupakanlah aku tentang dia ya Allah, dan datangkan yang lebih baik dari itu, karena engkaulah pemilik hati yang sesungguhnya ya Allah!


Selesai sholat aku langsung saja mengistirahatkan tubuh ini.


Aku terlelap dalam tidur ku, tapi aku masih bisa mendengar sayup-sayup deringan hp ku.


Aku terbangun lagi, karena hp aku berbunyi, ternyata yang menelepon aku itu pak Devan.

__ADS_1


"Assalamualaikum...! sapa aku ke pak Devan


'Wa'alaikumussalam...! ujarnya di seberang sana.


'Maaf Siti, aku baru kasih kabar! ujar pak Devan


'Siti, mama! ujar pak Devan


Ia tidak melanjutkan ucapannya, aku dengar dari ujung telepon kalau pak Devan lagi menangis.


"Pak, mama kenapa? tanya ku.


Ada yang tidak beres?, ada apa dengan mama pak Devan sebenarnya?, aku merasakan ada sesuatu yang menimpa mama pak Devan.


'Mama masuk rumah sakit Siti! ujar pak Devan.


Aku termenung sejenak.


"Sekarang keadaan mama gimana pak? tanya ku


'Mama, ma-mama, hikss...Siti aku tidak bisa bilang! ujar pak Devan terisak kecil


Aku juga ikut sedih mendengar pak Devan nangis, apa separah itu kondisi mama pak Devan?


"Kalau bapak tidak bisa cerita, mending tidak usah pak, aku takut bapak akan tambah sedih! ujar ku berusaha menenangkan pak Devan


'Kamu bisa ke sini sekarang?, aku membutuhkan kamu Siti! ujar pak Devan


"Bisa pak!, bapak sekarang di rumah sakit mana? tanya ku


'Di rumah sakit setia merdeka! ujar pak Devan


"Mama! panggil ku


"Iya, mama di kamar! ujar mama, aku masuk ke kamar mama.


"Ma, mama pak Devan masuk rumah sakit! ujar ku to the point.


"Apa?, mama nya Devan masuk rumah sakit? tanya mama sedikit terkejut, aku mengangguk kecil.


"Mama temani aku ke rumah sakit ya, tadi pak Devan nyuruh aku ke sana! ujarku.


Tidak mungkin aku pergi sendirian ke sana, apa lagi sekarang sudah malam.


"Rumah sakit mana? tanya mama


"Rumah sakit setia merdeka! ujarku


Mama mengangguk lalu mama juga siap-siap, setelah itu kami pergi ke rumah sakit yang di bilang sama pak Devan tadi.


Sesampai nya di sana aku melihat pak Devan sendirian duduk di kursi tunggu, dia menekuk kan kepalanya sepertinya dia sedang bersedih.


"Mas devan! lirihku, dia menoleh lalu memegang tangan ku.


"Siti, mama, hiks...mama! ujar nya menangis dihadapan aku, seumur-umur baru sekali ini ada cowok yang nangis di hadapan aku.


Mama mengusap-usap punggung pak Devan, ada raut kesedihan juga terlihat dari wajah mama.

__ADS_1


"Sabar nak Devan, mama do'a kan agar mama kamu cepat sembuh! ujar mama


"Iya, ma, makasih do'anya! ujar pak Devan


"Sekarang gimana keadaan mama mas? tanya aku.


"Mama kritis Siti! ujar pak Devan menghapus jejak air matanya.


Kami bertiga duduk di ruang tunggu, aku melihat di sekeliling ku, kenapa keluarga pak Devan tidak ada disini?, apa mereka tidak kesini?.


"Oh, iya yang lain kemana mas?, kenapa tidak ada di sini? tanya ku


"Yang lain sudah pulang Siti, papa sama Reno belum balik dari Hongkong! ujar pak Devan


Aku mengangguk kecil, "Apa kak Reno dan papa, kamu sudah tau kalau mama di rawat? tanya ku.


"Sudah, tapi mereka belum bisa pulang, mungkin besok mereka akan pulang! ujar pak Devan.


"Sebenarnya mama nak Devan sakit apa? tanya mama ke pak Devan


"Sakit yang di derita mama gagal ginjal, ma! ujar pak Devan.


Aku mengangguk-angkuk mendengar nya, "terus apa yang di bilang dokter mas? aku bertanya ke pak Devan


"Kata dokter mama harus mendapatkan donor ginjal secepatnya!


"Kalau tidak nyawa mama jadi taruhannya! ujar pak Devan.


"Terus kamu sudah dapat pendonor yang cocok? tanya mama ke pak Devan


"Belum ma, aku sudah lama mencari pendonor ginjal, tapi hasilnya nihil, tidak ada seorang pun yang mau mendonorkan ginjal nya!


"Waktu itu pernah ada pendonor, tapi ternyata ginjalnya juga rusak, jadinya mama tidak jadi mendapatkan donor ginjal itu! ujar pak Devan


"Iya juga pendonor ginjal itu sangat susah sekali di dapatkan! ujar mama


Aku kasihan juga sama mama pak Devan, apa sesulit itu mencari pendonor yang cocok?


"Aku tidak tau harus gimana lagi? ujar pak Devan.


"Sabar ya mas! aku hanya bisa mengucapkan itu saja.


...


bersambung...


...----------------...


Maaf ya baru bisa update πŸ™πŸ™πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2