
Aku melihat Siti yang lagi berpelukan sama temannya waktu itu.
"gue jujur reen kalau gue nggak bisa melepaskan pak Devan, gue sudah cinta sama dia reen! ucap Siti
Hati aku terpompa sangat kencang mendengar pengakuan dari mulut Siti langsung.
Aku tambah mendekati nya dan kini aku sudah berdiri langsung di belakang nya.
"Jadi kamu mencintai saya juga? ujar ku
Dia langsung melirik ke belakang karena aku ikut bicara, aku tersenyum kepadanya
Teman Siti tadi lalu pergi jadi hanya tinggal kami berdua saja di sini.
Aku diam untuk menunggu Siti bicara lagi, dan akhirnya Siti bicara juga.
"Bapak sudah tau kan isi hati saya! ucapnya
"Iya saya tau! berarti cinta saya tidak bertepuk sebelah tangan! ucap ku
"Maksud bapak? bapak juga mencintai saya? tanya siti
"Iya saya mencintai kamu! ucap ku mengakui nya
Dia tersenyum sangat manis, tapi senyumnya memudar begitu saja.
"Kita sudah mengungkapkan nya satu sama lain pak, tapi maaf pak saya hanya bisa mencintai bapak sampai sini saja, saya tidak mau melanjutkan cinta saya lagi untuk bapak! ucap siti
Aku tertegun sejenak lalu menggeleng tidak terima, baru saja kami menyatakan perasaan, tapi Siti malah mau melupakan cinta nya itu.
"Apa maksud kamu?
"Apa alasannya? tanya ku pengen tau alasannya kenapa dia malah meninggalkan aku.
Aku pernah jatuh cinta, tapi cinta pertama ku malah meninggalkan aku demi orang lain, dan sekarang aku tidak mau ke ulang lagi!
"Saya tidak bisa memberikan alasan nya pak! ucap siti, lalu dia pergi meninggalkan aku sendiri
"Apa kamu mencintai laki-laki lain? sehingga kamu lebih memilih laki-laki itu dari pada aku!
Aku terduduk lemas di bangku taman, sambil mengacak rambut ini gusar.
"Mama tau pasti cinta kamu di tolak lagi kan? tutur mama Aina
"Mama! lirihku
"Kalau dia memang jodoh kamu dia tidak akan pergi kemana-mana! ucap mama
"Ma Devan sangat mencintai dia ma, tapi kenapa cinta Devan di tolaknya ma? tanya ku bersedih
"Mungkin dia belum siap atau dia kaget karena bosnya sendiri mencintai dirinya, kamu tau kan dia masih gadis, apa lagi perjalanan nya masih panjang!
"Dia masih butuh waktu untuk menjawab nya Van, mama yakin itu! ujar mama
"Ma dia juga mencintai aku, tapi dia malah mau melupakan Devan ma! ucapku
"Apa lagi dia juga mencintai kamu, mama yakin ia akan kembali sama kamu nak, tidak mungkin dia melupakan cintanya begitu saja!
"Buktinya ada pada mama sendiri! mama juga begitu sama papa kamu, dulu kami saling mencintai satu sama lain, tapi keluarga papa kamu menentang hubungan mama sama papa kamu!
"Karena apa? karena mama dari keluarga kalangan bawah! jadinya kakek kamu menentang hubungan kami! ucap mama
Dulu hubungan mama sama papa tidak di restui oleh kakek, karena mama berasal dari keluarga kalangan bawah.
__ADS_1
Tapi dengan kegigihan mama sama papa pada akhirnya kakek merestui juga hubungan mama sama papa.
"Jangan menyerah begitu saja! kalau cinta ya harus di perjuangkan! ucap mama
Benar kata mama kalau kita memang cinta harus kita perjuangkan
Aku mengangguk kecil, "aku akan berjuang demi kembali nya cinta ku ma! ucapku penuh tekat
"Mama akan selalu mendukung apa keputusan kamu nak! ucap mama
"Tapi ma...! ucapku, bahkan papa tidak setuju kalau aku bersama Siti
"Kalau soal papa kamu, biar mama yang urus! ucap mama
...
Satu Minggu kemudian...
Seperti biasa setelah menyelesaikan magang satu semester kami semua akan kembali ke sekolah.
Sekarang aku bersama Rena lagi di kantin karena jam istirahat.
"Wiss udah nggak galau lagi nih ceritanya! ujar Rena
"Apan sih gue lagi fokus sama kelulusan gue, intinya gue nggak mau mengingat dia lagi! ucapku
"Alah gaya-gaya lo nggak mikirin dia tapi lo selalu murung sendiri di kelas! ucap Rena
"Siapa juga yang mikirin dia? gue selalu murung di kelas itu karena gue mikirin setelah lulus ini gue mau lanjut atau enggak! ucapku
Aku kepikiran setelah lulus ini aku mau kemana? mau lanjut atau tidak?
"Nikah muda aja! ujar Rena ceplas-ceplos
"Ogah ah mending gue lanjut kuliah! ucap ku
Selesai jam istirahat kini kami masuk ke kelas, tapi di dalam kelas aku selalu kepikiran sama pak Devan.
Dia apa kabar sekarang? terakhir kami bertemu waktu itu pas acara perpisahan itu
Apa lagi aku sudah menukar nomor handphone ku, karena aku tidak mau kalau pak Devan menganggu aku.
Selesai sudah pembelajaran hari ini, kini kami pulang ke rumah kami masing-masing.
Aku membawa motor ke sekolah ku, karena jarak antara rumah dengan sekolah ku lumayan jauh.
"Gue duluan Siti! pamit Rena
"Iya bestie gue juga mau pulang nih! ucapku, kami berpisah di gerbang sekolah
"Siti! ucap seseorang memanggil nama ku
Aku melihat di sekeliling tapi aku tidak melihat seseorang, aku hafal betul itu suara siapa!
"Pak Devan! gumamku, iya betul itu suara pak Devan, tapi dia dimana?
Hati aku senang karena aku bisa mendengar suara yang aku rindukan beberapa hari ini.
Bohong kalau aku tidak merindukan nya! susah payah aku untuk melupakan nya tapi aku tidak bisa!
"Iya siapa? jawabku sambil melihat-lihat di sekeliling pagar sekolah
"Kalau nggak keluar aku pergi ni ya! jangan ganggu aku ya hantu sekolah aku takut! ucapku ngaco padahal aku sudah melihat pak Devan yang sembunyi di balik pagar besi sekolah
__ADS_1
Apa dia mengira kalau aku ini hantu sekolah?
"Kalau aku ada salah maafin aku ya hantu sekolah, aku akan pergi dari sini! ucapnya lagi
"Saya bukan hantu sekolah yang kamu maksud ya, udah tampan gini di bilang hantu sekolah, dimana-mana hantu itu jelek nggak setampan saya! tutur ku jengkel
Dia tertawa sambil memegang perutnya, "Yang bilang bapak hantu sekolah itu siapa? ucapnya
"Salah bapak sendiri kenapa di sama-samain sama hantu sekolah, yang jelas saya nggak bilang bapak hantu sekolah!
"Bapak sendiri tadi loh yang bilang kalau bapak itu hantu sekolah! ucap nya
Iya juga ya tadi kan dia tidak menyebutkan hantu sekolah kepada ku!
Aku menatap nya dengan tatapan tajam, dia balik menatapku, lalu ia mau mencolok mataku.
"Mau ngapain? ujarnya
Aku menaiki sebelah alisku, "Mau culik kamu! ucapku
"Ya saya cuma lewat sini aja! ucapku
"Cuma lewat aja kok mampir kesini, modus ya? ucap Siti sambil berkacak pinggang
"Terserah saya lah, mau saya mampir itu bukan urusan kamu! ucapku
"Kamu bisa peka sedikit tidak pak Devan aku kangen sama kamu!
"Bisa nggak sih kalau ketemu sama aku kamu nggak marah-marah aja! bentak ku
lalu pergi mengambil motor ku dan melajukan motorku, aku meninggalkan pak Devan di gerbang sekolah sendiri.
"Kenapa sih pak Devan tidak bisa ramah sedikit sama aku! apa dia membenci aku karena waktu itu aku menolak nya?
Siti bukanya aku marah-marah terus sama kamu tapi dengan ini caranya supaya kita bisa akrab lagi seperti dulu, pertama kali kita bertemu kita seperti kucing dan tikus selalu berantem kalau bertemu.
Tapi sekarang kamu sudah berubah!
Aku mengejar Siti menggunakan mobilku, aku membunyikan klakson mobil ku,
tintintin...
"Tolong berhenti sebentar Siti! teriak ku dari dalam mobil, lalu Siti menepikan motor nya, aku juga menepikan mobilku di jalan raya.
"Ada apa lagi ini kan yang kamu mau! ucapnya
"kamu kenapa sih? saya pengen ngomong baik-baik sama kamu loh! begini caranya kamu ngomong sama orang yang lebih tua dari kamu! ucapku
"Udahlah aku tidak mau dekat-dekat sama kamu lagi, kan waktu itu aku sudah bilang anggap aja kita tidak saling mengenal! ucapnya
"Kamu tidak pernah menghargai perjuangan saya Siti, saya kecewa sama kamu! ucapku
...
bersambung....
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π