Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 75. Ngidam Sate Padang


__ADS_3

Satu minggu aku ngambek dengan mas devan, ia tidak pernah mengerti dengan aku, aku pengen tinggal bareng mama aku, sementara mas devan menolaknya.


Aku bukan apa-apa tinggal bareng mama aku, tapi aku berkeinginan tinggal di sana karena aku kasihan dengan mama.


Aku takut meninggalkan mama aku sendirian di rumah se gede itu, tapi mas devan tidak mau pindah, ya mau gimana lagi, aku berkewajiban mengikuti ucapan suamiku.


Sore harinya seperti biasa aku pasti duduk di bawah pohon mangga di belakang rumah, di sana aku merasakan ketenangan tiada tara, aazzzik...!


Jam segini biasa nya mas devan sudah pulang, tapi sekarang kenapa dia belum muncul juga?


Dan biasanya dia pasti menemui aku di sini, kami berdua sering duduk berdua di bawah pohon mangga ini, menikmati senja.


"Hmm... mas devan lama banget! keluh ku, sudah lama duduk di sini tapi mas devan tidak juga ke sini.


"Siti! panggil mama


Aku menoleh ke belakang, ternyata mama sudah berdiri di belakang aku.


"Masuk gih, udah mau magrib nggak baik ibu hamil magrib-magrib gini di luar rumah! ujar mama


"Hmm... ya udah ma! ujarku lalu bangkit dari dudukku.


"Kamu pasti tungguin devan? tanya mama, lalu aku mengangguk kecil


"Nggak perlu di tungguin, tu anak udah dari tadi tiduran di kamar! ujar mama


Aku mengerutkan keningku, "masa sih ma? tanya ku


"Nggak percaya?, mending kamu liat aja di kamar, palingan juga ngorok! ujar mama


"Baik ma, aku ke kamar dulu! ujar ku


"Yaa...! ujar mama


Kini aku menaiki anak tangga dengan langkah kaki menghentak-hentakkan ke lantai, sudah dari tadi aku tunggu eh dia malah enakan ngorok di kamar.


Cklekk


Aku membuka pintu kamar dan benar saja dia lagi enak-enakan tidur di atas kasur.


"Sengaja menghindar dari aku? tanya ku


Aku tau dia itu belum tidur, bukti nya saja kakinya gerak-gerak, "nggak usah pura-pura tidur mas! ujar ku mencubit perut nya.


Kalau perut itu di cubit pasti dia minta ampun untuk di lepasin.


"Aaaawwss...saa-kitt...sakit mami! ujar mas devan


"Bangun nggak! ujar ku, lalu ia bangun dari tidur nya yang pura-pura itu.


"Apa sih?, sakit perut aku mami! ujar mas devan


Apa? dia barusan panggil aku dengan sebutan mami?


"Mami, mami gundul mu mas! ujar ku mencubit sekali lagi perutnya


"Mami gimana sih, sakit perut papi! ujar mas devan


"Iiiih mas devan apan sih kok panggilan kita di ubah-ubah gitu? tanya ku


"Nggak papa sayang, mami itu panggilan anak kita nanti nya ke kamu, kalau papi panggilan anak kita ke aku! ujar mas devan


"Belajar dulu, supaya nanti nya nggak terlalu kaku banget! ujar mas devan lagi


Yang di bilang mas devan ada benar nya juga, tapi aku mendengarkan nya jadi geli-geli gimana gitu!


"Kenapa mas nggak nyamperin aku di bawah pohon mangga di belakang rumah? tanya ku


"Hmm...hari ini mas males aja untuk ke sana! ujar mas devan


"Nggak menghindar dari aku kan? tanya ku dengan tatapan menyelidik


"Nggak, untuk apa menghindar dari istri cantik mas ini? tanya mas devan mencubit hidup aku.

__ADS_1


"Istri se-cantik kamu ini nggak akan mas hindari, yang ada mas mau dekat-dekat dengan kamu aja! ujar mas devan mengelus-elus perut aku.


"Kapan kamu lahir nak, papi pengen gendong kamu! ujar mas devan melihat aku, tapi tangan nya masih mengelus-elus perut aku.


"Masih lama mas, mas sabar aja! ujar ku mencium pipi mas devan


"Ya kapan sayang, mas udah nggak sabar lagi! ujar mas devan


"Delapan bulan lagi! ujar ku


"Lama juga ya! ujar mas devan


"Ya lama lah, maka nya kamu harus sabar! ujar ku mengelus-elus pipi mas devan


"Nggak ngambek lagi kan? tanya mas devan


Aku menatap wajah mas devan, lalu aku memasang wajah cemberut ke mas devan.


"Masih! ujarku


"Kalau masih, terus kenapa kamu cium aku tadi? tanya mas devan


"Hayo, ngapain tadi tu? tanya mas devan menaik-turunkan alisnya, aku di buat tersudut oleh mas devan, lidah ini langsung kelu, aku tidak bisa berkata apa-apa lagi!


Terinterogasi banget aku!


"Keinginan anak kamu! jawabku


"Ah masa, kok aku nggak percaya! ujar mas devan mendekatkan wajahnya ke aku


"Permintaan anak kita atau kamu? tanya mas devan


"Anak kamu! ujar ku


"Permintaan kamu atau anak kita? tanya mas devan lagi


"Permintaan anak kita mas! ujar ku


"Permintaan anak kita atau kamu?, permintaan kamu atau anak kita? tanya mas devan


"Permintaan aku! ujarku spontan begitu saja


"Nah, kan aku tau ini keinginan kamu yang nyium aku tadi, mata kamu tidak bisa berbohong sayang! ujar mas devan melayangkan satu kecupan di bibir aku.


"Udah mari kita sholat magrib dulu! ajak mas devan.


...


Selesai sholat magrib aku mengajak siti untuk turun ke bawah.


Oh iya ngomong-ngomong papa aku sudah memberi restu ke pernikahan kami berdua, papa memberi restu karena papa aku sudah capek dengan semua ancaman dan rayuan maut aku.


Kini kami lagi menikmati makanan yang di masak oleh bik imah.


Aku melihat istri kecilku yang lagi makan, suapan pertama dia tidak apa-apa, tapi suapan yang ketiga dia mual-mual.


Lalu ia pergi ke wastafel untuk memuntahkan isi perutnya itu, aku sebagai suami siap siaga sudah berdiri di belakang nya.


"Huek...huek...huek...!


Aku memijit-mijit tengkuknya, "nggak enak banget mas, apa yang aku makan semuanya pasti akan aku muntahkan lagi! adu siti


"Nama nya kamu lagi hamil, ya semua makanan itu pasti nggak enak sama kamu, cuma makanan tertentu yang nggak bikin kamu mual! ujarku


"Kamu ke kamar aja ya, nanti mas buatin teh panas untuk kamu! ujarku


"Nggak mau teh, aku mau nya kamu aja! ujar siti bergelayut manja memeluk aku.


"Ciee...non siti...!


"hehem...hehem...! ujar bik imah senyum-senyum, aku menatap bik imah sambil melototi nya, jadi nya bik imah langsung kabur deh.


"Ya udah, kamu bisa jalan sendiri atau mau digendong kayak karung beras! ujarku dengan jahilnya

__ADS_1


"Mending jalan sendiri dari pada di gendong kayak karung beras, mana mau aku! ujar siti lalu ia pergi sendiri ke kamar.


"Udahan aja makan nya? tanya mama ke siti


"Udah ma, siti nggak mau lanjut, kalau dilanjuti takutnya mual lagi! ujar siti


"Ya udah kamu istirahat saja, nanti mama bawain teh panas! ujar mama


"Nggak usap repot-repot ma, siti nggak mau minum teh, bau teh bikin siti mual juga! ujar siti


"Terus kamu mau nya apa, biar mama yang buatin buat kamu! ujar mama


"Siti nggak mau apa-apa ma, siti istirahat saja! ujar siti.


...


Kini aku sudah berbaring di atas kasur, malah perut aku masih lapar lagi, kalau makan lagi takut mual lagi, serba salah aja!.


Kayak nya malam-malam gini enaknya makan sate padang, ha iya enak kayak nya tuh, aku minta beliin sama mas devan deh!


Mumpung dia lagi tiduran saja, lebih baik beri dia pekerjaan untuk beli sate padang.


"Mas malam-malam gini enak nya makan sate padang deh! ujar ku


"Sate?, padang? tanya mas devan


"Iya sate padang, beliin ya untuk aku, aku kepengen makan sate padang! ujar ku


"Dimana aku harus belinya, aku nggak tau dimana orang jual sate padang itu, lebih baik makan yang lain saja ya! ujar mas devan


"Nggak mau, intinya sate padang, nggak ada menu yang lain, ini keinginan anak kita!


"Emang kamu mau anak kita ngeces? tanya ku


"Tapi kenapa harus sekarang?, besok kan bisa! ujar mas devan


"Ya udah kalau nggak mau beliin aku bis beli sendiri! ujar ku, lalu aku mengambil kunci motor ku dan jaket yang biasa aku gunakan setiap mau pergi keluar.


"Jangan!


"Biar mas saja, kamu tunggu di rumah, aku nggak mau terjadi sesuatu sama kamu dan calon buah hati kita! ujar mas devan mengambil alih kunci motor ku.


"Anak papi jangan aneh-aneh ngidam nya ya! ujar mas devan mengelus-elus perut aku.


"Nggak aneh kok papi, cuma sate padang aja! jawab ku.


"Itu aneh karena kamu minta nya pasti malam-malam gini, malah aku nggak tau lagi tempat nya! ujar mas devan


"Di persimpangan jalan itu ada mas! ujarku


"Iya, terus kamu mau apa lagi?, biar nggak bolak-balik! ujar mas devan


"Hmm... mau kamu sampai ke sini dengan selamat! ujarku


Mas devan tersenyum lalu ia mencium pipi aku, "oke, tunggu aku! ujar mas devan lalu ia berangkat membeli sate padang yang aku minta!


...


bersambung...


...----------------...


Sebentar lagi cerita ini akan tamat, saksikan kelanjutan di season ke 2 nya!


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2