
Sudah setengah jam aku menenangkan hati aku yang sempat emosi.
"Devan ternyata kamu disini? ujar Elsa
Aku hanya melihat kak Elsa yang lagi berdiri di depan ku.
"Kapan kamu mau buka acara ini Van? tanya Elsa
"Sebentar lagi kak! kakak duluan aja nanti aku susul! ujar ku, tidak semangat
"Oke kakak kembali dulu, tapi kamu janji ya segera ke sana! tidak ada penolakan apa lagi alasan-alasan yang lain! tutur elsa
Membuka acara perpisahan ini saja rasanya aku malas.
Aku melamun lagi setelah kak Elsa pergi dari sini, tapi aku kaget karena tiba-tiba saja Siti sudah duduk di sebelahku.
Ia tersenyum manis ke arahku, aku pun membalas senyuman nya.
"Semangat pak! ujar nya
"Saya akan terus di samping bapak, jangan kecewakan saya!
"Berjuang lah demi cinta kita! ucap nya lagi
"DEVAN WIJAYA BURUAN! teriak Elsa
Aku tersentak kaget karena kak Elsa berteriak memanggil aku, ternyata aku hanya berkhayal tentang Siti saja.
Sayang banget ya! padahal kalau betulan pasti aku orang yang paling bahagia di sini
Aku melangkah gontai menaiki panggung, di atas panggung sudah ada papa dan pejabat lainnya.
Aku menyalami satu-satu rekan kerja papa itu, papa juga mengundang rekan-rekan kerja nya.
"Papa aja yang mulai! ujar ku, tidak mungkin aku yang memulai duluan kan?
Jadi papa lah yang berhak duluan memulai acara ini.
Papa mengangguk lalu menuju mikrofon.
"Pertama-tama saya ucapkan terima kasih sudah hadir di acara ini, saya sangat senang karena kalian sudah menghadiri acara perpisahan anak magang ini!
"Saya sangat berterima kasih juga untuk anak-anak magang yang sudah berpartisipasi dalam acara perpisahan ini!
"Baik acara perpisahan ini akan saya serahkan sepenuhnya kepada Devan Wijaya!
Papa melihat ku, aku hanya tersenyum tipis, semua yang hadir di acara ini bertepuk tangan, pada saat aku di samping papa.
prokk
prokk
prokk
Papa membisikkan sesuatu ke telinga ku, aku mengangguk-angguk paham lalu mengacungkan jempol ku.
Sebelum memulai bicara aku melirik Siti yang juga melirik aku, tatapan kami saling beradu.
Aku tersenyum tapi dia malah membuang muka, kecewa sih saat dia cuek sama aku!
Kak Elsa yang juga berdiri si samping ku menyenggol bahu ku.
"Nanti aja lirik-liriknya, sekarang mulai dulu acara nya Devan! ucap kak Elsa penuh penekanan
"Buruan van! ucap Elsa menepuk pundak ku sedikit keras, lalu kak Elsa nyengir kuda saat aku lihat.
"hehkhem...
"Mohon maaf sebelumnya saya ucapkan!
"Baik tanpa banyak kata-kata lagi saya akan memulai acara ini!
"Acara pertama yaitu pemberian hadiah berupa sertifikat penghargaan bergengsi yang di berikan langsung oleh Bapak Wijaya sendiri!
Aku tidak fokus apa yang harus aku katakan, aku melihat kak Elsa yang masih menemani ku.
"Kakak aja yang lanjutin aku nggak bisa! ucapku lalu turun dari panggung
Semua orang mulai ricuh karena aku langsung turun saja dari panggung tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Devan kamu apa-apa ini!
"Jangan bikin malu papa sama klien-klien papa gini dong! ucap papa menyamperin aku.
"Aku nggak bisa pa! ucapku acuh
"Kamu benar-benar mencoreng wajah papa sama tingkah tidak sopan kamu itu! ucap papa
__ADS_1
"Mohon tentang dulu para hadirin! ujar Elsa
"kamu lihat itu! ucap papa menunjuk para tamu yang datang
"Gara-gara kamu semua nya jadi kacau, papa kecewa sama kamu Van! ucap Devan
"Saya Elsa sebagai wakil bapak Devan Wijaya sangat minta maaf sebesar-besarnya!
"Jadi bapak Devan tidak bisa melanjutkan acara ini, jadinya saya sebagai wakil dari bapak Devan yang akan melanjutkan nya!
"Seperti yang telah di sampaikan oleh bapak Devan tadi bahwa kita akan memberi sertifikat penghargaan bergengsi dari Hotel Wijaya!
"Oke baik, saya akan membaca kan nama-nama yang berhak mendapatkan sertifikat ini!
"Beri tepukan tangan meriah dulu para hadirinn...! ucap Elsa lantang
Prokk
prokk
prokk
Semua orang yang berada di dalam aula itu bersorak gembira menantikan siapa kah orang yang akan mendapatkan sertifikat penghargaan bergengsi itu.
"Oke cukup, cukup! ucap Elsa
"Kalian ada yang tau siapa saja orang yang berhak mendapatkan sertifikat ini? tanya Elsa kepada semua anak magang itu
"Saya....
"Saya...
Sorak mereka ramai-ramai, aku hanya duduk diam saja.
"Menurut kamu siapa ya orang nya? tanya Rena
"Nggak tau! jawabku jutek
"Huff...Siti, lo kenapa sih? kenapa kok nggak semangat gini sih jadinya! ujar Rena
"Kalau lo nggak mau tinggalkan dia lebih baik lo bilang jujur aja, rasa cinta untuk seseorang kalau kita pendam sendiri bakalan sakit hati yang sangat-sangat loh! ujar Rena
"Gue nggak apa-apa, udah mendingan kita dengerin aja ibu elsa! ucapku
Aku memperhatikan ibu elsa yang sangat anggun di depan sana.
"Baik saya akan membacakan nama-nama nya, yang terpanggil namanya silahkan maju ke depan! ucap Elsa
"Uuhh nggak sabar banget! ucap resi
"Aldo Barreto!
"Ha? gue? ini beneran gue? nama gue kan yang di panggil? ujar Aldo
"Buruan bro, naik ke atas panggung sana! ujar teman Aldo
"Hayo siapa lagi nih? ujar Elsa
"Siti Marsya Diningrat!
"Aaaa ini beneran Siti Lo dapat penghargaan bergengsi itu juga! ucap Rena memeluk aku
Aku tersenyum kecil lalu menuju ke atas panggung.
"Yang terakhir nih, apakah ada nama kalian di sini? ucap elsa
"S**l kenapa markonah itu sih! ucap resi tak terima
"Rena Monata!
"Apa nama gue juga ada! ucap Rena kaget
"Oke sertifikat penghargaan nya akan di berikan langsung oleh Bapak Wijaya pemilik Hotel Wijaya ini! ucap Elsa
Aku sudah berdiri di atas panggung bersama Rena dan Aldo, pak Wijaya memberikan sertifikat penghargaan itu ke pada kami.
Pada saat pak Wijaya memberikan sertifikat itu, seperti nya ia tidak senang melihat ku, terlihat jelas dari sorotan mata nya.
"Terima kasih pak! ujar ku menyalami punggung tangan pak Wijaya
"Jangan pernah dekatin anak saya! paham kamu! ucap pak Wijaya membisikkan kepada ku
Senyumku langsung memudar saat mendengar kata-kata pak Wijaya yang penuh penekanan itu.
Setelah selesai mememberikan sertifikat itu, aku bersama Rena langsung pergi ke luar Aula.
"Nggak nyangka ya kita mendapatkan sertifikat penghargaan bergengsi ini! ujar Rena senang
__ADS_1
"Ck! decak Rena, lo kenapa lagi sih Siti? gue bingung sama lo! kenapa lagi sih? tadi ceria sekarang murung lagi! tutur Rena
"Hiks...gue mungkin emang tidak berjodoh sama dia reen, gue rela ree, gue mengikhlaskan dia reen! ucapku menangis kecil
"Maksud lo apa? ujar Rena
"hiks...hiks...tadi...renaaa....! aku tidak bisa melanjutkan ucapan ku lagi, aku langsung memeluk erat Rena
"Kenapa ha? kenapa lo nangis gini? gue juga ikut sedih Siti! ucap Rena mengelus-elus punggung ku
"Tadi pak Wijaya ngomong kalau gue harus jauhi pak Devan reen, gue nggak sanggup reen, gue jujur gue benar-benar nggak sanggup! ucapku terisak menjelaskan kepada Rena soal pak Wijaya melarang aku untuk dekat dengan anaknya
"Jadi pak Wijaya ngomong itu sama lo? tanya Rena
Aku mengangguk kecil sambil melepaskan pelukan dari Rena, "gue jujur reen kalau gue nggak bisa melepaskan pak Devan, gue sudah cinta sama dia reen! ucapku
"Jadi kamu mencintai saya juga? ucap Devan
Aku memutar pandangan ku belakang aku melihat pak Devan sudah berdiri di belakang aku, tangannya dia masukkan ke saku celana nya.
Betapa berkharisma nya dia sungguh membuat aku terpesona.
"Lo selesai kan ini gue pergi dulu! pamit Rena
Aku masih diam melihat pak Devan yang masih setia berdiri di sana.
"Bapak sudah tau kan isi hati saya! ucapku memberanikan diri untuk bicara duluan
"Iya saya tau! berarti cinta saya tidak bertepuk sebelah tangan! ucap pak Devan
"Maksud bapak? bapak juga mencintai saya? tanya ku
"Iya saya mencintai kamu! ucap Devan
Senyumku mengambang pada saat pak devan mengakui juga isi hatinya kepadaku, tapi orang tua nya tidak mendukung hubungan kami.
"Kita sudah mengungkapkan nya satu sama lain pak, tapi maaf pak saya hanya bisa mencintai bapak sampai sini saja, saya tidak mau melanjutkan cinta saya lagi untuk bapak! ucapku
"Apa maksud kamu?
"Apa alasannya? tanya devan
"Saya tidak bisa memberikan alasan nya pak! ucapku, lalu pergi meninggalkan pak Devan sendiri
"Maafkan saya pak, saya tidak bisa memberikan alasan nya sama bapak! saya takut kalau bapak menentang papa bapak sendiri! lirihku sambil menghapus air mata ini
Aku mengajak Rena pulang karena aku tidak mau melihat pak Devan lagi.
"Lo bilang apa sama pak Devan? tanya Rena
"Kita pulang aja reen! ajak ku
"Lo ngomong apa sama pak devan, kenapa cepat banget? tanya Rena
"Kita pulang! ucap ku
"Oke kita pulang! ucap Rena
Kami di antar oleh supir Rena, di perjalanan pulang aku hanya diam saja tanpa bicara sepatah kata pun, melihat pemandangan puncak yang begitu hijau membuat hati ini sedikit senang.
Aku sampai di rumah pukul delapan malam, "makasih reen gue masuk dulu! ucapku
"Iya sama-sama Siti! ujar Rena
"Siti sebenarnya kenapa sih? dari tadi gue ajak ngomong tapi dia malah diam aja! ada apa sih ini? kenapa dia bertemu sama pak devan tadi wajahnya murung gitu! seharusnya dia senang!
"Apa cinta nya bertepuk sebelah tangan?
"Auah bikin pusing juga sama kisah cinta mereka berdua!
"Jalan pak! ucapku
....
bersambung...
...----------------...
double up ya!!!
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π