
Kini aku memikirkan bagaimana caranya aku membujuk papa supaya perjodohan itu tidak jadi.
Dan papa mau menerima Siti apa adanya!, aku heran sama papa masa iya aku di jodohkan sama wanita yang jauh ekspetasi ku.
Memikirkan ini aku malah lupa sama pekerjaan ku, dari tadi aku sampai di kantor aku hanya memikirkan ini aja.
"Huff...kerjaan numpuk lagi! keluh ku
Hari ini pekerjaan aku banyak sekali, padahal baru kemaren aku siapkan eh malah menumpuk lagi!
Tapi tidak apa, yang terpenting aku bahagia karena hari ini Siti memanggil aku dengan sebutan berbeda.
"Senengnya hati aku! gumamku tersenyum bahagia.
Baru sekali ini hati aku di tumbuhi bunga-bunga yang bermekaran.
"Siti! panggil mama
Aku yang lagi istirahat di kamar langsung mencari sumber suara mama yang memanggil aku.
"Apa ma? ujarku dari anak tangga, aku melihat mama yang lagi duduk santai sambil membaca majalah.
"Sini dulu! titah mama, aku mendekat ke mama dan duduk di sebelah nya.
"Apa mama sayangku? tanya ku
"Cerita dari A sampai Z! ujar mama
Cerita?, cerita apa coba?, masa aku di suruh ke sini hanya buat cerita, yang di ceritakan aku juga nggak tau!
"Cerita apa ma? tanya ku
"Cerita kan, yang tadi kamu sama Devan! ujar mama
Mama aku kepo banget ya!, mungkin mama mau tau kali ya, soalnya aku pamit tadi pagi ke mama hanya untuk bertemu dengan pak Devan yang terakhir kalinya.
"Nggak ada hal yang perlu di cerita kan ma! ujar ku.
"Lah terus kamu ketemu sama Devan tadi mau apa coba, dan tadi mama liat Devan antarin kamu pulang!
"Kata kamu Devan sekarang pergi ke Hongkong!, terus kok dia masih ada di sini? tanya mama
"Oh, itu...! ujar ku
"Dia nggak jadi pergi ma, dia udah di ganti in sama kak Reno dan kak vano! ujar ku ke mama.
Mendengar kan nama kak Reno mama langsung menutup majalah yang di bacanya tadi.
"Reno?
"Reno mantan kamu itu? tanya mama, aku mengangguk, mama belum tau kalau kak Reno sama pak Devan itu saudara kandung.
"Kak Reno itu adek pak Devan ma! ujar ku
"Maksud kamu adek kakak? tanya mama masih belum mengerti, aku menganggukkan kepalaku sekali lagi.
"Iya adek kakak kandung! ujarku
"Kok bisa! gumam mama, masih terdengar olehku
"Ya bisa lah, mama sama papa nya aja sama! ujarku
__ADS_1
"Terus, terus! ujar mama
"Nggak ada terusan nya mama! ucapku
Mama mengangguk-angguk, "Nggak dapat adeknya, kakaknya pun tidak apa-apa! ujar mama melirik aku.
Wahh, wahh, mama kayaknya nyindir aku nih, kelihatan dari cara melihat aku.
"Mana aku tau ma, pak Devan cinta sama aku, aku pun juga cinta sama dia, salah kak Reno sendiri ngapain duain aku waktu itu! ujar ku
Benar kan apa yang aku ucapkan, aku nggak salah juga kan!
"Terus Reno udah tau kalau kamu cintanya sama kakaknya?
"Yang mama tau Reno itu masih mencintai kamu, apa lagi waktu itu dia ngejar-ngejar kamu! tutur mama
"Tau ma, dia sendiri yang dukung aku sama pak Devan! ujarku
"Ooh, begitu! ujar mama
"Udah kan ma?, aku mau istirahat badan aku lemas lagi ma! ujar ku
Mama langsung meletakkan tangannya di jidat ku, "iya badan kamu panas lagi! ujar mama
"Kalau panas kamu nggak turun-turun bilang sama mama! ujar mama, aku hanya mengangguk, lalu aku kembali lagi ke kamar.
...
Pagi harinya aku sudah dandan yang cantik, hari ini adalah hari kelulusan aku.
Semua anak kelas dua belas di suruh sama pihak sekolah untuk mengunakan baju yang bagus.
Untuk cowok memakai jas dan untuk cewek mengunakan baju kebaya.
Dan aku lupa kasih tau pak Devan kalau hari ini adalah hari kelulusan sekaligus perpisahan ku.
Mama aku nanti akan datang bersama papa dan kak Dimas, mama menunggu papa bersama kak Dimas dulu, baru mereka akan datang.
"Aduhh masalahnya aku lupa kasih tau pak Devan lagi! gumamku
Kalau aku kasih tau sekarang apa dia ada waktu?, diakan orang nya sibuk banget!
Aku mondar-mandir kayak setrika gosokan di dalam kamar, apa dia bisa datang?, aku juga takut menelepon nya, takutnya dia sekarang lagi sibuk.
"Siti, Devan nungguin kamu tuh! ujar mama
Aku berlari ke pintu kamar ku, lalu membukanya untuk mama, "Beneran ma? tanya ku
"Adakah wajah mamamu ini kelihatan bohong? tanya mama
Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, tanpa di undang pak Devan malah ke sini, jadi aku tidak perlu repot-repot menelepon nya.
Aku menghampiri pak Devan yang menunggu aku di bawah.
"Pagi pak! ujarku
Dia berdiri sambil melebarkan matanya, dia melihat aku dari atas sampai bawah, matanya tidak berkedip sama sekali melihat aku.
"Mau kemana kamu? tanya pak Devan
"Sekolah! jawabku
__ADS_1
"Pergi ke sekolah kok pakaian nya seperti ini? tanya pak Devan
"Hari ini hari kelulusan aku sama perpisahan nya juga sekali! ujarku
Dia mengangguk-angkuk, aku juga ikut menganggukkan kepalaku.
"Oh ya kamu ke sini mau ngapain? tanya ku, tumben pagi gini dia sudah ada di sini aja.
"Aku mau antarin ini! ujar nya sambil mengasikan tas selempang aku, kemaren tas aku tertinggal di mobil pak Devan
Aku mengambil nya, "makasih lho, aku kira tas aku hilang! ujar ku
"Iya sama-sama! jawab pak Devan
"Hmm... hari ini kamu sibuk nggak? tanya ku
"Nggak terlalu sibuk! ujarnya
Alhamdulillah untung saja pak Devan nggak terlalu sibuk, jadi bisa lah ya aku bawa dia ke acara perpisahan aku.
Untuk mendampingi aku, lagian aku sendiri yang nggak punya pasangan, teman-teman aku udah punya pasangan, masa aku nggak.
"Kamu mau nggak temani aku ke acara kelulusan aku? tanya ku ke pak Devan
"Hmm...gimana ya! ujar nya
Bau-bau nya pak Devan nggak bisa deh, walaupun katanya tadi nggak sibuk banget, tapi dia orang nya banyak kerjaan.
"Nggak bisa ya! ujar ku
Mungkin udah takdir aku untuk acara perpisahan ini sendirian tanpa ada yang dampingi aku.
"Ya udah aku bisa, tapi kayaknya siang aku harus balik ke kantor! ujarnya
Aku tersenyum lebar, sebentar pun tak apa-apa yang terpenting dia sudah mau.
"Kalau gitu kita langsung pergi aja! ujar ku
"Mama kamu nggak ikut sekalian? tanya pak Devan.
"Mama aku nanti siangan berangkat nya, sekalian sama papa dan kakak aku! ujar ku
"Ooh gitu! ujar nya.
Aku dan pak Devan pamit sama mama, di dalam mobil pak Devan nampak senyum-senyum.
Aku hanya garuk-garuk kepala dibuatnya
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π