
"Kamu tidak pernah menghargai perjuangan saya Siti, saya kecewa sama kamu! ucap Devan
Aku di buat terdiam oleh pak Devan, berarti selama ini dia berjuang sendirian demi aku, apa mungkin dia melawan papa nya demi aku?
"Jangan salah kan aku, aku bisa apa? apa aku harus melawa orang tua kamu juga ha? ucapku mata ini sedikit mengeluarkan air mata
Apa maksud Siti? harus melawan orang tua ku?
"Apa maksud kamu Siti? ucapku
"kamu tidak tau kan? ini gara-gara papa kamu! ucap Siti
"Aku belum mengerti apa maksud kamu Siti? ucapku masih bingung sama ucapan Siti
"Iya, papa kamu yang tidak merestui hubungan kita, papa kamu nyuruh aku untuk jauhi kamu, aku bisa apa ha? ucap Siti air matanya sudah berlinang membasahi pipinya
Jadi maksud Siti kalau papa lah yang menyuruh Siti untuk menjauhi aku?
"Papa aku bilang apa ke kamu? tanya ku
"Pak Wijaya bilang kalau aku harus jauhi kamu! ujar Siti menghapus air matanya
"Jadi kamu menjauhi aku karena itu alasannya?
Dia mengangguk kecil seraya menghirup ingusnya kembali, iii jijik juga aku lihat nya, tapi Siti lucu juga kalau nangis gitu.
Aku memberikan sapu tangan ku padanya, "ambil ini jangan seperti anak kecil, masa ingus di hirup kembali, cantik-cantik kok jorok!
Dia mengambil sapu tangan yang aku berikan kepada nya, lalu ia mengelap ingusnya menggunakan sapu tangan itu
"Itulah alasan saya kenapa saya menjauhi bapak dan menghilangkan rasa cinta saya ke bapak! ucapnya
"Papa benar-benar keterlaluan! lirihku sudah mengepal tangan ini karena menahan emosi
"Kalau cinta kita tidak bersatu saya ikhlas pak, saya takut melawan orang tua, saya tidak berani pak!
"Jika kita memang berjodoh mungkin kita bisa bersatu dengan jalan yang lebih baik lagi pak! ucap Siti
"Kamu menyerah begitu saja? tanya ku
"Saya bukan menyerah pak, tapi saya sudah pasrahkan kepada sang ilahi! ucap Siti
"Itu namanya kamu menyerah Siti, apa kamu tidak mau berjuang dengan saya? ujarku
Dia terdiam, aku juga tidak tau apa dia benar-benar pasrah begitu saja?
"Ayo bilang sama saya Siti, kamu mau menyerah begitu saja? tanya ku
"Saya tidak tau pak! ucapnya air mata nya sudah jatuh kembali
Aku tidak tau sama jalan pikiran Siti, "kamu benar mau melupakan saya? ucapku
Dia masih terdiam air matanya mengalir begitu saja, aku jadi kasihan juga sama dia.
"Oke kalau itu mau kamu, aku akan pergi dari hidup kamu selama-lamanya, aku tidak akan pernah ada lagi buat kamu, aku akan pergi jauh dari kamu!
"Sampai di sini saja cinta kita, kalau kamu bahagia aku juga ikut bahagia! ucapku
"Maaf aku sudah menganggu kamu! ucapku, kini aku yang meninggalkan nya di pinggir jalan.
"Pak tunggu dulu saya belum selesai bicara! ucap nya terisak-isak, aku tidak menggubris ucapan Siti
__ADS_1
Aku melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi, aku sangat kecewa sama Siti, jadi memang betul ia menyerah begitu saja.
"Kamu jahat aku belum selesai bicara, bukan itu maksud aku, aku ingin berjuang sama kamu! isak ku
"Devan Wijaya aku bersumpah tidak akan ada wanita lain yang akan merebut hati kamu dari aku! gumamku
...
Aku menuju ke kantor papa aku mau menemui papa.
sesampainya di kantor aku langsung mengobrak pintu ruangan papa.
"Papa keterlaluan! ujarku yang sudah mengepalkan tangan ini
Papa hanya bersikap biasa-biasa saja, sambil membaca beberapa berkas yang terletak di atas mejanya.
"Maksud papa ngomong sama Siti itu apa? ujarku marah
"Dasar pengadu! ucap Wijaya sinis
"Aku sudah pernah bilang sama papa, jangan ikut campur urusan aku, mau aku pilih gadis belia sekalipun aku tidak peduli pa, asalkan dia benar-benar mencintai aku dengan tulus! ucapku
"Jangan jadi laki-laki b*d*h van, kamu ingat tidak perempuan pilihan kamu itu tidak ada yang benar!
"Sekarang calon kamu gadis ingusan itu? jangan harap dia bisa menjadi menantu papa!
"Gadis kecil itu hanya cocok untuk jadi adik kamu bukan untuk jadi istri kamu!
"Sekali lagi papa bilang kalau Siti gadis tidak benar aku tidak akan segan-segan menghancurkan perusahaan papa!
"Silahkan papa tidak takut! ujar Wijaya
"Aku tidak mau di jodohkan sama pilihan papa itu, aku tidak mau! ucapku
Kenapa papa selalu ikut campur dalam urusan ku? aku pengen hidup bahagia tanpa ikut campur tangan papa!
sekarang papa mau menjodohkan aku sama wanita pilihan nya! aku tidak mau itu terjadi!
"Lebih baik kamu siap-siap karena sebentar lagi, ia akan datang ke rumah! ujar papa
"Aku peringatkan sekali lagi aku tidak mau di jodohkan sama pilihan papa! ucap ku emosi melempar barang-barang yang ada di meja papa
"Kamu tidak akan bisa melawan perintah papa! ucap papa
"Cih! tua bangka tidak tau diri! gumamku
Lalu aku pergi dari situ, aku pulang ke rumah dengan perasaan menggebu-gebu.
Aku menghampiri mama yang lagi duduk di teras rumah.
"mama tau soal papa yang mau menjodohkan aku sama wanita pilihan nya? tanya ku ke mama siapa tau mama tau
Mama mengangguk kecil, "mama baru tau tadi malam van!
"mama tidak bisa mencegah papa kamu! ucap mama
"Aku nggak mau sama wanita itu ma! aku maunya sama Siti hanya dia orang yang aku cinta ma! ucapku
"Maaf Van mama tidak bisa mencegah papa kamu! ucap mama
"Mama tidak salah, tapi papa yang selalu ikut campur dalam hidup aku ma! ucapku memeluk mama
__ADS_1
"Sabar ya nak, semua pasti ada jalannya! ucap mama melepas pelukannya
"Oh iya gimana pertemuan kamu sama Siti tadi? tanya mama
Tadi itu mama lah yang menyuruh aku untuk bertemu dengan Siti.
"Mama tau? kenapa Siti sengaja menjauhi aku? ucapku
mama tampak bingung, "kenapa? tanya mama
"Siti sengaja menjauhi aku karena papa ma!
"Selama ini papa lah yang menyuruh Siti tidak mendekati aku ma! ucapku
"Papa kamu? ucap mama langsung berdiri, mama tampak marah
Mama memegang pinggang nya, sambil meringis.
Aku yang menyadari mama lagi menahan sakit jadi cemas
"Mama kenapa? tanya ku
"Pi-pinggang mama sakit lagi van! ucap mama
"Kita kedalam ya ma! ucapku membawa mama ke dalam kamar, mama terbaring lemas di atas ranjang nya, aku tidak tega melihat mama menahan rasa sakit yang menghantam tubuhnya.
Mama dinyatakan sakit gagal ginjal stadium empat, waktu itu dokter menyarankan untuk transfusi ginjal, kalau di biarkan maka nyawa mama tidak akan bisa ditolong.
Aku bersama pihak rumah sakit sudah memasang iklan dimana-mana untuk mencari pendonor ginjal yang cocok untuk mama.
Tapi sampai sekarang kami belum juga menemukan pendonor yang cocok buat mama.
"Kita ke rumah sakit ya ma! ujarku
"biar di sana mama bisa di tangani langsung oleh dokter spesialis nya langsung! ucap ku
"Mama bosan di rumah sakit Van! tutur mama
"Kamu keluar aja mama mau istirahat dulu, jangan paksa-paksa mama ke rumah sakit! ucap mama menutup matanya langsung
Aku memperhatikan wajah mama yang semakin hari semakin pucat, aku sedih melihat mama seperti ini.
Tak terasa air mata ini mengalir dengan sendirinya, "Mama cepat sembuh! lirihku
....
bersambung...
...----------------...
hai para pembaca nyambung nggak sih ceritanya?
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1