
Aku terdiam sesaat, aku tidak tau harus berbicara apa lagi!
Tenggorokan aku rasanya sudah besar karena menahan tangis ini.
"Kamu percaya kan sama aku? tanya pak Devan lagi
Aku sedikit menjauh dari nya, air mata ini sudah menitik begitu saja.
"Ayo dong Siti jangan cengeng gini! lirihku menghapus bulir air mata ini
Aku berusaha menenangkan diri aku ini, supaya air mata ini tidak mengalir lagi.
"Aku percaya! ujar ku, walau air mata ini tetap mengalir, aku membelakangi pak Devan supaya dia tidak melihat aku sedang nangis
Nanti dia bilang aku cengeng lagi!, malu-maluin banget sih aku!
kenapa juga aku nangis?
"Aku tidak akan lama kok, aku janji setelah aku kembali, aku akan mencari kamu, bahkan rencananya aku akan melamar kamu! ujar ku kepada Siti
Aku sudah memantapkan hati ku setelah pulang nanti aku akan menikahi Siti.
"Apa tidak terlalu terburu-buru? tanya siti, dia masih membelakangi aku.
Aku tau dia sedang menangis, tapi dia tidak mau memperlihatkan nya kepada ku.
"Kalau kamu belum siap, aku akan menunggu kamu, kapan pun itu! ujar ku
"Jika aku belum siap? tanya Siti
"Aku akan menunggu kamu, kapan pun kamu siap? ujar ku
Hati ini sedikit senang mendengar penuturan pak Devan, ia mau melamar aku nanti nya.
Tapi aku masih ragu akan hal itu, tapi aku juga tidak bisa menolaknya, aku harus apa?
"Kalau aku menolaknya? tanya ku ke pak Devan
"Aku yakin kamu tidak akan menolak nya! ujar nya
"Aku akan memegang ucapan kamu, aku akan selalu menunggu kamu, seperti aku menunggu kamu waktu itu! ujar ku
Aku membalikkan badanku, kini aku melirik pak Devan dengan senyum terpaksa.
Aku masih belum bisa menahan air mata ini, justru air mata ku ini mengalir dengan sendirinya.
"Hey kamu tidak boleh sedih! tegur pak Devan
"Hiks...aku sedih karena lusa kita tidak akan bertemu lagi! ujar ku
Pak Devan memberikan sapu tangan nya kepada ku!, aku mengambil sapu tangan itu, hiks...,banyak banget sapu tangan mu pak?
Sapu tangan kemaren aja belum aku kembalikan ke kamu!
Aku menghapus air mataku menggunakan sapu tangan itu.
"Walaupun kita tidak bertemu, tapi hati aku sudah aku titipkan ke kamu! ujar pak Devan
"Kalau aku tidak bisa menjaga hati ini gimana? tanya ku ke pak Devan
"Aku tidak percaya! ujar pak Devan
__ADS_1
"Kenapa? tanya ku
"Buktinya kamu bisa menjaga hati kamu untuk aku waktu itu!, lebih dari tiga bulan aku meninggalkan kamu, bahkan aku juga pernah tidak menghubungi kamu! ujar pak Devan
Aku tertegun lalu tersenyum, segitunya pak Devan mempercayai aku, justru aku kebalikannya dari kata-kata pak Devan barusan.
Aku pernah punya hubungan spesial dengan orang lain, tanpa sepengetahuan pak Devan!
Tapi aku sangat menghargai itu karena dia sangat-sangat mempercayai aku.
Sampai-sampai dia juga mau menitipkan hati nya kepada ku.
"Kamu yakin?, jikalau aku berpaling gimana? tanya ku, aku pengen tau apa reaksi pak Devan, apa dia tetap kekeuh untuk mempertahankan aku.
"Kamu tidak akan berpaling dari aku! ujar nya
Aku mengangguk kecil, benar dia begitu mencintai aku, jelas dari pendirian nya.
"Kamu mau balik? tanya nya
Kami di taman ini sudah hampir tiga jam lamanya.
Aku menggeleng, aku tidak mau pergi dari tempat ini dulu, aku masih butuh waktu menenangkan diri aku.
"Kalau kamu mau balik duluan silahkan, aku nanti aja balik nya! tutur aku
Dia kembali duduk di sebelah ku, tadi itu dia sudah berdiri, tapi dia duduk lagi.
"Bagaimana aku bisa pergi, sementara hati aku masih di sini! ujar nya
Aku tersenyum lebar, ternyata dia laki-laki yang sangat baik!.
Aku tidak salah memilih dia!, aku akan memperjuangkan kamu pak!
Langit terang benderang dengan pancaran sinar matahari terik tadi seakan berubah menjadi gelap, awan hitam pekat menyelimuti langit cerah tadi.
Rintik-rintik kecil mulai turun hingga rintik-rintik kecil itu berubah menjadi hujan deras.
"Pak hujan pak, kita harus berteduh! ujarku menarik tangan pak Devan.
"Kita ke dalam mobil saja! ujar pak Devan
Kini dia yang menarik tangan ku, kami berlari melewati hujan deras ini, kami masuk ke dalam mobil sudah basah kuyup.
"Yaah basah lagi! ujar ku, berusaha melap-lap baju ku yang basah ini.
Pak Devan membuka jas nya karena juga basah kuyup, badan six pack pak Devan terpampang dengan jelas, karena baju dalamnya warna putih jadinya kelihatan bentuk tubuh nya yang kekar itu.
Aku susah payah menelan saliva ku, aku masih memperhatikan nya!
"Siti!
"Siti! ujar pak Devan melambai-lambai kan tangannya di depan wajahku.
Aku tersentak dari lamunanku, "ha? i-iya pak! jawabku gugup.
Pak Devan mengambil sebuah baju yang berada di jok belakang, seperti nya pak Devan selalu bawa baju ganti kemana pun dia pergi.
"Kamu boleh tidak menghadap ke sana dulu! titah pak Devan
Aku mengerenyitkan jidatku, ah aku tau maksud pak Devan, aku buru-buru memutar arah pandang ku ke luar jendela mobil.
__ADS_1
"Aku mau ganti baju aku dulu! jangan lihat ke sini!, tunggu instruksi dari aku baru kamu menghadap ke sini lagi! ujar nya
Aku mengangguk pelan, gugup juga aku jadinya.
"Udah belum! ujar ku memicingkan mataku
"Belum! ujar nya
Aku masih menghadap ke luar jendela, aku tidak sanggup melihat ke arah pak Devan, takutnya jantung aku ini bisa jatuh.
"Udah!, setia banget liat ke arah luar! ujar nya
Aku memutar tubuhku pelan-pelan, lalu membuka mata ini secara perlahan-lahan juga.
Hujan ini membawa berkah juga ya!, aku bisa lebih lama lagi bersama Siti.
Oh hujan nanti saja kamu berhentinya ya!, aku masih mau bersama Siti.
Aku melihat bibir Siti yang bergetar karena kedinginan, dia juga memeluk tubuhnya dengan kedua tangan nya.
"Dingin pak! adu Siti
Beruntung aku membawa jaket, ntah kenapa juga aku membawa jaket hari ini, biasanya aku tidak suka membawa jaket.
Aku mengambil jaket ku di jok belakang, lalu memberikan nya ke Siti.
"Pakai ini supaya kamu tidak kedinginan lagi! ujarku.
Dia langsung mengambil jaket dari ku, "Makasih pak! ujar nya
Jaket pak Devan bau nya wangi sekali, bau parfum yang biasa dia gunakan!
Nyaman juga ternyata memakai jaket milik pak Devan ini, bau parfum yang sangat aku suka ini akhirnya menempelkan juga di baju aku ini.
Aku memejamkan mataku sambil menghirup aroma wangi ini.
Aku melihat Siti yang tersenyum sendiri itu, aku jadi ikut tersenyum juga.
"Kalau hujannya belum berhenti juga, biar aku aja yang antar kamu pulang! ujar ku
"Tapi motor aku gimana? tanya nya
"Motor kamu biar aku yang urus! ujar ku
"Hmmm... emangnya tidak papa?, aku takut merepotkan kamu! ujar nya
"Aku tidak merasa di repotkan oleh kamu! ujar nya.
Aku mengangguk, senang juga hati ini karena di antara pak Devan.
...
bersambung...
...----------------...
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
__ADS_1
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)