
Sore ini aku pulang cepat dari biasanya, karena tidak ada pekerjaan yang terlalu penting lagi.
Aku berencana pergi ke rumah siti, sebelum ke rumah Siti, aku singgah ke toko bunga untuk membeli bunga.
Aku memesan bunga mawar warna kuning dengan aksen merah, kata orang-orang bunga warna ini memiliki arti 'jatuh cinta atau kasmaran'.
Setelah dari toko bunga aku juga mampir ke toko hijab, selain memberikan Siti bunga aku juga ingin memberikan nya jilbab.
Aku membelikan Siti pasmina yang biasa di gemari oleh remaja-remaja masa kini.
Setelah semua selesai aku beli, aku melajukan mobilku ke arah rumah Siti.
"Semoga saja Siti suka sama hadiah kecil ini! gumamku sambil tersenyum.
Tidak bisa di bayangkan seperti apa ekspresi wajah Siti yang lagi kesenangan, mendapatkan hadiah ini.
Aku memberhentikan mobilku agak jauh dari rumah Siti.
Wajah sumringah ini berubah menjadi kaget, saat melihat pemandangan itu.
Aku sangat mengenal sosok seorang laki-laki itu, dia!, dia Reno adik aku sendiri.
"Reno! gumamku
Ada hubungan apa Reno dengan Siti?, kenapa Reno memberikan Siti bunga?
Apa wanita yang pernah di ceritakan Reno sama aku itu siti?
Apa?, jadi Siti wanita yang di cintai Reno!, kenapa Reno tidak memberi tau aku kalau wanita yang di maksud adalah Siti!
Kenapa jadi begini?, kenapa aku mencintai orang yang sangat di cintai Reno adik aku sendiri.
Aku memukul-mukul stir mobil ku, aku bingung harus apa, aku tidak mau menghianati adik aku sendiri dengan cara merebut wanita yang ia cintai, tapi di sisi lain aku sangat mencintai Siti juga.
Apa aku harus mundur?, apa aku harus mengakhiri hubungan ini?, tapi aku juga tidak mau menyakiti hati Siti.
Apa aku harus mengorbankan perasaan aku ini demi adik aku?.
"Ya Allah kenapa jadi begini?, kenapa aku mencintai wanita yang di cintai adik aku?.
Di sana aku melihat Reno yang lagi berbicara sama Siti, kelihatan nya mereka sangat akrab sekali.
Aku tidak pernah melihat wajah Reno se-senang itu!.
"Aku tidak boleh egois! gumamku
Tapi hati ini juga tidak terima, saat melihat Siti sama Reno yang lagi tersenyum bahagia gitu
....
Dia mengambil bunga anggrek itu, "tidak perlu repot-repot memberikan aku bunga anggrek ini kak! ujar nya
"Kenapa? tanya ku
"Karena bunga anggrek yang kakak kasih sudah hidup di belakang rumah! ujarnya
"Oh, begitu! ujar ku
"Tapi kakak tenang saja, aku akan menerima bunga ini! ujarnya
"Bunga Anggrek Putih, menandakan kita sahabat! ujar nya
__ADS_1
"Kamu masih mau berteman dengan ku? tanyaku kepada Siti
Dia mengangguk, "kenapa tidak? ujarnya
"Berteman sama kakak menyenangkan lho! ujar nya
"Terima kasih kalau kamu tidak membenci aku! ujar ku
"Iya sama-sama kak! ujar nya
Kak Reno tumben ke sini?, ada apa ya?, kenapa kelihatan nya dia mau bicara sesuatu.
"Kak Reno yakin kesini mau kasih bunga ini aja? tanya ku
Dia menghela nafas panjang, kenapa dengan kak reno?, tiba-tiba wajahnya menjadi sedih gitu?
"Aku ke sini mau pamit sama kamu! ujar kak Reno
Pamit?, kak Reno pamit mau kemana?
"Maksud kak Reno? tanya aku
"Iya, aku besok mau pergi jauh, jauh dari kamu, mungkin kita jarang ketemu lagi!, mungkin juga kita tidak akan pernah ketemu lagi! ujar nya
"Kak! ujar ku masih bingung, tapi bingung aku ini rasanya tidak enak gimana gitu!
"Aku besok akan pergi ke luar negeri, mungkin aku akan tinggal di sana juga! ujar nya lagi
Aku termenung mendengar ucapan kak Reno, ada rasa sedih juga kalau dia pergi, tapi mau gimana lagi.
"Jadi kak Reno kesini mau bilang itu? tanya ku, dia mengangguk.
"Aku tidak akan menggangu kamu lagi, kalau kamu bahagia aku juga ikut bahagia, walaupun kita terpisah jauh! ujar kak Reno
"Aku juga mengusir kakak waktu itu, aku bersikap tidak sopan juga sama kakak waktu itu! ujar ku
"Aku sudah memaafkan kamu, aku memaklumi itu, karena di sini aku yang salah, bukan kamu! ujar kak Reno
"Makasih juga kak, kakak selalu baik sama aku, walau aku kadang tidak menghargai kakak! ujar ku
"Iya sama-sama!
"Berbahagialah dengan orang yang kamu cintai! ujar kak Reno
Aku jadi merasa bersalah dengan kak Reno, dia orang nya baik!.
"Aku balik dulu! ujarnya
Kak Reno menaiki motornya, sambil melihat aku.
"Jaga bunga-bunga yang telah tumbuh itu! ujar nya. Aku mengangguk sambil mengacungkan jempol ku.
Setelah kepergian kak Reno aku jadi malas untuk pergi ke warung, padahal niat hati tadi aku pengen ke warung beli jajanan.
Tapi ya sudah lah, nggak jadi aja lah, udah terlanjur mager juga!.
"Siti! panggil seseorang, pada waktu aku mau masuk ke dalam.
"Pak Devan! ujar ku tersenyum, tapi wajahnya kelihatan tidak bersahabat sekali.
Wahh pak Devan ayang bawain aku bunga mawar lagi!, oh, so sweet banget deh!, apa lagi warna nya kuning dengan aksen merah.
__ADS_1
"Kenapa ke sini nggak bilang-bilang aku dulu? tanya ku, tapi kelihatannya dia lagi menutup-nutupi sesuatu dari aku.
"Reno Wijaya kan! ujar nya
Aku langsung terdiam, dari mana pak Devan tau nama kak Reno?
Oh iya aku baru ingat, kak Reno kan berteman dengan pak Devan.
"Aku bisa jelasin sama kamu! ujar ku, kelihatan nya pak Devan tidak suka kalau aku berteman dengan kak Reno.
"Nggak perlu beri penjelasan lagi! ujar pak Devan, dia menjatuhkan bunga mawar itu di hadapan aku.
Segitu kah pak Devan kalau lagi cemburu?, kan sayang bunga sebagus itu di buang-buang!.
Tapi kenapa pak Devan sangat marah?
"Dengerin aku dulu! ujar ku, tapi langsung di potong oleh pak Devan.
"Aku kecewa sama kamu Siti, kenapa kamu tidak pernah bilang kalau kamu punya hubungan dengan adik aku sendiri?, apa kamu mau menghancurkan hubungan persaudaraan aku dengan adik aku sendiri?
"Kenapa kamu tidak memberi tahu aku kalau kamu suka sama adik aku, kalau aku tau kalau kamu punya hubungan dengan adik aku, mungkin aku tidak akan mencintai kamu Siti! ujar pak Devan
"Tapi aku!
"Tapi apa?, tapi kamu tidak bisa memberi tahu aku kalau kamu suka sama adik aku?
"iya? iya, itu Siti? ujar nya
"Dengerin aku dulu! ujar ku
"Aku kecewa sama kamu Siti!
"Ini kecewa yang kedua kalinya Siti, kamu tenang saja aku akan memberikan kamu ke Reno kok!
"Dengerin aku dulu, aku mau memberikan penjelasan ke kamu! ujar ku
"Udah lah aku terlanjur kecewa sama kamu Siti, aku mati-matian membela kamu dengan papa ku, tapi ini kenyataan nya, sudah lah Siti mungkin kita memang tidak bisa bersama! ujar pak Devan
Dia pergi meninggalkan aku, aku mengejarnya, aku ingin memberikan penjelasan ke dia!.
Pak Devan sudah naik ke mobilnya, aku mengetuk-ngetuk jendela mobil itu.
"Pak dengerin dulu! ujarku
"Ini bukan apa yang kamu maksud pak!, aku hanya berteman sama kak Reno! ujarku, tapi sangat di sayangkan sekali mobilnya sudah melaju meninggalkan aku.
Aku tidak bisa mengejar mobil nya itu lagi, "Pak hiks...bukan itu yang kamu pikirkan, aku tidak punya hubungan apa-apa dengan kak Reno, hiks...! aku terisak kecil karena pak Devan tidak mau mendengar kan penjelasan dari aku.
....
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π