
Aku masih memegang bibir ku yang sempat di cium oleh mas Devan, dia memperhatikan aku sambil tersenyum.
Aduhhh hati aku sudah berdisko ulah mas Devan tadi, tapi tidak apa aku malahan senang.
Pasti pipi aku sudah memerah karena malu, udah pasti ini, uuh mas Devan bikin aku malu di depan para netizen aja, dah nggak usah halu, di kamar cuma ada aku dan mas Devan aja.
"Udah nggak usah inget-inget terus! tegur mas Devan
"Siapa juga yang mengingatnya kamu aja yang kepedean! ujarku
"Alah sok-sokan nggak mengingat nya padahal iya! ledek mas Devan
"Nggak ada ya, aku serius! ujarku
"Lebih baik mas keluar aja deh! ujarku mengusir mas Devan, kalau dia masih di sini udah pasti dia akan meledek aku terus.
"Yang punya kamar siapa?, yang punya rumah juga siapa? tanya mas Devan dengan senyum smirk.
"Kamu! ujar ku
"Nah itu tau, berarti kapanpun aku mau keluar dari kamar aku ya terserah aku lah, jadi kamu nggak berhak ngusir aku! ujar mas Devan
"Oopsst kamu udah lupa! ujarku
"Nggak aku nggak lupa! ujar mas Devan
"Nah kalau nggak lupa lalu kamar ini sudah jadi milik aku juga lho, jadi aku berhak dong ngusir kamu! ujarku
"Ya nggak boleh gitu juga dong! ujar mas Devan
"Udah ah aku nggak mau berdebat sama kamu masalah kamar, aku mau bobok dulu! ujarku lalu naik ke atas ranjang.
"Oh iya, kamu jangan lupa untuk makan, aku nggak mau kamu sakit! ujarku lalu aku menyelimuti seluruh tubuh ku.
"Iya, nanti setelah ini! ujar mas Devan mengambil laptop nya.
Mau ngapain dia ya?, jangan bilang kalau dia mau siapin kerjaan nya dulu!, tukan dia susah sekali untuk makan, apa dia selama ini seperti ini juga susah untuk makan.
"Mau ngapain? tanya ku
"Nggak jadi makan? tanya ku lagi
"Ini siapin kerjaan sedikit dulu, keburu lupa nanti! ujar nya
Aku menggelengkan kepalaku, lalu aku turun lagi dari tempat tidur, aku menghampiri nya, aku juga duduk di samping nya
"Ngapain ke sini lagi?, tapi mau tidur, kamu kan masih sakit, jangan banyak gerak nanti luka operasi kamu basah lagi! ujar mas Devan, begitu perhatian nya dia sama aku.
"Aku mau....! aku langsung merebut laptop yang berada di pangkuannya itu.
Dia melihat aku dengan tatapan dingin namun mampu membuat aku takut, tapi laptop yang aku ambil tadi masih di tangan aku.
Mas Devan mengisyaratkan ke aku untuk menarok kembali laptop nya itu, tapi aku menggelengkan kepalaku.
"Tidak! ujarku
"Kepala batu, udah di bilangin makan dulu baru kerjain ini! ujarku
"Nanti sitii...! ujar mas Devan
"Apa susahnya sih untuk makan sekarang! ujar ku
__ADS_1
"Nanti aku lupa kerjain nya! ujar mas Devan meminta laptop nya itu
"Biar aku yang mengingatkan kamu! ujar ku
"Oke, apa boleh buat kalau kamu sendiri yang nyuruh! ujar mas Devan lalu beranjak pergi meninggalkan kamar.
...
Aku hanya geleng-geleng kepala karena Siti, segitunya dia sangat menghawatirkan diriku, sampai makan aja dia harus memaksa aku supaya aku mau.
Ya aku termasuk orang pemalas untuk makan sih, tapi semenjak Siti menjadi istri aku dialah yang menyuruh aku untuk makan.
Aku pergi ke meja makan di sana hanya kak Elsa saja yang duduk sedang menyantap makanan.
"Yang lain nggak ikut makan kak? tanya ku
"Terlalu aksik di kamar sehingga apa yang terjadi di luar aja nggak tau! ledek kak elsa, dia senyum-senyum melirik aku.
"Terserah aku! ujarku
"Naura sama Azkha mana kak, kok nggak kelihatan? tanya ku, biasanya kedua bocah itu akan ngoceh terus kalau aku ada di rumah, sekarang tumben sekali dia tidak mencari aku.
"Main sama papinya! ujar kak elsa
"Oooh sama papi mereka! ujarku
"Siti baik-baik saja kan, dia udah makan apa belum, dia itu udah jadi tanggung jawab kamu lho! ujar kak elsa
"Udah dia lagi istirahat, nggak mungkin juga kan aku nggak kasih makan anak orang! ujarku
Kak elsa mengangguk kecil, "kakak duluan ya! pamit kak elsa
"Kamu jangan senang dulu Devan, papa belum merestui pernikahan kalian! ujar papa
Aku kaget dengan penuturan dari papa, bukanya dia telah merestui hubungan kita, tapi kenapa sekarang papa malah bilang gitu!
"Apa maksud papa?, bukanya papa telah merestui kita waktu itu! aku bertanya ke papa dengan baik-baik
"Siapa yang bilang kalau papa sudah merestui kalian? ujar papa
"Terus waktu pernikahan kami itu apa? kalau papa tidak merestui aku, tidak mungkin kan aku bisa menikahi Siti, pasti papa melarang aku! ujarku
"Itu demi mama kamu, papa melakukan itu untuk mama kamu bukan untuk kalian berdua! ujar papa
Emosi aku langsung meluap mendengar penuturan dari papa.
"Brakkk
Aku memukul meja makan minimalis itu dengan tangan ku.
"Menurut papa Siti itu apa? tanya ku
"Dia cuma pendonor buat mama kamu, dan dia juga pasti memanfaatkan situasi kemaren itu kan supaya dia bisa menikahi kamu, lalu dia berpura-pura menjadi pendonor mama kamu! ujar papa
"Siti bukan wanita seperti itu, dia ikhlas membantu mama tanpa meminta imbalan sepeserpun, kalau menikah itu aku sendiri yang mau untuk menikahi nya!
"Kalau terjadi apa-apa dengan dia waktu operasi itu aku sendiri sebagai suaminya yang akan bertanggung jawab, maka nya aku menikahi nya ujarku marah ke papa
"Aku sangat mencintai dia, aku tidak mau kehilangan dia! ujarku menendang kursi meja makan itu.
Papa langsung terdiam oleh ku, setelah pertengkaran itu aku langsung saja masuk ke kamar.
__ADS_1
Di kamar aku sudah di sambut oleh Siti dengan senyuman, senyuman nya itu menyuruh aku untuk tetap bahagia.
"Sabar ya mas, aku butuh proses juga untuk meluluhkan hati papa kamu! ujar nya mengusap lembut tangan ku.
Ternyata pertengkaran aku tadi di dengar oleh Siti, aku jadi merasa bersalah.
"Maafkan aku baby aku belum bisa membuat papa aku suka sama kamu! ujarku
"Tidak perlu minta maaf, aku tau kok dari dulu papa mertua aku memang tidak suka dengan aku! ujar Siti
"Papa tidak setuju kamu menikahi gadis belia seperti aku ini kan! ujar Siti lagi
"Aku tau kok papa melarang kita untuk menikah karena sikap aku seperti anak-anak belia pada umumnya! ujar Siti
"Tapi ini masalah hati sayang, aku sangat mencintai kamu, aku yakin kamu pasti bisa menjadi istri yang baik untuk aku! ujar ku
"Mas, semisalnya sikap aku masih seperti anak remaja lainnya seperti yang papa bilang gimana? tanya Siti
"Aku akan tetap menyayangi kamu, aku tau kok kalau istri aku masih kecil, tapi aku tidak keberatan sama sekali? ujar ku
"Kalau sikap aku sangatlah manja gimana?, apa-apa selalu menyusahkan kamu! ujar Siti
"Manja hal biasa yang dilakukan oleh pasangan suami istri, kalau menyusahkan aku...hmmm..., rasanya tidak mungkin! ujarku
"Kenapa tidak mungkin, kalau iya gimana?, apa kamu tidak akan menyesalinya? tanya Siti
"Karena kamu orang nya mandiri, kamu pasti bisa melakukan tanpa ada aku, apa lagi aku sudah tau kalau kamu itu adalah wanita sangat kuat! ujarku
"Palingan aku yang selalu menyusahkan kamu! ujar ku
"Yakin dengan ucapan kamu itu? tanya Siti
"Insyaallah aku yakin, istri yang aku pilih sangat baik, Sholehah, dan cantik! ujarku
"Aamiin! ujarnya tersenyum
"Bantu aku untuk mewujudkan nya! ujar Siti
"Aku akan selalu membimbing kamu! ujarku
"Mas Devan mau kan bantu aku untuk bisa meluluhkan hati papa! ujar Siti
"Aku akan membantu untuk itu, aku akan meyakinkan papa bahwa kamu layak menjadi istri aku! ujarku tersenyum, Siti juga ikut tersenyum.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1