
Mama pak Devan tersenyum, "Jagalah dia nak, mama sangat menyayangi anak-anak mama! ujar mama pak Devan.
Kalau soal jaga menjaga aku jagonya ma, mama tenang aja soal itu, kalau dia nakal biar aku jewer telinga nya.
"Mama tidak usah khawatir, aku janji akan menjaga anak mama sepenuh hati aku! ujarku
"Mama senang kamu mau menerima anak mama apa ada nya!
"Mama juga senang Devan mau membuka hatinya untuk wanita lagi, dan akhirnya Devan mendapatkan kamu!
"Mama pikir Devan tidak mau membuka hatinya untuk wanita lagi, ternyata pikiran mama salah! ujar mama pak Devan
Emang percintaan pak Devan dulunya gimana sih?, kok dia sangat sulit membuka hatinya untuk wanita lain!.
Apa wanita yang ia cintai dulu sangat cantik dan baik hati juga?, sampai-sampai pak Devan susah untuk melupakan nya.
"Maaf ya ma! ujarku
"Emang pak Devan soal percintaan nya gimana sih?, kok dia sangat sulit untuk mencintai wanita lain lagi? tanya ku ke mama pak Devan.
Kepo juga aku tentang percintaan pak Devan dulu, kalau soal ini aku harus wajib tau!.
"Dulu Devan sangat mencintai wanita pilihan nya, tapi cintanya hanya di permainkan oleh wanita nya itu! ujar mama pak Devan
"Di permainkan?, maksud mama? tanyaku
"Iya, wanita nya itu lebih memilih laki-laki lain yang lebih kaya dan banyak hartanya, usut demi usut ternyata wanita itu hanya memanfaatkan Devan saja, ia hanya cinta dengan harta anak mama! ujar mama pak Devan
Wah matre sekali wanita yang di cintai pak Devan dulu, untung saja pak Devan tidak jadi dengan dia, kalau jadi terus aku mau di tarok dimana?.
"Beruntung Devan tidak jadi menikahi wanita itu! ujar mama pak Devan
"Iya ma! ujarku
"Terus namanya siapa ma? tanya ku
"Starlla! ujar mama
Aku mengangguk-angkuk, jadi begitu ceritanya, pantesan aja pak Devan dulunya cuek sama aku.
Mungkin dia mengira kalau cewek itu sama, nyatanya beda! hehe.
Dari kejauhan aku memperhatikan mama sama Siti yang lagi bicara, kira-kira mereka bicara tentang apa ya?.
"Om kakak cantik itu siapa? tanya Naura, bikin aku kaget aja oleh ponakan aku ini, orang lagi memantau eh si bocil malah bikin kagetin.
"Ooh itu kakak Siti! ujarku ke Naura
"Naura boleh kenalan nggak sama kakak cantik itu om? ujar Naura, ah aku punya ide aku ke sana aja, kalau mama marah, aku bisa jadiin Naura tameng aku.
Ide ku sangat berlian sekali!
Maaf ya Naura om terpaksa jadiin kamu tameng om, soalnya om kepo apa yang mereka katakan.
"Boleh, boleh sangat sayang! ujar ku, lalu aku membimbing Naura ke tempat mama yang lagi bicara sama Siti.
"Nenek...! ujar Naura berlari ke tempat mama, mama melihat aku dengan tatapan menyelidik.
"Di bilang jangan ke sini malah kesini! tegur mama, aku cengengesan.
"Cucu mama itu yang ajak aku ke sini, kata Naura dia pengen kenalan sama kakak cantik! ujar ku.
"Iya nek, nenek jangan marahin om Devan dong! ujar Naura, untung aja Naura berpihak sama aku.
Nggak salah aku memilih Naura untuk jadi pelindung aku, dari kemarahan mama.
"Itu ponakan kamu? tanya Siti
__ADS_1
"Iya! ujarku singkat padat dan jelas
"Cantik ya, kalau kita punya anak apa secantik ponakan kamu ini! ujar Siti tersenyum memperhatikan Naura.
Mataku membola dengan sempurna, apa kata Siti tadi!, punya anak?.
"Lebih cantik lagi dong, kan mami sama papi nya cantik dan ganteng! ujarku mengiyakan ucapan Siti tadi.
"Eh Astagfirullah! lirih Siti menutup mulutnya
"Apan sih, yang tadi cuma bercanda ya! ujarnya
"Kalau beneran juga nggak papa! ujarku menggoda Siti sedikit.
"Hehem...!
Mama berdehem, "tunggu halal dulu, mau bikin yang cantik, ganteng, imut, gembul, terserah kalian, tapi ingat tunggu sampai halal dulu! ujar mama
"Iya ma! jawab kami berdua.
"Kamu sih, ngapain tanggapi ucapanku barusan, kan kita kena tegur dari mama kamu! ujar Siti.
"Lagian siapa suruh ngomong gitu, jadinya aku bawa serius ucapan kamu itu! ujarku
"Hai kakak cantik! ujar Naura ke Siti
"Hai juga cantik! ujar Siti
"Kakak cantik siapanya om aku? tanya Naura ke Siti, Siti tidak menjawab dia hanya tersenyum, lalu melirik aku, Siti menaikan alisnya mengisyaratkan bahwa aku yang harus jawab.
"Kakak Siti ini calon istri om! ujar ku ke Naura
"Ooo! ujar Naura
Oh iya, anak kak Elsa yang satu lagi kok nggak keliatan ya?, "Bocil yang satu lagi mana ma? tanya ku ke mama
"Ooh! ujarku mengangguk-angguk.
"Nenek, kakak cantik ini tinggal di sini juga kan? tanya Naura
"Belum sayang, kakak cantik ini kan belum jadi istri om kamu! ujar mama
"Terus kapan?, Naura pengen tidur bareng juga sama kakak cantik ini! ujar Naura
"Secepatnya ya sayang! ujarku menyambar pembicaraan antara nenek dan cucu itu.
Siti hanya tersenyum kikuk, aku hanya tersenyum kecil melihatnya yang lagi menundukkan kepalanya.
"Mama, Siti pulang dulu ya! pamit Siti ke mama
"Kok buru-buru, kamu nggak mau tungguin papa nya Devan dulu! ujar mama
Siti hanya tersenyum kecil, "nggak usah ma, aku juga ada urusan juga! ujar Siti.
Siti pasti tidak mau bertemu dengan papa, maka nya dia beralasan ada urusan.
"Ya udah, kamu hati-hati di jalan ya! ujar mama
"Iya ma, mama jaga kesehatan ya! ujar Siti
Mama mengangguk seraya tersenyum, "Van antar kan Siti! titah mama
Aku mengantarkan Siti ke luar rumah, dia hanya menunduk, entah kenapa dia jadi diam gini!.
"Awa--! ujarku
"Dukkkk...
__ADS_1
Belum selesai aku bilang awas, kepala Siti udah kejedot duluan dengan pintu.
"Aawsst...! sakit jidatku! ringis Siti
"Siapa sih yang tarok pintu di sini! umpat nya, sambil memukul pintu itu, pintu nggak salah sama sekali di salah-salahin, yang salah itu kamu!
"Yang salah itu kamu Siti, bukan pintu!, pintu sebesar itu malah kamu tabrak!
"Coba aja kalau aku kamu tabrak, udah pasti nggak akan sakit, malahan bakalan enak! ujarku ke siti.
"Apan sih, iya aku salah! ujar nya, ia masih memegang kepalanya yang sakit karena kejodot tadi.
"Mau aku antar pulang? tawarku ke Siti
"Nggak! ujarnya
"Heran deh sama kamu itu, kalau bertemu calon mertua itu ya senang dong, lah ini nggak malah cemberut! ujar ku
"Kenapa?, kamu nggak suka sama mama aku? tanya ku ke Siti.
Dari tadi lho aku perhatiin dia, semenjak ketemu sama mama tadi, dia malah cemberut, nggak ada bahagianya.
"Mas Devan salah sih! ujarnya
"Lho kok aku? tanya ku bingung
"Ya iya lah, ngapain tanggapi ucapanku tadi, malu tau sama mama kamu! ujarnya
Hadeeeuh, jadi dia cemberut karena itu, aku kira dia kenapa?, tapi dia sih yang salah, ngapain juga bilang gitu tadi, kan jadinya aku bawa serius aja.
"Okee, aku salah!, maaf kalau begitu! ujar ku
"Aku pulang sendiri aja, kasihan juga sama kamu, bolak-balik anterin aku! ujar Siti
"Bukanya kamu ada urusan tadi? tanya ku
"Alasan aku aja! ujarnya
"Starlla! ujar ku ke pak Devan, ia melihat aku dengan tatapan marah.
"Jangan sebut nama itu lagi, aku tidak suka! ujar nya kesal dengan aku
Aduh padahal aku cuma bercanda, kok dia marah sih!
"Maaf mas! ujarku
Pak Devan menghela nafas berat, "Iya, jangan pernah kamu sebut nama itu lagi! ujar pak Devan.
"Iya, nggak akan, maaf ya! ujarku.
Ini mulut kenapa pula sebut nama cewek itu!
...
bersambung...
...----------------...
Nih double up nyaπππ
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π