Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 47. (POV Siti) Cemburu


__ADS_3

"Udah tau pacarnya ganteng, malah di tingga-tinggalin, kan aku di ambil sama orang lain! ujar nya


"Salah kamu sendiri! ujarku


Lah kok aku yang salah?, bukanya dia yang salah!.


Salah mulu kek nya!


"Pokoknya kamu jangan jauh-jauh dari aku, kedapatan kamu sama ibu-ibu genit itu lagi, liat aja nantinya apa yang akan aku lakuin ke kamu! ujarnya marah


Heran baru jadi pacarnya aja udah cemburuan, apa lagi udah nikah pasti lebih parah dari ini lagi!.


"Cemburu? tanya ku


"Menurut kamu? dia balik bertanya, aku menanggapi nya dengan anggukan kepala.


"Kalau udah tau jawabannya nggak usah banyak nanya! ujar nya


"oke...oke...pencemburu banget kamu ya! ujar ku


"Kalau iya emang nya kenapa?, nggak usah banyak oceh! ujarnya melebarkan matanya.


Wiss ternyata si somplak yang aku kenal galak juga, macam kak ros yang di dalam film bocah tuyul kembar itu.


Nafas aku masih ngos-ngosan karena ulah ibu-ibu genit itu, jadi takut jalan sendiri, takut di kerumuni lagi, nggak sanggup aku!


"Kamu tunggu dulu di sini! ujar Siti


Belum sempat aku mengatakan iya, dia udah pergi lagi, kan dia yang salah lagi ngapain tinggalin aku sendirian.


Ngeri juga datang sendirian di tempat keramaian gini, yang ada aku bisa habis sama emak-emak genit.


Siti kembali lagi dengan membawa botol air mineral, lalu ia duduk di samping ku.


"Ini! ujarnya memberi aku air mineral itu.


"Lain kali kalau kamu di kerumuni sama orang-orang kayak tadi, bilang aja ke dia kalau kamu itu udah ada yang punya! ujar Siti, dia masih memperlihatkan wajah kesalnya ke aku.


"Gimana pula cara kasih tau nya?, mereka aja banyak gitu, belum selesai aku ngomong, ibu-ibu yang lain udah nyamber duluan!


"Bahkan mereka nggak percaya sama apa yang aku ucapkan! ujar ku ke Siti, lalu meminum air mineral tersebut.


"Pokoknya aku tidak mau ada alasan sama sekali, ingat milik aku ya milik aku, aku tidak suka orang lain dekat-dekat sama kamu! ujar Siti


Siti kamu sudah menunjukkan rasa cinta yang sangat besar untuk aku.


"Apa liat-liat! ujar nya, aku dari tadi memperhatikan Siti, eh malah ketauan kan kena marah lagi sama si somplak


"Somplak! ujarku ke Siti, dia mengulum senyum.


"Jadi ke inget waktu itu, kamu selalu cuek sama aku! ujar Siti


"Iya, kenapa ya pertama kali kita ketemu berantem kayak tom and Jerry? tanya ku


"Nggak tau, mungkin ini sudah takdir kita! ujar Siti


"Oh ya, kapan acara perpisahan kamu mulai? tanya ku ke Siti


"Tadi sih mereka bilang jam sembilan, tapi ini udah jam setengah sepuluh belum mulai-mulai juga! ujarnya

__ADS_1


"Kenapa?, kamu harus balik ke kantor lagi ya? tanya Siti


Sebenarnya sih iya aku harus balik ke kantor, apa lagi di kantor pekerjaan ku menumpuk, tapi demi kesenangan Siti biar lah dulu kerjaan ku di pending sementara.


Lagi pula aku hari ini tidak ada meeting juga, cuma tanda tangan berkas yang menumpuk dan mempelajari lebih lanjut lagi.


"Nggak kok, aku cuma pengen tau aja kapan mulai acaranya! ujar ku ke siti


"Oh, aku kira kamu mau balik! ujar Siti


"Semua anak kelas 12 segera berkumpul di lapangan sekolah sekarang juga, karena acara akan kita mulai! pengumuman dari pihak sekolah.


"Itu acaranya mau di mulai, kamu kumpul sekarang! ujar ku ke Siti


Tapi dia tetap diam duduk di bangku taman sekolah.


"Aku malas kumpul, aku takut! ujarnya


"Takut kenapa lagi?, teman kamu kan banyak, apa yang kamu takutkan? tanya ku ke Siti.


"iih kamu nggak ngerti ya? ujarnya


"Aku takut kamu di ambil orang lagi, ibu-ibu genit tadi masih mengintai kamu kayaknya deh, aku takut ninggalin kamu sendiri di sini! ujar Siti lagi.


Aku tertawa kecil, "Haha, udah nggak usah terlalu khawatir gitu, di sini orangnya nggak terlalu ramai, yang ramai itu di sebelah sana! ujarku menunjuk ke arah kanan di mana di sana sudah banyak orang.


"Oke, kalau begitu, intinya kamu harus jaga jarak sama wanita lain selain aku! ujarnya, lalu Siti pergi ikut kumpul di lapangan sekolah.


Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, tidak percaya apa yang di lakukan Siti, dia sungguh luar biasa, salut aku sama dia, begitu dia sangat mencintai aku.


"Somplak dulu sudah berubah! gumamku sambil tersenyum.


"Sitiii...! ujarnya merangkul pundak ku.


"Eh gue bawa ayang lho ke sini! pamer Rena, aku mengangguk saja, aku juga bawa ayang kok, nggak dia aja yang bawa.


"Gimana ayang gue ganteng nggak pake batik gitu? tanya Rena


"Ganteng! ujarku, jujur saja memang cowok Rena ganteng mengenakan pakaian batik gitu, tapi lebih ganteng lagi pak Devan.


"Lo ke sini pasti sama mama Rose aja kan! ujar rena, aku menggeleng sambil memasang wajah sedih.


Rena merangkul pundak ku lagi, "Mama Rose juga nggak bisa datang ya? tanya Rena, ia juga ikut sedih.


"Gue sebagai sahabat lo, akan terus bersama lo, anggap aja mami sama papi gue, orang tua Lo juga! ujar Rena lagi.


"Apa sih reen! ujar ku melepaskan rangkulan dari Rena.


"Orang tua gue nanti ke sini! ujarku ke Rena


"Lah kok Lo pasang wajah sedih, gue pikir nyokap sama bokap Lo nggak bisa datang! ujar Rena


"Bisa kok, nyokap gue nungguin bokap sama kakak gue dulu!


"Yang gue sedihin bukan itu! ujarku


"Lah terus apa? tanya Rena


"Pak Devan, reen! ujar ku

__ADS_1


"Lah emangnya pak Devan kenapa? tanya Rena pelan, takut ada yang dengar pembicaraan kami.


"Gue ninggalin dia di taman sekolah sendirian reen, gue takut dia di ambil sama orang! ujarku ke Rena


"Pak Devan di sini? tanya Rena, aku mengangguk kecil.


"Nggak bakalan mah, pak Devan di ambil orang! ujar Rena


Tadi aja bukti nya terpampang jelas di mata aku, kalau pak Devan di rebut oleh orang, lalu aku menceritakan semua nya ke Rena soal yang tadi, pak Devan di rebut-rebut oleh orang.


"Ha? ujar Rena keras


Aku langsung menutup mulut Rena dengan tangan ku, "Nggak usah teriak juga kali reen! ujarku kesal.


"Lo serius?, pak Devan jadi bahan perebutan emak-emak genit? tanya Rena, aku mengangguk-angkuk.


"Lo juga salah sih, udah tau pacar lo ganteng malah lo tinggal-tinggal sendiri!, kalau gue jadi lo nggak bakalan gue ninggalin dia sendiri mah, malahan gue akan lengket banget sama dia kayak perangko! ujar Rena panjang lebar.


"Itu kan Lo bukan gue, gue nggak mau kayak perangko banget! ujarku ke Rena.


"Dari pada di ambil sama emak-emak genit!, Lo mau? tanya Rena, aku menggeleng cepat.


"Nggak nyangka gue, akhirnya lo nggak jomblo karatan lagi! ujar Rena


"Enak aja lo bilang gue jomblo karatan, yang ada gue jomblo cantik fisabilillah! ujarku


"Iya, iya, terserah lo aja deh markonah! ujar Siti.


Sekarang kami sedang menonton pertunjukan tari tradisional yang peserta nya adek kelas kami, selesai tarian tradisional, acara selanjutnya penyerahan mendali ke seluruh anak kelas angkatan aku.


Selesai penyerahan mendali tadi aku langsung mencari pak Devan tadi.


Ternyata ia masih duduk di sana, tapi dia duduk bukan sendirian, malahan dia duduk dengan Resi.


"Mau ngapain dia dekat-dekat sama pak Devan?


"Bikin aku cemburu aja! umpat ku


...


bersambung...


...----------------...


Kok makin kesini cerita author makin sedikit ya pembaca nya?, pada kenapa ya?, apa kalian sudah bosan sama cerita Devan dan Siti ini?.


Ayo lah para pembaca komentar tentang cerita ini, apa kalian bosan?, iya itu?, bosan?


beri alasan yang jelas lah!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™

__ADS_1


__ADS_2