Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 74. (POV Devan) Bimbang


__ADS_3

Ya ampun kapan aku bisa keluar dari situasi yang membagongkan ini, sabar-sabar mulu kayak nya.


"Dikit-dikit sabar, dikit-dikit sabar! gumam ku


Sampai kapan aku bisa tenang? sampai siti udah lahiran baru aku bisa tenang, iya begitu?


Istighfar devan... istighfar kenapa kamu mengeluh seperti ini, kamu yang berbuat jadi kamu harus yang bertanggung jawab, siti itu tanggung jawab kamu, jadi kamu tidak boleh mengeluh!


Astagfirullah, apa yang telah aku perbuat, dia istri aku masa iya aku terus-terusan mengeluh seperti ini!


"Maafin aku ya! ujar ku langsung memeluk siti


Siti mengerutkan keningnya, ia mendongak ke atas melihat wajah ku, lalu tangan nya mengelus lembut pipi aku.


"Nggak papa, aku paham sama apa yang kamu rasakan, pasti kamu mengeluh dengan sikap aku ini! ujar siti


"Tadi nya iya, tapi ini kan sudah tanggung jawab aku sebagai suami kamu! ujar ku


"Maafin aku ya sudah banyak mengeluh akhir-akhir ini! ujar ku lagi


"Tidak masalah sama sekali! ujar siti


"Oh iya kamu udah beri tau mama kalau kita nginap di sini? tanya siti


"Belum, ini aku baru mau kasih kabar! ujar ku


Aku mengeluarkan hp dari kantong celana ku, siti masih memperhatikan aku, jadi salting aku di liatin terus, malah senyuman dia manis lagi.


Aku menghela nafas untuk menormalkan detak jantung ku yang lumayan kencang.


"Hekhem...! aku pura-pura berdehem supaya siti tidak tersenyum lagi, namun itu sia-sia saja malahan dia terus memperhatikan aku.


Aku mentoyor jidatnya, "suka banget perhatiin aku! ujar ku


"Emang nggak boleh ya perhatiin wajah kamu yang mulai keriput itu! ujar siti dengan tersenyum jahil nya, setelah mengucapkan itu lalu ia pergi dari sini.


Astagaa...siti...bikin aku jengkel plus kesal saja, ada-ada saja yang ia katakan kepada aku.


Eehh, tapi yang di bilang siti itu apa benar? wajah aku mulai keriput?, aku meraba-raba wajahku merasakan apa keriput atau tidak!


Aku melihat ada meja rias di dalam kamar ini, ini pasti milik istri kecilku, aku melihat wajah ku di cermin itu.


Huff... beruntung wajah aku tidak keriput, dasar istri membagongkan! umpat ku.


...


Malam ini aku dan mama sedang di dapur, kami berdua lagi menyiapkan makan malam untuk kami bertiga.


Hmm...papa lagi-lagi meninggalkan mama sendiri, ya walaupun art di rumah kami sudah berdua orang, sekalian juga art rumah menemani mama.


Aku jadi kasihan meninggalkan mama sendiri di rumah sebesar ini, aku takut terjadi sesuatu sama mama, sementara papa sangat jauh di sana.


Apa aku ajak mas devan untuk pindah ke sini saja ya?, apa mas devan mau tinggal di sini?


Nanti saja aku beri tau mas devan, "siti panggil suami kamu gih!


Tapi aku masih melamun memikirkan nasib mama yang tinggal sendiri.


"Malah melamun!

__ADS_1


"Oii, panggil suamimu gih, ajak dia makan malam sama kita! ujar mama menepuk-nepuk kecil pantat aku.


"Iiih mama...! ujar ku memegang pantat aku yang di pukul oleh mama


"Panggil suamimu, jangan mama, mama aja! ujar mama kesal kepada aku.


Iya sih aku juga salah, ngapain juga aku melamun, aku menaiki anak tangga dengan pikiran kacau.


Aku masuk ke dalam kamar, ternyata mas devan lagi duduk di meja rias milik aku.


"Hayo...lagi merhatiin wajah kamu yang mulai keriput itu ya! ujar ku jahil


"Wajah aku awet muda, nggak kayak wajah kamu boros banget! ujar mas devan.


Wah...wah...kayak nya dia mau balas dendam kepada aku, eehh apa benar wajah aku terlalu boros banget?


Aku juga ikut mendekat ke cermin itu, aku melihat wajah ku, nggak kok, wajah aku masih imut-imut nggak terlalu boros banget!


"Wajah cantik nan imut ini kamu bilang boros? tanya ku


"Umur masih belasan tahun tapi wajah udah kayak tante-tante saja! ledek mas devan


"Nggak, wajah aku cantik, imut! ujar ku tidak terima, masa aku di bilang kayak tante-tante! nggak banget deh!


"Intinya aku masih cantik dan imut, nggak kayak tante-tante, yang kamu tuduh! ujar ku


"Mama nungguin kamu di bawah! ujar ku


"Mama mau ngapain? tanya mas devan


"Mau cekek leher kamu, ya manggil untuk makan malam bareng lah! ujar ku


...


Somplak benerrr....!


Lalu aku keluar kamar ternyata si somplak masih nungguin aku, dia senyum-senyum sendiri.


Aneh banget si somplak ini, kenapa kelakuan nya seperti abg labil saja, apa yang di bilang papa itu benar, kalau siti akan menunjukkan sikap nya sebagai anak gadis pada umumnya.


Kalau benar, apa aku sanggup untuk menerima kenyataan itu, oh semesta kenapa istri kecilku ini?


Rasanya batin aku ini menangis melihat dia seperti itu, kenapa aku bisa menikahi gadis somplak ini?


Mungkin inilah yang dinamakan jodoh itu, dulu aku sangat membencinya tapi sekarang aku sangat mencintai nya, tidak ada dia saja sehari sudah bikin aku khawatir saja.


"Kamu ini kenapa sih senyum-senyum sendiri dari tadi, curiga aku jadinya! ujarku


"He-he-he! dia malah cengengesan lagi, tukan aku tuh curiga kalau dia itu sudah kesambet, tapi kesambet dimana pula?


"Yuk ke bawah! ajak siti.


Wajah dia kembali jutek, hadeh kalau gini bisa-bisa aku yang jadi gila!


Kami sampai di meja makan, di atas meja makan itu sudah tersedia makanan.


"Devan ayo duduk nak, mama udah buatin kamu makanan kesukaan kamu!


"Kamu nggak suka daging kan?, jadi nya mama masakin kamu seafood! ujar mama

__ADS_1


Lho mama tau dari mana kalau aku nggak suka daging?, aku juga nggak pernah kasih tau siti kalau makan yang tidak aku suka itu apa saja!


"Mas ayok di coba siapa tau suka, sama masakan mama dan juga aku! ujar siti mengambilkan aku nasi dan lauk nya.


Aku menyuap makanan itu, rasa udang goreng nya enak dan ini apa ya?, ada makanan yang tidak aku tau!


Tapi enak juga sih, aku mengangguk-angguk kecil sambil menikmati makanan itu.


"Enak nggak? tanya mama kami sudah selesai makan


"Enak banget ma, besok-besok bikin kayak gini lagi ma! ujar ku


"Iya, nanti mama akan buatkan lagi! ujar mama


Senang juga bisa berkumpul dengan mama siti ini, orang nya asik, dan juga tidak ribet juga, mama siti ini orang nya menerima apa ada nya saja!


"Mama ke kamar duluan ya! ujar mama


Kami berdua mengangguk, kini aku sedang nyantai saja bareng siti.


"Mas! ujar siti


"Iya, kenapa sayang? tanya ku


"Kita tinggal di sini aja gimana? tanya siti


"Lho kenapa? tanya ku


"Aku kasihan sama mama, kamu tau kan papa aku cuma sekali-kali pulang nya, kadang dalam sebulan itu papa nggak pernah pulang, kakak aku juga begitu!


"Aku takut ninggalin mama sendirian di rumah ini mas, ya walaupun art rumah aku ini sudah dua, tapi hati aku tidak senang saja ninggalin mama mas! ujar siti menggenggam tangan ku.


Bukan nya aku tidak mau tinggal di sini, tapi aku juga tidak ingin meninggalkan mama, aku juga khawatir dengan mama aku, sementara reno tidak ada lagi di sini, dia ntah kapan akan pulang!


"Mas mau kan tinggal di sini? tanya siti dengan tatapan penuh harap


"Hmm...nanti kita bicarakan lagi ya! ujar ku


"Kalau mas nggak mau tidak apa-apa kok, aku juga nggak maksa! ujar siti lalu ia melepas genggaman tangan nya, ia pergi ke arah kamar.


Hufff...aku harus gimana?, aku juga tidak mau meninggalkan mama aku, bimbang itu yang aku rasakan sekarang!


...


bersambung...


...----------------...


Apa cerita author tidak seru lagi ya?, jawab dengan jujur!


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2