
Setelah banyak yang aku ucapkan ke Siti, kini kami hanya diam-diaman, kami hanyut dalam pikiran kami masing-masing.
Aku membuka percakapan lagi setelah lama diam-diaman, "Bagaimana hari ini kamu bertemu dengan mama aku! aku mengajak Siti untuk bertemu dengan mama.
Dia berpikir sejenak, lalu ia menganggukkan kepalanya, "Aku mau bertemu dengan mama kamu, supaya aku bisa lebih dekat lagi sama mama kamu! ujar nya.
"Oh iya, papa kamu tidak ada di rumah kan? tanya Siti.
Mungkin Siti tidak mau bertemu dengan papa, makanya dia bertanya seperti itu, "papa aku sekarang lagi ke kantor, biasanya papa pulang barengan dengan aku! ujarku ke Siti.
"Lagi pula di rumah aku hanya ada mama, dan keponakan aku, selebihnya art rumah ku! ujarku.
Kebetulan juga keponakan aku juga ada di rumah sekarang, tadi malam kak Elsa bersama suaminya menginap di rumah.
"Oh ya!, keponakan kamu namanya siapa, umurnya berapa? tanya Siti
"Ada nggak seumuran dengan aku? tanya Siti lagi, aku tertawa kecil, mana ada keponakan aku seumuran dengan nya, yang ada keponakan aku masih kecil-kecil, yang satu umur 5 tahun, dan yang satu lagi berumur 3 tahun.
"Nggak ada!, keponakan aku yang paling kecil berumur 3 tahun, dan yang besar berumur 5 tahun! ujar ku
Siti tercengang mendengar nya, "masih bocil-bocil semua! ujar Siti
Aku mengangguk-angkuk, "Kita ke rumah aku pakai mobil aja ya!, motor kamu biar teman aku yang antar ke rumah kamu! ujarku ke Siti.
Tapi Siti menggeleng-nggelengkan kepalanya, "Kita naik motor aku aja, aku pengen naik motor berdua sama kamu! ujar nya
"Hmm...!, aku berpikir-pikir dulu, aku sudah lama tidak naik motor, terakhir kali aku naik motor udah 2 tahun lalu.
Apa aku masih bisa bawa motor lagi?, kalau aku tidak bisa bawa motor bagaimana coba?, kan bikin malu-maluin di depan Siti lagi aku.
"Sama mobil aja ya! ujarku menegosiasikan ke Siti, aku takutnya tidak bisa bawa motor.
"Nggak mau, aku pengen naik motor! ujar nya
"Lagi pula naik motor itu seru lho, bisa liat kanan kiri, pokoknya asik deh kalau naik motor! ujarnya lagi.
Iya juga sih naik motor itu seru, tapi aku tidak tau gimana cara bawa motor itu lagi, aku udah lupa.
"Aku udah lupa cara bawa motor itu gimana! ujarku ke Siti, lebih baik jujur dari pada dia maksa terus.
"hahaha.....! Siti menyemburkan ketawanya, emang ada yang lucu ya?, sampai-sampai Siti tertawa gitu, malah ketawa nya keterlaluan lagi.
Bikin aku ilfil aja!
"Nggak baik cewek tertawa keterlaluan gitu! ujarku mengingat kan ke Siti
"Iya maaf, habisan kamu sih lucu! ujar nya
Lah dari mana datangnya lucu coba?, perasaan aku tidak ngapa-ngapain juga tadi!, bingung juga aku jadinya!.
"Dari mana datang lucunya? tanya ku ke Siti
"Dari... kamu nggak bisa bawa motor! ujar nya mengejek aku.
"Masa cowok cool kayak kamu ini nggak bisa bawa motor! ujarnya
"Bukan nggak bisa bawa, tapi lupa caranya! ujar ku membenarkan ucapan nya.
"Sama aja kali! ujar Siti
"Beda! ujarku
"Sama! ujarnya
"Beda Siti! ujarku lama-lama bikin aku jengkel aja.
"Sama mas Devan! ujarnya lagi
"Diam atau nggak usah ketemuan sama mama sekalian! ancam ku ke Siti
__ADS_1
"Nggak papa juga, kalau nggak ketemu hari ini, hari-hari lain kan masih ada! ujar nya
Jengkel, kesal, sebel, itu yang aku rasakan sekarang, kalau ngomong sama cewek itu nggak ada habis-habisnya, yang ada kita yang cowok jadi ke sudut!.
"Motor ya mas Devan! ujar nya lagi
"Mobil aja Siti! ujarku
"Ya udah, kita bawa kendaraan kita masing-masing! ujar nya
"Huff...! aku menghela nafas pasrah, akhirnya aku menuruti keinginan Siti.
"Oke kita naik motor! ujar ku, lalu kami berdua menuju tempat parkiran dimana motor Siti di parkirkan.
Aku naik terlebih dahulu ke atas motor, lalu aku memencet tombol starter, lalu motor itu hidup.
"Buruan naik! titahku ke Siti, lalu Siti duduk membonceng di jok belakang.
"Udah buruan jalan mas! ujar Siti.
Lalu aku menggas motor Siti pelan-pelan, sebenarnya aku gemetaran naik motor, aku takut jatuh dari motor.
"Katanya lupa gimana cara bawa motor! ujar Siti dari belakang.
Tanpa aku sadari aku telah jauh membawa motor ini, wah ternyata aku masih bisa bawa motor, jadinya aku nggak malu-maluin deh di depan Siti.
"Nggak jadi lupanya! ujar ku
"Alah kebanyakan alasan kamu mas! ujar Siti.
"Seru kan naik motor! ujarnya lagi
Iya seru banget, apa lagi bersama Siti, tambah seru, tambah semangat, tambah apa lagi?, nggak tau ah tambah apa lagi.
"Iya seru! ujar ku, walaupun aku bawa motor nya dengan kecepatan sedang.
...
Siti turun dari motor, ia takjub melihat rumahku yang begitu besar.
"ini rumah apa istana, besar banget! batin ku
Aku melirik ke atas lalu ke bawah lagi, betapa besarnya rumah pak Devan ini, kira-kira di dalam rumah ini ruangannya ada berapa ya?
Rumahnya tinggi sekali, seperti nya rumah ini rumah impian si pembuat sih, mana ada rumah sebagus ini dan semegah ini.
Pantesan aja keluarga Wijaya ini terkenal di kalangan masyarakat, wong rumah segede gedongan gini, siapa juga yang nggak bakalan kenal!.
"Udah melamun nya! ujar pak Devan, aku cengengesan sambil tersenyum kikuk.
Malah ketauan lagi, kan aku jadi malu.
"Yuk masuk! ajak pak Devan
"Hmm... emangnya nggak papa nih? tanya ku ke pak Devan
"Siapa yang larang?, ini aku sendiri lho yang ajak kamu masuk! ujar pak Devan
"Mas, nggak papa kan! ujar Siti, langkah ku terhenti karena Siti balik lagi.
"Hadeh capek ya sama kamu! ujarnya jengkel
"Kalau capek sama aku, ya udah aku balik lagi! ujar ku.
Pak Devan mengepalkan tangannya, gemes liat aku mungkin karena aku menolak untuk masuk.
Lalu pak Devan mengambil tangan ku, lalu ia menarik aku untuk masuk, untung tarikannya tidak kasar.
Kalau kasar udah aku tendang dia, aku memasuki rumah bagaikan istana itu, betapa takjub nya aku melihat isi rumah ini.
__ADS_1
"Assalamualaikum mama! panggil pak Devan, ia masih memegang tangan ku, betah banget pegang tangan anak orang.
Nggak takut dosa apa?, pegang tangan aku mulu.
"Dosa mas! ujar ku melepas pegangan tangan pak Devan.
"Maaf lupa! ujarnya
"Wa'alaikumussalam! ujar mama pak Devan
Wanita tua yang umurnya berkisar 55 tahun itu tersenyum saat melihat aku.
"Assalamualaikum tante! ujarku mencium punggung tangan nya dengan takzim.
"Wa'alaikumussalam calon menantu mama! ujar mama pak Devan, wah dapet lampu hijau nih dari mama pak Devan.
"Silahkan duduk! ujar mama pak Devan.
Lalu aku duduk di sofa empuk itu, aku duduk bersebelahan dengan pak Devan.
"Akhirnya kamu bawa juga calon menantu mama ke sini! ujar mama pak Devan.
"Iya ma! ujar pak Devan
"Tante apa kabar? tanyaku basa-basi
"Alhamdulillah, mama sehat! ujar mama pak Devan
"Panggil saja mama, nggak usah tante! ujar mama pak Devan
"Iya mama! ujar ku
"Van kamu main dulu sama ponakan kamu, mama mau ngomong sama Siti! ujar mama pak Devan.
"Yah, aku pengen denger apa yang kalian omongin! ujar pak Devan
Pak Devan kepo banget sih, udah di suruh pergi sama mama, tapi masih aja tetep keras kepala.
"Mas, nggak baik lawan perintah orang tua! ujar ku
"Tuh apa yang di bilang Siti ada benarnya lho! ujar mama pak Devan.
"Iya, mama, Siti! ujar pak Devan.
Kini hanya aku dan mama pak Devan yang tersisa di ruang tamu itu.
"Kamu serius mau sama anak mama? tanya mama pak Devan, aku mengangguk mengiyakan.
"Anak mama umurnya udah tua lho! ujar mama pak Devan
"Siti tidak memandang umur ma, kata orang-orang cinta tidak memandang umur, jadi Siti mau menerima mas Devan apa adanya! ujarku.
Mama pak Devan tersenyum, "Jagalah dia nak, mama sangat menyayangi anak-anak mama! ujar mama pak Devan.
Kalau soal jaga menjaga aku jagonya ma, mama tenang aja soal itu, kalau dia nakal biar aku jewer telinga nya.
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π