
Pagi yang cerah ini aku berangkat ke sekolah mengunakan motor ku.
Sampai pagi ini aku tidak mendengarkan kabar dari pak Devan, sebenarnya dia dari kemaren kemana?
Tadi pagi aku mencoba menghubungi dia tapi sekarang nomor nya tidak aktif.
"Apa yang terjadi sama kamu pak? gumamku
Aku mengendarai motor sedang kan pikiran aku kemana-mana aku jadi tidak fokus.
Aku berhenti karena lampu merah
"Kamu dimana pak? gumamku
Sampai-sampai lampu merah sudah berganti ke lampu hijau saja aku tidak tau.
tin...tin...tin
"Woy buruan jalan orang udah telat ini! ujar orang yang berhenti di belakang ku, aku langsung tancap gas.
"Ck!, decak ku, kasih kabar kek! umpat ku
Aku berhenti di tepi jalan untuk membeli bubur ayam, karena aku tadi tidak sarapan di rumah.
Untung saja hari ini aku masuk agak siangan dari biasanya.
Aku membeli bubur ayam di tempat langganan ku, karena bubur di sini sangat enak, apa lagi mang Udin tukang bubur ayam orang nya baik
"Mang Udin biasa! ujar ku
"Siap neng! ujar mang Udin
Sambil menunggu pesanan aku datang aku memakan kerupuk udang yang ada di atas meja.
Aku mengambil hp ku ternyata masih sama pesan aku belum di baca oleh pak Devan, bahkan centang nya masih satu.
"Ini neng bubur spesial nya! ujar mang Udin
"mmmm... makasih mang! ujar ku mencium aroma wangi yang menguak dari bubur ayam
Aku mulai menyuap bubur dari mangkok yang bergambar ayam jago itu.
"Nikmat ya? ujar seseorang yang sangat aku kenal suaranya
Aku menengok ke belakang ternyata itu kak Reno, tumben sekali dia berada di sini?
"Eh kak Reno! ujar ku tersenyum kecil
"Kamu apa kabar? sudah lama kita tidak pernah ketemu! ujar kak Reno, dia juga ikut duduk di kursi yang berada di depan ku.
"Alhamdulillah aku baik kak, kakak sendiri kabarnya gimana? tanya ku supaya suasana tidak kaku.
"Aku Alhamdulillah baik juga! ujar kak Reno
Memory dulu jadi ke ingat lagi di benakku ini, di mana aku sering makan bubur di sini bersama kak Reno
"Kamu masih suka makan bubur di sini? tanya kak Reno
Aku mengangguk kecil seraya tersenyum tipis, "Di sini bubur nya kan enak! ujarku
"Iya, jadi ke ingat waktu itu kita sering makan bubur di sini!
"Apa lagi mang Udin orang nya baik! ujar kak Reno
"Aah mas Reno bisa aja! ujar mang Udin
Kami hanya tersenyum, "jangan bahas yang dulu lagi kak! ucap ku menunjukkan raut wajah kecewa sama ulang kak Reno waktu itu.
"Oh maaf! ujar kak Reno
__ADS_1
"Aku udah selesai nih kak, aku duluan ya! ujar ku sekalian pamit sama kak Reno
"Kok buru-buru? tanya kak Reno
"Udah mau telat juga kak! ujarku melihat jam yang melingkar sempurna di pergelangan tangan ku
"Mang ini uang nya! ucapku meninggalkan uang pecahan lima belas ribu yang aku selipkan di bawah mangkok
"Loh kok nggak bareng sama mas Reno neng Siti nya? tanya mang Udin
"Kita bawa kendaraan sendiri-sendiri mang! ujarku.
Kini aku meninggalkan pedagang bubur kaki lima itu.
Sampai di depan gerbang sekolah aku melihat mobil yang biasa di bawa pak Devan sudah terparkir di depan gerbang sekolah ku.
Apa dia ada kunjungan lagi ke sekolah aku?, tapi kok kunjungan mau setiap hari? nggak mungkin kan!
Aku masih duduk di dalam mobil ku, aku sengaja menunggu Siti di sini.
"Lo yakin di sini sekolah gadis itu? tanya vano
"Terus Lo pikir dimana lagi, gue sering ketemu sama dia di sini! ujar ku
Pagi ini aku bersama vano lagi karena dia semalam nginap di rumahku, jadinya kita ke kantor juga barengan.
"Ciee ternyata Lo sering ketemuan sama dia! ujar vano
Aku melihat Siti sudah datang lalu aku turun dari dalam mobil.
"Hay! ucap ku ke Siti
"Eh hay juga pak! ujar nya sedikit terkejut
"Akhirnya aku bisa lihat kamu lagi, dari kemaren aku telepon kamu, tapi kamu tidak mengangkat telepon dari aku! ujar Siti begitu menghawatirkan aku
"Khawatir ya? ucap ku tersenyum
Dia mengangguk-angkuk lalu tersenyum kecil
"Aku mengerti kok kalau kamu orang sibuk se dunia! ujar nya
Aku tersenyum melihat Siti cemberut, "Udah nggak usah cemberut gitu! ucap ku
"Siapa juga yang cemberut? ujar nya lalu tertawa kecil
"Oh iya aku punya sesuatu untuk kamu! ujar ku, lalu memberikan gantungan kunci untuk Siti.
"Wahh lucu sekali! ujar nya mengambil gantungan kunci itu.
"Kamu suka? tanya ku
Dia mengangguk-angkuk, "suka banget, bentuknya lucu gitu! ucap nya
"Jaga baik-baik barang pemberian saya! ucapku
"Pasti, aku akan menjaga nya seperti aku menjaga hati aku untuk kamu! ucap nya malu-malu
Aku tersenyum mendengar ucapan itu, "Yang rajin belajar nya!
"Kalau gitu saya balik ke kantor dulu! ucapku
"Siap pak Devan bos! ucap Siti
Aku kembali ke mobil sambil tersenyum, "Hehem...!
"Giliran jatuh cinta aja malah senyum-senyum, coba giliran bawa mobil malah cemberut kayak beruang duduk nungguin madu! ucap vano
lalu vano melajukan mobilnya, "Adek cantik ini bos mu lagi senyum-senyum sendiri! ujar vano memberi tahu Siti
__ADS_1
"Dasar beruang madu! umpat vano
Aku tidak menggubris umpatan vano terhadap ku, "Bilang aja iri! ledek ku
"Gue? iri sama Lo? ya nggak lah! ujar vano
...
Aku masuk ke dalam kelas sambil memegang gantungan kunci tadi, hari ini aku datang ke sekolah agak telat, buktinya teman-teman aku sudah datang duluan, biasanya aku orang pertama yang datang lebih dulu
"Tumben lo datang nya agak telat? tanya rena
"Tadi gue dapat ini! ujar ku menunjukkan gantungan kunci itu ke Rena
Bukanya aku menjawab pertanyaan Rena aku malah memperlihatkan gantungan kunci mungil nan imut itu
"Wahahahaha...! gelak Rena menertawai aku
"Gantungan kunci ukuran kecil itu lo perlihatkan ke gue? ujar Rena
"Nggak salah lo? ujar Rena
Aku mengerutkan keningku heran apa maksud Rena
"Gantungan kunci itu juga banyak di rumah gue! ujar Rena
"Lo pasti mau kasihin gantungan kunci itu ke gue kan? tanya Rena
"Weee enak aja ini gantungan kunci sangat berharga bagi gue, enak aja gue kasihin ke elo! ujar ku menyembunyikan gantungan kunci itu ke saku rok ku.
"Berharga darimana coba? gantungan kunci kecil kek gitu? ujar Rena masih tertawa
"Jelas-jelas ini dari si dia, lo nggak konek banget sih! ujar ku
"Oh, oh, oh, sekarang gue baru tau! itu gantungan kunci dari pak Devan kan? ucap Rena berbisik ke telinga ku pas menyebutkan nama pak Devan.
Aku mengangguk antusias, "Pintar! ujar ku
"Pantesan! hadiah kecil tapi sangat berharga! ujar Rena berhenti menertawai aku.
"Iya dong! ucapku
"Gantungan kunci ini akan gue jaga baik-baik! ujar ku memeluk gantungan kunci itu
"Gila lo markonah masa gantungan kunci Lo peluk-peluk kayak gitu! ujar Rena melihat aku seperti ketakutan.
"Biarin, terserah gue dong! ujar ku
Gantungan kunci ini akan aku jaga baik-baik seperti yang di perintahkan oleh pak Devan tadi.
Walaupun hadiahnya kecil tapi aku sangat menghargai itu!
...
bersambung...
...----------------...
nyambung tidak ceritanya?
Yok komentar nya!!!
tinggalkan jejak kalian!
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π