
Kerjaan menumpuk gini membuat aku jadi pusing saja, belum lagi aku harus mempelajari lebih lanjut semua berkas ini.
"Aduh kerjaan banyak banget lagi! kapan kelarnya? gumamku
Tadi mama juga berpesan kalau aku harus menemui Siti, sekarang sudah jam 8 malam, gimana caranya aku ke sana kalau kerjaan numpuk gini!
Ting...
Notifikasi wa ku berbunyi aku melihat layar hp ku, ternyata yang mengirim pesan adalah mama.
~Kamu sudah menemui Siti kan? isi pesan mama
Aku mengaruk-garuk kepada ku, aku harus ngomong apa sama mama? aku aja masih di kantor
"Nanti ma, Devan masih banyak kerjaan! aku kirimkan pesan ku ke mama
Aku melanjutkan pekerjaan ku, setelah lama akhirnya pekerjaan aku selesai juga.
Tapi jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, tidak mungkin aku bertamu malam-malam gini ke rumah orang!
Aku memutuskan untuk kembali saja ke rumah, setelah sampai di rumah keadaan rumah sudah sepi.
"Lama banget kamu ketemu nya sama Siti! ucap mama
ternyata mama masih duduk di sofa ruang tv, aku kaget dong karena lampu ruangan sudah mati semua, apa lagi mama langsung bicara gitu.
Aku kira tadi itu hantu eh ternyata mama, "mama belum tidur? tanya ku menyalami tangan mama dengan takzim
"Mama nungguin kamu loh, mama pengen tau kamu bicara apa aja sama Siti! ujar mama
Aku mengaruk-garuk kepala ku sambil nyengir.
"Devan nggak jadi ketemu sama Siti ma! ujarku
"Terus kamu kemana aja? kenapa pulang kamu lama? tanya mama
"Tadi kerjaan Devan banyak banget ma, jadinya Devan lembur! ujar ku
"Ya udah deh mama ngantuk mau tidur dulu! ucap mama
"Devan janji besok akan menemui Siti! ucap ku
"oke, udah kamu bersih-bersih gih! titah mama
Aku mengangguk kami berdua menaiki anak tangga, aku memasuki kamar ku selesai bersih-bersih aku langsung saja mengistirahatkan tubuh aku.
Dari tadi aku memikirkan pak Devan melulu, semakin aku melupakan nya semakin tidak bisa.
"Pak aku cinta sama kamu pak, aku tidak mau kehilangan kamu lagi! gumamku
Apa lagi Rena tadi bilang kalau kamu mau nikah, kalau itu kenyataan gimana? aku tidak terima pak kalau kamu sama wanita lain!
Saking kesalnya aku menelepon nomor pak Devan, aku masih menyimpan nomor pak Devan.
Panggilan telepon aku masuk tapi tidak di angkat nya, tapi aku tidak patah semangat aku mengulang menelepon pak Devan
Kali ini pak Devan mengangkat telepon dari aku.
'Hallo ini siapa ya?
"Hal-hallo! ucapku gugup
'Kalau nggak ada hal penting saya matiin ya!
"Pak! ucapku menahan supaya pak Devan tidak mematikan panggilan telepon ini
'Siti!
"iya ini saya pak! ucapku
__ADS_1
'Kenapa kamu telepon saya malam gini, apa ada hal yang penting!
Kenapa pak Devan bicara nya seperti dulu lagi sih? bicara nya seperti waktu dulu lagi, dia bersikap dingin dan jutek lagi.
'Siti saya ngantuk saya harus istirahat!
"Kamu marah sama aku? tanya ku, tapi sayang sekali belum selesai aku bicara pak Devan sudah mematikan panggilan telepon nya.
"Segitu kah kamu marah sama aku? gumamku melempar hp ku ke atas kasur
...
Besok paginya aku berangkat ke sekolah di antar oleh mama.
"Siti masuk dulu ma! pamit ku mencium punggung tangan mama dengan takzim
"Nanti mama nggak usah jemput Siti ya! pesanku ke mama
"Terus pulang sama siapa? tanya mama
"Nanti aku pesan taksi online aja ma! ucapku
Mama mengangguk kini aku sudah berada di dalam kelas
"Hehem....
"Yang mau ketemuan sama pak Devan udah dandan cantik aja nih! goda Rena
Aku menanggapi ucapan Rena dengan senyum saja.
Jam delapan pagi aku sudah berada di SMK Merdeka Mandiri, aku di sambut hangat oleh kepala sekolah SMK ini.
"Terima kasih bapak sudah berkunjung ke SMK kami! ujar kepala sekolah
"Saya yang berterima kasih kepada bapak karena sekolah ini sudah menyambut baik kedatangan saya! ujarku
"Nah di sini lokasi tempat kami mau membangun aula untuk sekolah ini pak! ujar kepsek
Aku mengangguk-angkuk, setelah berkeliling cukup lama aku melihat Siti yang lagi duduk di bawah pohon besar yang rindang.
"Saya mau ke toilet dulu! izinku ke kepsek
Aku bukanya ke toilet malahan aku menyamperi Siti yang lagi duduk sendiri di bawah pohon rindang itu.
Dia sekarang lagi menundukkan kepalanya seperti orang lagi membaca buku, aku mengamati dia dari kejauhan.
Lalu aku mendekati nya, "saya boleh duduk di sini? ujarku
Dia menjatuhkan buku nya yang di pegang, lalu ia mengangguk kecil
"Buku tentang apa yang kamu baca? tanya ku basa-basi, aku tidak tau harus bicara topiknya tentang apa? makanya aku cuma basa-basi saja.
"Buku tentang cinta si gadis SMK! ujar Siti
"Cinta? tau apa kamu tentang cinta itu? tanya ku
"seperti cinta saya ke bapak! ujar nya
Aku tersenyum kecil memperhatikan Siti yang masih menunduk, "Maaf mungkin kemaren saya emosi jadinya saya tidak mendengar kan penjelasan kamu! ucapku
"Bapak tidak salah, yang salah itu saya, saya yang tidak mau memberikan penjelasan ke bapak, akhirnya saya mendapatkan konsekuensi nya
"Bapak bilang mau meninggalkan saya untuk selama-lamanya ya kan? ujar Siti
"Saya bilang seperti itu karena saya emosi, semakin kesini saya tidak bisa melupakan kamu! ucapku
Berarti selama ini perasaan pak Devan sama perasaan ku juga sama, kami saling tidak bisa melupakan satu sama lain.
"Saya tau saya salah waktu itu, saya egois, saya juga memaksakan kehendak saya ke kamu, jadinya kamu malah mau melupakan saya! ucap pak Devan
__ADS_1
"Saya mau berjuang sama bapak! ujarku spontan
"Bapak tau? semakin saya melupakan bapak semakin tidak bisa! ucapku
"Apa kamu serius dalam ucapan kamu itu? tanya pak Devan
Seperti nya pak Devan ragu dengan ucapan aku, mungkin dia ragu karena waktu itu aku tidak memberikan penjelasan kepada nya
"Kamu meragukan ucapan saya? tanya ku
Dia sedikit mengangguk, aku hanya bisa memahami itu, yang salah memang aku kenapa kemaren itu aku tidak langsung saja mengatakan nya!
"Aku tau kamu meragukan aku karena waktu itu kan? tanya ku
Dia tersenyum seolah-olah senyumnya itu menandakan iya kalau dia emang ragu dengan kata-kata ku.
"Kamu serius sama ucapan kamu itu? tanya pak Devan
"Apa wajah ku menandakan kebohongan? tidak kan! ucapku
"Iya aku percaya! ujar pak Devan
Aku senang karena dia mau memperjuangkan cinta kita, walaupun badai, angin ribut, hujan, halilintar sekalian pun aku akan tetap berjuang bersama-sama dengan nya.
"Aku janji tidak akan mengecewakan kamu lagi! tutur ku serius
"Aku juga, aku tidak akan membuat kamu sedih lagi! ucap pak Devan
Kami saling senyum-senyum aku melihat wajah nya, dia juga melihat ke arah ku tatapan kami saling beradu.
Aku langsung menundukkan pandangan ku, takut zina mata nanti nya.
"Tumben sekali kamu memanggil kita berdua dengan sebutan aku kamu? tanya ku ke Siti
Dia malu-malu menyembunyikan wajahnya di balik telapak tangan nya.
"Itu hal biasa saja, saya dari dulu berharap kalau kamu manggil saya dengan sebutan kamu! ucapku
"Jadi bapak tidak marah? tanya nya
"Untuk apa saya marah? aku balik bertanya
"Saya kira bapak marah, waktu itu saya manggil bapak dengan sebutan kamu, ekspresi wajah bapak nampak berubah waktu itu! ujar Siti
Aku tertawa kecil waktu itu memang betul aku terkejut, tapi aku sekaligus senang.
"Kamu janji kan akan berjuang bersama-sama dengan saya? tanya ku memastikan nya lagi
Dia mengangguk-angkuk seraya tersenyum manis, senyuman nya ini yang tidak bisa aku lupakan.
...
bersambung...
...----------------...
Gimana nyambung tidak ceritanya?
jangan lupa tinggalkan jejak!!!!
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1