Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 72. Peramal Atau Titisan Dewa


__ADS_3

Pagi tadi sudah berganti siang, cuaca panas bikin aku haus saja, aku pergi ke dapur untuk mengambil air dingin yang ada di dalam kulkas.


"Minum air dingin seperti nya enak! ujar ku, lalu membuka kulkas.


Aku mengambil air dingin itu, setelah aku tuangkan ke dalam gelas, sedetik kemudian aku meminum air itu.


"Nona siti, jangan! ujar bik imah, aku tidak menghiraukan bik imah.


Glekk, air dingin pun sudah aku teguk, suegerr banget rasanya di tenggorokan aku ini.


Air dingin yang aku minum pun sudah habis aku telan.


"Astaga nona jangan kata bibik tadi kan! ujar bik imah


"Apa sih bik, aku cuma minum air dingin doang, bukan baygon aku minum bik! ujar ku


"Bibik kira non siti minum apan tadi! ujar bik imah nyengir kuda


"Udah ah bik, aku ke depan lagi! ujarku


"Siaap non! ujar bik imah


Aku kembali lagi duduk di sofa ruang keluarga, mama papa hari ini nggak ada di rumah, tadi pagi mereka pamit buat antarin kak reno ke bandara, tapi sampai sekarang mama belum juga balik.


Ini lagi suami aku, masa jam segini dia tidur, malah ngoroknya kenceng lagi! gerutu ku


Pengen aku tabok juga itu mulut nya lama-lama bikin aku kesal saja, tidur nya nggak di kamar lagi malah di sofa ruang keluarga.


Kata nya di kamar panas maka nya dia tidur nya di sofa ini, padahal AC kamar sudah dingin banget, tapi dia tetap ngeyel untuk tidur di sini.


Aku jadi kangen sama mama, mama apa kabar ya?, sudah lama aku tidak bertemu mama lagi, kira-kira dua hari yang lalu aku bertemu mama!


Pergi ke rumah mama siang-siang kayak nya seru, hmm...bangunin mas devan dulu aja deh, lalu baru deh aku ajak dia ke rumah mama.


"Mas devan bangun! ujarku mengelus-elus pipi nya


"Mas bangun mas! ujar ku


Buka nya bangun eh malah tambah ngorok, kesel banget aku sama kamu mas! umpat ku, lalu aku melempar bantal ke perut mas devan.


"Mas bangun....! ujar ku


Mas devan menggeliatkan tubuhnya, lalu ia merubah posisi tidurnya yang semula berbaring kini menelungkup.


Kebo banget sih kamu mas! umpat ku


Di lempar sama bantal nggak ngaruh juga, di goyang-goyang tubuhnya juga nggak bisa, terus bangunin dia pakai apa dong?


"Mas bangun mas! ujar ku membangunkan nya sekali lagi.


Tanpa pergerakan sama sekali, malahan dia tambah nyenyak tidur nya, huff... dasar kebo kamu mas! umpat ku.


Aku mencoba membangunkan suamiku lagi, "mas bangun mas! ujar ku lagi.


Masih sama dia masih tidur, pengen aku tendang dia tapi apa lah daya ku, takut dosa juga!


"Pakai cara apa lagi coba aku bangunin mas devan! lirih aku


Mungkin pakai cara lama bisa kali ya!, ya udah deh pakai cara lama aja, sama kayak mama membangunkan aku dulu.


Lalu aku pergi ke arah dapur, setelah selesai menyiapkan air se-gayung lalu aku bawa ke mas devan.


"Cara ini paling ampuh buat bangunin suami! gumamku

__ADS_1


Maaf ya mas aku harus mengambil cara ini untuk bangunin kebo kayak kamu.


Kalau langsung aku guyur kasihan juga, aah serba salah deh!.


"Mas bangun mas, kalau nggak bangun aku guyur ya sama air! ujar ku


"Mas buruan bangun...! ujar ku, sia-sia ku berjuang bangunin kamu mas, hasil nya tetap sama!


Byur!


Aku menyiram mas devan dengan air se-gayung, "aaa...banjir...banjir...banjir...! ujar mas devan langsung berdiri.


Aku langsung menyembunyikan gayung yang aku gunakan untuk menyiram mas devan tadi.


"Kayak nya rumah kamu bocor deh mas! ujar ku pura-pura tidak tau


"Nggak ada rumah aku nggak bocor sama sekali! ujar mas devan melihat plafon rumah.


Lalu mas devan melihat aku dengan tatapan tajam, "sini-in gayung yang kamu pegang! ujar mas devan


Aku menggelengkan kepalaku, "nggak ada gayung! ujar ku, melihatkan satu tangan ku, tangan yang satu nya memegang gayung.


"Tangan yang satu lagi! ujar mas devan, lalu aku melihat kan tangan ku yang satu lagi, tangan yang tadi aku gunakan untuk memegang gayung.


"Dua-duanya! ujar mas devan, aku nyengir kuda.


Lalu aku memperlihatkan kedua tanganku ke mas devan, tangan sebelah kiri aku memegang gayung itu!


Mampus...mampus... akhirnya ketahuan juga! umpatku


"Ngapain siram aku? tanya mas devan


"Habisan kamu nggak mau bangun, ya jadinya aku pakai cara lama aja buat banguni kamu! ujarku


Iiiss mas devan apan sih, ngapain nama markonah di bawa-bawa!


"Siti Marsya Diningrat! ujarku menyebutkan nama lengkap ku


"Somplak! ujar mas devan lalu ia pergi ke kamar.


"Aku bukan somplak dan juga bukan markonah! ujar ku


"Kamu somplak! ujar mas devan


"Nyebelin kamu mas! ujar ku, lalu mengejarnya.


"Siti! bentak mas devan, aku langsung berhenti di tempat ku, air mata ini menetes seketika saat di bentak oleh mas devan.


Baru sekali ini aku di bentak oleh nya, sakit rasa nya kalau di bentak seperti ini, aku langsung memutar tubuhku, aku tidak mau melihat dia lagi!


...


Udah basah kayak gini, aku di buat cemas oleh siti, ngapain dia lari-lari gitu bikin aku marah aja, kata dokter kemaren dia tidak boleh lari-lari karena dia masih hamil muda.


Sudah lah mendingan aku ganti baju terlebih dahulu!.


Aku mengganti baju ku dengan baju kaus biasa, ada-ada saja kelakuan siti hari ini, besok ntah apa yang akan dia lakukan kepadaku!


Selesai ganti baju aku turun ke bawah lagi untuk mencari siti, tadi aku tidak sengaja membentak dia, aku bermaksud cuma menegur dia tadi eh malah kebentak!


"Siti! panggil ku


"Where are you baby? panggil aku, tapi dia tidak menyahut sama sekali.

__ADS_1


Apa dia nangis?, tadi aku liat dia langsung memutar tubuhnya!


...


"Hiks...hiks...mas devan jahat dia bentak aku! tangis ku di bawah pohon manga yang berada di belakang rumah.


"Jahat kamu mas, aku kan cuma bangunin kamu aja, siapa suruh tidur kayak kebo banget! ujar ku di sela-sela tangis ku.


"Mas devan jahat, jahat, aku benci kamu mas! lirih ku


"Ooh, jadi kamu di sini! ujar mas devan


Aku pura-pura tidak dengar saja, ngapain dia cari aku!


"Kamu nangis? tanya mas devan.


Dah garuk gatal pula, dah tau pakai nanya, udah tau orang nangis pakai nanya lagi!


"Maaf ya aku nggak sengaja bentak kamu, tadi itu aku cemas sama kamu, udah tau lagi hamil kamu malah lari-lari gitu, nanti terjadi sesuatu dengan calon anak kita gimana?


"Emang kamu mau? tanya mas devan lalu mengusap-usap lembut perut ku.


"Tapi kan nggak harus bentak aku, aku paling tidak suka di bentak! ujar ku


"Iya, iya, maaf aku kan nggak sengaja! ujar mas devan


Aku masih cemberut dengan mas devan, enak saja main minta maaf sementara aku di buat nangis gini, pokok nya aku tidak mau memaafkan nya sebelum dia cium aku.


"Muach! mas devan langsung mencium pipi aku, peramal atau gimana ya? kok dia bisa tau sama permintaan aku!


"Udah kan, jadi mau kan maafin aku! ujar mas devan


Aku menggeleng, enak saja dia pokok nya aku belum bisa maafin dia.


"Apa lagi yang kamu minta? tanya mas devan


Aku minta ke rumah mama mas, aku kangen mama, cuma itu permintaan aku kok!


"Yuk kita ke rumah mama sekarang! ujar mas devan menggenggam tanganku.


Aku melotot ke mas devan, dia ini peramal atau titisan dewa sih? kok dia tau aja sama permintaan aku, padahal aku belum kasih tau!


...


bersambung...


...----------------...


Ada apa dengan kalian? kok nggak baca cerita author lagi?


Makin hari makin sedikit aja pembacanya!


Sedih tau di tinggalin gini!πŸ˜ͺ


Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!πŸ™


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2