
Aku sangat terharu dengan ucapan papa, ya Allah terima kasih engkau telah meluluhkan hati papa.
Lalu aku melirik mama, akhirnya mama juga ikut menganggukkan kepalanya, "Hikss....hiks...hikss....papa, mama terima kasih telah mengizinkan Siti untuk menyelamatkan nyawa seseorang! ujarku ke mama dan papa.
"Iya! ujar mama papa
...
Mata aku juga berembun saat papa sama mama Siti memberikan izin kepada Siti untuk menyelamatkan nyawa mama aku.
Aku tidak tau harus bagaimana membalas jasa Siti dan keluarga nya kepada keluarga aku.
"Om, tante, terima kasih, saya tidak tau harus berkata-kata apa lagi, yang jelas saya banyak berterima kasih kepada kalian! ujarku
"Iya, om sama tante mengikhlaskan kalau Siti mau mendonorkan satu ginjalnya untuk mama kamu! ujar papa Siti
"Tapi ada syaratnya! ujar papa Siti lagi
"Apa pun syarat nya pasti akan saya lakukan om! ujarku
"Nikahi putri om! ujar papa Siti
Aku melihat Siti, Siti juga melihat aku, "saya akan melaksanakan syarat itu! ujarku
Mungkin dengan cara ini aku bisa membalas jasa Siti, walaupun belum sebanding yang telah Siti lakukan untuk mama aku.
Dia rela memberikan satu ginjal nya demi mama aku.
"Kalau begitu besok pagi kita akan melakukan ijab Kabul antara kamu dengan Siti! ujar papa Siti
"Kita akan melaksanakan pernikahan di rumah sakit, setelah acara pernikahan dilaksanakan, baru kita akan melakukan operasi untuk donor ginjal itu! ujar papa Siti lagi
"Saya siap om, tante! ujarku
"Bagaimana kamu sudah siap Siti? tanya mama Siti
"Kalau dengan itu syarat yang papa beri, Siti insyaallah siap ma, pa! ujar Siti
Antara senang dan juga sedih itu yang aku rasakan sekarang.
Aku senang akhirnya aku bisa menikahi gadis yang aku cintai dan mama aku juga mendapat donor ginjal, dan sedihnya aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan Siti.
Kini aku balik lagi ke rumah sakit, sementara Siti tidak ikut lagi.
Aku tidak sabar memberi tahu ke keluarga aku tentang kabar baik ini.
Sesampai nya di rumah sakit aku langsung berlari ke arah tempat mama di rawat.
"Kak Devan kelihatan senang? tanya Reno
"Apa kakak sudah mendapatkan izin dari keluarga Siti! ujar Reno lagi, aku mengangguk, sementara papa hanya duduk melihat aku berbicara dengan Reno
"Tapi ada syaratnya dari papa Siti? ujar aku ke Reno
"Apa syarat nya kak?, syarat nya tidak menyulitkan kakak kan? tanya Reno
__ADS_1
Aku menggeleng, "syaratnya tidak menyulitkan aku, aku harus menikah Siti besok! ujar ku
Papa melototi aku, lalu papa mendekati kami, "benar kata papa kan! ujar papa
"Batalkan saja bantuan dari gadis itu! ujar papa
"Maksud papa apa?, papa mau mama kenapa-napa? ujar Reno
"Papa tidak ingin Devan menikahi gadis itu! ujar papa
"Papa egois, papa hanya mementingkan diri papa sendiri, apa papa tidak kasihan dengan mama?, mama nyawanya sudah di ujung tanduk pa! bentak Reno
Aku tidak paham dengan jalan pikiran papa, di otak papa itu sebenarnya apa?, kenapa di saat genting ini papa malah membatalkan bantuan dari Siti.
Yang menjalankan rumah tangga itu aku dengan Siti, bukan papa!
"Papa mau mama kenapa-napa? tanya aku
"Kalau papa sayang sama mama, tolong pa jangan mempersulit mendapatkan donor itu, papa tidak tau bagaimana aku berjuang mati-matian mencari pendonor itu! ujarku
"Yang menjalankan rumah tangga itu aku pa, bukan papa! ujarku lagi
"Jadi tolong sekali ini saja, papa dukung kemauan aku demi menyelamatkan mama! ujarku
"Baik papa akan mendukung nya, ini demi mama kamu, bukan demi yang lain! ujar papa
Aku mengangguk kecil, akhirnya papa mau juga, terima kasih ya Allah akhirnya mama bisa mendapatkan pendonor itu.
...
Besok paginya aku sudah rapi dengan Jaz dan peci, keluarga aku sudah berkumpul di kamar tempat mama di rawat.
Aku hanya mengundang keluarga inti saja, untuk menghadiri acara pernikahan yang sederhana ini.
Mama aku malam tadi sadar, dan aku sudah meminta izin dari mama bahwa pagi ini aku akan menikahi Siti.
Mama setuju kalau aku menikahi Siti, bahkan mama sekarang ini melihat aku.
"Berbahagialah dengan pasangan kamu nak, mama senang akhirnya mama bisa melihat putra mama menikah! ujar mama terbaring lemas di atas brankar.
"Iya mama! ujarku mencium punggung tangan mama
Kini aku tinggal menunggu kedatangan keluarga siti dan juga Siti.
Setelah lama kami menunggu akhirnya Siti dan keluarga nya datang juga.
Dia tersenyum lalu menuju ke tempat mama yang terbaring lemas.
"Ma, izinkan aku untuk bisa mengabdi dan berbakti kepada mas Devan! ujar Siti meminta izin ke mama aku.
"Mama mengizinkan kamu nak, jadilah istri yang baik dan berbakti kepada suami kamu! ujar mama
Siti mengangguk seraya tersenyum.
Ijab Kabul pun akan di mulai, Siti duduk di samping aku, lalu papa Siti duduk di depan aku, sementara papa aku duduk di sebelah aku.
__ADS_1
Keluarga aku dan keluarga Siti menyaksikan acara pernikahan yang sederhana ini.
"Bagaimana apa sudah bisa kita mulai? tanya penghulu
Aku mengangguk mantap, papa Diningrat menjabat tangan aku.
"Bismillahirrahmanirrahim... saya nikah kan engkau Devan Wijaya bin Wijaya dengan putri saya Siti Marsya Diningrat binti Diningrat dengan mas kawin berupa uang sebesar 1 miliar di bayar tunai...! ujar papa Siti
"Saya terima nikah dan kawinnya Siti Marsya Diningrat binti Diningrat dengan mas kawin tersebut tunai...! ujar aku.
"Bagaimana para saksi sah? tanya pak penghulu
"Sahhh....! jawab semuanya
Pak penghulu berserta yang lain memanjatkan do'a setelah pernikahan kami, Alhamdulillah akhirnya aku sah menjadi suami Siti.
Setelah selesai do'a Siti mencium punggung tangan aku dengan takzim, aku mengusap lembut kepalanya sambil berucap, "jadilah istri yang berbakti kepada suami kamu! ujar aku.
Kini aku memasang cincin di jari manis Siti, dia pun juga memasang cincin di jari manis aku.
"Akhirnya kalian sah juga! ujar kak Elsa
Aku hanya tersenyum, lalu aku menghampiri mama, "ma, aku sudah menikah dengan gadis pilihan aku! ujarku
"Iya nak, mama juga ikut senang, jaga Siti baik-baik nak, jangan pernah sakiti hati nya! ujar mama, aku mengangguk.
"Berhubung acara pernikahan nya sudah selesai, ada baiknya kita akan melakukan operasi donor ginjal ini, karena melihat kondisi ibu Aina yang sudah semakin parah! ujar dokter yang biasa menangani mama.
Kami sudah sepakat kemaren bahwa selesai acara pernikahan, Siti dan mama akan melakukan operasi donor ginjal.
Mama bersama Siti di bawa ke ruangan khusus untuk operasi.
"Mas do'akan aku dan mama, supaya operasi ini berjalan dengan lancar! ujar Siti
"Aku akan pasti mendo'akan yang terbaik untuk kalian berdua! ujarku.
"Mama, papa do'akan Siti! ujar Siti
"Papa akan mendo'akan kamu nak! ujar papa Siti.
Kini Siti di bawa masuk dalam ruangan operasi, kami semua menunggu di luar.
"Semoga operasi mama dengan istri hamba berjalan dengan lancar ya Allah!
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π