
Siti masih cemberut, dia tidak mau bicara lagi, aku sekali-kali berdehem supaya dia mau bicara lagi.
"Hehem...!
"Kalau tenggorokan gatal, nggak usah sungkan-sungkan batuk! ujar nya
"Iya batuk nih, batuk karena liat bidadari di sebelah aku lagi ngambek! ujar ku
Dia mengulum senyum, lalu memasang wajah cemberut lagi, "nggak usah gombal! ujar nya
"Ya, kalau nggak mau di gombalin sama raja gombal ini, ya, nggak usah ngambek di depan aku! ujarku, tersenyum puas
"Tukan kamu gombal lagi! ujar nya, semakin menggelembung pipinya.
"Mau ngapain tuh pipi kamu, gelembung kayak ikan bonta lagi! ledek ku
"iiih kamu mah, bukanya nyenengin aku, malah bikin aku kesal lagi! ujarnya geram.
"Ya udah jangan ngambek lagi! ujar ku
Pengen aku tarik pipinya yang menggelembung itu, tapi bukan mahrom!
"Masih lama orang yang kamu tunggu itu? tanya nya, aku melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan ku, seharusnya pesawat yang di naiki Luna udah landing dari tadi.
"Seharusnya udah landing dari tadi sih, mungkin sebentar lagi! ujar pak Devan
Bosan tau nggak duduk lama-lama di sini, dari tadi aku hanya melihat orang yang hilir mudik saja di depan ku ini.
"Lama sekali aku bosan tau nggak! ujar memasang tampang memelas
Nyesel juga nggak bawa motor sendiri, kan jadinya aku lama nungguin pak Devan.
Yang di tunggu juga lama, emang nya siapa sih yang di tunggu?, cewek apa cowok?, ganteng apa cantik?, kira-kira siapa ya?
"Hey Devan! panggil seseorang sambil melambai-lambaikan tangannya ke arah pak Devan, apa mungkin itu orang yang di tunggu pak Devan.
Aku menatapnya dari atas sampai bawah, cantik!, jadi insecure aku melihat wajahnya yang begitu cantik dari aku.
"oh, thank you for waiting for me! ujar nya, kelihatan nya dia sangat senang sekali bertemu dengan pak Devan.
"Iya, sama-sama! jawab pak Devan, juga ikut senang.
"how was the journey here? ujar pak Devan ke wanita itu, aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, apa lagi pakai bahasa Inggris, aku paling tidak suka bahasa itu.
"Safe, without any obstacles! ujar wanita itu.
Aku dari tadi berdiri di belakang pak Devan, sambil mendengarkan ucapan mereka berdua, lalu wanita itu melemparkan senyum ke aku, aku juga ikut senyum.
Wanita itu melirik aku sekali lagi, dia melihat aku dari atas sampai bawah juga, seperti aku yang melihatnya tadi.
Risih juga di lihat sama wanita bule ini.
wanita itu berbicara pelan ke pak Devan, tapi masih bisa aku dengar.
"Perempuan di belakang lo itu siapa Van? tanya nya
"Oh, Siti! ujar pak Devan
"Siti sini dulu! titah pak Devan, lalu aku maju dua langkah, aku berdiri sejajar di samping pak Devan.
"Perkenalkan ini Siti, dan perkenalkan juga ini Luna sahabat aku waktu di SMA! ujar pak Devan
Aku menjabat tangan kak Luna itu, "Hai kak nama aku Siti! ujar ku
"Hai juga Siti, aku Luna! ujar nya tersenyum ke aku.
"Senang bertemu dengan kamu! ujar nya lagi, aku hanya tersenyum.
"Hehem van, gas aja langsung! ujar kak Luna
"Nanti, setelah lulus! ujar pak Devan
Aku jadi canggung dengan kak Luna ini, ternyata orangnya baik juga.
__ADS_1
"Wah gila, masih sekolah! ujar kak Luna
"Yoi, gimana cocok nggak? tanya pak Devan ke kak Luna
"Cocok banget, seratus persen gue dukung! ujar kak Luna
"Kak apa sih! ujar ku malu-malu
"Nggak usah malu, Devan ini orang nya baik, kamu beruntung mendapatkan dia! ujar kak Luna.
Setelah dari bandara tadi kami singgah dulu di restoran, karena perut ini sudah keroncong ingin di isi.
"Kamu mau pesan apa? tanya ku ke Siti, dari tadi dia hanya bolak balik menu yang ada saja.
"Bingung! ujarnya
"Aku aja yang pesan buat kamu!, kita sama an aja! ujar ku.
"Ya udah nggak papa deh! ujar Siti
"Minum nya kamu mau apa? tanya ku ke Siti
"Sama in aja! ujar nya, seperti nya dia bingung mau pilih yang mana.
Aku memesan dua Spageti carbonara, dan minuman nya fruit juice.
"Jomblo emang nggak enak! ujar kak Luna
Aku hanya menggaruk-garuk kepada yang di tutupi jilbab ini, canggung juga jadinya.
Setelah pesanan kami di antar kami langsung menyantap makanan itu.
"Van, Siti, aku ke toilet dulu! ujar kak Luna
Dari tadi aku memperhatikan Siti, dia tampak diam saja, entah lah kenapa dia jadi pendiam gini?
"Pulang mas, capek di sini mulu! ujar Siti merengek, dia seperti nya tidak enak badan kelihatan dari wajahnya yang pucat.
"Kamu sakit? tanya ku, aku tidak berani mengecek suhu di jidatnya.
"Nggak enak badan aja, aku kalau kelelahan pasti seperti ini, badan aku langsung drop! jelas Siti
"Sebentar kita tunggu Luna tadi! ujar ku ke Siti, dia mengangguk pelan.
Luna tadi menghampiri kami, "Kalian pulang aja dulu, aku mau nungguin teman aku di sini! ujar Luna
"Oh, begitu, kita balik duluan! ujar ku
"Yaaa, bey Siti, sampai jumpa kembali! ujar Luna
Siti mengangguk, "Sampai jumpa juga kak! ujarnya.
Aku bersama Siti menuju parkiran, Siti sempat berhenti dan jongkok, aku juga ikut jongkok, aku melihat Siti wajah nya sudah kelihatan pucat sekali.
"Aku nggak kuat mas! ujar Siti
"Terus gimana lagi?, kamu masih sanggup jalan ke mobil? tanya ku ke Siti.
"Kalau di kuat-kuatin bisa kayaknya! ujar Siti, lalu dia melanjutkan jalannya pelan-pelan.
Kami sudah di dalam mobil, Siti langsung merebahkan tubuhnya di bangku mobil.
"Aku tidur nggak papa kan? tanya ku ke pak Devan.
"Nggak papa! ujar pak Devan
Tubuh ini rasanya tidak enak sekali, dari pagi tadi aku juga tidak enak badan, demi cinta ku kembali aku tetap mengusahakan tetap kuat.
Nyatanya sekarang badan aku langsung drop gara-gara terlalu capek, aku paling tidak bisa kecapekan.
"Langsung pulang aja mas! ujar ku, aku tidak mau di bawa oleh pak Devan ke rumah sakit.
"Tapi kamu sakit lho, kita ke rumah sakit aja gimana?, kamu mau nggak? tanya pak Devan
__ADS_1
"Nggak usah, aku udah biasa kayak gini, istirahat aja udah cukup kok, nanti akan sembuh! ujar ku.
"Kalau kecapekan gini kamu sering drop? tanya pak Devan
"Iya, dari kecil aku memang seperti ini!, fisik aku termasuk lemah! ujar ku memberikan penjelasan ke pak Devan
"Misalkan kamu kerja terlalu berat kamu akan seperti ini juga? tanya pak Devan
"Tergantung juga sih!
"Tadi pagi badan aku rasanya juga nggak enak sih, ya makanya aku bisa drop gini! ujar ku
"Kadang aku juga sering pingsan kalau terlalu capek banget!, tubuh aku ini memang fisiknya aja yang lemah! jelas ku ke pak Devan
Pak Devan mengangguk-angguk, "Maaf ya gara-gara aku, kamu jadi drop gini! ujar pak Devan
"Nggak papa, aku senang akhirnya kamu percaya lagi sama aku! ujarnya.
"iya! ujar pak Devan
Setelah sampai di pekarangan rumah Siti, aku membuka pintu mobil untuk nya, dia tersenyum walau bibir nya itu sudah pucat.
"Makasih! ujarnya, aku mengangguk
"Kamu mau masuk dulu atau langsung balik? tanya Siti
"Aku balik aja, soalnya di kantor ada pekerjaan penting juga! ujar ku ke Siti.
"Jam segini kamu mau ke kantor?, terus kapan pulang nya coba? tanya Siti
Aku tersenyum kecil, dia sangat menghawatirkan aku, "udah biasa, palingan sekitaran jam sepuluh ke atas aku pulang nya! ujarku.
"Lama juga ya, jangan lupa jaga kesehatan kamu, udah berumur gitu masih aja lama-lama istirahat nya! ujar Siti
"Iya, iya, sudah berumur gini aku masih kelihatan umur 25 lho! ujar ku ke Siti
Dia tersenyum lebar, lalu mengangguk, aku di buat heran oleh Siti!
"Kenapa? tanya ku
"Iya wajah kamu masih kelihatan masih muda! ujar nya
"Itu kamu tau, udah kamu istirahat sana, jangan banyak mikirin aku! jelas ku
"Ge'er kamu ya, siapa juga yang mau mikirin kamu! ujar nya
"Ya udah, hati-hati di jalan, aku masuk duluan! ujar Siti, lalu dia masuk ke dalam rumah nya.
Hati aku sekarang rasanya sudah plong dan lega, karena aku tidak salah paham lagi sama Siti, dan Reno juga telah menjelaskan nya juga sama aku.
Tinggal satu lagi tantangan nya, yaitu papa!
....
bersambung...
...----------------...
Kok makin kesini cerita author makin sedikit ya pembaca nya?, pada kenapa ya?, apa kalian sudah bosan sama cerita Devan dan Siti ini?.
Ayo lah para pembaca komentar tentang cerita ini, apa kalian bosan?, iya itu?, bosan?
beri alasan yang jelas lah!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1