
Dari semalaman aku menunggu mama di rumah sakit, pagi ini papa sama Reno sudah di rumah sakit juga.
Papa sekarang ini lagi di dalam kamar tempat mama di rawat, sementara Reno duduk di sebelah ku.
Dia juga ikut menangis setelah melihat keadaan mama, aku sebagai kakak membantu menenangkan nya.
"Sabar, kita berdo'a saja untuk kesembuhan mama! ujarku ke Reno sambil mengusap-usap punggung nya.
"Sabar tidak akan membuat mama sembuh kak! ujar Reno
"Aku tau, tapi kita harus bagaimana lagi, sudah berbagi cara kita lakukan untuk mencari pendonor tapi kita tidak mendapatkan nya! ujarku
"Biar aku aja jadi pendonor untuk mama! ujar Reno, tekadnya sudah bulat.
"Kamu tidak bisa menjadi pendonor untuk mama, apa kamu tidak ingat dengan kondisi kamu! ujar ku ke Reno
Reno tidak bisa menjadi pendonor untuk mama, karena dia dulu juga pernah mengalami gagal ginjal waktu dia berumur 15 tahun dulu.
"Tapi kak, aku tidak mau mama kenapa-napa! ujar Reno
"Aku tau kamu juga takut terjadi sesuatu sama mama, tapi kamu harus ingat juga dengan kondisi kamu sekarang! ujar ku.
Reno mengusap-usap wajahnya penuh frustasi, aku pun juga begitu.
Papa sudah keluar dari kamar mama, lalu papa mendekati kami berdua.
"Apa tidak ada pendonor untuk mama kalian? tanya papa
"Kalau ada, sudah pasti mama di operasi dari kemaren-kemaren! ujarku
Suami macam apa papa aku ini?
Waktu itu papa tidak mau peduli dengan mama, kini keadaan mama sudah parah baru papa menyesalinya.
"Kamu Devan kenapa tidak mencari pendonor untuk mama kamu! ujar papa
"Selama ini papa kemana aja? tanya aku.
Kini aku yang disalah-salahkan, selama ini aku yang berusaha mencari pendonor untuk mama, tapi pendonor itu sendiri yang sangat susah di dapatkan.
"Papa selama ini kemana saja?, kenapa aku yang papa salah kan? ujarku
"Kan kamu yang selalu mengurus mama kamu, seharusnya kamu mendapatkan pendonor itu! ujar papa
"Iya, benar aku yang selalu mengurus mama selama ini, tapi adakah papa tanya ke aku soal pendonor itu? tanya ku
"Selama ini papa kemana saja, di saat mama membutuhkan papa! ujar ku lagi
"Di saat mama cuci darah papa tidak ada tuh sedikit pun menemani mama ke rumah sakit, papa hanya mengurus perusahaan, bisnis, yang akan papa bawa mati itu! ujarku penuh emosi
"Devan! bentak papa
"Apa?, papa mau menyalah-nyalahkan aku lagi?, silahkan! ujarku
"Anak tidak tau diri! umpat papa
__ADS_1
"Terserah papa mau nyebut aku apa, aku tidak peduli, yang hanya aku peduli kan sekarang ini hanyalah kesembuhan mama! ujarku
Tidak ingin menambah masalah lagi, aku memilih untuk pergi dari sana.
Kini aku lagi di kantin rumah sakit ini, karena dari tadi malam aku belum makan sama sekali.
...
Aku kadang suka heran sama papa, kenapa papa selalu menyalah kak Devan terus.
"Papa kenapa sih selalu salah-in kak Devan, dia lho pa yang selalu ada buat mama! ujarku membela kak Devan
"Nggak usah bela kakak kamu itu! ujar papa
"Benar kata kak Devan tadi, papa selama ini kemana?, kenapa di saat mama sudah kritis gini papa peduli sama mama! ujar ku
"Udah kamu diam aja Reno! ujar papa
Aku menghela nafas panjang, lebih baik diam dari pada melanjutkan ucapan ku yang tidak pernah betul menurut papa.
"Kak Reno! ujar Siti
Siti?, kenapa dia juga ada disini, apa dia juga tau kalau mama di rawat di sini?
"Ngapain kamu juga ada di sini Siti?, apa ada keluarga kamu juga yang di rawat di sini? tanya ku
"Nggak kak, aku hanya jenguk mama kakak aja!
"Oh iya, pak Devan kemana? tanya Siti
"Ooh begitu, kalau gitu aku ke pak Devan dulu! ujar nya, aku mengangguk kecil, berarti Siti tau kalau mama di rawat di sini, mungkin saja kak Devan yang memberi tahu.
...
Selesai sarapan aku masih duduk di kantin ini, kalau aku balik lagi ke sana yang ada aku akan bertengkar lagi dengan papa, lebih baik aku tunggu di sini saja.
"Sudah selesai sarapan nya?, aku menoleh ke belakang ternyata sudah ada Siti di belakang aku.
"Eh, Siti?, kamu ngapain ke sini lagi? tanya ku
"Bagaimana caranya aku senang-senang di rumah, sedangkan orang yang aku sayangi lagi sedih di sini! ujarnya
Aku tersenyum kecil, "Mama kamu nggak ke sini lagi? tanya ku
"Nggak mas, mama lagi nungguin papa aku pulang! ujarnya
"Tadi aku ke ruangan mama kamu, aku ketemu sama kak Reno dan papa kamu! ujar Siti
"Iya, mereka sudah pulang! ujarku
"Terus kenapa kamu tidak menemani mereka?, hmm... apa kamu menghindari papa kamu? tanya Siti
Aku mengangguk, apa yang di tanyakan Siti itu semuanya benar, "iya aku sengaja menghindari papa, tadi saja aku ribut sama papa, akhirnya aku memilih untuk pergi! ujarku
Siti mengangguk-angguk kecil, "ada masalah apa lagi?, sehingga kalian bertengkar lagi? tanya Siti
__ADS_1
Aku menghela nafas panjang, sekali-kali aku membuang nafas secara kasar.
"Huff...!
"Seperti biasa, papa aku selalu menyalah-nyalahkan aku, masa iya papa menyalahkan aku soal pendonor itu, kata papa aku tidak mencarinya, padahal selama ini aku selalu berusaha!
"Sedangkan papa kerjaan nya apa?, dia hanya mengurus perusahaan, bisnis, itu-itu aja yang iya lakukan!, tanpa memikirkan mama sekalipun, kini apa yang dia buat?, dia menyalahkan aku! ujarku kesal dengan papa
Siti mengangguk-angguk paham, "kenapa papa kamu seperti itu ya? tanya Siti
Aku menggeleng-nggeleg tidak tau, "Aku juga tidak mengerti! ujarku
"Oh iya, gimana keadaan mama? tanya Siti lagi
"Yaa, begitu lah Siti, mama masih seperti tadi, tidak ada perkembangan sedikit pun! ujarku
"Aku turut prihatin mas! ujar nya
"Oh iya, kalau pendonor ginjal apa sudah ada? tanya Siti, aku menggeleng-nggeleg
"Belum ada Siti, aku tidak tau harus mencari di mana lagi! ujarku
"Apa kamu sudah nanya ke teman-teman kamu, siapa tau mereka ada pendonor yang cocok! ujar Siti
"Aku sudah menanyakan itu, tapi teman-teman ku hanya menggeleng! ujarku
"Kalau aku saja yang menjadi pendonor untuk mama kamu gimana? tanya Siti
Aku menatap Siti, apa? dia mau menjadi pendonor untuk mama, tapi...!
"Jangan! ujarku
"Kenapa?, kenapa kamu menolaknya?, aku ikhlas memberikan satu ginjalku ke mama, asalkan mama selamat mas! ujar Siti
"Tapi aku tidak mau kamu kenapa-napa Siti, resikonya sangat besar! ujarku
"Mas aku mohon! ujar Siti menitikkan air matanya, aku bukanya tidak mau, tapi aku juga tidak mau Siti kenapa-napa
"Izinkan aku menjadi pendonor untuk mama kamu mas! ujar Siti.
....
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1