
Pagi hari nya aku bersiap-siap untuk pergi ke kantor, seperti biasa kegiatan pagi ku tanpa di warnai dengan yang bagus-bagus.
Pagi-pagi gini aku telah di suguhkan pemandangan yang tidak enak dilihat oleh mata.
kalian tau pemandangan apa?
Pemandangan wanita yang baju nya setengah bahan itu lagi, emang tidak ada malu-malu nya dia.
Mau apa dia kesini?, pagi-pagi gini sudah bertamu di rumah orang!
Di ruang tamu dia sudah duduk bersama kedua orang tua ku, aku terus saja keluar rumah tanpa melihat ke mereka.
"Devan! panggil papa
Aku berhenti di ambang pintu sambil menghela nafas berat.
"Aku pagi ini ada meeting! ujar ku cuek saja, lalu melanjutkan jalan.
"Milka bareng sama kamu! ujar papa masih terdengar di telinga ku.
Aku tidak menjawab nya, papa berserta wanita itu sudah berdiri di dekat ku.
"Ck! decak ku masam
"Kalau tidak ada kendaraan lebih baik pesan taksi online saja! ujarku
"Devan, bisa tidak kamu lebih sopan sedikit sama Milka! ujar papa
Apa sopan sama dia?, nggak salah tu?, untuk apa sopan sama wanita yang tidak tau diri ini!, sudah di tolak masih saja menganggu orang!
"Udah deh pa!, aku tidak mau bareng sama dia! ujar ku kesal
"Kalau Devan tidak mau bareng sama saya tidak apa-apa om!
"Saya bisa pesan taksi online, seperti yang di bilang Devan tadi! ujar nya
Bagus deh kalau tau diri!, nggak perlu juga aku capek-capek ngomong sama dia.
"Devan apa kamu tega sama Milka? ujar papa
Dih tega? oh, tidak ya, untuk apa tega sama dia?, kenal aja nggak!
"Lah tega! papa bilang?, lebih tega lagi papa sama aku! ujar ku
Papa aku lebih tega lagi karena aku di jodohkan dengan wanita yang ntah dari mana asalnya!, kalau wanita baik-baik tidak apa, lah ini sangat jelas sekali dari cara berpakaian nya kalau dia itu kurang baik untuk aku.
Aku masuk ke dalam mobilku, wanita bersama papa tadi juga ikut naik di dalam mobil ku.
"Apa-apa ini! ujarku marah
"Aku di paksa oleh papa kamu! ujar nya tanpa merasa keberatan
"Maksud papa apa ini? aku tidak mau bareng sama dia! ujar ku tidak terima
"Jangan banyak bicara! ujar papa masuk ke dalam rumah.
Dengan sangat berat hati aku jadi barengan dengan dia.
"Oh iya, saya dengar-dengar kamu salah satu CEO ternama di Hongkong itu ya? tanya dia
__ADS_1
Aku tidak menjawab pertanyaan nya, aku hanya cuek saja tanpa memperdulikan nya.
"Aku sudah tau banyak tentang kamu! ujar nya, aku tidak menghiraukan nya.
Kalau sudah tau banyak tentang aku, ngapain lagi nanya-nanya!, kayak nggak ada persoalan yang lain saja.
Kalau memang tidak ada pembicaraan lebih baik diam aja.
"Bete juga gue lama-lama sama dia!, jutek banget jadi orang!, kalau bukan soal harta nggak bakalan gue mau sama dia!
"Kalau kamu butuh bantuan tentang perusahaan yang di Hongkong itu, aku bisa bantu kok! ujar nya
"Nggak usah! ujar ku jutek
"Kenapa tidak usah?, lagian perusahaan kamu di Hongkong itu 40 persen aku yang punya loh! ujar nya lagi.
Menyesal aku waktu itu, kenapa aku bisa berkerjasama dengan dia sih!.
Aku pikir dia cuma kerjasama biasa saja, eh ternyata ada maunya!, ini semua gara-gara papa!, waktu itu papa yang maksa-maksa aku untuk kerja sama dengan Milka.
Aku juga tidak tau kalau papa punya rencana akan menjodohkan aku dengan dia.
"Turun sana! titah ku
Aku mengantarkan nya ke kantor nya, kalau memang tidak ada kendaraan jangan nyusahin orang!.
Kaya iya, kendaraan tidak punya! umpat ku
"Besok-besok kalau memang anda tidak ada kendaraan, pesan saja taksi online!
"Dan jangan jauh-jauh juga minta tolong nya, tetangga juga ada, bisa minta tolong sama tetangga terdekat!.
Dia langsung turun dari mobil ku, seperti nya dia marah.
Ya, bagus lah kalau dia marah!, biar besoknya dia nggak nyusahin orang lagi!.
"Awas saja kamu Devan, kamu belum tau siapa saya! ujar Milka
Aku sampai di kantor sudah telat gara-gara jalan macet sama mengantarkan Milka tadi.
"Hey!, bro tumben lo telat? tanya vano
"Macet! jawabku jutek
"Besok jadi gue sama Reno yang gantiin lo? tanya vano
Aku mengangguk, besok aku tidak jadi ke Hongkong karena vano sama Reno lah yang menghadle perusahaan aku di Hongkong itu.
"Gue mau lo bimbing Reno dengan baik, supaya dia tidak menjadi anak manja lagi! ujar ku
"Kalau soal itu, lo tenang saja! ujar vano
...
Sore ini aku akan menemui Siti di rumah nya, aku tidak mau memberi tahu nya kalau aku akan ke sana.
Sebelum ke sana aku mampir ke toko bunga terlebih dahulu.
Aku membelikan bunga anggrek berwarna putih untuk Siti, bunga anggrek putih itu adalah bunga kesukaan Siti.
__ADS_1
Aku sering membelikan Siti bunga anggrek ini!, dia sangat senang sekali kalau aku membelikan dia bunga ini waktu dulu.
"Eeh mau beli bunga anggrek putih ya mas! ujar si mbak penjual bunga itu.
Aku tersenyum ke si penjual itu, "iya seperti biasa ya mbak, jangan lupa buat kartu ucapan nya! ujar ku
"Siap mas Reno! di tunggu dulu ya! ujarnya
Sambil menunggu pesanan aku siapa, aku tersenyum membayangkan ucap Siti dulu, tentang bunga ini.
Ucapannya yang paling aku ingat itu yaitu, 'sepertinya aku akan jadi tukang bunga anggrek deh kak', karena aku selalu memberikan dia bunga anggrek ini.
"Udah nih mas! ujar si penjual
Selesai dari toko bunga itu aku langsung menuju rumah Siti.
"Semoga saja Siti tidak marah kalau aku ke rumahnya! batin ku
Aku sudah di depan rumah Siti, aku masih di atas motorku, lama-lama aku menatap rumah Siti ini.
"Huff... semoga saja Siti ada di rumah nya! gumamku.
Aku melihat Siti yang keluar dari rumahnya, baguslah aku tidak perlu memanggil nya.
Dia berhenti di depan gerbang rumahnya, mungkin dia kaget melihat aku, yang lagi berdiri di depan gerbang itu.
Wanita yang memakai gamis sakura dan jilbab senada itu, tersenyum kepada ku.
"Kak! lirihnya, tapi masih aku dengar.
Aku tersenyum kepadanya, dia membuka gerbang itu, "Ngapain kak? tanya dia.
"Cuma mau kasih ini aja! ujarku memberikan bunga anggrek putih itu.
Dia mengambil bunga anggrek itu, "tidak perlu repot-repot memberikan aku bunga anggrek ini kak! ujar nya
"Kenapa? tanya ku
"Karena bunga anggrek yang kakak kasih sudah hidup di belakang rumah! ujarnya
"Oh, begitu! ujar ku
"Tapi kakak tenang saja, aku akan menerima bunga ini! ujarnya
"Bunga Anggrek Putih, menandakan kita sahabat! ujar nya
...
bersambung...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1