
"Di sana aku membutuhkan waktu 3 bulan untuk memimpin perusahaan di Hongkong itu! gumamku
Berpisah lagi? apa Siti mau berpisah sementara lagi dengan aku? aku takut nya Siti malah berpaling dari aku!
Pukul 15.00 wib aku ada kunjungan lagi ke proyek yang ada di Bandung.
Tok...tok...tok...
Siapa lagi ini yang mengetuk pintu ruangan aku?, dari tadi banyak sekali orang yang mengetuk pintu!
"Masuk...! ujar ku
Ternyata yang mengetuk pintu ruangan ku adalah sekretaris ku.
"Maaf pak sekali lagi saya ingat kan bahwa sekarang bapak harus ke Bandung untuk melihat proyek yang di bangun di sana pak! ujar Wilona sekretaris aku
"Baik, sebentar lagi! jawabku sambil melambai-lambaikan tangan ku ke udara pertanda aku menyuruh Wilona untuk segera keluar.
Sebelum berangkat ke Bandung aku sudah menyelesaikan pekerjaan aku terlebih dahulu
Aku mengirim pesan singkat ke mama kalau aku hari ini pulangnya agak larut malam.
Setelah selesai mengirimkan pesan itu aku bergegas menuju ke Bandung.
Kali ini aku di temani oleh vano, dia juga salah satu orang kepercayaan aku bisa di bilang kalau dia ini tangan kanan aku.
"Bro gue dapat kabar kalau minggu besok lo balik lagi ke Hongkong? tanya nya
"Iya emangnya kenapa? aku balik bertanya
"Ya bukan apa-apa ya masa lo harus tinggalin mama lo yang lagi sakit-sakitan! ujar vano
Aku juga memikirkan itu, tapi aku harus gimana?
"Lo mau gantiin gue?, sebenarnya gue juga nggak mau juga harus balik ke sana lagi, tapi gue nggak bisa lepas tanggung jawab gitu aja! ujar ku
"Mau-mau aja sih, tapi emangnya bokap lo nggak marah apa? tanya vano
"Gue juga nggak tau! palingan cuma marah sedikit aja, apa lagi ini menyangkut mama! ujar ku
"Eh iya gue baru ingat, si gadis yang lo taksir itu apa kabar? tanya vano
Nah kan mulai lagi dia nanya-nanya soal Siti ni anak!
"Untuk apa lo nanya-nanya tentang dia? ujar ku sedikit melihat kan raut tidak suka.
Aku sifatnya tidak suka kalau milik aku itu di tanya-tanya sama orang, apa lagi di gangguin aku paling tidak suka itu.
"Nggak usah sensi gitu kali bro, gue cuma nanya kabar nya aja! ujar vano
"Dia kabar nya baik aja!
"Udah kita jangan bahas Siti dulu! ujar ku
"By the way si Rangga yang mau hancur-in perusahaan bokap Lo itu gimana jadinya? tanya vano
"Belum berhasil gue tangkap dia, gue nggak tau dia lari ke mana! ujarku
"Terus apa yang harus lo lakuin lagi? tanya vano
"Gue belum tau harus lakuin apa Ano, yang gue pikirin sekarang itu hanya kesembuhan nyokap gue!
__ADS_1
"prioritas utama gue hanya mikirin mama gue, gimana caranya mama gue mendapatkan donor ginjal yang cocok buat mama! ujarku kepikiran sama mama
"Gue baru tau waktu itu kalau nyokap Lo sakit ginjal, stadium 4 lagi! ujar vano
"Gue turut prihatin sama nyokap Lo ya! ujar vano
Aku mengangguk kecil, "Lo punya siapa itu yang mau donor-in ginjal nya untuk nyokap gue, atau lo punya kenalan atau semacam apa lah? tanya ku
"Nggak ada evan, cari pendonor ginjal itu susah banget! ujar vano
"Lo tau kan saudara jauh gue juga sakit ginjal waktu itu, nyawanya nggak bisa tertolong ya gara-gara pendonor ginjal itu aja yang emang susah untuk di cari! ujar vano
"Iya sih susah, gue aja udah masang iklan dimana-mana tapi tidak ada informasi apa-apa!
"Ini sudah bulan ke-3 gue masang iklan itu, tapi nggak ada yang mau! ujar ku
"Ya begitu lah evan! ujar vano
Aku menghela nafas berat, kini kami berdua sudah sampai di lokasi tempat proyek itu di bangun.
Di sini kami membangun sebuah hotel baru karena di tempat ini sangat strategis apa lagi juga dekat dengan pemandangan bukit-bukit!
"Lo lanjutin pantau ya, gue mau istirahat dulu, capek juga dari tadi gue keliling-keliling! ucapku duduk di sebuah kursi
Vano mengangguk kini ia yang berkeliling melanjutkan melihat-lihat proyek itu, aku hanya memantau dari jauh.
Setelah selesai memantau proyek baru yang kami bangun akhirnya jam 19.00 wib aku bersama vano balik ke Jakarta lagi.
"Kali ini gue puas, nggak yang kayak kemaren-kemaren itu asal jadi aja mereka bangun! ujar ku
"Iya gue juga puas juga lihat nya! ujar vano
Aku melihat vano yang lagi senyum-senyum sendiri sambil menyetir mobil.
"ini anak kenapa? gumamku, juga mengikuti arah penglihatan vano
"Astagfirullah! aku mengucapkan istighfar lalu menutup wajahku dengan kedua tangan ku
"Nggak pantas lo liat kayak begituan! ujar ku
"Ya pantaslah, biar berpengalaman juga gue nanti nya! ucap nya
Kalian tau apa yang kami lihat di jalanan? jangan berpikir yang tidak-tidak dulu!
Yang kami lihat itu ada suami sama istri yang lagi bertengkar di jalanan, kayak nya itu masalah rumah tangga dia deh!
yang kami dengar si suaminya selingkuh dan istrinya tidak terima, terus si istri bertengkar dengan suaminya itu
"Berpengalaman selingkuh kayak dia? tanya ku
"Ya enggak lah! ujar vano
"Miris sekali zaman sekarang istri udah cantik gitu eh si suami malah selingkuh! lirih ku
Tega sekali sama pasangan nya, "Udah jalan, nggak baik liat orang bertengkar gitu! ujar ku memperingatkan vano
Kini vano melajukan mobilnya lagi di perjalanan vano selalu saja tertawa ngakak, aku masa bodoh saja.
Ngapain juga ikut tertawa kayak orang gila! buang-buang tenaga saja.
"Lo bisa nggak sih nggak usah tertawa kayak orang gila gitu! ucap ku mulai bosan lihat nya tertawa mulu.
__ADS_1
"Ha-ha-ha iya! ucap nya
"Oh iya gue baru inget!
"Sebenarnya gue mau tanya ini dari kemaren ke lo! tapi lo jangan marah ya! ujar vano
"Lo mau tanya apa? ujar ku
"Apa bener Lo mau di jodohkan sama teman bokap Lo? tanya vano
"Iya emang nya kenapa? tanya ku
"Wah parah Lo, terus Siti Lo kemana in? ujar vano
"Nggak gue kemana-mana in kok, dia masih ada di dalam sini gue! ucap ku menunjuk hati aku
"Lo tega sama Siti? ujar vano
"Perjodohan itu udah gue tolak! ujar ku
Aku menceritakan semua nya ke vano dari awal sampai akhir, sampai aku menyindir si wanita yang di jodohkan sama aku itu.
"Berani juga lo nyindir langsung dia! ujar vano
"Berani lah, apa pun akan gue lakuin supaya perjodohan sialan itu batal total! ucap ku
"Terus reaksi si cewek itu apa? pas Lo terang-terangan menyingung tentang cara berpakaian nya? tanya vano
"Reaksi nya biasa-biasa aja, nggak ada malu-malu nya, padahal gue udah terang-terangan loh sindir dia! ucapku
Vano menggeleng-gelengkan kepalanya, "Terbuat dari apa itu hati nya? tanya vano
"Dari baja kali! udah di sindir gitu masih aja nggak ngerti-ngerti! ujar ku
Aku sampai di rumah sudah pukul dua belas malam.
"Lo nginap aja di sini! titahku
"Oke kalau Lo maksa! ujar vano
...
Jam dua belas malam ini mata aku masih terbuka lebar, aku tidak bisa tidur karena aku lagi nungguin kabar dari pak Devan.
Dari tadi aku telepon dia tapi hp nya tidak di angkat-angkat.
Aku khawatir terjadi sesuatu dengan nya!
...
bersambung...
...----------------...
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π