
Kami bertiga masih tertawa karena berhasil membuat papa cemberut.
"Itu aja papa sudah cemberut, gimana nggak mama bilang abg labil coba! ujar mama
Papa tambah cemberut ke mama, lalu mama mencolek-colek tangan papa, kalau kak elsa ada di sini udah pasti dia juga ikutan meledek papa.
"Papa nggak usah marah! ujar mama masih mencolek tangan papa
"Papa gemes kalau lagi cemberut gitu! ujar reno juga ikut duduk di samping papa.
"Reno jangan goda papa mu seperti itu, nanti papa bisa marah lho! ujar mama tersenyum jahil
"Nggak akan ma, papa palingan ngambek kayak naura yang pengen minta permen tapi tidak di bolehin sama kak elsa! ujar reno
"Tuh denger nggak tuh pa, masa papa di bilang sama kayak naura cucu papa sendiri! ujar ku.
Sementara mama tertawa meledek papa, "mama sampai sakit perut lho gara-gara papa! ujar mama
Lalu papa memegang pundak mama, "sekarang giliran papa! ujar papa tersenyum jahil ke mama, papa menggelitiki mama.
Mama tertawa karena geli di gelitiki oleh papa, aku juga ikut tertawa, jadi ke ingat masa kecil aku dulu, seperti ini lah kami dulu tertawa bahagia tanpa ada masalah sedikit pun.
Kini aku sudah dewasa dan sebentar lagi aku akan menjadi ayah dari anak-anak ku, entah kapan lagi bisa ke ulang seperti ini?.
Sedih bercampur bahagia itulah yang aku rasakan sekarang ini!
"Udah papa, mama geli! ujar mama di sela-sela tawa mama.
"Mama yang salah ngapain gangguin papa! ujar papa berhenti menggelitiki mama.
"Mengingat nostalgia! ujar reno
"Iya aku juga keingat sama masa dulu! ujarku
"Entah kapan kita bisa seperti ini lagi! ujar reno
"Haha! mama tertawa kecil
"Sekarang kalian sudah besar-besa dan mempunyai kehidupan masing-masing kalian, ada rasa sedih juga yang mama rasakan! ujar mama.
Lalu reno memeluk mama, aku pun juga ikutan untuk memeluk mama tercinta, kami mengabaikan papa.
"Papa nggak di ajak? tanya papa juga ikut merenggangkan kedua tangannya ke arah kami, lalu kami memeluk papa juga.
Semoga keluarga aku bisa bahagia seperti ini terus, walaupun kami kadang berpecah belah.
Sudah lama kami berpelukan akhirnya kami duduk di tempat masing-masing, "Van ke kamar gih, takutnya siti butuh kamu! ujar mama
"Emang Siti sakit ma? tanya reno
"Iya sakit, sakit orang hamil! ujar mama
Reno tersenyum kecil, ada raut wajah tidak senang yang aku liat dari dia, apa dia masih mencintai istri aku?
"Selamat ya kak! ujar reno memaksakan senyum nya.
"Ma, pa besok aku akan kembali ke Hongkong, karena aku tidak mau melepas tanggung jawab begitu saja atas perusahaan yang aku pimpin! ujar reno
__ADS_1
"Bukanya kamu akan berangkat seminggu lagi? tanya papa
"Setelah aku pikir-pikir lagi aku punya tanggung jawab besar atas perusahaan itu! ujar reno
"Kamu yakin pergi ke Hongkong secepat itu?, mama masih kangen sama kamu! ujar mama
"Reno yakin ma! ujar reno
Kenapa reno tiba-tiba ingin kembali cepat ke Hongkong?, dan kenapa juga dia seperti sedih seperti itu?
Apa kecurigaan aku benar?, kalau reno masih mencintai siti?
"Kamu benar-benar sudah berubah reno, semoga kamu bisa menjadi CEO yang baik untuk kedepannya! ujar ku
"Aamiin, makasih kak! ujar reno
"Seminggu lagi aja ya nak, mama tidak mau jauh dari anak bungsu mama! ujar mama
"Tapi reno punya tanggung jawab besar ma! ujar reno
Mama menghela nafas panjang, mama tidak bisa membujuk reno untuk tidak pergi besok, sebenarnya hati aku berat juga melepaskan adik aku untuk pergi ke luar negeri.
"Satu minggu lagi aja kamu perginya eno, mama masih merindukan kamu! ujar ku juga membujuk reno
"Nggak bisa kak, aku harus balik besok! ujar reno
"Sudahlah van, kalau adek kamu tidak mau mama nggak papa kok, berarti adek kamu sudah berubah!
"Ingat sama pesan mama ya nak! ujar mama ke reno
"Reno akan selalu mengingat nya ma, mama tenang saja! ujar reno.
...
Aku menatap kak devan yang menaiki anak tangga, sebenarnya aku masih mencintai siti, tapi apalah daya aku kini orang yang aku cintai sudah menjadi kakak ipar ku.
Seharusnya aku senang mendengar kabar baik ini, karena sebentar lagi aku akan mendapatkan keponakan baru dari kak devan, tapi hati aku masih mencintai siti.
Untuk melupakan perasaan yang masih ada ini, aku rela pergi jauh demi bisa move on dari Siti.
Sebenarnya aku tidak ingin balik lagi ke Hongkong itu, karena di sana tempat nya tidak enak, lebih enak lagi di sini bisa berkumpul dengan keluarga.
"Tapi ini demi menghilangkan rasa ini, semoga aku bisa move on! batin ku
...
Kenapa sih dengan aku?, tadi aku pengen jauh dari mas devan, tapi sekarang aku pengen dekat dengan dia!
Malahan aku mengusir dia lagi, kan nggak enak jadinya!.
Kalau aku panggil takut nya dia nggak mau karena dia marah sama aku, terus gimana lagi?
Saat aku termenung aku dengar ada seseorang yang membuka pintu kamar, semoga saja itu mas devan!
Aku masih berdiri membelakangi pintu kamar itu, "makasih sayang! ujar mas devan memeluk aku dari belakang.
Aku tersenyum karena mas devan memeluk aku, tapi kenapa dia berterima kasih dengan aku?, emang aku sudah melakukan apa untuk nya?
__ADS_1
"Makasih buat apa mas? tanya ku
"Makasih aja, emang nggak boleh! ujar mas devan
"Boleh sih, tapi kan aku nggak melakukan sesuatu untuk kamu, malahan aku mengusir kamu tadi, emangnya kamu nggak marah? tanya ku
"Ngapain marah ha? mas devan balik bertanya
"Yaa, kan aku tadi ngusir kamu terus aku juga merasa jijik juga dekat-dekat dengan kamu! ujar ku
"Nggak, aku nggak marah sama kamu, malahan sekarang ini aku lagi senang karena sebentar lagi aku akan menjadi ayah dari anak-anak kita! ujar mas devan
Aku memutar tubuhku lalu melepaskan pelukan nya, aku melihat nya dengan tatapan heran, maksud dia apa, sebentar lagi jadi ayah?
"Maksud kamu apa? tanya ku
"Iya, jadi ayah dari anak aku dan kamu! ujar mas devan tersenyum
"Aku nggak ngerti apa yang kamu bilang mas, emang aku---! mulut ini berhenti seketika aku tidak melanjutkan ucapan ku, jangan-jangan aku...aku...!
"Kita ke dokter ya! ujar mas devan
"Ke dokter? siapa yang sakit mas? tanya ku
"Kamu perlu di cek ke dokter! ujar mas devan
"Aku nggak papa mas, aku udah sembuh juga, waktu itu dokter bilang kalau aku udah sehat!
"Intinya aku nggak mau ke dokter lagi, aku trauma mas, trauma di suntik! ujar ku
"Kamu nggak akan di suntik juga kok, kita itu ke dokter kandungan! ujar mas devan
"Apa dokter kandungan? siapa yang hamil mas? tanya ku
"Aku punya adek baru! ujar mas devan dengan tersenyum, apa mama mas devan hamil?, kok bisa, udah tua emang nya bisa hamil ya?
"Mama hamil mas? tanya ku
Mas devan menghela nafas panjang lalu ia gemas melihat aku, ia mengigit bibirnya saking geramnya.
"Masa mama aku yang hamil sih, mama udah tua siti, mana mungkin bisa hamil lagi! ujar mas devan
"Udah pokok nya kita ke dokter kandungan sekarang! ujar mas devan lalu ia mengambil kunci mobilnya, mas devan membawa aku ke bawah, aku pasrah saja, entahlah aku mau-mau saja menuruti langkah kakinya.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π