
Pagi ini aku sangat repot sekali dengan istri kecilku, ada-ada saja yang ingin dia minta di pagi hari ini.
Beruntung hari ini aku masih cuti, jadi nya aku bisa jadi suami siaga untuk siti.
Hari ini ia mau aku buat makanan untuk dia, bagaimana ini aku tidak bisa masak!
Bilang jujur nanti di ledekin sama siti, oh mama tolong bantu aku!
"Mas ayo mulai masak! ujar siti berkacak pinggang menatap aku.
Di dapur ini hanya ada aku dan siti, tumben-tumben sekali bibik pagi ini lagi pergi ke pasar, biasa nya bibik ke pasar agak siangan.
Bibik Imah tolong aku bik, aku nggak bisa masak!
"Mas ayok! ujar siti mulai mengertak aku, pagi-pagi aku sudah jadi pelayan buat nyonya siti alias istri sendiri.
Semua bahan masakan sudah ada di hadapanku, tapi ini bahan untuk buat apa coba?
Masa bahan masakan nya cuma ada bawang merah, bawang putih, lalu apa lah ini, aku nggak paham sama bahan-bahan ini!
"Hmm...emang ini bahan untuk buat apa? tanyaku, siti menghela nafas nya, lalu ia memukul keci kepalanya.
"Aisss... mas devannn...mas devann...! ujar siti menggeleng-gelengkan kepalanya.
Aku hanya dapat melihat siti yang seolah-olah meremehkan aku.
"Masa bahan untuk buat nasi goreng aja tidak paham, ini bahan untuk buat nasi goreng mas! ujar siti
"Mana aku tau, wong aku ora pernah masak sama sekali! gumamku
Lalu siti menatap aku, pisau yang semula ia pegang ia arahkan ke aku, aku mundur selangkah, lalu siti juga melangkah selangkah juga.
"Sayang pisau itu tolong dong! ujar ku sambil menaikkan kedua tanganku ke atas.
"Tau takut, kalau kamu takut buat nasi goreng ini gih! ujar siti, lalu menurunkan pisau tadi.
"Oke, aku jujur sama kamu, sebenar nya aku tidak pandai memasak, aku hanya bisa makan saja! ujar ku jujur saja ke siti.
Siti tambah menggeleng-gelengkan kepalanya, "pandai makan saja, tapi tak pandai masak! ujar siti
"Nggak mau tau, pokonya masakin aku, ini permintaan dari anak kamu! ujar siti, lalu ia duduk di meja makan
Aku mulai mengupas bawang, walaupun aku tidak tau cara kupas bawang dengan baik dan benar!
...
Aku duduk di meja makan, aku memperhatikan cara mas devan memasak, gregetan aku liat nya, cara kupas bawang aja ia tidak bisa!
Lalu aku menghampiri mas devan, aku mengambil alih pisau nya, "biar aku yang kupas, kapan selesai nya kalau cara kerja kamu kayak gini! ujar ku
Kini aku sedang mengupas bawang untuk membuat nasi goreng.
Aduuh kok rasa nya aku mual banget!
Seketika tangan ini berhenti mengupas bawang, aku menutup mulut ku.
"Hu..hue..huek..huek..! perut aku rasa nya bergejolak, aku berlari ke wastafel.
"Huek...huek...huek...! aku memuntahkan isi perut ku, kok gini-gini amat ya kalau lagi hamil itu, bau yang menyengat langsung mual.
Mas devan memijit-mijit tengkukku, apa lagi bau parfum mas devan bikin aku tambah mual.
Aku menepis kecil tangan mas devan, lalu ia melongo dengan sikap aku, "ada yang salah? tanya mas devan
__ADS_1
"Nggak mas!
"Hmm... mas bisa tidak, nggak dekat-dekat dengan aku! ujar ku, wajah mas devan berubah jadi masam.
"Bukan aku benci atau malas dekat dengan kamu, tapi bau parfum kamu benar-benar bikin aku mual mas, di tambah lagi bau bawang yang menyengat banget! ujar ku menjelaskan kepada mas devan.
Kalau tidak aku jelaskan alasan nya secara detail, mas devan pasti akan cemberut sama aku, itu saja dia sudah mulai cemberut.
"Ya mas paham! ujar mas devan lalu ia menjauhi aku.
"Sebagai ganti nya, mas nggak usah masak! ujar ku
"Tapi kita belum sarapan! ujar mas devan
"Aku mau bubur ayam aja deh, di depan gang sana ada waktu itu! ujar ku
"Mas beliin ya, buat kita berdua mas! ujar ku
"Iya! ujar mas devan singkat.
Aku tau mas devan pasti kesal dengan aku, tapi mau bagaimana lagi, aku benar-benar tidak sanggup mencium bau parfum itu.
"Marah atau kesal? tanya ku
"Dua-duanya! ujar mas devan cemberut
Aku hanya tersenyum saja, mau berkali-kali aku ulang memberi penjelasan ke mas devan, ia tidak akan pernah ngerti!
Capek juga sama suami sendiri, yang nggak ada paham sama sekali!
Tapi tidak apa-apa dia suami idaman aku banget, udah ganteng, rajin, bertanggung jawab, siap siaga, dan lain sebagainya lah!
"Aku berangkat dulu, beli bubur ayam buat kamu! ujar mas devan masih cemberut.
Mas devan mencubit pipi aku, "jangan ngomong aneh-aneh, ngomong itu adalah do'a! ujar mas devan
Aku mengerjap-ngerjapkan mataku, benar juga kata mas devan, ya ampun mulut aku kok lemes banget sih! umpat ku
Mudah-mudahan tidak deh, mulut, mulut, mulut! gerutu ku
"Maaf mas, pokoknya inget sama pesan aku! ujar ku
"Hmm...! ujar mas devan
Lalu mas devan pergi keluar rumah, ia hendak membeli bubur ayam di gang depan.
...
Dengan susah payah aku mengantri beli dua bubur ayam untuk sarapan aku bersama istri ku.
Begini kah nasib aku beli bubur ayam di gang ini, rame banget pembeli nya.
"Masih lama nggak sih! gerutu aku, kaki ini sudah pegel karena dari tadi berdiri.
"Mas bubur yang saya pesan tadi masih lama nggak? tanya ku
"Maaf mas bubur nya sudah habis! ujar si penjual.
"Kan saya pesan duluan, kok malah abis sih, gimana sih mas! ujar ku kesal
"Maaf ya mas, besok kembali aja ke sini lagi! ujar si penjual
"Ogah, saya mau nya sekarang bukan besok! ujar ku kesal.
__ADS_1
Kini aku balik ke rumah dengan tangan kosong, dasar tukang bubur bikin kesal orang aja, aku nggak akan pernah balik lagi ke sini, bikin bete aku aja.
Saking kesal nya aku menendang batu yang berada di tengah jalan.
"Woy, siapa tu yang lempar batu? ujar pak mamat
Astaga malah kena pak mamat lagi, mending kabur dari pada berdebat dengan dia.
"Woy devan, awas aja kamu! ujar pak mamat
"Maaf pak nggak sengaja! ujar ku, lalu lari pontang panting sambil menjinjing sendal ku.
Sampai di depan gerbang, aku langsung bersandar di gerbang rumah, nafas ini sudah ngos-ngosan.
"Udah bubur nggak dapat, di marahin juga lagi sama pak mamat! gerutu ku
Nafas ini masih tersengal-sengal, lalu aku masuk ke rumah, ternyata siti sudah menunggu aku di depan pintu utama.
"Kenapa mas, kok ngos-ngosan gitu?, kamu habis lari? tanya siti
"Air..., air..., air...! ujarku meminta air minum ke siti
"Bubur ayam nya mana? tanya siti
"Nggak ada, h-a-b-i-s! ujarku tersender lagi di pintu
"Sebentar aku ambil air dulu!
Lalu siti mengambilkan aku segelas air, "ini, air nya! ujar siti, aku langsung mengambil air itu, aku langsung saja meminum air itu sampai ludes.
"Jadi bubur ayam nya mana? tanya siti lagi
"Nggak ada, gara-gara bubur ayam itu, pagi aku di penuhi dengan kesialan! ujar ku.
Besok-besok aku nggak mau beli bubur ayam lagi, gara-gara itu aku ketimpa sial mulu, udah ngantri lama bubur nya nggak dapet, nendang batu eh malah kena pak mamat, beruntung aku bisa kabur!
Gara-gara bubur ayam aku ketimpa sial!
...
bersambung...
...----------------...
Rekomendasi cerita author yang lain yang berjudul "penyesalan suamiku", skuyy mampirππππππ
Kenapa makin hari makin sepi ya?
Apa cerita nya tidak bagus lagi, apa kalian sudah bosan?
tolong komentar ya, supaya author tau dimana kesalahan author!
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1