
Kami berdua masih duduk di bawah pohon rindang itu, aku sekali-kali mencuri pandang wajah pak Devan.
"Awas zina mata! ujar pak Devan, aku tersenyum malu apa lagi tubuh aku terasa memanas seketika gara-gara ketauan curi pandang dia.
"Bapak tidak balik? kita udah lama loh duduk berdua di sini! ucapku
Bukan aku bermaksud mengusir pak Devan tapi aku tidak enak dengan teman-teman ku, mereka melihat panjang ke arah kami berdua
"Kamu ngusir saya? tanya pak Devan sambil senyum kecut
"Bu--bukan pak, maksud aku bukan ngusir bapak! ucapku
"Lima menit lagi bel masuk akan berbunyi pak, jadinya saya harus masuk ke kelas! ucapku
Sebentar lagi bel masuk akan berbunyi jadinya aku harus pergi dari sini.
Aku sih maunya lama-lama sama pak Devan, tapi waktu ini tidak bisa lebih lama lagi apa? aku kan kepengennya masih mau sama pak Devan!
Tapi ya udah lah besok-besok masih ada waktu luang untuk bisa ketemu dengan nya, tapi tidak tau juga dengan pak Devan apa ia ada waktu luang untuk aku?
Sedangkan ia kan orang sibuk! tidak ada waktu luang pastinya!
"Lima menit bukan waktu yang sedikit tapi masih lama! ujar pak Devan
"Huff...aku menghembuskan nafas berat
Aku keingat sama omongan Rena kemaren, bagaimana kalau aku tanya saja?
"Oh iya saya dengar bapak mau nikah? ucapku ngaco, aku hanya ingin memancing pak Devan saja.
Kalau omongan Rena kemaren benar gimana coba? aku kan harus waspada juga!
Apa? kenapa Siti menanyakan yang tidak-tidak saja? rumor apa lagi ini yang beredar?
"Kalau iya, tidak giman? tanya ku tersenyum jail
Mata Siti langsung membola dengan sempurna, raut wajahnya langsung berubah yang semula sumringah kini jadi pias.
"Maksudnya iya, tidak itu apa pak? tanya nya sambil mengguncang lenganku
"Bapak nggak bermaksud nikah sama orang lain kan?
"Terus bapak ke sini mau apa?
"Kenapa bapak bilang mau berjuang dengan saya, kalau bapak sendiri mau menikahi wanita lain?
"Nggak usah pegang-pegang saya, zina tangan nanti! ucapku masih tersenyum jahil
Dia langsung menjauh duduknya dari aku, aku tertawa geli melihat Siti.
"Kenapa kamu mau memperjuangkan cinta kita?, sedangkan kamu mau menikahi wanita lain!
"Itu namanya kamu mau menyakiti hati dua perempuan sekaligus!
"Kenapa kamu tidak bilang dari dulu kalau kamu mau menikah?
__ADS_1
"Terus kamu mau kemanain aku ha? tanya nya
Ocehan Siti langsung bertubi-tubi menghajar telinga aku, aku sendiri jadi pusing dengan ucapan nya.
Nyesel juga aku jadinya udah jahili dia, niat hati tadi cuma bercanda eh malah di bawa serius sama Siti.
"Serius banget tanggapi ucapku yang nggak betul itu! ucap aku santai
"Ya serius lah! bapak pikir ini hal sepele apa?
"Nyesel juga saya nanya-in itu ke bapak! pada akhirnya hati aku tersakiti! ujar nya
"Ha-ha-ha, tapi saya tidak menyesal loh, karena saya sudah berhasil mengerjai kamu! ucapku tertawa renyah
"Tertawa di atas kemarahan saya tidak boleh ya pak! ucap nya
Malahan pak Devan meninggikan volume tawanya, melihat pak Devan tertawa gini membuat aku ikut tertawa juga.
"Ha-ha-ha, nggak lucu pak! ucapku kesal
Kesal juga sih karena di tertawai gini, tapi aku juga ada rasa senang juga.
Tong
Ting
tong
Bel pertanda jam istirahat sudah usai pun berbunyi, aku merapikan pakaian berserta jilbab aku yang sempat kusut karena terlalu banyak gerak, terlalu aktif-aktifnya bicara tadi.
"Udah rapi belum pak? tanya ku sambil berkaca di cermin kecil yang selalu aku bawa-bawa kemana pun kecuali tidur, kalau tidur aku nggak bawa cermin ini ya!
Aku berkaca lagi menggunakan cermin kecil ini, tapi aku lihat sudah rapi kok, nggak ada kusut juga tuh!
Dasar tukang tipu, aku di kerjain lagi sama pak Devan.
"Tukang tipu! ujarku
Aku memasang wajah cemberut ke pak Devan, dia malah tertawa.
"Pipi kamu kayak ikan bonta tau nggak! ucap nya tertawa ngakak
Dia menirukan wajah ku yang lagi cemberut, pak Devan menggelembung kan kedua pipinya.
"Ha-ha-ha! aku sepontan tertawa ngakak melihat pipi pak Devan menggelembung gitu
Persisi kek ikan bonta yang ia bilang tadi, berarti pipi aku seperti itu juga tadi ya?
"Udah sana masuk! ujar pak Devan
"Jangan membolos apa lagi cabut! ujar pak Devan mengingat kan aku
Aku tersenyum bahagia akhirnya ada juga orang yang menyemangati aku sekolah
"Siapa juga yang mau membolos apa lagi cabut!
__ADS_1
"Membolos sama cabut itu tidak ada dalam kamus saya! ujar ku
Pak Devan mengacungkan kedua jempol nya ke aku, aku tersenyum lalu berdiri dari tempat duduk aku.
"Saya ke kelas dulu pak! pamit aku ke pak Devan
Dia mengangguk, kini aku sudah di dalam kelas, di kelas aku tersenyum-senyum terus.
Masih terbayang di benak ini soal yang tadi, cerita bareng, tertawa bareng, apa lagi pak Devan ngerjain aku habis-habisan.
"Hadeh mulai lagi! tutur Rena memutar bola matanya memales
"Lagi senang ini, nggak usah gangguin gue! ujarku pindah duduk jauh-jauh dari Rena, yang ada kalau aku dekat-dekat dengan Rena dia pasti ganguin aku ke langit ketujuh.
...
Kini aku sudah balik ke kantor, aku langsung menuju ruang meeting karena sehabis dari SMK Merdeka Mandiri tadi aku ada meeting dengan klien dari Jerman.
"Welcome to my company Mr Dagoberto! ucapku menjabat tangan tuan dagoberto
"Yes, I'm glad to meet you, the CEO of the Wijaya Group company! ucap nya
Setelah selesai meeting aku menuju ke ruangan ku, kini aku lagi melihat laporan keuangan perusahaan di bulan ini.
"Pencapaian di bulan ini lumayan meningkatkan dari biasanya! gumamku masih melihat hasil laporan keuangan
"Aku baru ingat kalau minggu besok aku harus ke Hongkong lagi untuk mengurus perusahaan di sana! lirihku, mengecek dokumentasi yang baru di kirimkan kemaren dari Hongkong
Perusahaan di Hongkong merupakan cabang dari perusahaan Wijaya grup, cukup berkembang pesat juga sih kalau aku yang memimpin perusahaan itu.
Bukanya aku sombong ni ya, tapi aku hanya memberi tahu kalian saja.
Aku melihat jadwal keberangkatan ke Hongkong ternyata tinggal tiga hari lagi aku harus ke sana.
Apa aku harus berpisah lagi dengan Siti?
Tapi kalau aku tidak ke sana semua orang membutuhkan aku juga di sana, aku harus gimana?
"Di sana aku membutuhkan waktu 3 bulan untuk memimpin perusahaan di Hongkong itu! gumamku
Berpisah lagi? apa Siti mau berpisah sementara lagi dengan aku? aku takut nya Siti malah berpaling dari aku!
...
bersambung...
...----------------...
Nyambung tidak ceritanya? ayo komentar nya dong, tinggalkan jejak kalian di sini!!!
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
__ADS_1
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π