
"Mas...hiks...sakit...hikss...sakit mas! tangis siti di sela-sela kesakitan nya
"Bertahan sayang! ujarku, kaki aku ini sudah gemetaran hebat saat melihat istri ku menahan sakit yang sangat luar biasa
Dengan kecemasan yang melanda diri ku ini, ku membawa mobil dengan kecepatan tinggi
"Nak hati-hati bawa mobilnya! ujar mama yang sedang menemani Siti di belakang, sementara papa duduk di sebelah aku.
"Devan jangan terlalu ngebut, terlalu bahaya! ujar papa mengingat kan aku.
Aku tidak mendengarkan ucapan mama maupun papa, beruntung saja jalanan tidak banyak kendaraan yang lalu lalang, karena ini sudah jam dua dini hari.
Jadinya aku bisa leluasa mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.
"Yaa Allah tolong selamatkan anak hamba dan istri hamba! batinku
Kini mobil yang aku bawa sudah sampai di rumah sakit, aku memanggil perawat untuk membawa brankar ke tempat kami.
Setelah itu Siti di bawa ke ruang bersalin, aku juga ikut masuk ke dalam ruangan bersalin ini, sementara mama papa menunggu di ruangan ini.
"Mas...aku nggak kuat! lirih Siti menggenggam tanganku kuat-kuat
"Kamu harus kuat sayang, ini demi anak kita! ujarku membisikkan ke telinga Siti, lalu siti menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hiks...hiks...hiks...sa-sakit ma--***...! ujar siti di sela-sela kesakitan nya yang sangat luar biasa ini.
Lalu dokter yang menolong persalinan Siti sudah datang, dokter bersama perawat yang lain membantu proses persalinan istriku.
"Ayo bu sebentar lagi dia akan keluar, ayo bu! ujar dokter itu
"Aaakhh...sakit...dok saya tidak kuat! ujar siti mengigit tanganku, aku tidak kuasa melihat pengorbanan istri ku ini.
Aku juga ikut menangis saat istri ku lagi berjuang antara hidup dan mati.
Aku juga ikut merasakan sakit di bagian ulu hati ku, begitu besar pengorbanan istri ku untuk melahirkan anak ku.
"Ayo bu sedikit lagi! ujar dokter itu
"Hiks..hiks...saya udah nggak kuat dok!
"Sayang kamu harus kuat, aku ada di samping kamu, ayo sayang sedikit lagi kata dokter itu, aku yakin kamu bisa ini demi anak kita! ujarku memberi support untuk istriku
"Tapi aku sudah tidak kuat mas...hikss...hiks...sakit mas...sakit...! tangis siti begitu menusuk hati ini, hati aku pedih saat mendengar tangisan Siti yang sangat kesakitan itu.
"Ayo bu sedikit lagi! ujar dokter itu
Kali ini Siti mengejan kuat-kuat, ia meremas tanganku begitu kuat.
"Aaakhh...aaa....mas...mas... aaakhh...! teriakan Siti.
Tidak lama setelah itu aku mendengar tangisan bayi.
"Owek...owek...owek...! aku langsung tersenyum saat bayi perempuan itu menangis, air mataku juga ikut menetes.
"Alhamdulillah...! lirihku, lalu aku mencium istriku yang sedang pingsan karena tenaganya sudah terkuras habis saat proses persalinan.
__ADS_1
"Terima kasih sayang kamu telah melahirkan anak kita! lirihku sekali lagi mencium keningnya.
Setelah di bersihkan kini putri kecilku itu aku yang mengendong nya, kami masih di dalam ruang persalinan itu, lalu aku mengazani bayi perempuan ku itu.
(Oh iya kalau bayi perempuan itu di azani atau di iqomatkan?, tapi menurut Mbah Google bayi perempuan kalau lahir boleh di azankan dan boleh di iqomatkan!, lebih dan kurangnya author minta maaf).
Setelah itu Siti di pindahkan ke ruang VIP nomor 3 di rumah sakit ini.
Semua keluarga aku sudah berkumpul di rumah sakit ini, mama aku sangat senang sekali saat melihat cucu barunya.
Papa aku juga ikut tersenyum, akhirnya kebahagiaan aku lengkap sekarang ini.
"Aaadd--uuuh... cucu nenek mengemaskan sekali! ujar mama mencolek-colek pipi bayi ku itu.
"Papa, cucu papa mengemaskan sekali kan...! ujar mama ke papa
"Iya...sama kayak mama mengemaskan! ujar papa
"Eeee...mana ada mama mengemaskan lagi, udah tua gini, udah keriput juga pula! ujar mama
Kami tertawa melihat papa yang menggoda mama, sementara istri aku masih belum sadarkan diri, mungkin dia masih merasa kelelahan saat melahirkan tadi.
Aku mengabaikan yang lain, yang aku utamakan sekarang ini adalah istri aku, aku mengelus-elus lembut tangan istriku, sambil aku cium.
"Sayang, ayo bangun putri kita sudah lahir! ujarku
"Putri kita sangat cantik sekali, cantiknya ketularan dari kamu! ujarku
Lalu tangan siti bergerak-gerak, aku tersenyum kecil, "sayang bangun, anak kita sudah lahir, dia membutuhkan mami nya! ujarku
Dia tersenyum melihat aku, "iya aku di sini! ujarku
"Anak kita baik-baik saja kan? tanya siti
"Iya, anak kita baik-baik saja, dia sangat cantik sama seperti mami nya! jawabku
"Aku pengen liat anak kita mas! ujar siti, lalu ia memaksakan untuk duduk, padahal ia baru saja selesai melahirkan.
"Kamu tiduran aja, biar mas yang bawa anak kita ke sini! ujarku
"Syukurlah kamu sudah sadar nak! ujar papa nya Siti, dari tadi aku memperhatikan papa, papa sangat khawatir dengan keadaan putri satu-satunya itu, khawatir nya sama persis saat Siti koma waktu itu.
"Iya papa, sekarang papa sudah jadi kakek! ujar siti
"Iya, cucu papa sangat cantik sama seperti kamu, papa sangat senang sekali! ujar papa
"Mama juga sangat senang sekali, akhirnya kamu jadi mama muda sungguhan! ujar mama
Siti hanya tersenyum, lalu aku mengendong bayi mungil itu ke tempat Siti, aku meletakkan nya di samping Siti.
Ia tersenyum sambil mengeluarkan air matanya saat melihat putri kecilnya itu.
"Cantik, seperti mami! lirih Siti mengelus-elus lembut pipi bayi kami itu.
"Owek...owek...owek..!
__ADS_1
Tangisan bayi kami saat ia tidur di samping mami nya.
"Mama kenapa dia nangis? tanya siti tidak pandai menenangkan bayi kami itu.
Mama aku dan mama rose menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum, "owalah menantu mama cuma bisa membuat nya saja, menenangkan nya tidak bisa! ledek mama ku, aku jadi ikut malu dengan perkataan mamaku
"Iya, benar kata besan, masa cuma bisa membuatnya saja, menenangkan anak tidak bisa! mama rose juga ikut-ikutan meledek kami.
"Dia pengen nyusu! ujar mamaku
"Buruan gih susuin anak kamu! ujar mama rose
Siti mengaruk-garuk kepalanya sambil cengengesan, "Siti nggak bisa ma, nggak paham caranya! ujar istriku
"Hadehhh...! ujar mama rose bersama mama aku.
"Para laki-laki tolong keluar sebentar, ini kerjaan emak-emak lagi, bagi laki-laki silahkan keluar! ujar mama rose
Papa aku bersama papa diningrat sudah keluar, kini tinggal aku sendiri masih di ruangan itu.
"Devan, kamu nggak keluar? atau di sini saja! ujar mama menatap aku dengan tatapan menggoda aku.
"Emang kalian mau apa sih?, kok para laki-laki mama suruh keluar? tanya ku masih tidak paham
Mama menggelengkan kepalanya, lalu mama membisikkan sesuatu ke telinga aku, aku baru paham maksud mama.
"Boleh nggak kalau aku melihat nya saja! ujarku
"Siti, boleh tidak suamimu di sini saja? tanya mama
"Hmm...boleh aja ma, dia kan suami aku apa salahnya dia melihat nya! ujar siti
"Nggak malu apa? tanya mama
"Sedikit, tapi mas devan mau melihat putri nya apa salahnya ma! ujar siti.
Waduh, waduh istri kecilku berpihak kepada aku, kini siti menyusui bayi mungil kami itu, aku sangat terharu sekali kini aku benar-benar menjadi papi sungguhan.
Begitu besar pengorbanan seorang ibu saat melahirkan anaknya ke dunia ini.
...
bersambung...
...----------------...
Sebentar lagi novel ini akan tamat, saksikan kelanjutan di season ke 2 berikut nya dengan judul yang berbeda.
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π