Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 58. (POV Siti) Jadi Gini Rasanya Mempunyai Suami


__ADS_3

Ini adalah minggu ke dua Siti di rumah sakit, berarti sudah dua minggu Siti di rawat.


Seperti biasa selesai dari kantor aku akan menemani istri ku, siang hari mama yang menjaga Siti, dan malam hari nya aku yang menemani Siti.


"Mama pulanglah dulu! ujarku


Mama mengangguk kecil, "kalau terjadi sesuatu dengan Siti hubungi mama secepatnya! ujar mama Siti.


"Baik ma! ujarku


"Mama pulang nya sama siapa? tanya ku


"Nanti papa akan jemput mama, kini papa masih di bandara! ujar mama


"Ooh, begitu! ujar ku


Kini tinggal aku bersama Siti di kamar rawat ini, aku mengusap lembut wajah istri ku.


"Cepat bangun sayang! ujarku


Gadis yang aku dambakan dulu sudah sah menjadi istri ku, tapi aku sangat sedih melihat Siti yang terbaring lemas seperti ini.


Pernikahan kami hanya sederhana waktu itu, tapi aku sangat senang karena dia sudah menjadi bagian dalam hidup aku.


"Aku mencintaimu! lirihku


Berhubung hari sudah terlalu larut malam, mata aku ini sudah tidak tahan lagi karena kantuk menyerang mata aku ini.


Aku tidur di samping Siti, aku memegang tangan nya, lalu aku tertidur


...


Aku membuka mataku secara perlahan-lahan, cahaya lampu sangat menggangu penglihatan aku.


Rasanya tangan aku ini ada yang memegang tapi siapa?, aku masih belum bisa melihat dengan jelas.


Aku mengucek-ngucek mataku dengan tangan aku yang satu lagi.


Aku melihat di sekeliling ku, "aku dimana? lirih ku.


Tenggorokan ini rasanya sangat kering tapi apalah daya ku, aku tidak bisa duduk.


Untuk duduk saja pinggang aku rasanya sangat sakit.


Aku baru mengingatnya, waktu itu aku menjalankan operasi pengangkatan ginjal.


Aku kembali menutup mata ku, untuk menghilangkan rasa pusing ini.


"Minum! lirihku dengan suara serek


"Mama, aku mau minum! aku memanggil mama, tapi mama tidak menyahut


...


Aku terbangun karena ada suara yang menyebut-nyebut mama.


"Mama Siti haus! ujar Siti


Aku mengusap-usap mataku, aku tidak percaya kalau Siti sudah sadar.


"Sayang! ujarku


Dia membuka matanya, lalu dia terkejut melihat aku.


"Minum! ujarnya, aku mengambilkan air minum untuk Siti.


"Alhamdulillah kamu sudah sadar sayang! ujarku


Dia mengerutkan keningnya, lalu Siti menepis tangan ku, ada apa dengan Siti?, kenapa sikapnya aneh?

__ADS_1


"Bukan mahram pak, ngapain pegang tangan aku, apa lagi kamu panggil aku dengan sebutan yang tadi! ujar Siti


Aku tersenyum lebar, "kamu amnesia? tanya ku


Dia menggeleng-nggelengkan kepalanya, "aku masih inget kok, nama aku Siti, terus mama aku namanya rose dan nama papa aku Diningrat, lalu nama kakak aku Dimas! ujar Siti


"Terus kamu nggak inget sama suami kamu? tanya ku ke Siti.


"Aku masih gadis pak, nikah aja belom! ujar Siti.


Aku menghela nafas panjang, Siti ini pura-pura lupa atau gimana?


"Kamu nggak ingat sama suami kamu ini? tanya ku menunjuk ke arah ku.


Siti menggelengkan kepalanya, "serius aku nggak ingat! ujar Siti sambil tersenyum.


"Ya udah, kalau gitu! ujarku pura-pura cemberut.


"Nggak usah cemberut gitu mas, aku inget kok, kita udah nikah! ujar Siti


Aku tersenyum, lalu mencium punggung tangan Siti, "masih merasakan sakit? tanya ku.


Siti mengangguk pelan, "bekas operasi aku masih sakit mas! ujar Siti


"Aku panggil dokter dulu ya, untuk memeriksa kamu! ujarku


Siti mengangguk lemas, dia belum pulih betul, kini dokter memeriksa Siti.


"Syukur alhamdulilah, ini mukjizat yang di berikan Allah! ujar dokter


"Terus gimana dengan kondisi istri saya dok? tanya ku ke dokter


"Kondisi pasien belum pulih betul, apa lagi bekas operasi nya masih basah, akibat infeksi kemaren! ujar dokter


"Baik, apa ada yang perlu anda tanyakan lagi? tanya dokter, lalu aku menggeleng.


Aku melihat Siti lalu ia juga melihat aku sambil tersenyum, "makasih mas, kamu selalu jaga aku disaat aku hampir sekarat! ujar Siti.


...


"Mama senang nak akhirnya kamu bisa melewati masa koma kamu! ujar mama Siti


"Aku kangen mama! ujar Siti memeluk mamanya.


"Papa! panggil Siti, lalu papa nya mendekat


"Papa tidak bisa bilang apa-apa nak, hati papa sangat senang melihat putri papa sudah kembali lagi, jangan tinggalkan kami lagi nak! ujar papa Siti


"Iya pa, Siti sayang papa! ujar Siti


"Aaakh...! ringis Siti memegang pinggang nya


Aku sebagai suami sangat sigap, "kenapa sayang? tanya ku


"Sakit mas! ujar Siti


Semua orang yang berada di kamar itu jadi panik melihat Siti meringis.


"Dokter


"Dokter! panggil mama


Lalu dokter datang setelah di panggil oleh mama, "ada apa? tanya dokter tersebut


"Dok istri saya kenapa?, dia meringis kesakitan di bagian pinggang nya! ujarku


Dokter memeriksanya, aku melihat luka operasi Siti berdarah kembali.


"Saya sarankan pasien jangan banyak gerak dulu, karena bekas operasi nya belum kering, ini akibat nya luka operasi pasien berdarah kembali! ujar dokter tersebut.

__ADS_1


"Oh iya, pasien harus banyak istirahat supaya pasien bisa pulih kembali! ujar dokter tersebut.


"Dengerin dokter Siti, kamu tidak boleh banyak gerak! ujar mama aku


"Iya ma! ujar Siti.


...


Malam harinya hanya aku dan mas Devan tinggal di sini, semua orang sudah kembali ke rumahnya masing-masing.


Aku menatap wajah suamiku yang selalu setia menemani aku.


"Kenapa liat aku seperti itu? tanya mas Devan


Aku tersenyum canggung, "nggak kok! ujarku


Malu juga sama suami sendiri, aneh banget aku ya!, sama suami kok canggung gini, sebelum aku menikah dengannya aku tidak pernah se canggung ini.


"kamu mau makan tidak? tanya mas Devan


"Ha? ujarku tidak konek


"Apa mas? tanya ku


"Makanya kalau suami ngomong itu di dengerin! ujar mas Devan


"Mau makan nggak? tanya mas Devan kembali.


"Hmm..., nggak mau tadi kan aku udah makan! ujar ku


"Kapan? tanya mas Devan


"Tadi! ujarku


"Itu tadi siti! ujar mas Devan


"Kan udah mas, aku nggak mau makan, semua makanan yang ada di sini nggak ada rasanya semua nya hambar, ntah selera aku yang nggak ada, ntah makanannya yang memang nggak ada rasanya! ujarku


"Namanya juga orang sakit, mana ada makanannya enak! ujar mas Devan


"Aku mau buah aja deh! ujarku melihat ada buah anggur di nakas dekat ku.


"Nggak mau makan nasi? tanya mas Devan


"Nggak mau mas! ujarku, lalu mas Devan mengambil kan buah anggur itu untuk aku.


"Yeeyy...buah! ujarku seperti anak kecil.


"Bahagia banget dapet buah! ujar mas Devan


"Ya iya lah bahagia, apa lagi bahagia nya sama kamu! ujarku.


Mas Devan tersenyum, lalu dia menyuapi buah anggur itu ke mulut ku.


Jadi gini rasanya punya suami itu!


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2