Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 43. Mas Devan


__ADS_3

"Kata siapa aku udah berangkat?, aku tersenyum lebar, saat kak Reno muncul di depan ku, sementara pak Devan kaget melihat adiknya yang belum berangkat.


"Bukanya kamu sudah naik pesawat tadi? tanya pak Devan ke adiknya itu


"Demi hubungan kalian, aku rela batal berangkat hari ini! ujar kak Reno


Pak Devan mengerutkan keningnya, mungkin dia kaget atau masih belum mengerti!


"Kamu sudah tau kalau aku mencintai Siti juga? tanya pak Devan ke kak Reno


Kak Reno mengangguk, "waktu di taman itu aku melihat kalian berdua! ujar kak Reno


"Di taman? ujar pak Devan masih bingung


"Hufff...! kak Reno membuang nafas kasar


"Waktu hujan-hujanan itu lho! ujar kak Reno memutar bola matanya kesal


"Oke, supaya tidak jadi salah paham lagi antara kalian berdua, aku akan menjelaskan nya ke kak Devan! ujar kak Reno


"Jadi, aku sama Siti itu dulunya sempat pacaran, tapi aku mungkin terlalu terobsesi sama wanita yang lebih dari Siti, makanya aku bermain di belakang Siti waktu itu!


"Maaf Siti! ujar kak Reno melihat ku memasang tatapan iba, aku mengangguk menanggapi nya.


"Aku bersama Siti sudah lama and, jadi kak Devan nggak perlu khawatir lagi! ujar kak Reno.


"Terus kemaren itu apa?, kenapa kasih bunga-bunga segala sama dia? tanya pak Devan, ia masih belum percaya sama penjelasan kak Reno.


"Ciee cemburu banget! ledek kak Reno menunjuk pak Devan, sambil tertawa.


"Kamu nggak percaya sama apa yang aku bilang tadi? tanya ku ke pak Devan


Dia menggeleng tidak percaya, segitu kah pak Devan tidak percaya sama aku lagi.


"Hadeh kak devannn...! ujar kak Reno geram sama kakaknya


"Masa itu cemburu banget sih? ujar kak Reno lagi


"Ini masalah hati bukan yang lain! ujar pak Devan ke kak Reno


"Yang di bilang Siti ke kakak itu benar, aku memberi Siti bunga itu hanya untuk hadiah saja!


"Masa pergi ke rumah orang nggak bawa apa-apa! ujar kak Reno


"Nggak harus bunga juga kan! ujar pak Devan sewot


"Lah terserah orang lah, mau bawa apa! ujar kak Reno


Aku dari tadi hanya jadi pendengar yang baik saja untuk mereka, yang satu nggak percayaan, dan yang satu lagi malah ngajak berantem kek nya.


"Sekarang kamu percaya kan? tanya aku ke pak Devan


Dia mengangguk pelan, akhirnya pak Devan percaya juga sama aku!.


Pak Devan menatap wajah kak Reno lekat-lekat, wah kayaknya mereka akan bertengkar deh!

__ADS_1


"Terus kata kamu tiket pesawat itu murah! ujar pak Devan memarahi adik nya


"Murah kok! ujarnya


Adduh mereka malah bertengkar soal tiket pesawat lagi!, capek deh gue lama-lama di sini!


"Murah dari mananya coba? tanya pak Devan


Aku memotong ucapan pak Devan, supaya mereka selesai adu argumentasi nya, capek juga liatin orang berantem mulu.


"Pak udah lah, jangan mempersalahkan hal yang sepele gini dong! ujar ku


"Tinggal beli lagi aja tiket nya, lagi pula harga tiket pesawat itu nggak bakalan membuat bapak miskin seketika! ujar ku


"Nah tu bener yang di bilang Siti, kak! ujar kak Reno


Akhirnya mereka berdua tidak jadi berantem, untung saja ada aku jadi penengah mereka berdua.


"Kak, aku titip mama, papa dan yang lainnya, aku sayang kalian semua! ujar kak Reno melambaikan tangannya.


Kami terharu melihat kepergian kak Reno, pak Devan mengangguk, sudut mata pak Devan nampak berair, kelihatan nya pak Devan sedih melihat adik bungsu nya pergi ke negeri orang.


Untuk menenangkan hati pak Devan aku meledeknya, "Nggak usah cengeng! ujar ku menyenggol perutnya dengan siku ini.


"Auww perut aku sakit! ujar pak Devan mengusap-usap perutnya yang aku senggol tadi, maklumlah dia meringis kesakitan wong terlalu keras menyenggol nya, haha biar tau rasa sedikit lah ya!.


"Balik yuk! ajak ku ke pak Devan


"Sebentar! ujar nya masih mengusap-usap perutnya, jadi merasa bersalah aku.


"Sakit? tanya ku sok polos, padahal udah tau juga kalau sakit, kelihatan dari wajahnya yang menahan sakit.


"Udah nggak papa, laki-laki itu harus kuat! ujar pak Devan


"Ayo pulang, ngapain juga kita lama-lama di bandara ini! ujar ku.


Bukanya dia jalan menuju parkiran eh malah duduk di kursi tunggu.


"Pak ayo buruan pulang! ajak ku ke pak Devan, tapi dia malah diam melihat ku yang lagi berdiri di depan nya.


Matanya mengisyaratkan aku untuk duduk di sebelah nya, dengan berat hati aku juga ikut duduk.


"Nungguin siapa lagi? tanya ku


Dia malah meletakkan jari telunjuk nya di bibirnya, menandakan aku untuk diam.


Iya, sih aku dari tadi banyak bicara, nggak berhenti dari tadi, begitu lah aku, sekali bicara akan sulit di rem, kayak rem blong aja ni mulut.


Dia mengeluarkan benda pintar itu dari dalam saku celana nya, mau ngapain ya dia sama benda pintar itu?


Dari tadi aku hanya bisa melihat gerak-gerik nya saja, aku takut bicara, takut kena skak sama pak Devan.


"Hehem...!


Aku berdehem, sambil melirik pak Devan, dia juga ikut melirik aku.

__ADS_1


Bukanya nanya dia malah meninggalkan aku sendiri, "Pak mau kemana? tanya ku


"Tunggu sebentar! ujarnya


iiih nyebelin banget sih, kok aku di diemin dari tadi sih, apa dia masih marah?, atau dia masih belum percaya?.


Tidak lama dia datang lagi, sambil membawa dua botol air mineral, "nih buat kamu! ujar nya


Tau aja aku lagi haus, perhatian banget sama aku, "Perhatian banget sih! ujarku menerima air mineral itu.


"Mas Devan pulang yuk! ujar ku cengengesan


"Uhuk...!


Air yang sempat di minumnya tadi tersembur ke luar, hadeh baru aku panggil dia dengan sebutan 'mas', udah batuk-batuk gini, kalau aku panggil dia dengan sebutan 'sayang', udah pasti kena serangan jantung langsung.


"Mas pulang! ujar ku memasang tampang sedih yang aku buat-buat


"Huff...sabar aku lagi nungguin seseorang! ujar nya menghela nafas panjang.


"Coba ulang lagi! ujarnya


"Ulang apa? tanya ku pura-pura tidak tau


Wahh, ternyata dia tidak marah sama sekali, asiik dapat lampu hijau dari dia langsung, udah lama aku pengen panggil dia dengan sebutan 'mas' itu.


"Mas! ujar ku sakali lagi


"Udah pintar ya sekarang, banyak kemajuan dari kamu! ujar nya


Emang aku anak bayi apa?, di bilang banyak kemajuan!, aku mengerucutkan bibirku.


"Sekalian aja monyong lima meter! ledek nya


"Nyebelin banget sih! ujar ku.


"Aku ngambek sama kamu! ujar ku


Ada-ada saja tingkah Siti ini yang membuat aku tambah cinta sama dia.


Hari ini merupakan hari yang menyenangkan bagi aku, karena Siti mau memanggil aku dengan sebutan yang tidak biasa dari sebelumnya.


Menyenangkan juga memiliki orang se Somplak siti ini, selain dia bisa bikin aku terhibur, dia merupakan perempuan yang Solehah juga.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)

__ADS_1


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2