
Aku di antar oleh istri tercinta ku ke depan pintu utama, ini hal-hal baru yang berubah dari dalam hidup ku, yang semulanya pergi keluar tanpa di antar dan sekarang sudah di antar oleh pujaan hati ku.
"Kamu pulangnya lama dari Bandung? tanya siti
"Pergi aja belum masa kamu tanya pulangnya! ujarku dengan tersenyum smirk
"Bukan gitu mas, aku takut aja kalau kamu pulang nya lama! ujar siti
"Takut aku tinggalin lama-lama yaa...! ujarku
Siti mengangguk kecil seraya tersenyum malu, "jangan lama-lama kalau udah selesai langsung pulang, aku belum pede sendirian di rumah kamu, kamu kan tau aku orangnya apa-apa canggungan! ujar siti cemberut
"Iyaa, nanti liat situasi dulu, kalau aku lama pulang nya kan mama ada, kamu ngobrol aja sama mama sepuasnya! ujar ku
"Hmm.... iya deh! ujar siti
"Mas berangkat dulu ya, ingat jangan kerja di rumah ini, art rumah ini sudah banyak! aku memperingati siti supaya dia tidak kerja apa yang di katakan papa tadi.
"Iya aku ingat kok, udah dua kali kamu ngomong itu-itu aja! ujar siti.
Aku memberikan tanganku ke siti lalu ia menyalami punggung tangan ku dengan takzim.
"Hati-hati ya mas sayang, semangat ya kerja nya, kalau capek telepon aku aja biar aku yang semangatin kamu dari rumah, jangan lupa makan siang, jangan lirik-lirik cewek lain ingat kamu sudah beristri! ujar siti panjang kali lebar.
Jadi gini rasanya mempunyai istri yang terlalu pencemburu, aku tersenyum mendengar ucapan dari siti.
"Iya, aku akan ingat pesan kamu! ujarku mencium jidat siti.
"Jangan iya, iya aja mas! ujar siti, aku menghela nafas berat.
"Aku janji akan ingat istri di rumah, andai saja kita punya anak udah pasti aku akan ingat anak dan istri kalau lagi kerja! ujarku tersenyum menggoda siti.
"Please jangan sekarang! ujar siti
"Terus kapan? tanyaku
"Nggak tau! ujar siti senyum malu-malu
"Lho kok nggak tau sih, aku maunya secepatnya! ujarku mendesak siti
"Mass.... jangan sekarang ya bahas itu, aku masih sakit! ujar siti
"Berarti setelah kamu sembuh bisa lah ya! ujarku mengedip sebelah mataku, siti tidak menjawabnya malahan dia cuma tersenyum.
"Setelah sembuh ya! ujarku
"Hmm...! ujar siti
Aku tersenyum lebar, "yess! ujarku
"Udah nanti telat! ujar siti
"Siap sayang! ujarku lalu masuk ke dalam mobil.
...
Aku melihat kepergian mas devan, apa aku siap untuk memiliki anak di usia ku yang masih belasan tahun ini?
Aku menghela nafas panjang sambil tersenyum sendiri, nggak kebayang aku nantinya menjadi mama muda dari anak-anak ku nantinya.
__ADS_1
"Apa aku siap? gumamku
"Insyaallah siap, mama akan mengajari kamu nanti nya cara mengurus bayi dengan baik, jadi kamu tidak perlu khawatir untuk itu! ujar mama, aku kaget bukan main karena mama sudah berdiri di belakang aku sambil bicara tentang bayi lagi.
Berarti mama dengar ucapan mas devan tadi, omg mas devan bikin malu di depan mama saja!
"Eh mama! ujarku mengaruk-garuk kepalaku
"Mari masuk kita ngobrol bareng masalah dedek bayi! ujar mama tersenyum bahagia menyeret lembut aku ke dalam rumah.
"Kita duduk di sini! ujar mama membawa aku duduk di sofa dekat tv
"Kita mulai dari mana tadi? tanya mama dengan tatapan mengharap ke aku supaya memiliki anak secepatnya.
Aku menggeleng tidak tau, "mama baru ingat kita mulai bicara tentang bayi tadi kan! ujar mama, aku melihat mama dengan tersenyum canggung saja.
"Jadi kapan nih kamu mau memberi mama cucu yang imut-imut? tanya mama
Aku cengengesan, "hehe, siti tidak tau ma, tanya saja sama mas devan, dia yang tau ma! ujar ku
"Lho kok tanya devan sih! ujar mama
Aduh mama kok malah nanya itu sih, wong masih polos gini mana tau tentang ini itu an.
"Tergantung sama mas devan ma! jawabku asal saja.
"Devan gimana sih malah di anggurin istri nya yang segar gini! ujar mama
Maksud mama apa?, di anggurin?,maksud nya apa ya?, aku nggak paham sama sekali sama ucapan mama!
"Di anggurin itu apa ma? tanya ku polos
"Anak mama kok polos sekali! ujar mama masih tertawa.
Polos apa lagi coba?, aaahh kok aku nggak paham sih sama arah pembicaraan mama ini! umpatku dalam hati
"Lebih baik mama bicara intinya saja ma, aku nggak ngerti sama arah pembicaraan mama! ujar ku
Mama mendekati aku, "yakin mau mama kasih tau langsung, nanti takut nya kamu nggak kuat dengerin nya! ujar mama mencolek-colek tanganku.
Aduh tambah bingung aku jadinya!, mama ini kenapa sih nggak bicara to the point aja!, masa ngomong intinya saja mama harus bilang aku nggak kuat dengerin nya!
Emangnya ada apa sih?
"Mama tolong bilang aja, kenapa mama bilang aku nggak kuat dengerin nya?
"Emangnya ada apa sih ma? tanya ku pengen tau jawabannya
"Biar devan aja yang jelasin ke kamu, mama takut salah ngomong! ujar mama cengengesan
Ya ampun mama udah bikin aku bingung, lah ini bikin aku penasaran juga sama jawaban nya, malah mas devan yang harus jelasin lagi!, apa susah nya sih mama sendiri yang jelasin!.
"Nggak ah ma, mas devan orang nya sibukkan! ujar ku
Mama memukul jidatnya, "astaga devannn...! ujar mama nampak syok
"Jadi kalian belum itu! ujar mama
Lah itu apa lagi?, iih mama mas devan ini bikin aku penasaran aja!
__ADS_1
"Auah ma, arah pembicaraan mama aku nggak paham! ujarku jujur saja
"Ya udah deh mama nggak bakalan lanjutin pembicaraan mama, takutnya kamu nggak kuat, kan ini saja kamu udah pusing!
"Mending kamu istirahat di kamar saja, supaya kamu benar-benar pulih! ujar mama
Aku mengangguk patuh saja, lagi pula kepala aku juga mulai pusing lagi.
Sesampai aku di kamar aku mengambil hp ku, lalu aku mengirim pesan ke rena, udah lama juga aku nggak berkabar sama dia.
"Assalamualaikum reen gue mau nanya sama lho!
Tidak lama rena membalas pesan dari aku.
~Wa'alaikumussalam siti...! lo mau tanya apa sama gue?, jangan bilang lo mau nanya soal suami lo ke gue!
"Gue mau nanya!
Aku ceritakan semuanya ke rena tentang apa yang di bilang oleh mama tadi, sumpah aku benar-benar penasaran sama ucapan mama tadi.
Rena mengirim emoji tertawa terbahak-bahak ke aku, "lah kok rena ketawa gini!
"Nggak ada yang lucu reen!
~Ada lah, masa lo polos-polos banget jadi orang!
"To the point aja reen nggak usah banyak ngoceh!
Lalu rena menjelaskan ke aku dengan sangat rinci, sampai-sampai aku jadi malu sendiri membaca pesan dari rena.
~Paham nggak tuh!
"Udah gue malu bacanya!
~hahaha, rasain lo siapa suruh nikah muda!
"Nggak usah ledek gue, lo bulan depan akan nikah juga sama pacar lo itu!
Bilangin gue nikah muda aja, dia bulan depan akan nikah juga, dasar cewek somplak lo reen! umpat ku dalam hati
~hehe iya juga ya!
Setelah selesai chatting an sama rena aku jadi senyum-senyum sendiri, aah otak aku udah mulai error kayak nya!
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π