Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 48. (POV Devan) Tidak Jadi Bertemu Camer


__ADS_3

Selesai penyerahan mendali tadi aku langsung mencari pak Devan tadi.


Ternyata ia masih duduk di sana, tapi dia duduk bukan sendirian, malahan dia duduk dengan Resi.


"Mau ngapain dia dekat-dekat sama pak Devan?


"Bikin aku cemburu aja! umpat ku


Aku masih memantau Meraka berdua dari kejauhan, lama-lama aku melihat kedekatan mereka jadi bikin hati aku panas aja.


"Apan sih tuh mereka berdua, bikin panas aja liat nya deh! gumamku


Aku mengeluarkan benda pintar dari tas selempang ku, lalu mengambil foto mereka berdua, ini bisa jadi bukti.


"Iiiih panas, panas, panas banget hari ini! ujarku mengibas-gibaskan tangan ku ke wajah ini.


"Caelah panas apan, ini aja cuaca mendung! ujar Rena yang sudah berdiri di belakang ku.


"Eh reen! ujarku kaget


"Panas apa panas, liat ayang sama si sok suhu! ujar Rena menunjuk pak Devan bersama Resi yang berduaan.


"Antara panas dan cemburu! ujar ku


"Buruan labrak aja sana, dari pada lo panas sendiri melihat kedekatan mereka berdua! ujar Rena.


Apa yang di katakan Rena ada benar nya juga!, kalau di biarin bisa menjadi-jadi, aku harus labrak mereka berdua, sesuai yang di katakan Rena tadi.


Dari jauh aku melihat Siti yang lagi memandang tajam ke arah ku dan temannya ini.


"Bisa mampus aku!, yang ada Siti bisa marah liat aku berduaan dengan temannya! batinku


"Hmm... saya pergi dulu! ujarku ke teman Siti ini, lalu aku langsung saja beranjak pergi dari situ.


Siti melihat tajam ke arahku yang lagi lari dari temannya itu, Siti mengisyaratkan ke aku untuk pergi ke tempat nya.


Kaki ku ini mau-mau saja melangkah ke arah Siti, udah nggak bener ni aku udah error, aku menghampiri nya dengan senyum canggung.


"Sejak kapan kamu di sini! tanya ku basa-basi, seperti nya dia sudah dari tadi melihat ku.


Dia tetap diam, melihat ku dengan tatapan sulit diartikan,bisa berabe ini urusannya.


Sekarang ini Siti tidak sendirian dia di temani oleh Rena, temanya itu juga ikut menatap ku.


"Siti gue pergi dulu! ujar temanya itu, Siti mengangguk, kini tinggal kami berdua lagi.


"Diam aja ni ceritanya? tanya ku ke Siti, lalu dia menghembuskan nafas panjang.


"Huff...!


"Mau apa sama dia?, mau genit-genitan lagi? ujar nya


Aku langsung saja menggelengkan kepalaku, jelas-jelas aku nggak genit-genitan sama temannya itu, yang ada aku di gangguin nya, si ceweknya itu aja yang terlalu keganjena sama aku.

__ADS_1


"Kamu lebih percaya sama dia atau aku? tanyaku ke Siti, ia malah melihat tajam ke arahku, ngeri juga di lihat sama si somplak ini.


"Aku lebih percaya dia! ujar nya


Lah kok aku lagi yang di salah-in sih?, emang serba salah kayaknya aku, kalau bersama nya terus!


"Apa buktinya kalau aku genit sama dia tadi? tanya ku, aku perlu bukti lah mana mau aku di bilang cowok genit, aku ini cowok baik-baik ya, dan cool!


Dia mengeluarkan benda pipih berbentuk persegi panjang itu, lalu ia menunjukkan sebuah foto, dan foto tersebut memperlihatkan aku yang sedang memegang kepala temannya itu.


"Aku bisa jelasin! ujarku ke Siti


"Jelasin apa lagi mas? ujar Siti, lalu ia mengantongi hp nya lagi.


Aduh tukan Siti salah paham sama aku, padahal aku cuma membantu temannya itu tadi, tadi itu di atas kepala temannya itu ada daun lalu aku membantu membuang daun itu dari kepalanya.


Eh Siti malah liat pada saat itu, jadinya kayak gini kan ia cemburu.


"Bisa nggak sih kamu itu dengerin aku sekali aja, aku itu cemburu! ujarnya


"Aku ulangi lagi aku c-e-m-b-u-r-u! ujar Siti


"Bisa tidak kamu dengerin penjelasan aku dulu! minta aku ke Siti.


Aku tidak mau ada salah pahaman lagi di antar kami.


"Jelas-jelas aku liat sendiri kedekatan kamu dengan dia! ujarnya cemberut


"Makanya kamu dengerin aku dulu, kalau kamu tau kenyataan nya pasti kamu malu sendiri, udah nuduh aku sembarangan! ujar ku ke Siti


"Jadi intinya aku tidak ada apa-apa sama dia, tadi itu aku hanya nolongin membuang daun yang ada di kepalanya! ujar ku ke Siti


"Kalau kamu tidak percaya ya sudah, aku ngomong sesuai dengan kenyataan! ujar ku lagi


Dia nampak termenung sejenak lalu ia tersenyum terpaksa melihat aku.


"Jadi malu sendiri kamu kan, itu lah jangan nuduh-nuduh orang sembarangan!


"Apa lagi kamera hp kamu itu pembohong!, kan termakan sendiri tuh sama kamera hp pembohong kamu itu! ujarku ke Siti.


Dia mengaruk-garuk kepalanya, sambil cengengesan, "Iya maaf, aku salah paham sama kamu, maaf ya! ujar nya.


Sekarang gantian aku yang diam ke dia, biar tau rasa kamu somplak, nuduh aku sembarangan aja, kan jadi malu sendiri.


"Marah ya? tanya lagi, tapi aku hanya diam, sambil melipat kedua tanganku ke dada.


"Gimana nggak mau marah, nuduh orang sembarangan aja! gumamku.


"Iya aku minta maaf, ya maafin ya! ujar Siti, memohon kepada aku, ia memegang tangan ku.


"Mas devaaann....! ujar Siti merayu aku supaya aku memaafkan nya.


Nggak tega juga aku liat Siti gini, apa lagi liat wajahnya yang imut itu.

__ADS_1


"Oke, aku akan maafin kamu, tapi jangan ulangi kesalahan kamu lagi! ujarku ke Siti


"Siap!, nggak akan aku ulangi lagi mas! ujar Siti sambil memberi hormat.


"Udah selesai aja acara nya? tanya ku ke Siti


"Belum, acara nya masih banyak, tapi aku nggak mau balik ke sana lagi! ujarnya


"Kenapa? tanya ku


"Nggak mau ninggalin kamu, apa lagi liat yang tadi, bikin hati aku panas aja! ujar Siti.


Keterlaluan sekali Siti ini cemburunya, belum jadi istri aku aja dia udah cemburuan gini, apa lagi udah jadi istri aku!, nggak kebayang apa yang dia lakuin.


"Keluarga kamu udah ke sini? tanyaku kepada Siti.


"Sebentar lagi, mereka dalam perjalanan menuju ke sini! ujar Siti


"Kenapa?, kamu mau balik lagi? tanya Siti


"Kalau mau balik, nggak papa kok, aku nggak papa di tinggalin sendiri, lagi pula keluarga aku sebentar lagi akan nyampe! ujar Siti


"Hmm...!


Kalau aku balik nanti aku nggak akan ketemu sama papa Siti, aku pengen bicara juga sama papa Siti.


Kalau aku nggak balik sekarang ke kantor aku udah di tungguin sama klien.


"Mas Devan? ujar Siti


"Kalau mas ada perlu atau sibuk lebih baik balik aja, aku nggak papa juga tinggal di sini, acara pun belum selesai! ujarnya


"Oke, aku balik dulu! ujar ku ke Siti


"Iya, kamu hati-hati di jalan ya, kalau udah sampai kabarin aku! ujar Siti


Aku mengangguk, lalu aku di antar Siti sampai ke luar gerbang sekolah, ia takut kalau aku di kerumuni oleh ibu-ibu lagi.


Tidak jadi aku bertemu dengan calon mertua aku, tapi besok-besok aku akan menemui calon mertua aku.


...


bersambung...


...----------------...


(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya πŸ™)


(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)


(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)


Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπŸ™

__ADS_1


semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian πŸ™


__ADS_2