Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK

Aku Jatuh Cinta Dengan Gadis SMK
part 78. Sad Ending


__ADS_3

Tidak terasa kini aku sudah menjadi ibu muda untuk anak ku, kini anak kami berumur 2 bulan saja.


Nama putri kecil kami yaitu Alesha Putri Devan Diningrat.


Setiap saat mas devan pasti meluangkan waktunya untuk kami, aku sangat bersyukur telah di berikan laki-laki bertanggung jawab seperti mas devan.


Kini kami bertiga sedang bermain di dalam kamar, mas devan mengendong tubuh kecil Alesha sambil mencium nya.


"Anak papi wangi sekali! ujar mas devan


"Iyaa... papi, adek kan udah mandi! ujar ku menirukan suara anak kecil


"Mami nya pasti belum mandi ya kan?, pantesan aja bau acemm...! ujar mas devan mencium anak nya itu.


Wahh... maksud mas devan ini apa?, enak aja nuduh aku belum mandi, padahal dia yang belum mandi, pulang kerja langsung bergabung dengan kami.


"Enak aja nuduh aku belum mandi, kamu tuh yang belum mandi! ujarku


"Papi udah mandi tadi! ujar mas devan


"Kapan?, pagi tadi? tanya ku, lalu mas devan mengangguk kecil sambil mencium pipi anak nya


"Mandi gih masa baru pulang kerja kamu langsung gendong alesha!


"Kamu banyak bawa kuman mas, nanti anak kita bisa sakit lho! ujar ku


"Tapi mas masih mau main sama alesha! ujar mas devan tak henti-hentinya mencium pipi anak kami.


"Udah mas, mandi dulu! ujar ku lalu mengambil alesha dari gendongan mas devan.


"Iya, nanti aja! ujar mas devan mencolek-colek pipi alesha di gendongan aku.


"Ciluk baa...! ujar mas devan menutup wajah nya dengan tangan nya, sampai berulang-ulang kali mas devan bermain cilukba dengan anak kami.


Aku hanya tersenyum saja melihat tingkah mas devan, yang semakin mengemaskan bagi aku.


"Mas jadi nggak mandi? tanya ku


"Sebentar lagi! ujar mas devan


Lalu aku meletakkan alesha di tempat tidur, kini aku sedang menyiapkan baju ganti mas devan dan menyiapkan air hangat untuk mandi nya, selesai menyiapkan segala keperluan untuk mandi nya aku kembali lagi ke tempat mas devan dan alesha


Dia masih bermain dengan putri kecilnya itu, tidak pernah puas saja mas devan ini main dengan anaknya itu.


"Mandi gih mas, udah aku siapin semuanya! ujarku


"Mami sebentar lagi aja, papi masih mau main sama alesha! ujar mas devan mengendong anaknya itu


"Habis mandi mas kan bisa lanjut main sama alesha, sekarang alesha mau aku susuin dulu! ujarku meminta alesha dari mas devan.


Mas devan tidak mau memberikan alesha kepadaku, malahan ia membelakangi aku, "alesha tolong bujuk mami agar papi mandinya nanti-nanti saja! ujar mas devan ke alesha


"Terserah kamu aja lah mas, capek aku ngomong sama kamu! ujarku pura-pura cemberut, semenjak anak kami lahir mas devan tidak pernah manjain aku, ia lebih memanjakan putri kecilnya itu ketimbang aku.


Aku kan iri sama putri kecilku itu, aku juga rindu sama pelukan hangat mas devan.


"Hiks...hiks...! tangis aku, entahlah kok aku bisa menangis seperti ini.


"Alesha dengar tidak ada suara tangisan! ujar mas devan ke anaknya itu.


"Apa?, tidak, wah jangan-jangan di kamar ini...! ujar mas devan merinding.


"Apa, apa? mami nangis? ujar mas devan sekali lagi


Aku tersenyum geli dengan tingkah mas devan yang aneh itu, ada-ada saja perbuatan nya itu bikin aku tersenyum.


"Kenapa nangis sayang? tanya mas devan memeluk aku, sementara alesha sudah di letakkan di atas kasur.


"Nggak ada mas, tadi itu aku pura-pura saja, supaya kamu mau manjain aku, aku iri tau sama anak kita itu!


"Kamu sering manjain dia sedangkan aku enggak, kan aku iri mas! ujar ku


Lalu mas devan tertawa kecil sambil mencubit hidungku, "masa iri sama anak sendiri! ujar mas devan


"Ya mau gimana lagi! ujarku, akhirnya pelukan hangat itu dapat aku rasakan kembali.

__ADS_1


"Udah jangan nangis lagi ya, malu sama alesha! ujar mas devan menghapus air mataku.


"Tergantung! ujarku


Mas devan menautkan alisnya, lalu ia mencubit hidung aku sekali lagi, "tergantung maksud nya? tanya mas devan


"Nggak jadi mas, mending kamu mandi, air hangat nya udah aku siapin dari tadi! ujarku


"Ya udah deh, mas mandi dulu! ujar mas devan lalu ia mengambil handuknya.


Aku menatap suamiku itu yang sudah masuk ke dalam kamar mandi, aku menitikkan air mataku lagi, mungkin aku akan jarang melihat kamu lagi mas, karena sebentar lagi kamu akan pergi kerja ke luar negeri.


Apa aku akan sanggup hidup tanpa kamu mas, kenapa kamu harus pergi kerja sangat jauh mas?


Sebenarnya aku tidak rela kamu pergi ke negeri kincir angin itu.


Saat mas devan keluar dari kamar mandi, aku langsung menghapus jejak air mataku, mas devan tidak boleh liat kalau aku sedang nangis.


"Baby, parfum aku sudah habis, aku minta parfum kamu ya! ujar mas devan mengambil parfum ku yang terletak di meja rias.


"Iya ambil aja mas! ujarku, ya ampunnn...suara aku berubah lagi karena nangis tadi!


Mudah-mudahan mas devan tidak menanggapi nya, lalu mas devan kembali lagi ke tempat ku, ia memeluk aku dari belakang.


"Kenapa nangis lagi ha? tanya mas devan


Aku menggeleng-gelengkan kepalaku, aku biarkan saja tubuhku ini di peluk oleh nya.


"Kalau nggak ada ngapain nangis? tanya mas devan, air mata ku menitik lagi mengenai tangan mas devan


Mas devan memutar tubuhku menghadap ke dia, lalu ia menghapus air mataku, "kenapa ha? tanya mas devan


"Sedih aja, sebentar lagi kamu akan pergi ke Belanda! ujarku


Mas devan tambah mempererat pelukannya, ia mengelus-ngelus lembut punggung ku untuk memberi ketenangan.


"Jangan sedih, kalau kamu sedih mas jadi tidak enak meninggalkan kamu dengan alesha! ujar mas devan


"Gimana aku nggak sedih, sedangkan suami aku jauh di sana! ujarku


"Kalau ada waktu luang aku pasti akan libur ke sini! ujar mas devan lagi


Aku hanya diam saja sambil menikmati pelukan dari mas devan, aku tidak tau apakah ini pelukan terakhir dari nya, hati aku rasanya berat sekali melepaskan mas devan.


Apa aku akan kuat seperti dulu lagi?


...


Pagi harinya aku sudah bersiap-siap berangkat ke bandara, sementara istri aku masih tidur, selepas subuh tadi ia tidur lagi karena malam tadi ia tidak bisa tidur, karena putri kami rewel.


Terlebih dahulu aku melihat putriku.


Aku mengelus-elus lembut pipi putri cantik ku ini, melihat ia tertidur nyenyak seperti ini membuat aku jadi berat untuk meninggalkan nya, lalu aku mencium pipi alesha terus-menerus.


"Jangan rewel terus, kasihan mami tiap malam jagain kamu, papi pergi jauh ini demi kamu dan mami, papi sayang kalian! lirihku mencium pipi alesha sekali lagi.


Lalu aku beralih ke istri kecilku, yang sedang nyenyak tidur.


Rasanya aku tidak tega membangunkannya, tapi kalau tidak aku bangunkan dia pasti akan marah.


"Sayang bangun! ujarku mengelus-elus pipi nya, ia bergerak sedikit, lalu ia mengambil tangan ku.


"Jangan pergi mas! ujar siti


Dada aku rasanya sangat sakit saat Siti mengucapkan jangan pergi itu, tapi mau gimana lagi aku harus berangkat di sana karena pekerjaan ini sangatlah penting.


"Bangun dulu yuk! ujarku, ia masih menutup matanya tanganku masih di genggam erat oleh Siti.


"Nggak mau, kamu nggak boleh pergi! ujar siti lalu ia duduk.


"Hiks...hiks..hiks...mas...jangan tinggalin aku sama anak kita! tangis siti memeluk aku.


"Tapi sayang! ujarku menghela nafas panjang


"Hiks...hiks...hiks...nggak boleh mas! tangis ia semakin menjadi-jadi di pelukan ku

__ADS_1


"Sayang ini demi masa depan anak-anak kita nantinya, kamu jangan halangi aku gini! ujarku memberi pengertian ke siti


"Tapi aku nggak mau jauh dari kamu! ujar siti


"Aku akan sering kasih kabar ke kamu, aku janji akan telepon kamu saat siang dan malam!


"Aku sebenarnya tidak mau juga ninggalin kamu sama anak kita, tapi mau bagaimana lagi! ujarku


"Udah ya jangan nangis, mas nggak tenang ninggalin kamu kalau nangis seperti ini! ujarku


Siti tetap saja diam memeluk aku sangat erat, aku melepaskan pelukan dari Siti, kalau aku berlama-lama takutnya aku akan ke tinggalan pesawat!


Aku keluar dari kamar itu dengan perasaan sedih, aku sebenarnya tidak ingin meninggalkan Siti, tapi bagaimana lagi, aku juga tidak bisa membawa nya ke sana.


barang-barang aku sudah siap semua dan aku sudah meletakkan nya di dalam mobil, aku menuruni anak tangga dengan langkah kaki lunglai, berat rasanya saat meninggalkan istri dan anak ku yang masih kecil.


"Mama papa jaga anak dan istri aku selama aku tidak ada di rumah, pastikan putri aku bahagia ma, pa! ujarku


"Mama akan menjaga anak dan istri kamu! ujar mama menyeka air matanya


"Kamu tenang saja, istri dan anak kamu pasti akan aman bersama kami! ujar papa


Aku tidak mau ada seorang pun yang mengantarkan aku ke bandara, karena aku tidak ingin melihat mereka menangis saat aku menaiki pesawat nanti.


"Jaga diri kamu di sana nak, ingat sama anak dan istri kamu! ujar mama


"Iya mama! ujarku lalu memeluk mama tercinta ku.


"Pa! ujarku juga memeluk papa, papa menepuk-nepuk kecil punggung ku.


"Jangan berulah, pulanglah jika kamu telah lelah bekerja! pesan papa, aku jadi terharu dengan kata-kata papa.


Saat aku mau keluar rumah, Siti meneriaki aku, ia berlari mengejar aku, lalu ia memeluk aku sangat erat, ia menangis di pelukan ku.


"Hiks...hiks...hiks...! tangis dia


Sudut mataku berair saat melihat istri ku menangis, aku juga memeluk dia erat-erat.


"Jangan nangis gini, mas tidak suka liat kamu nangis! ujarku


"Hiks...hiks...mas kamu jangan lama-lama di sana nya, aku akan kangen berat sama kamu! ujar siti


"Aku janji setelah pekerjaan aku selesai, aku akan kembali lagi! ujarku


"Janji ya, jangan lupakan aku dan anak kita! ujar siti


"Iya janji! ujarku, lalu siti melepaskan pelukan nya dari aku, ia mencium pipiku, aku juga melakukan hal yang sama, sementara mama sama papa terharu melihat kami.


"Aku pergi dulu, jaga putri kita baik-baik! ujarku, lalu aku pergi ke luar rumah, Siti mengantar aku sampai halaman rumah.


"Mas, jaga diri kamu di sana, jangan lupa untuk pulang, aku akan menunggu kamu di sini, seperti hal yang sama yang pernah aku lakukan! ujar siti


"Aku akan ingat untuk pulang ke sini lagi, aku akan mengingat kamu dan anak kita! ujarku mencium pipi Siti.


"Mas berangkat dulu! ujarku memberikan tanganku ke siti, lalu ia menyalami punggung tangan ku dengan takzim.


Aku menaiki mobil yang akan mengantarkan aku ke bandara, aku membuka jendela mobil melihat siti yang melambai-lambaikan tangannya ke aku.


Aku tersenyum lebar melihat nya, walaupun hati aku sangat berat meninggalkan nya.


Aku menyeka air mataku, aku melihat kepergian suamiku itu, hati aku berat rasanya mas, kapan lagi kita akan bertemu mas?


"Mas aku akan menunggu kamu, cepat pulang sayang! batinku.


...


TAMAT


...----------------...


JANGAN LUPA NANTIKAN SEASON 2 DARI CERITA INI, DENGAN JUDUL YANG BERBEDA,


"Pulanglah Mas" itu judul baru dari sambungan cerita ini!


Jadi cerita selanjutnya Siti akan menunggu kepulangan suaminya, apakah ia akan sabar menunggu kedatangan devan kembali?

__ADS_1


__ADS_2