
Masih sama dia hanya diam saja duduk di belakang, sambil cemberut dan melipat kedua tangannya ke dada.
Aku yang lagi menyetir mobil jadi tidak fokus dengan nya, kenapa dia tiba-tiba berubah begini?
Apa ada yang salah?, coba aku bicara sama dia, siapa tau dia mau jawab, kalau dia tidak mau jawab, apa lah daya aku lagi!
"Sayang! ujar ku dengan suara lembut, supaya dia bisa luluh, namun dia malah membuang muka.
"Nggak baik diami suami seperti ini lho, apa lagi suami lagi nanya kamu nya malah nggak jawab, kamu mau jadi istri durhaka? tanya ku
Tapi siti tambah cemberut, entah omongan aku yang salah, atau aku yang kurang pengertian sama dia?
"Siti... sayang aku ada salah sama kamu? tanya ku baik-baik supaya dia mau jawab.
Tapi usaha aku sia-sia saja, dia malah melirik ke luar jendela mobil.
"Hufff...!
Aku menghela nafas berat, apa dia belum siap hamil?, terus dia ngambek gini gara-gara dia tau kalau dia lagi hamil?
"Jawab dong sayang! ujar ku sekali lagi
Aku mendengar dia lagi menghela nafas panjang, lalu dia memegang pundak aku.
"Aku bukan nya marah atau apa lah, tapi perut aku rasa nya pengen muntah mas, nggak enak banget! ujar siti
Lalu aku menepikan mobilku ke pinggir jalan, "pindah gih ke depan! titah ku
"Nggak mau mas, di depan bikin aku tambah mual karena bau kamu menyengat banget, kamu pakai parfum apa sih? tanya siti
"Yang biasa, kamu kan suka bau parfum aku ini! ujar ku
"Tapi sekarang beda mas, bau nya itu lho bikin aku nggak tahan! ujar siti
Sekarang aku paham kenapa dia dari tadi diam saja, karena dia tidak sanggup mencium aroma dari parfum aku.
"Terus aku harus gimana? tanya ku
"Nggak gimana-gimana mas, kita lanjut aja pulang, aku pengen istirahat! ujar siti
"Kamu yakin nggak mau pindah ke depan? tanya ku lagi
"Nggak mas, aku takut nya muntah di mobil kamu lagi, emang kamu mau aku muntah di sini? tanya siti
Tidak, aku tidak mau mobil aku terkena muntahan siti, ya walaupun dia lagi hamil anak ku, tapi aku jijik sama muntah itu!
"Oke, kita lanjut pulang! ujar ku
Aku melanjutkan perjalanan menuju rumah, sekali-kali aku lihat siti, dia kelihatan pucat sekali, aku sebagai suami tidak tega melihat dia seperti itu.
Akhirnya kami sampai juga di rumah, aku membukakan pintu mobil untuk siti, lalu ia turun dari mobil.
Seperti biasa dia hanya diam dan cemberut saja, aku yang melihat jadi tidak enak juga.
"Aku langsung ke kamar ya mas! ujar siti, lalu ia meninggalkan aku sendiri di luar rumah.
__ADS_1
Aku masuk ke rumah langsung di cegat oleh mama dan juga papa.
"Gimana hasil nya? tanya mama dengan wajah berbinar-binar, sementara papa hanya biasa saja.
"Palingan juga negatif! ujar papa
Papa ini kenapa sih?, sensi banget sama aku dan siti, pengen rasa nya aku lem itu mulut papa, tapi apa lah mana tega aku lem mulut papa!
Aku tersenyum ke mama sementara papa aku abaikan terlebih dahulu, mulut lemes papa bikin aku muak
"Hasil nya positif ma! ujar ku lalu memegang tangan mama.
"Alhamdulillah...! ujar mama juga ikut senang, papa melihat aku dengan tatapan sulit diartikan.
Sebenarnya papa ini senang atau gimana sih?
"Yey....mama dapat cucu baru! ujar mama senang sekali.
"Dapat cucu baru kok senang! ujar papa
"Iiss papa apan sih, ini cucu baru dari devan dan siti lho pa! ujar mama menjewer telinga papa.
"Aaakh...sakit ma, telinga papa kok di jewer sih! ujar papa
"Ya iya lah mama jewer untung nggak mama putus pakai pisau dapur! ujar mama
"Seharusnya papa seneng! ujar mama
"Apa sih ma! ujar papa lalu papa pergi meninggalkan kami.
"Emang mama dulu pas hamil aku juga nggak suka aroma parfum papa, atau yang lain gitu? tanya ku
"Iya, dulu mama nggak suka bau parfum papa kamu, dan mama juga malas juga liat papa kamu! ujar mama
Fix ini sama persis banget sama mama dulu waktu hamil aku, hmm... seperti nya anak aku sama deh kelakuan nya sama aku nanti nya!
"Berarti sama dong ma siti juga seperti itu! ujar ku
"Waahh, berarti anak kamu nanti nya mirip sama bapak nya! ujar mama
"Sekarang siti dimana? tanya mama
"Di kamar ma, tadi dia pengen istirahat kata nya! ujar ku
Mama menganggukkan kepalanya, "ooh, ya udah, kamu jangan gangguin dia dulu, takut nya kamu kena tegur! ujar mama
"Tapi devan pengen istirahat juga ma! ujarku
"Kamar tamu ada! ujar mama menunjuk kamar tamu.
Aku menghela nafas berkali-kali, langkah ku gontai menuju kamar itu.
Nasibbb...., nasibb...!
...
__ADS_1
Aku merebahkan tubuhku di atas kasur, aku menatap langit-langit kamarku, hati aku rasa nya senang juga, karena sebentar lagi aku akan jadi mama muda.
Tapi aku sedikit tidak senang juga, kenapa harus sekarang juga sih?, kenapa nggak setahun lagi atau dua tahun lagi?
Ini semua gara-gara mas devan! umpat ku
Sekarang dia dimana?, udah hamil-in aku sekarang dia nggak mau dekat dengan aku, dasar suami nggak mau bertanggung jawab.
Eh, tapi tunggu dulu yang nggak mau dekat dengan dia kan aku, bukan dia, tapi kan...!
Tapi, tapi, ahh kebanyakan tapi nya deh ah!
Tapi, tukan tapi lagi, aku mau dekat dengan dia, entah lah kenapa sikap aku berubah-ubah gini?
Aku turun ke bawah lagi untuk mencari mas devan, aku tanya ke bibik, bibik juga nggak tau, terus aku cari ke semua penjuru rumah ini tetap nggak ada juga!
Kemana dia ya?
"Mas devan! panggil ku
Tidak ada sahutan sama sekali, semua orang juga tidak kelihatan juga, emang susah punya rumah gede gini, besok-besok kalau mau panggil orang harus kita telepon dulu.
Oh iya kamar tamu!, aku belum ngecek di sana, mungkin dia lagi ngorok di sana!
Langkah ku menuju ke kamar tamu, sampai nya di depan pintu kamar itu, aku langsung membuka pintu.
Benar kan, kan, apa yang aku bilang, dia lagi ngorok di kamar ini!
Sekali-kali aku kerjain nggak papa lah ya!, eh tapi kalau di pikir-pikir kasian juga!
Aku mengurungkan niatku untuk tidak mengerjai mas devan, aku duduk di samping dia sambil tersenyum, lalu aku mengelus lembut pipi nya.
"Hmmaamm...! mas devan menggeliat mata nya terbuka kecil, lalu ia tersenyum ke aku, tangan mas devan mengusap lembut perut aku.
"Calon anak aku baik-baik saja kan, kamu nggak lari-lari tadi kan? tanya mas devan, lalu aku mengambil tangan nya.
"Dia baik-baik saja, nggak usah khawatir juga mas, ya kali aku mau lari-lari! ujar ku
"Anak ini akan menjadi pewaris aku nanti nya! ujar mas devan, aku hanya tersenyum saja.
...
bersambung...
...----------------...
Maaf baru bisa update sekarang, akhir-akhir ini author sangat sibuk dengan urusan sekolah, jadinya author bisa update cerita ini siang atau nggak malam!!π
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
__ADS_1
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π