
Setelah 3 jam kami menunggu akhirnya dokter keluar juga dari ruangan operasi itu, dokter memanggil kami.
Hati aku dag dig dug tidak karuan, aku takut terjadi sesuatu dengan mama maupun Siti.
"Alhamdulillah operasi berjalan dengan lancar, ini berkat dari keluarga pasien yang telah berdo'a untuk kelancaran operasi mereka! ujar dokter tersenyum.
Aku bernafas lega saat mendengar penjelasan dari dokter, syukurlah tidak terjadi sesuatu dengan mama maupun Siti.
Semua orang yang berada di ruangan tunggu mengucapkan syukur.
"Alhamdulillah ya Allah akhirnya operasi nya berjalan dengan lancar! ujar kak elsa dan juga Reno
Sementara mama dan papa Siti hanya tersenyum kecil, air mata mama Siti menitik.
"Mas gimana keadaan anak kita? tanya mama ke papa
"Putri kita baik-baik saja Ros! ujar papa
"Mama, papa semuanya akan baik-baik saja, aku yakin Siti akan kuat! ujarku ke mama dan papa Siti.
"Semoga saja! ujar papa
Kini mama dan Siti sudah di pindahkan ke ruangan inap, mama aku di pindahkan ke ruangan VIP nomor 1, sementara Siti di pindahkan ke ruangan VIP nomor 2, kamar mama dan Siti letaknya bersebelahan.
Aku masuk ke ruangan mama terlebih dahulu, sementara papa dan mama melihat Siti.
"Alhamdulillah ma, operasi kalian berjalan lancar, semoga mama cepat sembuh! lirihku mengecup singkat kening mama.
"Van lebih baik kamu temui Siti, biar bagaimanapun dia sudah menjadi tanggung jawab kamu, biar kakak dan yang lain jagain mama! ujar kak Elsa
Aku mengangguk, "kalau terjadi apa-apa panggil aku kak! ujarku
"Kamu tenang saja, buruan gih liat istri tercinta kamu! ujar kak Elsa
Aku tersenyum kecil, lalu aku pindah ke ruangan Siti, di sana sudah ada mertua dan kakak ipar aku.
"Ma, pa! ujar ku
Mertua aku menoleh dan kakak ipar aku juga melihat aku.
"Kemari lah nak! ujar mama
Aku yang semula berdiri di ambang pintu lalu pergi mendekat ke brankar tempat Siti terbaring.
"Sekarang Siti adalah tanggung jawab kamu, jaga anak mama baik-baik! ujar mama
"Jangan pernah sakiti hati putri papa, karena dia anak perempuan satu-satunya papa! ujar papa.
"Adik ipar jaga adik aku baik-baik, sekali saja kamu menyakiti nya kamu akan berhadapan langsung dengan aku! ujar kak Dimas
Di dalam ruangan ini rasanya aku di eksekusi saja dengan ucapan-ucapan mereka, tapi tidak apa lah mereka hanya ingin melihat Siti bahagia dengan aku.
"Kalian tenang saja, aku akan menjaga Siti dengan segenap jiwa dan raga ku, karena Siti sudah menjadi istri aku, otomatis aku akan menyayangi dan menjaganya! ujarku
"Kamu pria sejati yang telah membuat hati putri papa jatuh cinta kepada kamu! ujar papa
"Iya pa! ujar aku
"Kamu jaga Siti dulu, papa bersama yang lain pulang dulu! ujar papa
"Nanti kami akan balik ke sini lagi! ujar papa
__ADS_1
"Iya pa, ma! ujarku, lalu mereka pergi dari ruangan ini, kini tinggal aku bersama Siti.
Aku duduk di kursi yang berada dekat di brankar Siti, aku menggenggam tangan tangan Siti, sekarang ini Siti sudah sah menjadi istri aku.
"Assalamualaikum sayang! ujar ku, aku mencium punggung tangan istri aku.
"Cepat sembuh sayang, aku akan selalu di samping kamu, terima kasih telah menjadi pendonor untuk mama aku, aku tidak tau harus gimana cara membalas jasa kamu! ujarku
Aku menikahi kamu atas dasar cinta bukan yang lain, jadilah istri yang baik sayang.
Sekali lagi aku mencium punggung tangan Siti.
...
Malam harinya mama sudah sadar, sementara Siti sampai sekarang belum sadar.
Aku sudah menanyakan ini ke dokter kenapa Siti belum sadar juga, tapi dokter berkata kalau sebentar lagi Siti akan sadar.
Jadi aku di suruh untuk bersabar.
"Mama masih merasakan sakit lagi? tanya aku, mama menggeleng seraya tersenyum.
"Ini berkat bantuan istri kamu! ujar mama
"Oh iya menantu mama sudah sadar? tanya mama.
Aku menggeleng, "kata dokter mungkin nanti Siti akan sadar! ujar ku.
"Sekarang kamu temui Siti ya, nggak enak juga kamu di sini lama-lama, kasian juga istri kamu! ujar mama
"Tapi aku masih mau di sini temani mama! ujarku.
"Baik ma, aku ke tempat Siti dulu! ujar aku
"Selamat bersenang-senang dengan kakak ipar! ujar Reno menggoda aku.
Aku hanya tersenyum kecil, lalu mengacung kan jempol.
Aku kembali lagi ke kamar Siti, di sana cuma ada kak Dimas yang lagi menjaga Siti, kemana mama sama papa?, kenapa mertua aku tidak ada?
"Kak! ujar ku
"Eeh Devan! ujar kak Dimas bangkit dari duduknya.
"Mama sama papa mana kak? tanya aku
"Tadi mereka sudah pulang duluan, kata mama besok akan kembali lagi!
"Mumpung kamu ada di sini, kakak juga pulang ya, besok akan ke sini lagi! ujar kak Dimas
"Kakak nggak mau di sini? tanya aku
Kak Dimas tertawa kecil, "Siti kan sudah bersuami jadi ya suaminya lah yang jagain! ujar kak Dimas.
Apa yang di katakan kak Dimas itu ada benarnya juga!
"Bukanya aku, maupun mama tidak mau menemani Siti, tapi mama tidak bisa lama-lama di rumah sakit, karena mama takut dengan pasien-pasien yang lain! ujar kak Dimas.
Aku mengerutkan keningku, masa mama takut dengan pasien!
"Mama takut liat darah, apa lagi mama liat pasien baru yang berdarah karena kecelakaan! ujar kak Dimas
__ADS_1
"Ooh, jadi mama takut sama itu? ujarku
"Iya! ujar kak Dimas menepuk-nepuk pundak aku.
"Jaga istrimu! ujar kak Dimas, lalu dia pergi dari kamar inap Siti ini.
Kini aku menatap sendu ke arah istri kecil ku, kasihan sekali kamu sayang, ini yang paling aku takut kan Siti.
"Sayang bangun lagi, sudah 7 jam kamu tidur seperti ini! lirih ku mengusap-usap lembut pipi istri ku.
Kenapa begitu lama Siti sadarnya?, atau terjadi apa-apa dengan Siti?, tidak-tidak aku tidak boleh berpikir buruk dulu!.
Mungkin ini hanya efek dari bius tadi.
...
Malam begitu cepat berlalu, aku terbangun pada saat azan subuh berkumandang, aku masih memegang tangan siti.
Ternyata dari semalaman Siti belum kunjung juga sadar, bagaimana ini?, apa istri aku baik-baik saja?.
Aku menjalankan sholat subuh terlebih dahulu, baru aku memanggil dokter untuk memeriksa Siti.
Setengah jam baru aku usai sholat, lalu aku memanggil dokter.
Dokter memeriksa Siti, aku memperhatikan dokter itu yang lagi memeriksa Siti.
"Jadi kenapa istri saya belum bangun dok? tanya ku.
"Setelah kami periksa lebih lanjut, ternyata istri bapak mengalami koma! ujar dokter
"Apa koma dokter? tanya aku
Tubuhku aku rasanya lemas tak berdaya, "Lalu kapan istri saya bisa sadar dok? tanya aku
"Kami belum bisa memastikan itu! ujar dokter, aku terduduk lemas sambil menggenggam tangan istri ku.
"Kenapa kamu tidur sangat lama Siti, bangunlah, kini suamimu lagi sendiri, tolong bangun Siti! lirih ku, sudut mata ini sudah berair.
"Ini yang aku takutkan, aku tidak sanggup melihat kamu begini sayang! batin aku.
Kenapa kamu harus koma?, aku tambah sedih Siti, tolong bangunlah demi aku!
...
bersambung...
...----------------...
Makin hari makin sedikit aja yang membaca cerita receh author, ada apakah gerangan?
Yukkk, yukkk, baca cerita receh author!!!
(sebelum membaca cerita ini author mau kasih tau kalau cerita ini hanya khayalan semata yang author rangkai menjadi sebuah cerita, jadi kalau alur atau jalan cerita nya agak sedikit berbeda author minta maaf sebesar-besarnya π)
(Author baru pemula untuk merintis cerita ini, semoga cerita author banyak yang minat)
(Kalau author jarang update berarti author lagi sibuk sama urusan sekolah, sekali lagi author kasih tau kalau pembuat cerita ini anak sekolahan, kurang dan lebihnya hanya itu saja yang author sampai kan!)
Makasih ya atas dukungan nya, sedikit terobati hati author yang sempat sedih iniπ
semoga kedepannya bertambah banyak dukungan dari kalian π
__ADS_1